Arsip untuk Desember, 2008

27
Des
08

hadiah TerInDah

 

            Hadiah Terindah

 

 

Kehadiran

 

Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya.

 

Memang bisa juga hadir lewat surat, telepon, foto, atau faks.

 

Namun dengan berada di sampingnya, dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih

sayang secara lebih utuh dan intensif.

 

Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting.

 

Jadikan kehadiran sebagai pembawa kebahagiaan.

 

 

Mendengar

 

Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini.

 

Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan sudah

lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh

kesediaan saling mendengarkan.

 

Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita

juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati.

 

Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan dalam keadaan betul-betul relaks dan

bisa menangkap utuh apa yang disampaikan.

 

Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi.

 

Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan memberikan tanggapan yang tepat

setelah itu.

 

Tidak harus berupa diskusi atau penilaian.

 

Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

 

 

Diam

 

Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan.

 

Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang.

 

Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada

seseorang karena memberinya “ruang”.

 

Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur,

mengkritik, bahkan mengomel.

 

 

 

Kebebasan

 

Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki

 

atau mengatur kehidupan orang bersangkutan.

 

Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya ?

 

Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta.

 

Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu”.

 

Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh

untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

 

 

 

Keindahan

 

Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng

atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho.

 

Bahkan tak salah jika mengkadokannya tiap hari !

 

Selain juga keindahan penampilan pribadi.

 

 

 

Tanggapan Positif

 

Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negative terhadap pikiran, sikap,

atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari

dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita.

 

Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus.

 

Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih

atas segala hal yang dilakukannya demi Anda.

 

Ingat-ingat pula, pernahkah memujinya.

 

Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah

kado indah yang sering terlupakan.

 

 

 

Kesediaan Mengalah

 

Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran.

 

Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya pertimbangkan, apa iya

sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu

?

 

Bila memikirkan hal ini, berarti siap memberikan kado “kesediaan mengalah”.

 

Okelah, mungkin kesal atau marah karena telat datang memenuhi janji.

 

Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa musti jadi pemicu pertengkaran

yang berlarut-larut ?

 

Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita

menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

 

 

Senyuman

 

Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.

 

Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan

yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan

obat penenang jiwa yang resah.

 

Senyuman juga merupakan syarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita.

Kapan terakhir kali kita menghadiahkan senyuman manis pada orang yang kita

kasihi ?

 

 




Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai