Universitas Tadulako: Simbol Ketangguhan dan Intelektualitas di Jantung Sulawesi Tengah
Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, bukan hanya dikenal karena keindahan Teluk Palu atau ketangguhan masyarakatnya pasca-bencana 2018, tetapi juga karena keberadaan institusi pendidikan tinggi terbesar di kawasan ini: Universitas Tadulako (UNTAD). Nama "Tadulako" sendiri memiliki makna filosofis yang dalam bagi masyarakat Kaili, yang berarti pemimpin, panglima perang, atau sosok yang memiliki sifat kepemimpinan, keberanian, dan pengayoman.
Berlokasi utama di kawasan Tondo, dengan pemandangan langsung ke arah laut dan perbukitan, UNTAD terus bertransformasi. Dari kampus yang sempat porak-poranda akibat gempa dan tsunami, kini UNTAD telah bangkit menjadi lebih megah, modern, dan tangguh. Artikel ini akan mengupas tuntas profil UNTAD, sejarah panjangnya, ragam fakultas yang ditawarkan, peran komunitas IKBIM, hingga jalur masuk bagi calon mahasiswa baru.
1. Sejarah: Dari Universitas Swasta Menjadi PTN Kebanggaan
Cikal bakal Universitas Tadulako dimulai dari statusnya sebagai universitas swasta pada tahun 1963. Perjalanan panjang dilalui, mulai dari menjadi cabang Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, hingga akhirnya resmi berdiri sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mandiri pada tanggal 14 Agustus 1981 melalui Keputusan Presiden RI No. 36 Tahun 1981.
Momentum bersejarah dan sekaligus menyedihkan terjadi pada 28 September 2018. Gempa bumi berkekuatan 7,4 SR mengguncang Palu, Donggala, dan Sigi. Kampus UNTAD mengalami kerusakan yang cukup parah. Namun, semangat "Tadulako" membuktikan bahwa civitas akademika UNTAD tidak mudah menyerah. Dalam waktu singkat, dengan bantuan berbagai pihak nasional dan internasional, UNTAD membangun kembali gedung perkuliahan yang lebih tahan gempa dan fasilitas yang lebih modern. Kini, UNTAD berdiri sebagai simbol kebangkitan dan ketangguhan pendidikan di Indonesia Timur.
2. Mengenal 11 Fakultas dan Pascasarjana
Universitas Tadulako saat ini memiliki 11 Fakultas dan 1 Sekolah Pascasarjana yang menawarkan berbagai disiplin ilmu, dari kependidikan hingga sains murni. Berikut adalah rinciannya:
a. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Fakultas tertua dan terbesar di UNTAD. Menjadi "pabrik" guru bagi Sulawesi Tengah. Program studi unggulan meliputi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, PGSD, hingga Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi.
b. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)
FISIP UNTAD aktif dalam kajian sosial kemasyarakatan dan politik lokal. Menawarkan prodi Ilmu Administrasi Publik, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Antropologi, dan Ilmu Pemerintahan.
c. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
Fakultas favorit calon mahasiswa. FEB UNTAD memiliki prodi Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Pembangunan yang telah terakreditasi baik. Pusat pengembangan kewirausahaan mahasiswa banyak lahir dari fakultas ini.
d. Fakultas Hukum (FAKUM)
Hanya memiliki satu program studi sarjana yaitu Ilmu Hukum, namun memiliki konsentrasi yang luas seperti Hukum Pidana, Perdata, Tata Negara, dan Hukum Internasional. FAKUM UNTAD dikenal aktif dalam advokasi hukum masyarakat.
e. Fakultas Pertanian (FAPERTA)
Mengingat potensi agraris Sulteng (kakao, kelapa, cengkeh), FAPERTA memegang peranan strategis. Prodi Agroteknologi dan Agribisnis menjadi andalan dalam riset pertanian lahan kering dan perkebunan.
f. Fakultas Teknik (FATEK)
Fakultas Teknik terus berbenah pasca-bencana dengan fokus pada konstruksi tahan gempa. Jurusan Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Informatika menjadi incaran mahasiswa yang berminat di bidang rekayasa.
g. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Pusat pengembangan sains dasar. FMIPA menaungi prodi Fisika, Matematika, Kimia, Biologi, Statistika, Farmasi, dan Geofisika. Prodi Geofisika menjadi sangat relevan mengingat kondisi geologis Palu.
h. Fakultas Kehutanan (FAHUTAN)
Sulawesi Tengah memiliki kawasan hutan yang luas (termasuk Taman Nasional Lore Lindu). FAHUTAN UNTAD fokus pada konservasi sumber daya hutan dan manajemen lingkungan.
i. Fakultas Kedokteran (FK)
Fakultas paling prestisius. FK UNTAD mencetak dokter-dokter yang siap mengabdi, terutama di daerah pesisir dan kepulauan. Selain Pendidikan Dokter, terdapat juga prodi Profesi Dokter.
j. Fakultas Peternakan dan Perikanan (FAPETKAN)
Menggabungkan dua potensi besar Sulteng: laut dan darat. Prodi Peternakan dan Akuakultur (Budidaya Perairan) menjadi fokus utama dalam mendukung ketahanan pangan protein.
k. Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)
Fokus pada preventif dan promotif kesehatan masyarakat. Prodi Kesehatan Masyarakat dan Gizi sangat diminati untuk memperbaiki taraf kesehatan masyarakat daerah.
3. Fasilitas Kampus Bumi Tadulako Tondo
Kampus UNTAD di Tondo memiliki area yang sangat luas. Beberapa fasilitas unggulan meliputi:
- Auditorium Universitas: Gedung pertemuan megah yang baru direnovasi, digunakan untuk wisuda dan acara besar.
- Perpustakaan Pusat: Menyediakan akses ke ribuan literatur fisik dan e-journal internasional.
- Rumah Sakit Pendidikan: Fasilitas penunjang bagi mahasiswa kedokteran dan layanan kesehatan bagi warga kampus.
- Media Center & IT: Pusat layanan teknologi informasi yang mendukung sistem perkuliahan daring dan administrasi digital.
- Taman Kampus & Area Terbuka: Area hijau yang asri dengan pemandangan Teluk Palu yang mempesona, menjadi tempat diskusi favorit mahasiswa.
4. Peran IKBIM dan Organisasi Mahasiswa
Kehidupan kampus tidak lengkap tanpa organisasi. Di UNTAD, terdapat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan puluhan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mulai dari Mapala (Pecinta Alam), Seni, hingga Olahraga.
Salah satu komunitas yang paling solid adalah IKBIM UNTAD (Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi/KIP-K). Organisasi ini mewadahi ribuan mahasiswa penerima beasiswa dari pemerintah. IKBIM UNTAD aktif dalam kegiatan sosial, mentoring akademik agar mahasiswa penerima beasiswa dapat lulus tepat waktu dengan IPK memuaskan, serta pelatihan kepemimpinan. IKBIM menjadi rumah kedua bagi mahasiswa perantau yang memiliki keterbatasan ekonomi namun memiliki semangat juang tinggi.
5. Jalur Masuk UNTAD
Untuk bergabung menjadi mahasiswa UNTAD, terdapat tiga pintu gerbang utama:
- SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi): Jalur undangan tanpa tes, berdasarkan nilai rapor semester 1-5 dan prestasi akademik/non-akademik lainnya.
- SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes): Menggunakan skor UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). UNTAD menjadi salah satu pusat UTBK di Sulawesi Tengah.
- SMMPTN (Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri): Jalur mandiri yang diselenggarakan oleh UNTAD. Seleksi ini biasanya menggunakan ujian tertulis berbasis komputer (CBT). UNTAD juga sering membuka jalur afirmasi bagi putra-putri daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) di Sulawesi Tengah.
Kesimpulan
Universitas Tadulako telah membuktikan diri sebagai institusi yang resilien dan visioner. Dengan biaya kuliah yang menerapkan sistem UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang berkeadilan, serta biaya hidup di Palu yang relatif terjangkau, UNTAD adalah destinasi pendidikan tinggi yang sangat menjanjikan di Indonesia Timur.
Mari bergabung bersama ribuan mahasiswa lainnya di Kampus Bumi Tadulako, dan jadilah agen perubahan yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah!