<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:cc="http://cyber.law.harvard.edu/rss/creativeCommonsRssModule.html">
    <channel>
        <title><![CDATA[Stories by FuzzMedia ID on Medium]]></title>
        <description><![CDATA[Stories by FuzzMedia ID on Medium]]></description>
        <link>https://medium.com/@fuzzmedia.id?source=rss-880c380d826c------2</link>
        <image>
            <url>https://cdn-images-1.medium.com/fit/c/150/150/0*mHJiE4pox722teXQ</url>
            <title>Stories by FuzzMedia ID on Medium</title>
            <link>https://medium.com/@fuzzmedia.id?source=rss-880c380d826c------2</link>
        </image>
        <generator>Medium</generator>
        <lastBuildDate>Fri, 05 Jun 2026 00:14:03 GMT</lastBuildDate>
        <atom:link href="https://medium.com/@fuzzmedia.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <webMaster><![CDATA[yourfriends@medium.com]]></webMaster>
        <atom:link href="http://medium.superfeedr.com" rel="hub"/>
        <item>
            <title><![CDATA[Bandung Zine Fest 2026: Amplifying Zines — Menilik Berbagai Ide, Cerita, hingga Kritik Sosial]]></title>
            <link>https://medium.com/@fuzzmedia.id/bandung-zine-fest-2026-amplifying-zines-menilik-berbagai-ide-cerita-hingga-kritik-sosial-fe1078be7e37?source=rss-880c380d826c------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/fe1078be7e37</guid>
            <category><![CDATA[media]]></category>
            <category><![CDATA[bandung]]></category>
            <category><![CDATA[movement]]></category>
            <category><![CDATA[subkultur]]></category>
            <category><![CDATA[zine]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[FuzzMedia ID]]></dc:creator>
            <pubDate>Wed, 11 Feb 2026 09:30:03 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-02-11T09:30:03.783Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>Fuzz Mingle: 7–8 Februari 2026, Tjap Sahabat Bandung</em></strong></h4><p>Tjap Sahabat Bandung menjadi tuan rumah Bandung Zine Fest (BZF) 2026 pada 7–8 Februari 2026 lalu. Acara ini menampilkan pameran karya zinemakers/zinester dari berbagai kota. Tidak hanya <em>showcase </em>zine saja, tahun ini turut juga meramaikan perhelatan dengan workshop gratis “<em>What I Realized When I Looked Around</em>” yang dipandu oleh seorang fotografer asal Jakarta, Cecilia Elma dan Diskusi Buku “<em>Musik menjadi Visual</em>” karya Arsita Pinandita.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*Sfg4CO0Z72dSgss5Wv0wXQ.jpeg" /><figcaption>Suasana <a href="https://www.instagram.com/bandungzinefest?utm_source=ig_web_button_share_sheet&amp;igsh=ZDNlZDc0MzIxNw==">Bandung Zine Fest (BZF) 2026</a> di Tjap Sahabat Bandung pada Minggu, 8/2/2026</figcaption></figure><p>Dengan tagline “<em>Amplifying Zines</em>”, BZF 2026 mengajak zinemakers dari independen hingga komunitas berkumpul membagikan ide, seni, cerita, dan kritik sosial. Terakhir diselenggarakan pada tahun 2024 lalu di Badak Singa 6 <em>Communal Space</em>, BZF tahun ini diharapkan memperluas gaung zine yang kontekstual, kreatif dan unik, semakin dirasakan dan menginspirasi para penikmat zine.</p><blockquote>“Setiap ke BZF, <em>gw </em>selalu <em>hunting</em> zine-zine yang memfokuskan kontennya melalui fotografi. Berbeda dengan katalog dari pameran foto, zine fotografi mengangkat tema yang cenderung sederhana, terkadang “receh” tapi justru refleksi dari hal-hal semacam itu yang <em>nggak</em> pernah terpikirkan dan unik untuk diikuti.” <em>ujar Williams Prayoga, salah satu pengunjung dan fotografer antusias saat membagikan pengalamannya di BZF 2026.</em></blockquote><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*4E1Rsn7zY0Mv1iYY_t4KCw.jpeg" /><figcaption>Diskusi Buku “<em>Musik menjadi Visual</em>” karya Arsita Pinandita dimoderatori oleh Andy Waluya di BZF 2026</figcaption></figure><p>Para peserta showcase seperti Bandung Bergerak, Berkawan Sekebun, Golosor Times, Highvolta, Memoria, Mahakata, Sore Sore’s Shelf, Nodabuku, Alternaive, Raws Syndicate, dan lainnya, meramaikan festival media cetak independen ini dengan beragam intensi dan gagasan. Zine-zine yang dipamerkan membahas tema yang luas, mulai dari musik, politik, hingga isu-isu segmented seperti mental health dan puisi dari perspektif unik penjual di pinggir jalan. Ada juga zine rekomendasi destinasi wisata, dan masih banyak lagi yang lainnya.</p><blockquote>“Mereka bahas mitologi naga di Nusantara, dan yang keren, zine ini dari tugas akhir zinemakernya. Referensinya unik, kayak naga berulir yang mungkin kita nggak pernah lihat langsung. Selain memanjakan visual, informasi dari zine ini memberikan wawasan yang menarik dan lebih luas lagi buat kita sebagai pengunjung dan penikmat zine,” <em>ucap Shinta, salah satu pengunjung yang menjelaskan kesan zine “Naga Nusantara” dari Studio Salamanis x Berkawan Sekebun.</em></blockquote><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*Fq5iEGpCSsk5Z1A1NDV-wQ.jpeg" /><figcaption>Shinta (kiri) dan Williams (kanan), sebagai dua dari sekian khalayak yang ramai menikmati BZF 2026</figcaption></figure><p>Zine, yang dulu jadi alat penyebaran informasi komunitas karena murah dan mudah diterbitkan, kini jadi media interaktif yang menghibur, memanjakan visual sekaligus menyuguhkan informasi kritis. Dengan konten berkualitas dan tema-tema yang dibawakan lebih sederhana, unik dan berbeda dari media umumnya, zine tetap kuat dan terus diminati hingga sekarang.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*atXphgSd_iUR0aKeq7is2Q.jpeg" /><figcaption>Salah satu lapak zine Library of Ordinary Things yang meramaikan semarak BZF 2026</figcaption></figure><p><em>Diterbitkan pada 11 Februari 2026 oleh </em><a href="https://www.instagram.com/fuzzmedia.id/"><em>Fuzz Media ID</em></a><br>©fuzzmedia.id 2026</p><p><strong>Referensi</strong>:</p><ul><li><a href="https://www.instagram.com/bandungzinefest?utm_source=ig_web_button_share_sheet&amp;igsh=ZDNlZDc0MzIxNw==">https://www.instagram.com/bandungzinefest?utm_source=ig_web_button_share_sheet&amp;igsh=ZDNlZDc0MzIxNw==</a></li></ul><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=fe1078be7e37" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Almamosca: Suara Perlawanan dari Karawang yang Menggebrak Dunia Hip-Hop Indonesia]]></title>
            <link>https://medium.com/@fuzzmedia.id/almamosca-suara-perlawanan-dari-karawang-yang-menggebrak-dunia-hip-hop-indonesia-c0c0368a2ceb?source=rss-880c380d826c------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/c0c0368a2ceb</guid>
            <category><![CDATA[social-movements]]></category>
            <category><![CDATA[social-media]]></category>
            <category><![CDATA[music]]></category>
            <category><![CDATA[media-music]]></category>
            <category><![CDATA[hip-hop]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[FuzzMedia ID]]></dc:creator>
            <pubDate>Thu, 01 Jan 2026 13:34:20 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-01-01T13:34:20.390Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Almamosca, rapper perempuan berhijab asal Karawang, telah membuktikan bahwa hip-hop bukan hanya tentang musik, tapi juga tentang perlawanan dan perubahan sosial. Dengan lirik-lirik tajam dan kritis, Almamosca mengangkat isu-isu sosial dan politik yang jarang dibicarakan di mainstream.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*BPa1uD5V0ifbh4tm6wzgKA.png" /><figcaption><a href="https://www.instagram.com/reel/DKB2abxTLeS/?utm_source=ig_web_button_share_sheet&amp;igsh=MzRlODBiNWFlZA==">Almamosca: Hip-Hop, Perempuan, dan Perlawanan (Fuzz Media ID)</a></figcaption></figure><p>Debutnya di bangku SMA dan bergabung dengan komunitas hip-hop lokal di Bekasi dan Karawang telah membentuk Almamosca menjadi seorang rapper yang kuat dan berani. Album debutnya, “Petaka”, yang dirilis pada 2021, mendapat perhatian luas di kalangan penggemar hip-hop dan masyarakat yang peduli dengan perubahan sosial.</p><p>Penampilan Almamosca di atas panggung yang khas, dengan hijab hitam dan pakaian serba gelap, ia tampil dengan penuh semangat, seringkali diiringi oleh DJ. Saat tampil di Flavs Festival 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Almamosca membuktikan bahwa ia bukan hanya sekadar rapper, tapi juga simbol perlawanan terhadap ketidakadilan.</p><p>Dalam dunia hip-hop Indonesia, Almamosca semakin memperkuat posisi perempuan dalam genre yang identik dengan pemberontakan dan suara keras ini. Dengan musiknya yang tidak hanya sekadar hiburan, Almamosca telah menjadi suara bagi mereka yang terpinggirkan dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.</p><p>Kita tunggu karya-karya berikutnya dari Almamosca, karena perlawanan dan perubahan sosial tidak akan pernah berhenti!</p><p><em>Diterbitkan pada 1 Januari 2026 oleh </em><a href="https://www.instagram.com/fuzzmedia.id/"><em>Fuzz Media ID</em></a><br>©fuzzmedia.id 2026</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=c0c0368a2ceb" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Eksklusif dalam Narasi “Stambul Arkipelagia”: Babak Baru Orkes Silampukau]]></title>
            <link>https://medium.com/@fuzzmedia.id/eksklusif-dalam-narasi-stambul-arkipelagia-babak-baru-orkes-silampukau-061f19ca6027?source=rss-880c380d826c------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/061f19ca6027</guid>
            <category><![CDATA[music]]></category>
            <category><![CDATA[merchandise]]></category>
            <category><![CDATA[bandung]]></category>
            <category><![CDATA[berita-musik-terbaru]]></category>
            <category><![CDATA[media-music-news]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[FuzzMedia ID]]></dc:creator>
            <pubDate>Fri, 07 Nov 2025 03:33:33 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2025-11-07T03:33:33.435Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<blockquote>Album ini merupakan bagian pertama dari trilogi yang akan menampilkan 12 lagu secara penuh, membawa pendengar ke negeri fiksi, Arkipelagia, sebuah distopia maritim yang terletak di ambang kenyataan dan khayalan.</blockquote><p>Setelah satu dekade menunggu, Orkes Silampukau, unit folk asal Surabaya, akhirnya merilis album baru mereka bertajuk Stambul Arkipelagia. Album ini merupakan bagian pertama dari trilogi yang akan menampilkan 12 lagu secara penuh, membawa pendengar ke negeri fiksi, Arkipelagia, sebuah distopia maritim yang terletak di ambang kenyataan dan khayalan.</p><p>Dalam album ini, <a href="https://silampukau.com/">Orkes Silampukau</a> tetap memanjakan telinga kita dengan suasana akustik “kolonial” dan lirik puitis yang berangkat dari kesederhanaan. Kita akan menemukan cerita tentang pendosa, petani, dan lagu ninabobo yang mengantar anak-anak ke tidur gelisah. Epilog ini menjadi bagian awal sembari menanti bagian kedua dan ketiga mereka.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*vc-VGwfzwWz35AHgNhm3-g.jpeg" /><figcaption><a href="https://www.instagram.com/p/DQtvgwek7x3/?utm_source=ig_web_copy_link&amp;igsh=MzRlODBiNWFlZA==">Babak Baru Orkes Silampukau</a></figcaption></figure><h4><strong>Orkes Silampukau X Kasatmata Indonesia</strong></h4><p>Dalam perayaan album Stambul Arkipelagia, Orkes Silampukau berkolaborasi dengan Kasatmata, sebuah brand kacamata asal Surabaya, untuk menciptakan kacamata eksklusif, Katalog “Arkipelagia”. Kacamata ini dibuat dari tanduk kerbau, dengan dua varian:<em> black smoke</em> dan <em>natural blonde</em>.</p><blockquote><em>“Kekuatan material tanduk menggambarkan nilai yang sama dengan musik Orkes Silampukau, yang kuat, jujur, dan hangat,</em>” ucap Ghilman Azka Elrayyan, pemilik Kasatmata Indonesia.</blockquote><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*xIXgmPG1CpqYhKda5s2odA.jpeg" /></figure><p>Pembelian Kacamata “Arkipelagia” sudah termasuk lensa blueray, dan dapat dibeli melalui kanal resmi Kasatmata Indonesia. Pembeli juga akan mendapatkan jaminan<em> lifetime warranty</em> dan reparasi seumur hidup.</p><p>Orkes Silampukau dan Kasatmata Indonesia, kolaborasi mereka telah menciptakan sebuah karya yang tidak hanya memanjakan telinga, tetapi juga memanjakan mata dengan kacamata eksklusif yang terinspirasi dari album Stambul Arkipelagia.</p><p><em>Diterbitkan pada 07 November 2025 oleh </em><a href="https://www.instagram.com/fuzzmedia.id/"><em>Fuzz Media ID</em></a><br>©fuzzmedia.id 2025</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=061f19ca6027" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Synchronize Fest 2025: 10 Tahun Merayakan Semangat Kolaborasi]]></title>
            <link>https://medium.com/@fuzzmedia.id/synchronize-fest-2025-10-tahun-merayakan-semangat-kolaborasi-1387b2b01602?source=rss-880c380d826c------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/1387b2b01602</guid>
            <category><![CDATA[fuzzmedia]]></category>
            <category><![CDATA[synchronize-fest]]></category>
            <category><![CDATA[event-recap]]></category>
            <category><![CDATA[music-festivals]]></category>
            <category><![CDATA[social-media]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[FuzzMedia ID]]></dc:creator>
            <pubDate>Thu, 23 Oct 2025 07:12:11 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2025-10-27T03:49:44.403Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Fuzz Mingle: </strong>3–5 Oktober 2025, Gambir Expo Kemayoran</p><p>Synchronize Fest 2025 telah usai, meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjungnya. Festival musik terbesar di Indonesia ini merayakan tema #SalingSilang, menggambarkan pertemuan serta kolaborasi antara musik, seni, dan budaya.</p><p>Selama tiga hari, dari 3 hingga 5 Oktober 2025, Gambir Expo Kemayoran menjadi saksi bisu perhelatan musik terbesar di Indonesia. Synchronize Fest 2025 menampilkan musisi legendaris dan musisi masa kini, menciptakan suasana harmonis dan apresiatif bagi para penggiat industri musik Indonesia.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*eII2QRhL9Yp_rk-s4JoNNg.png" /><figcaption>10 Tahun Synchronize Fest 2025 #SalingSilang — <a href="https://www.instagram.com/p/DQHD9OJk2jr/?utm_source=ig_web_copy_link&amp;igsh=MzRlODBiNWFlZA==">Fuzz Media ID</a></figcaption></figure><h4><strong>Turut Berhelat dalam Kolaborasi</strong></h4><p>Tahun ini, Synchronize Fest berkolaborasi dengan RuangRupa dan Demajors, yang merayakan 25 tahun perjalanan mereka. Pameran RURU25 bertajuk “Poros Lambung” menyajikan momen kilas balik RuangRupa, menghadirkan arsip, instalasi, dan ruang kreatif yang menyiratkan lintas komunitas dan generasi.</p><h4><strong>Fuzz Mingle: Penampilan yang Menggugah</strong></h4><p>Di Synchronize Fest 2025, beberapa penampilan mengesankan menghiasi panggung, antara lain Negatifa yang memanas membawakan setlist mereka di Gigs Stage, diikuti oleh tribute untuk Gusti Irwan Wibowo, perayaan bagi karya-karya Gusti, menghidupkan kembali energi dan semangat yang selalu ia tuangkan lewat musik. Guruh Gipsy juga memukau dengan gubahan lagu futuristik-tradisional di District Stage, sementara Riffmeister: The Legacy of Ricky Siahaan, para band sahabat Ricky, seperti Amerta, Burgerkill, Komunal, Stepforward meramaikan panggung dan menjadi saksi dedikasi musik sang Riffmeister.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*SIwVo45eeffYvXqqKzrXcw.jpeg" /><figcaption>ENDIKUP: Para Sahabat dan kolega mengenang Gusti Irwan Wibowo</figcaption></figure><p>The Trees and The Wild membawakan penampilan epik dengan lagu-lagu dari album “Rasuk” dan “Zaman Zaman”. Di Panggung lain, The City Crypts sukses memegahkan kegelapan di panggung intimate dengan kolaborasi Denisa, Pelteras, dan Morgensoll, yang juga mengumumkan penampilan terakhir mereka di Synchronize Fest 2025.</p><h4><strong>Synchronize Fest 2026: #WargaWargiMenanam</strong></h4><p>Synchronize Fest 2026 resmi membuka penjualan Loyalty Ticket untuk mendukung aksi lingkungan! Dengan tagline #WargaWargiMenanam, tiket ini membawa misi pelestarian lingkungan, terutama penanaman mangrove di Kepulauan Seribu. Harga tiket yang bersahabat, Rp350.000, sudah termasuk donasi untuk program penanaman mangrove.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*AVOqpeW1rxmbsM5nTf_Znw.png" /><figcaption><a href="https://www.synchronizefestival.com/tickets">Synchronize Fest 2026</a>: #WargaWargiMenanam</figcaption></figure><p>Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perhelatan musik epik ini sekaligus berkontribusi pada lingkungan! Tiket bisa dibeli melalui website resmi <a href="https://www.synchronizefestival.com/tickets">Synchronize Fest</a>. Sampai berjumpa folks!</p><p><strong>Tim Redaksi</strong>:</p><ul><li><a href="https://www.instagram.com/bayuindrakesuma?utm_source=ig_web_button_share_sheet&amp;igsh=ZDNlZDc0MzIxNw==">Bayu Indra Kesuma</a></li><li><a href="https://www.instagram.com/willprayoga?utm_source=ig_web_button_share_sheet&amp;igsh=ZDNlZDc0MzIxNw==">William Prayoga Sanjaya</a></li></ul><p><em>Diterbitkan pada 22 Oktober 2025 oleh </em><a href="https://www.instagram.com/fuzzmedia.id/"><em>Fuzz Media ID</em></a><br>©fuzzmedia.id 2025</p><p><strong>Referensi</strong>:</p><ul><li><a href="https://exhibition.jiexpo.com/synchronize-festival-2025-saling-silang-sepuluh-tahun-merayakan-musik-indonesia/">https://exhibition.jiexpo.com/synchronize-festival-2025-saling-silang-sepuluh-tahun-merayakan-musik-indonesia/</a></li><li><a href="https://www.synchronizefestival.com/tickets">https://www.synchronizefestival.com/tickets</a></li></ul><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=1387b2b01602" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[MTV Akan Menutup Saluran Musiknya di Eropa pada 2025: Akhir dari Sebuah Era Kultural]]></title>
            <link>https://medium.com/@fuzzmedia.id/mtv-akan-menutup-saluran-musiknya-di-eropa-pada-2025-akhir-dari-sebuah-era-kultural-6282f7502cf9?source=rss-880c380d826c------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/6282f7502cf9</guid>
            <category><![CDATA[news]]></category>
            <category><![CDATA[social-media]]></category>
            <category><![CDATA[mtv]]></category>
            <category><![CDATA[bandung]]></category>
            <category><![CDATA[fuzzmedia]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[FuzzMedia ID]]></dc:creator>
            <pubDate>Sun, 19 Oct 2025 13:46:46 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2025-10-19T13:46:46.021Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<blockquote><strong><em>“</em></strong><em>Seiring berjalannya waktu, dibalik gebrakan-gebrakan berbagai platform digital, ada yang hilang dan sudah tidak relevan dengan motif dan misinya. Meskipun “besar” dan “berdampak”, kini yang sempat merajai dunia, terutama kaum muda, harus menggeser caranya untuk hadir sehingga dapat kembali bersaing menemani para penikmat musik dunia.</em>”</blockquote><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*W7mTY4oLQBKdVV-igQwdnw.jpeg" /><figcaption>Follow us on Instagram: <a href="https://www.instagram.com/p/DP_U9YBE3JU/?utm_source=ig_web_copy_link&amp;igsh=MzRlODBiNWFlZA==">@fuzzmedia</a></figcaption></figure><p>MTV, salah satu ikon budaya pop dan televisi musik selama 44 tahun, akan menutup saluran musiknya di Eropa pada tahun 2025. Keputusan ini diambil oleh Paramount Global, perusahaan induk MTV, sebagai respons terhadap pergeseran tren menonton media ke platform streaming digital.</p><p>Penutupan saluran musik MTV di Eropa merupakan langkah strategis untuk mengikuti arah industri hiburan global yang semakin beralih ke platform digital. Konsumsi konten musik saat ini didominasi oleh layanan streaming seperti Spotify dan YouTube, membuat saluran musik MTV kehilangan basis penontonnya.</p><p>Penutupan akan dilakukan secara bertahap, dimulai di kawasan Nordik dan puncaknya di Inggris pada 31 Desember 2025. Jaringan saluran yang akan dimatikan meliputi MTV Music, MTV 80s, MTV 90s, Club MTV, dan MTV Live.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*1o5VNszPdfy_qabeo099DQ.jpeg" /></figure><p>MTV Music, yang fokus pada video musik, akan menjadi salah satu saluran pertama yang ditutup. MTV 80s, yang menyajikan hits retro dan favorit nostalgia, juga akan berhenti siaran. MTV 90s, yang fokus pada rock alternatif dan klasik pop, akan mengikuti jejak MTV 80s. Club MTV, yang menyajikan musik dansa dan beat elektronik, juga akan dimatikan. MTV Live, yang menyajikan pertunjukan langsung dan liputan konser, akan menjadi salah satu saluran terakhir yang ditutup.</p><p>Namun, Paramount Global menyatakan bahwa brand MTV akan tetap hidup dalam format baru, yaitu melalui media sosial, layanan streaming Paramount+, dan konten digital lainnya. Ini merupakan cara untuk menjaga relevansi MTV di era digital.</p><blockquote>“MTV akan terus berinovasi dan menghadirkan konten yang relevan dengan generasi muda,” kata perwakilan Paramount Global. “Kami percaya bahwa MTV akan tetap menjadi salah satu brand musik paling ikonik di dunia, bahkan dalam format baru.”</blockquote><p>Bagi generasi yang tumbuh dengan MTV, penutupan saluran musik ini menandai akhir dari sebuah era kultural yang telah berlangsung selama puluhan tahun. MTV telah menjadi ikon musik populer, pelopor video klip, dan trendsetter gaya hidup. Penutupan ini menunjukkan betapa dominannya platform streaming digital dalam mengubah cara masyarakat modern mengonsumsi hiburan.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*BJ1h4lfIfRrFRYvVGBl4iQ.jpeg" /></figure><p>Keputusan Paramount Global untuk mengikuti arah industri ini menandakan bahwa fokus mereka akan beralih ke pengembangan konten online dan on-demand. Kita tidak kehilangan substansi mengenai fenomena musik dan gaya hidup, tapi hal ini mengenai adaptasi tentang cara menerima dan menikmati substansi tersebut alih-alih, mungkin dalam keseharian kita sudah melakukannya.</p><p><em>Diterbitkan pada 19 Oktober 2025 oleh </em><a href="https://www.instagram.com/fuzzmedia.id/"><em>Fuzz Media ID</em></a><br>©fuzzmedia.id 2025</p><p><strong>Referensi</strong>:</p><ul><li><a href="https://en.tempo.co/read/2057334/is-mtv-shutting-down-after-40-years-heres-everything-you-should-know">https://en.tempo.co/read/2057334/is-mtv-shutting-down-after-40-years-heres-everything-you-should-know</a></li><li><a href="https://economictimes.indiatimes.com/news/international/us/mtv-to-shut-its-popular-music-tv-channels-after-4-decades-which-popular-mtv-channels-are-being-closed-and-what-triggered-the-big-move-all-you-need-to-know/articleshow/124516118.cms?from=mdr">https://economictimes.indiatimes.com/news/international/us/mtv-to-shut-its-popular-music-tv-channels-after-4-decades-which-popular-mtv-channels-are-being-closed-and-what-triggered-the-big-move-all-you-need-to-know/articleshow/124516118.cms?from=mdr</a></li><li><a href="https://www.bbc.com/news/articles/cdr612yz8p0o">https://www.bbc.com/news/articles/cdr612yz8p0o</a></li><li><a href="https://timesindonesia.co.id/entertainment/560018/desember-2025-mtv-resmi-tutup-siar-permanen">https://timesindonesia.co.id/entertainment/560018/desember-2025-mtv-resmi-tutup-siar-permanen</a></li></ul><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=6282f7502cf9" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Royalti Musik di Ruang Publik: Kewajiban dan Tantangan]]></title>
            <link>https://medium.com/@fuzzmedia.id/royalti-musik-di-ruang-publik-kewajiban-dan-tantangan-1a945f269643?source=rss-880c380d826c------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/1a945f269643</guid>
            <category><![CDATA[bandung]]></category>
            <category><![CDATA[digital-royalties]]></category>
            <category><![CDATA[music-royalties]]></category>
            <category><![CDATA[media-music]]></category>
            <category><![CDATA[musik-indonesia]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[FuzzMedia ID]]></dc:creator>
            <pubDate>Mon, 04 Aug 2025 03:10:07 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2025-08-04T03:10:07.704Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Menanggapi tantangan di Industri musik Indonesia saat ini. Sebuah fenomena yang menjadi <em>concern</em> bersama.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*1UNfdxe8hE-zQBikChdwGg.png" /></figure><p>Industri musik Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar terkait polemik royalti musik di ruang publik. Menurut Agung Damarsasongko, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri DKJI Kemenkum,</p><blockquote>“Layanan streaming bersifat personal, namun ketika musik diperdengarkan kepada publik di ruang usaha, itu sudah masuk kategori penggunaan komersial, sehingga dibutuhkan lisensi tambahan melalui mekanisme yang sah.” — <em>kutipan dari </em><a href="https://nasional.kompas.com/read/2025/07/28/16275791/kementerian-hukum-putar-musik-di-ruang-komersil-wajib-bayar-royalti?page=all"><em>Kompas.com</em></a><em>.</em></blockquote><p>Isu kompleks ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan bagi semua pelaku industri musik. Pelaku usaha wajib membayar royalti ketika memutar musik di ruang publik, termasuk hotel, mall, toko, kafe, dan pusat kebugaran.</p><p><strong>Kewajiban Membayar Royalti</strong></p><ul><li>Pelaku usaha yang memutar musik di ruang publik wajib membayar royalti kepada pencipta dan pemilik hak terkait.</li><li>Kewajiban ini berlaku meskipun pelaku usaha telah berlangganan layanan streaming musik seperti Spotify, YouTube Premium, atau Apple Music.</li></ul><p><strong>Cara Membayar Royalti</strong></p><ul><li>Pelaku usaha dapat mendaftarkan usahanya melalui sistem digital Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dan membayar royalti sesuai klasifikasi usaha dan luas ruang pemutaran musik.</li><li>UMKM dapat mengajukan permohonan keringanan secara resmi untuk mendapatkan perlindungan hukum dan mendukung ekosistem musik nasional.</li></ul><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*4bFJBh_d_bgnFDlJgDHt5w.png" /></figure><p><strong>Sanksi Hukum</strong></p><ul><li>Pelanggaran terhadap kewajiban pembayaran royalti dapat dikenakan sanksi hukum.</li><li>Namun, sebelum dikenakan sanksi, proses mediasi akan dilakukan terlebih dahulu sesuai Pasal 95 ayat 4 UU Hak Cipta.</li></ul><p><strong>Solusi untuk Meningkatkan Keadilan dan Kesetaraan</strong></p><ul><li>Edukasi massal tentang sistem royalti dan hak cipta untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman.</li><li>Transparansi dan audit lembaga pengelola royalti untuk memastikan keadilan dan akuntabilitas.</li><li>Akses mudah dan gratis untuk musisi mendaftar karya mereka untuk meningkatkan kesempatan dan kesetaraan.</li><li>Kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan musisi untuk menciptakan industri musik yang lebih adil dan sejahtera.</li></ul><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*TGoZmDY4W2LduTdXw1_1Cw.png" /></figure><p>Dunia industri musik seharusnya men<em>trigger</em> kreativitas dan inovasi agar berkembang tanpa hambatan. Tapi <em>gimana</em> bisa damai dan berkembang kalau kurangnya <em>awareness</em>, transparansi, alih-alih menyuarakan keadilan? <em>Gimana</em> pendapat kalian folks?</p><p><em>Diterbitkan pada 04 Agustus 2025 oleh </em><a href="https://www.instagram.com/fuzzmedia.id/"><em>Fuzz Media ID</em></a><br>©fuzzmedia.id 2025</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=1a945f269643" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Menghadirkan Emosi yang Mendalam, Au Revoir Rilis Single dan Music Video Terbaru bertajuk “BLEU”]]></title>
            <link>https://medium.com/@fuzzmedia.id/menghadirkan-emosi-yang-mendalam-au-revoir-rilis-single-dan-music-video-terbaru-bertajuk-bleu-4e511f50fcbe?source=rss-880c380d826c------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/4e511f50fcbe</guid>
            <category><![CDATA[music]]></category>
            <category><![CDATA[media]]></category>
            <category><![CDATA[midwest]]></category>
            <category><![CDATA[new-release-single]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[FuzzMedia ID]]></dc:creator>
            <pubDate>Fri, 02 May 2025 10:57:46 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2025-05-02T11:01:15.697Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<blockquote><em>Lagu tentang perjalanan cinta yang tak bisa hilang, kerinduan yang mendalam, dan rasa bersalah yang menghantui. Emosi yang kuat dan nuansa midwest emo yang khas.</em></blockquote><p>Setelah merilis mini album bertajuk STAGE OF GRIEF pada Mei 2023, Grup band emotive asal Ciamis, Au Revoir, kembali menghadirkan gebrakan baru dengan merilis single terbaru berjudul “BLEU” pada Maret 2025. Lagu ini merupakan ekspresi mendalam tentang perasaan kehilangan dan penyesalan seseorang yang masih dihantui cinta terhadap mantan kekasihnya.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*bwZoAX9bljFVZZxYEoT4TQ.png" /><figcaption>Menghadirkan Emosi yang Mendalam Au Revoir Rilis Single dan Music Video Terbaru bertajuk “BLEU”</figcaption></figure><p>Dengan lirik yang emosional dan nuansa midwest emo ala mereka, “BLEU” menggambarkan ketakutan akan cinta yang tak bisa hilang serta kerinduan yang mendalam terhadap sang mantan, disertai rasa bersalah karena telah menyakiti dan harapan agar semuanya bisa kembali seperti dulu.</p><p>Petikan gitar yang melankolis berpadu dengan vokal yang sarat emosi menjadikan lagu ini sebagai salah satu karya yang siap menyentuh hati para pendengarnya. Lewat “BLEU”, Au Revoir ingin menyampaikan pesan kuat bahwa jangan pernah mengecewakan seseorang secara berlebihan, karena ketika dia pergi, kitalah yang akan merasakan kehilangan itu.</p><p>Au Revoir diperkuat oleh Legi Ferdinan pada vokal, Rifqi Muhammad pada gitar, Ashfa Laode pada gitar, Praja Dwi pada bass, dan Ryan Arya pada drum. Pada single ini, mereka memberikan nuansa baru yang <em>fresh</em> dari karya sebelumnya. “BLEU” menjadi preambule dari mini album terbaru Au Revoir yang akan segera dirilis dalam waktu dekat.</p><p>Menambah gebrakan mereka dalam memvisualkan lagu yang menyayat hati Au Revoir juga berkolaborasi dengan Depression Crew untuk mempersembahkan visual yang menggugah emosi.</p><p>Musik video “BLEU” menceritakan perjalanan emosional seorang wanita dalam menghadapi kenyataan pahit setelah hubungan cintanya berakhir. Video ini menyajikan narasi yang intens dari sudut pandangnya, memperlihatkan perasaan penyesalan, kehilangan, serta cinta yang tak mudah sirna.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*pXUqG1Jio4p4q2rKqmsP2w.png" /><figcaption><strong>Check out “</strong><a href="https://open.spotify.com/track/17cRLKAL8o3B2wxNJgyVYW?si=1c1597272bd64a16"><strong>BLEU</strong></a><strong>” by Au Revoir</strong></figcaption></figure><p>Dengan konsep visual yang kuat dan penghayatan emosional yang mendalam, musik video “BLEU” siap menyentuh hati para penonton yang pernah mengalami perasaan serupa. Musik video ini sudah dapat disaksikan melalui kanal <a href="https://www.youtube.com/watch?v=6EYlsFpX_5I">YouTube</a> resmi Au Revoir.</p><p><em>Diterbitkan pada 2 Mei 2025 oleh </em><a href="https://www.instagram.com/fuzzmedia.id/"><em>Fuzz Media ID</em></a><br>©fuzzmedia.id 2025</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=4e511f50fcbe" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[GERDZ Rilis Album Perdana “Kemudi”, Menggambarkan Kehidupan Era Saat Ini]]></title>
            <link>https://medium.com/@fuzzmedia.id/gerdz-rilis-album-perdana-kemudi-menggambarkan-kehidupan-era-saat-ini-d83996b8b005?source=rss-880c380d826c------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/d83996b8b005</guid>
            <category><![CDATA[new-album]]></category>
            <category><![CDATA[music]]></category>
            <category><![CDATA[media]]></category>
            <category><![CDATA[alternative]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[FuzzMedia ID]]></dc:creator>
            <pubDate>Mon, 28 Apr 2025 14:41:50 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2025-04-28T14:41:50.521Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<blockquote>Skena musik kini, semakin kembali ke akar, melek pada topik sehari-hari, meramunya hingga menjadi sebuah karya, alih-alih luas referensi, tetapi tetap menonjolkan otentisitasnya.</blockquote><p>Sebagai bahan bakar dalam berjuang menghadapi riuhnya dunia pekerjaan, GERDZ menyuguhkan projek kendali diri mereka ke dalam album “Kemudi”. Unit Alternative Punk Rock asal Jakarta Utara ini, berhasil merampungkan list-list lagu mereka pada Februari 2025 lalu.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*OLL8-k8kr3KyUseQqD50Iw.png" /><figcaption><strong>GERDZ</strong>: Lukman a.k.a Uukz ( Vocal and Guitar), Syukron Nufirkri a.k.a Kibul (Bass &amp; Backing Vocal), Andika Yuda Susanto a.k.a Bule (Drum)</figcaption></figure><p>Album “Kemudi” menyuguhkan 10 list lagu terbaru yang terdiri dari, “Intro”, “Kemudi”, “Delusi”, “Long Distance”, “Duel”, “Sedang Cuti”, “Senandung Distortion”, “Terima Kasih Sepi”, “Anak Mami”, dan “Palung”. Dengan konsisten memakai lirik Bahasa Indonesia dengan gaya naratif dan banyak metafora ini membalut antara kehidupan perjuangan sebagai seorang pekerja, kisah percintaan, pergaulan yang menyimpang, dan masa depresi. Album “Kemudi” bisa dibilang menggambarkan kehidupan era saat ini.</p><p>Dari 10 list lagu tersebut di album “Kemudi”, materi-materi yang GERDZ suguhkan berhasil mendefinisikan segmen yang mereka ambil, yaitu Alternative Punk Rock. Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi GERDZ, meskipun beberapa lagu terkesan condong ke Pop Punk dan nuansa modern juga terdapat unsur Reggae, hal ini justru menumbuhkan rasa penasaran tersendiri atas setiap lagu yang dimainkan.</p><p>Persiapan dan produksi GERDZ yang dimulai sejak tahun 2022 akhirnya rampung dan dapat dinikmati pada Februari 2025, melalui digital platform yang tersedia. Dengan hadirnya album “Kemudi”, GERDZ mencoba memberikan pesan kepada masyarakat untuk tetap semangat dan berjuang menghadapi dunia khususnya di-era yang penuh ambiguitas ini.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/692/1*yPAop1-Ms8z4lRhfdbLSUQ.png" /><figcaption><strong>Check out “</strong><a href="https://open.spotify.com/album/7uK2kCPd0e8TGl9I0KFwmo?si=26v2jvqkS2WnW8ykzl8MEg"><strong>Kemudi</strong></a><strong>” by GERDZ</strong></figcaption></figure><p>Album “Kemudi” merupakan bahan bakar dalam berjuang menghadapi riuhnya dunia pekerjaan. GERDZ berhasil meramu kisah kehidupan nyata menjadi sebuah karya yang otentik dan menonjolkan keaslian mereka.</p><p>Sudah denger album ini untuk menemani perjuangan kehidupan kalian folks?</p><p><em>Diterbitkan pada 28 April 2025 oleh </em><a href="https://www.instagram.com/fuzzmedia.id/"><em>Fuzz Media ID</em></a><br>©fuzzmedia.id 2025</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=d83996b8b005" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Chingkrank Holiday Rilis Single Terbaru “Fana”, Mengajak Pendengar untuk Terus Berharap]]></title>
            <link>https://medium.com/@fuzzmedia.id/chingkrank-holiday-rilis-single-terbaru-fana-mengajak-pendengar-untuk-terus-berharap-6a7cade12ac9?source=rss-880c380d826c------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/6a7cade12ac9</guid>
            <category><![CDATA[pop-punk]]></category>
            <category><![CDATA[bandung]]></category>
            <category><![CDATA[musik]]></category>
            <category><![CDATA[new-release-single]]></category>
            <category><![CDATA[media]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[FuzzMedia ID]]></dc:creator>
            <pubDate>Wed, 09 Apr 2025 03:21:00 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2025-04-09T03:21:00.642Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<blockquote>Menghadirkan eksistensi Pop Punk yang enerjik, dengan lirik yang berbicara tentang pengalaman pribadi dan harapan dalam kehidupan</blockquote><p>Setelah sukses dengan single “Pinned!”, Trio pop punk <a href="https://www.instagram.com/chingkrank/">Chingkrank Holiday</a> kembali merilis karya terbaru mereka berjudul “Fana” pada Februari lalu. Lagu ini membawa nuansa yang khas dari Chingkrank Holiday, dengan kombinasi antara melodi yang <em>catchy</em>, riff gitar yang kuat, dan lirik yang sarat makna kehidupan.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*ywWfRaEKeutH-Euswwk9Kw.jpeg" /><figcaption><strong>Chingkrank Holiday, Trio Pop Punk yang sudah terbentuk dari tahun 2009.</strong></figcaption></figure><p>“Fana” mengusung tema tentang ketahanan dan harapan dalam menghadapi tantangan hidup. Dalam lagu ini, Chingkrank Holiday mengajak pendengarnya untuk tidak menyerah saat terhantam badai kehidupan, dan untuk selalu percaya bahwa esok hari akan lebih baik. Lirik seperti “Percayalah waktu kan buktikan… Segala cara yang tlah kau coba” dan “Semua abadi, yang fana hanya waktu” menegaskan pesan bahwa meskipun waktu terus berjalan, yang abadi adalah semangat dan perjuangan.</p><p>Single ini dirilis oleh <em>Burntheleaf Records</em> dan menjadi karya terbaru Chingkrank Holiday dalam mengawali tahun yang baru. Dengan kekompakan mereka sebagai sebuah trio, Chingkrank Holiday menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memainkan musik, tetapi juga menyampaikan pesan yang dalam melalui setiap karyanya.</p><p>“<em>Lagu ini kami buat sebagai pengingat bagi kita semua, bahwa apapun yang terjadi dalam hidup, waktu akan terus berjalan, dan esok hari adalah kesempatan baru</em>,” ungkap Bigart, pemain drum dan penulis “Fana”.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*iTvrZCx2dlsO7SC6a5BbOQ.jpeg" /><figcaption><strong>Listen to “Fana” </strong><a href="https://open.spotify.com/album/6DkvP9xxdKnvLlLYLHbUpj?si=vonhb-Z0Qw6RA4WQjA-yQw"><strong>Here</strong></a></figcaption></figure><p>Lagu “Fana” kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital. Sebagai sebuah karya yang menggugah, “Fana” diharapkan dapat menginspirasi para pendengarnya untuk terus berjuang dan berharap meski dalam keadaan yang sulit. <em>Rise Above, Stay Alive, Folks</em>!</p><p><em>Diterbitkan pada 9April 2025 oleh </em><a href="https://www.instagram.com/fuzzmedia.id/"><em>Fuzz Media ID</em></a><br>©fuzzmedia.id 2025</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=6a7cade12ac9" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Teenage Death Star Kembali dengan Album Baru "Thunder Boarding School"]]></title>
            <link>https://medium.com/@fuzzmedia.id/teenage-death-star-kembali-dengan-album-baru-thunder-boarding-school-f2de23148ff7?source=rss-880c380d826c------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/f2de23148ff7</guid>
            <category><![CDATA[media]]></category>
            <category><![CDATA[new-album]]></category>
            <category><![CDATA[music]]></category>
            <category><![CDATA[rock]]></category>
            <category><![CDATA[bandung]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[FuzzMedia ID]]></dc:creator>
            <pubDate>Wed, 02 Apr 2025 05:53:13 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2025-04-03T16:15:32.386Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<blockquote>Album Kedua Teranyar dengan Kolaborasi Spesial bersama 12 musisi.</blockquote><p>Setelah 17 tahun absen merilis karya baru, <a href="https://www.instagram.com/teenage.death.star.official?utm_source=ig_web_button_share_sheet&amp;igsh=ZDNlZDc0MzIxNw==">Teenage Death Star</a> (TDS) akhirnya kembali dengan album kedua teranyar mereka, &quot;Thunder Boarding School&quot;. Album ini tidak hanya menandai kembalinya TDS ke kancah musik, tetapi juga menampilkan kolaborasi spesial dengan 12 musisi tanah air.</p><p>Proyek kolaborasi ini mengajak para kolaborator untuk merespon musik dan notasi yang dibuat oleh mereka. Mereka (12 musisi kolaborator) menonjolkan gaya, dan kekhasan mereka masing-masing untuk menciptakan versi yang unik dari album &quot;Thunder Boarding School&quot;.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*-iIwh1UHZ8VETFw39eyAfQ.jpeg" /><figcaption>Teenage Death Star (TDS) akhirnya kembali dengan album kedua teranyar mereka<a href="https://open.spotify.com/album/14Y1KXaucmAhCZh1S7cN6J?si=Fm2uNnh7QQ-0LovG8lj18A"></a><a href="https://open.spotify.com/album/14Y1KXaucmAhCZh1S7cN6J?si=Fm2uNnh7QQ-0LovG8lj18A"></a><a href="https://open.spotify.com/album/14Y1KXaucmAhCZh1S7cN6J?si=Fm2uNnh7QQ-0LovG8lj18A"></a></figcaption></figure><p>Kolaborasi menarik ini bisa kita dengar dari lagu-lagu mereka: &quot;Drakilla (Bergentayangan Di Malam Hari)&quot; yang menggandeng Batman atau Henry Foundation (Goodnight Electric), &quot;Pesantren Kilat&quot; dari band punk, Sukatani, dan &quot;Good For Your Mental Health&quot; dari Acin (The Panturas). Ketiganya menampilkan gaya, kekhasan, dan persona masing-masing yang menguatkan dan memperkaya musik yang sudah dibuat TDS.</p><p>Dengan kolaborasi spesial ini, TDS menunjukkan bahwa mereka masih memiliki semangat dan kreativitas yang sama seperti saat mereka pertama kali memulai karir musik mereka. Album &quot;<a href="https://open.spotify.com/artist/0IawwTkzo4Y48AuJawFBCE">Thunder Boarding School</a>&quot; adalah bukti bahwa TDS masih eksis dan memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada penggemar setia mereka.</p><p>Apa lagu favorit kalian di album ini folks?</p><p>Diterbitkan pada, 2 April 2025 oleh <a href="https://www.instagram.com/fuzzmedia.id/">Fuzz Media ID</a><br>©fuzzmedia.id 2025</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=f2de23148ff7" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
    </channel>
</rss>