Merajut Asa di Bumi Sriwijaya: Peran Strategis DPRD Sumatera Selatan dalam Mengawal Pembangunan Berkelanjutan
Sumatera Selatan (Sumsel), provinsi yang berdiri di atas jejak kemasyhuran Kerajaan Sriwijaya, kini terus bertransformasi menjadi salah satu lokomotif ekonomi di Pulau Sumatera. Dengan kekayaan sumber daya alam—mulai dari batubara (lumbung energi), minyak dan gas bumi, hingga perkebunan karet dan sawit—Sumsel memiliki modal besar untuk maju. Jembatan Ampera yang membelah Sungai Musi bukan hanya ikon, tetapi simbol konektivitas dan semangat masyarakat Wong Kito Galo untuk terus bergerak dinamis.
Namun, di balik potensi raksasa tersebut, tantangan pembangunan masih membentang. Infrastruktur jalan di daerah pelosok yang membutuhkan perhatian, fluktuasi harga komoditas pertanian, hingga isu lingkungan akibat aktivitas pertambangan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi pekerjaan rumah yang serius. Di sinilah peran strategis Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan. Sebagai representasi dari 17 Kabupaten/Kota, 75 anggota DPRD Sumsel mengemban amanat untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan, tetapi pada pemerataan dan keadilan sosial. Artikel ini akan mengupas secara mendalam agenda prioritas dan langkah konkret DPRD Sumsel dalam mewujudkan visi Sumsel Maju untuk Semua.
1. Mengawal Lumbung Energi dan Hilirisasi Batubara
Sumatera Selatan dikenal sebagai lumbung energi nasional. Cadangan batubara yang melimpah menjadikan provinsi ini strategis. Namun, DPRD Sumsel memiliki fungsi pengawasan yang krusial. Salah satu isu utama adalah kemacetan dan kerusakan jalan akibat angkutan batubara. DPRD Sumsel secara konsisten mendesak pemerintah dan perusahaan tambang untuk mempercepat realisasi jalan khusus batubara, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat umum.
Selain itu, legislatif mendorong hilirisasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) atau gasifikasi, sesuai arahan nasional. DPRD ingin memastikan bahwa nilai tambah industri ini dinikmati oleh masyarakat Sumsel melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan hanya dinikmati oleh investor luar.
2. Infrastruktur Konektivitas: Tol dan Jalan Poros
Konektivitas adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Indralaya-Prabumulih hingga Betung telah membawa perubahan signifikan. DPRD Sumsel terus mengawal penyelesaian ruas tol Kapalbetung (Kayu Agung-Palembang-Betung) yang menjadi solusi kemacetan di jalan lintas timur.
Namun, DPRD juga tidak melupakan jalan-jalan poros penghubung antar-kabupaten dan jalan usaha tani. Melalui fungsi anggaran (Budgeting), DPRD memperjuangkan alokasi dana perbaikan jalan provinsi di daerah OKU Raya, Musi Raya, dan wilayah perairan Banyuasin, agar hasil bumi petani dapat didistribusikan dengan biaya logistik yang rendah.
3. Sumsel sebagai Lumbung Pangan Nasional
Sumatera Selatan adalah salah satu penyangga pangan utama di Indonesia. Produksi beras dari Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Banyuasin sangat vital. DPRD Sumsel berkomitmen menjaga status ini melalui perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar tidak dialihfungsikan menjadi perumahan atau perkebunan sawit.
Legislatif juga mendorong modernisasi pertanian melalui bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dan jaminan ketersediaan pupuk subsidi. Kesejahteraan petani menjadi prioritas, termasuk menjaga stabilitas harga gabah saat panen raya dan harga karet yang menjadi tumpuan hidup banyak warga Sumsel.
4. Pendidikan dan Kesehatan: Investasi SDM
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumsel terus didorong melalui sektor pendidikan dan kesehatan. DPRD Sumsel mengawal program Sekolah Gratis agar benar-benar bebas pungutan, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Peningkatan kualitas guru honorer dan sarana sekolah di daerah terpencil menjadi fokus Komisi V.
Di bidang kesehatan, penanganan stunting dan percepatan Universal Health Coverage (UHC) menjadi agenda prioritas. DPRD memastikan RSUD Siti Fatimah Az-Zahra terus meningkatkan layanannya sebagai rumah sakit rujukan provinsi yang bertaraf internasional, sehingga masyarakat tidak perlu berobat ke luar negeri.
5. Karhutla dan Lingkungan Hidup
Ancaman asap akibat Karhutla adalah momok tahunan yang harus diakhiri. DPRD Sumsel mendukung penuh upaya pencegahan melalui regulasi dan anggaran untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Masyarakat Peduli Api. DPRD juga bersikap tegas terhadap korporasi yang terbukti lalai menjaga lahan konsesinya dari kebakaran.
Selain itu, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) Musi menjadi perhatian. DPRD mendorong program normalisasi sungai dan penertiban bangunan liar di bantaran sungai untuk mencegah banjir yang kerap melanda Palembang dan sekitarnya saat musim hujan.
6. Sinergi Legislatif dan Eksekutif
Hubungan harmonis namun kritis antara DPRD Sumsel dan Gubernur adalah kunci stabilitas pemerintahan. Pembahasan APBD dilakukan dengan transparan dan akuntabel, memprioritaskan belanja yang berdampak langsung pada pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan pengendalian inflasi.
DPRD juga aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk melobi Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dan Sawit yang lebih adil bagi daerah penghasil, guna menopang pembangunan daerah yang semakin kompleks.
7. Rumah Aspirasi Digital: Keterbukaan Informasi
Situs dprsumateraselatan.com ini hadir sebagai wujud transformasi digital parlemen. Kami menyadari bahwa masyarakat membutuhkan akses cepat terhadap kinerja wakilnya. Melalui portal ini, publik dapat memantau agenda rapat, produk hukum daerah (Perda), dan kegiatan reses anggota dewan.
Fitur "E-Aspirasi" membuka ruang bagi masyarakat dari Lubuklinggau hingga Pagar Alam untuk menyampaikan keluhan dan masukan secara langsung. Setiap aspirasi yang masuk akan diverifikasi dan diteruskan ke alat kelengkapan dewan (AKD) terkait untuk ditindaklanjuti. Ini adalah komitmen kami untuk menjadikan DPRD sebagai Rumah Rakyat yang sesungguhnya.
Kesimpulan
Sumatera Selatan adalah provinsi yang tangguh dengan potensi luar biasa. Tantangan ke depan memang tidak ringan, namun dengan semangat "Bersatu Teguh", DPRD Sumsel optimis dapat membawa provinsi ini menuju kejayaan.
Mari kita jaga kerukunan, rawat keberagaman, dan bekerja keras bersama. DPRD Sumsel siap menjadi garda terdepan dalam mengawal aspirasi dan mewujudkan Sumatera Selatan yang Maju untuk Semua.
Payo, kito bangun Sumsel!