<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:cc="http://cyber.law.harvard.edu/rss/creativeCommonsRssModule.html">
    <channel>
        <title><![CDATA[Stories by Aldyan Reza Ramadhan on Medium]]></title>
        <description><![CDATA[Stories by Aldyan Reza Ramadhan on Medium]]></description>
        <link>https://medium.com/@arr4?source=rss-a88adf85ade8------2</link>
        <image>
            <url>https://cdn-images-1.medium.com/fit/c/150/150/1*qrnJE1YvTHbUtQZqX6MqQQ.jpeg</url>
            <title>Stories by Aldyan Reza Ramadhan on Medium</title>
            <link>https://medium.com/@arr4?source=rss-a88adf85ade8------2</link>
        </image>
        <generator>Medium</generator>
        <lastBuildDate>Wed, 27 May 2026 07:27:11 GMT</lastBuildDate>
        <atom:link href="https://medium.com/@arr4/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <webMaster><![CDATA[yourfriends@medium.com]]></webMaster>
        <atom:link href="http://medium.superfeedr.com" rel="hub"/>
        <item>
            <title><![CDATA[Cerita #0: Pembukaan]]></title>
            <link>https://arr4.medium.com/cerita-0-pembukaan-95b04164d203?source=rss-a88adf85ade8------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/95b04164d203</guid>
            <category><![CDATA[random]]></category>
            <category><![CDATA[random-thoughts]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Aldyan Reza Ramadhan]]></dc:creator>
            <pubDate>Tue, 12 Dec 2023 12:51:53 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2023-12-12T12:51:53.585Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*3mJw3PBoT9qTtVcOrmb3jw.jpeg" /></figure><p>Hai, Aku Aldyan. Agak aneh sebenernya Aku pengen mulai untuk menulis sebagai bentuk curahan pemikiran randomku dan akun ini udah lama juga munculnya, tapi ga pernah bikin tulisan murni *WKWKWK*. Tapi tapi tapi, kayaknya bakal seru karena udah ngerasa bosen buat duduk di depan laptop cuma buat ngedit yang sebenernya juga Aku mulai kehilangan rasa excitement dalam mengedit ria. Riil cuy, coba aja!</p><p>Oya, aku menulis di platform ini juga pengen nyoba platform menulis lain selain <a href="https://twitter.com/mortALized_">X</a> yang rerata Aku cuma nge-<em>retweet/repost </em>dan jarang nulis pemikiranku yang rerata singkat, ga padat, ga jelas, dan spontan *UHUYYYY*. Selain itu juga jumlah karakternya dikit banget kalo mau bikin <em>post/tweet</em>, macem isi dompetku. Mau langganan centang birunya juga mahal kali (panteklah!)</p><p>Tapi, gapapa, lagian juga Aku udah nulis dua artikel, yang sebenernya itu tugas kuliah, jadi kalo kamu tertarik, <em>just feel free to read my articles!</em></p><p>Okla segitu aja pembukaan dariku. Mungkin ga sering-sering nulis karena lagi berkutat sama skripshit, tapi kuusahakan nambah tulisan di sini!</p><p>Thank u!</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=95b04164d203" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Dekat Dengan Warga, Kelurahan Gunung Anyar Melaksanakan Pelayanan di Balai RW 4]]></title>
            <link>https://arr4.medium.com/dekat-dengan-warga-kelurahan-gunung-anyar-melaksanakan-pelayanan-di-balai-rw-4-443965061b50?source=rss-a88adf85ade8------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/443965061b50</guid>
            <category><![CDATA[dispendukcapil]]></category>
            <category><![CDATA[gunung-anyar]]></category>
            <category><![CDATA[surabaya]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Aldyan Reza Ramadhan]]></dc:creator>
            <pubDate>Fri, 17 Jun 2022 12:42:38 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2022-06-17T12:44:03.659Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*DHe2cqYgAM0m477O3mgqIg.jpeg" /><figcaption>Kegiatan Pelayanan Kelurahan Gunung Anyar</figcaption></figure><p>Kelurahan Gunung Anyar pada Selasa sore (14/6) telah melaksanakan kegiatan pelayanan di Balai RW 04 dan didampingi oleh beberapa ketua RT (Rukun Tetangga) dan seorang RW (Rukun Warga).</p><p>Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin pada hari Selasa di dua tempat dan waktu yang berbeda setiap minggunya. Hal ini ditujukan agar seluruh warga dari tiap RT yang berada di wilayah Kelurahan Gunung Anyar dapat terlayani dengan baik dan merata.</p><p>Pada kegiatan pelayanan ini, terdapat beragam layanan yang sama seperti pada saat di kelurahan yang dapat dilayani, seperti permohonan pembuatan akta kelahiran bayi dan dewasa, permohonan pembuatan akta kematian, permohonan pembuatan kartu BPJS, pemutakhiran kartu keluarga, dan beberapa layanan lainnya. Dengan adanya pelayanan ini, beberapa warga merasa lebih mudah untuk mengurus dokumen kependudukan. “iya mas, <em>ngurus</em> dokumen <em>mrene luwih </em>enak<em>, ra usah </em>repot-repot <em>nang </em>kelurahan”, ujar salah seorang warga RW 4 yang mengaku selalu pulang kerja setiap sore. Meskipun pelayanan ini dilakukan di luar Kelurahan Gunung Anyar, tapi pelayanan yang dilakukan hanya menerima berkas saja. “Iya mas, kita disini hanya menerima berkas-berkas permohonan dari warga saja, untuk pemrosesannya tetap di kantor (Kelurahan Gunung Anyar)”, kata salah seorang staf Kelurahan Gunung Anyar.</p><p>Warga RW 4 pun berharap bahwa kegiatan pelayanan ini terus berjalan karena warga menilai kegiatan ini akan memudahkan warga untuk mengurus dokumen-dokumen kependudukan.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=443965061b50" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Bela Negara bagi Generasi Z dan Generasi Milenial]]></title>
            <link>https://arr4.medium.com/bela-negara-bagi-generasi-z-dan-generasi-milenial-acd1996ec2e7?source=rss-a88adf85ade8------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/acd1996ec2e7</guid>
            <category><![CDATA[indonesia]]></category>
            <category><![CDATA[bela-negara]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Aldyan Reza Ramadhan]]></dc:creator>
            <pubDate>Mon, 14 Dec 2020 14:09:49 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2020-12-14T14:29:23.195Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<figure><img alt="Source: Dewan Pertahanan Nasional" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/700/1*UhCsjvGJEA4skK2tfjRZwA.jpeg" /><figcaption>Source: Dewan Pertahanan Nasional.</figcaption></figure><p>Bila ditanya tentang bela negara, hal pertama yang terlintas di pikiran kebanyakan masyarakat Indonesia adalah layaknya melakukan wajib militer layaknya beberapa negara seperti Korea Selatan, Singapura, Mesir, Korea Utara, dan Thailand dan mungkin akan banyak enggannya bila mereka diwajibkan hal tersebut. Tapi apa betul seperti itu? Jika merunut pada pemahaman yang disampaikan oleh Dewan Pertahanan Nasional (Wantannas), bela negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara mengenai patriotisme seseorang, suatu kelompok, atau suatu komponen dari suatu komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi tersebut. Bela negara sendiri memiliki dasar hukumnya. Dasar hukum tersebut adalah:</p><p>· Undang-undang Dasar 1945</p><p>- Pasal 27 Ayat (3)</p><p>- Pasal 30 Ayat (1)</p><p>· Undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Pasal 9 Ayat (1), Ayat (2) dan Ayat (3)</p><p>Bela negara bukanlah seorang warga negara harus memegang senjata masing-masing. Indonesia bukanlah Amerika Serikat yang dimana warga negaranya bebas memiliki dan memegang senjata meskipun juga telah diatur dalam sebuah amandemen yang diadopsi dari Bill of Right. Indonesia adalah negara yang tidak akan mengadopsi hal itu karena Indonesia adalah negara yang berdiri berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Lalu, apakah saat ini warga negara Indonesia telah melaksanakan bela negara? Jawabannya bisa ya dan tidak. Kita sebagai warga negara Indonesia bisa saja telah melakukan bela negara, atau belum sama sekali, tergantung pada apa yang telah kita lakukan untuk Indonesia. Lalu, apakah hubungannya dengan generasi Z dan generasi milenial?</p><p>Sebuah negara tidak berdiri hanya dengan landasan-landasannya saja, tetapi juga diimbangi dengan hal-hal yang lain, seperti budaya, teknologi, kepercayaan, dan lainnya. Generasi Z dan generasi milenial dikenal sebagai generasi yang ‘melek’ teknologi. Namun, kebanyakan yang diciptakan oleh dua generasi ini pada saat ini adalah tidak lebih dari sebuah kehebohan yang kurang bernilai. Meski begitu, tidak semua anak bangsa yang terlahir pada dua kelompok generasi tersebut menghasilkan ‘ciptaan’ tersebut. Banyak anak bangsa yang mampu menciptakan hal-hal yang mampu membuat nama Indonesia menjadi dikenal secara global, seperti Naufal Abshar, Joey Alexander, Nadiem Makarim, Kevin Kumala, Iko Uwais, dan masih banyak lagi anak bangsa Indonesia yang sedang dalam perjalanan untuk ikut mengharumkan nama Indonesia secara global. Lalu, akan timbul pertanyaan, apakah tindakan-tindakan yang tidak selalu berkaitan dengan senjata dapat mengharumkan nama Indonesia adalah sebuah tindakan bela negara? Jawabannya adalah iya. Mengapa begitu? Kita kembali kepada konsep sebuah bela negara.</p><p>Konsep pada bela negara yang ada dalam Undang-undang Dasar 1945 Pasal 27 Ayat (3) dan Pasal 30 Ayat (1) serta Undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Pasal 9 Ayat (1), Ayat (2) dan Ayat (3) adalah tentang tindakan yang dilakukan oleh warga negara yang baik terhadap negaranya. Memang salah satu tindakan seperti mengangkat senjata juga termasuk dalam dasar hukum bela negara, tetapi di poin yang lain, juga disebutkan bahwa pengabdian kepada negara bisa dilakukan dengan profesi yang dimiliki atau dijalani. Selain itu, mengangkat senjata juga hanya akan terjadi bila negara kita sedang diinvasi oleh negara lain. Jadi, tidak harus kita semua sebagai warga negara Indonesia yang baik harus mengangkat senjata untuk melakukan bela negara, cukup dengan menjalani profesi yang dimiliki dengan giat. Kalian ingin menjadi musisi dan menciptakan lagu yang mendunia? Boleh. Ingin menjadi peneliti demi memajukan Indonesia? Boleh. Ingin menjadi aktor dan membuat film Indonesia dikenal berkat kemampuan akting? Boleh. Semua profesi apapun itu selama profesi tersebut adalah sesuatu yang positif dan merupakan wujud pengabdian kita kepada negara, maka negara akan senantiasa menerima pengabdian itu sebagai bentuk tindakan bela negara seorang warga negara kepada negara.</p><p>Tetapi, apakah semua profesi tersebut akan berjalan bila dilakukan di situasi saat ini? bisa jadi, tergantung pada niat masing-masing. Indonesia saat ini menjadi negara yang ikut terdampak virus corona yang dimana semua sektor mengalami kemunduran. Namun, apakah hal tersebut menjadi sebuah halangan bagi kita untuk berbela negara? tentu tidak. Banyak hal yang bisa dilakukan dan tidak harus sesuatu yang ‘wow’. hal-hal seperti membuka donasi, menjadi relawan, dan hal-hal lain dapat kita lakukan baik secara fisik maupun hanya tatap muka dikarenakan situasi saat ini. Jadi, sebagai warga negara yang baik, ayo berbela negara dalam kondisi apapun demi negara kita tercinta!</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=acd1996ec2e7" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
    </channel>
</rss>