Bendung Gerak dan Bendung Tetap
Bendung Gerak dan Bendung Tetap – Bendungan atau bangunan bendung merupakan bangunan yang dibuat melintangi sungai yang berguna meninggikan elevasi muka air dari sungai yang dibendung. Hal ini akan membuat air bisa disadap kemudian dialirkan ke saluran lewat bangunan pengambilan (intake structure).

Bendungan terdiri dari bangunan utama yang merupakan bangunan air (hydraulic structure) yang terdiri dari beberapa bagian seperti bendung (weir structure), bangunan pengelak (diversion structure), bangunan pengambilan (intake structure), bangunan pembilas (flushing structure) dan bangunan kantong lumpur (sediment trap structure).
Bangunan utama ini tentu menjadi bagian bangunan yang paling kuat yang ada pada bendungan. Oleh karena itu bahan material dan teknik yang tepat harus digunakan dalam membuat bangian ini. Selain itu beton pada bangunan ini juga harus teruji kekuatannya karena bila terjadi kerusakan akan sulit untuk merenovasinya. Pengujian ini dapat dilakukan menggunakan Alat Uji NDT untuk menguji kekuatan beton pada bangunan utama bendungan.
Jenis bendungan atau bangunan bendung sendiri dibagi menjadi dua yaitu bendung gerak dan bendung tetap, berikut adalah penjelasan dari keduanya :
1. Bendung tetap (fixed weir, uncontrolled weir)
Bendung tetap merupakan jenis bendung yang tinggi pembendungannya tidak dapat diubah atau tetap. Hal ini akan membuat muka air di hulu bendung tidak dapat diatur sesuai yang dikehendaki. Jenis bendung ini membuat elevasi muka air di hulu bendung berubah sesuai dengan debit sungai yang sedang melimpas. Dengan begitu muka air tidak bisa diatur baik naik ataupun turun.
Daerah hulu sungai merupakan daerah yang biasa digunakan sebagai daerah untuk membuat bendung tetap karena daerah ini biasanya bertipe tebing – tebing sungai yang relatif lebih curam dari pada daerah hilirnya. Dengan adanya bendung tetap meskipun saat kondisi banjir, maka elevasi muka air di bendung tetap (fixed weir) tidak akan meluber kemana – mana karena dikurung oleh tebing – tebingya yang curam.
2. Bendung gerak/bendung berpintu (gated weir, barrage)
Berbeda dengan bendung tetap, bendung gerak merupakan jenis bendung yang tinggi pembendungannya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Elevasi muka air di hulu bendung dapat dikendalikan naik atau turun sesuai yang dikehendaki bila jenis bendung yang digunakan adalah bendung gerak. Pengaturan tersebut dilakukan dengan membuka atau menutup pintu air (gate).
Daerah hilir sungai atau muaralah yang digunakan untuk membangun bendung gerak ini karena tipe tebing – tebing sungainya relatif lebih landai atau datar dari pada di daerah hilir. Pada saat kondisi banjir, maka elevasi muka air sisi hulu bendung gerak yang dibangun di daerah hilir bisa diturunkan dengan membuka pintu – pintu air (gate). Hal ini juga membauat air tidak meluber kemana – mana (tidak membanjiri daerah yang luas) karena air akan mengalir lewat pintu yang telah terbuka ke arah hilir (downstream).








