2 New Zealand Trip Preparation

Karena sudah memperpanjang domain, saya berjanji untuk mengisi blog ini kembali :)

Ini serie pertama dari New Zealand Trip selama 10 harian pada awal tahun 2015 lalu.  Saya dan 5 orang temen saya, 3 bulan sebelumnya heboh karena ada airlines ke destinasi impian kami yang sale. Tanpa banyak alasan, kami akhirnya buking tiket ke New Zealand tiga bulan sebelum keberangkatan, ber 6, dengan cara menyewa mobil dan roadtrip disana. Maskapai nya adalah Malaysia Airlines (which is kami agak dont care dengan beberapa kejadian yang terjadi dengan MH sebelumnya. Keberangkatan dari Singapore-KL-Auckland pp. Kami mendapat harga yang kalau dikurs kan sekita 5 jutaan untuk keberangkatan dari SG tersebut. Ok, ini salah satu tips mencari tiket murah lagi, jangan hanya mencari dari Jakarta, tapi cara titik titik awal dari negara negara tetangga kita. Misal, ternyata naik MH ke Auckland tersebut jauh lebih murah berangkat dari SG dibanding berangkat dari JKT or dari Kuala Lumpur sebagai base campnya. Keberangkatan dari JKT jika dibandingkan dengan tujuan yg sama bisa 2x lipat lebih.
Jangan lupa beli pesawat sambungannya dari JKT ke SG. 

Karena kami berencana explore South Island, dapat tambahan pula untuk mencari pesawat lokal dari Auckland yang ada di North Island ke Christchurch yang ada di South Island

Masalah tiket beres. Selanjutnya, karena ini adalah murni roadtrip, maka segala sesuatunya jadi agak lama beresnya. Nyaris semuanya injury time. Kami nyaris tidak dapat sewa mobil karena akhir tahun dan awal tahun benar benar peak time ke daerah Selatan. Akhirnya H-2 kami dapat mobilnya. Belum lagi masalah rute harus dipikir secara cermat, maunya kemana aja, 6 kepala dengan beda keinginan masing masing sebisa mungkin diakomodir. Penginapan? tetap saja kita harus kompromi antara nyari penginapan hostel dan berkemah. OK, berkemah memang agak merepotkan, karena itu berarti kami harus mempersiapkan tenda, sleeping bag dan perlengkapan lainnya. Akhirnya, kompromi sepakat kami hanya nenda 2x, sisanya nginap di hostel.

Persiapan sebelumnya, jangan lupa membuat travel insurance. Ini penting sekali. Terutama karena perjalanan kami panjang, serta risiko road trip agak lumayan besar. Dan ternyata langsung terpakai travel insurance ini. 

Masalah Visa? Ini juga injury time. Kami baru submit M-2 Desember untuk keberangkatan 31 Desember. Syarat syarat pengajuan visa NZ standar seperti Visa negara lainnya. Agak cukup mahal biaya visanya sekitar 2 juta rupiah. Sampai seminggu sebelum keberangkatan, Visa belum juga keluar. H-3 kami telpon, Akhirnya keluar. Dan ternyata yang bikin agak lama adalah kami mendapat Multiple Visa untuk masuk NZ dalam periode 2 tahun. Joget joget deh. Agak sedikit Sotoy, kayaknya yang mendapat Visa karena di paspor kami ada tempelan Visa US sebelumnya. Btw, Visa NZ ini agak sedikit sakti juga. Jadi saya bisa masuk Taiwan setelahnya hanya berbekal tempelan visa NZ (atau US atau AUS atau JPN atau Schengen) dengan surat permohonan yang dibuat online. Jadi tidak harus membuat visa ke Taiwan jika memiliki salah satu dari Visa ini.

Hari H keberangkatan. Saya sudah standby di Changi sekitar jam 10 pagi, sibuk eksplore Changi yang banyak hiburannya sambil menunggu jam 7 malam pesawat dari SG ke KL. Sekitar jm 6 sore, kami mendapat notifikasi SMS bahwa pesawat dari KL-AUCKLAND delay sampai jam 11 malam. OK, masih under control lah. Lalu kami terbang ke KL, dan disana langsung melapor ke transit desk untuk kepastian delay. Dan memang delay. Diberitahukan karena adanya gangguan teknis. Kami diberi voucher makan di KLIA


Jam 11 malam kami sudah standby di ruang tunggu. Diberitahukan pesawat masih delay dan dalam perbaikan. Kami sudah tidak tenang, masalahnya kami punya Connecting Flight dengan Air New Zealand dari Auckland ke Christhchurch. Dan dengan delay sampai jam 12 malam ini mepet sekali untuk mengejar connection flight tersebut. Kami minta surat pemberitahuan delay resmi dari MH.

Image
Surat keterangan delay
Kami dipanggil naik pesawat sekitar jam 12.Saya begitu duduk di kursi, langsung tertidur. Sekitar jam 2 pagi, saya terbangun, melihat sebelah teman saya keliatan marah sekali. Saya tengok jendela, ternyata kami masih di KLIA sodara sodara. Pantes teman saya ngamuk ngamuk. Lalu kami diminta meninggalkan pesawat kembali ke ruang tunggu dengan meninggalkan barang bawaan. Setengah jam kemudian, kami dipanggil lagi untuk naik pesawat, karena katanya telah selesai perbaikan. Ternyata didalam pesawat kami masih menunggu. Dan akhirnya, pesawat benar benar tidak jadi diberangkatkan karena ada sparepart yang masih ditunggu. Itu jam 3 atau jam 4 pagi. Saya lelah sekali hari itu sampai tidak bisa komen apa apa lagi. Dan diberitahukan kami akan diberangkatkan ke Auckland pada 1 Januari jam 6 sore alias 12 jam lebih dari kami diminta turun total dari pesawat. Benar benar surprise di tahun baru. Kami kehilangan 24 jam dari itinerary kami. Connection Flight pasti hilang, penginapan harus reset seluruhnya. itinerary harus diubah. Sewa mobil dimundurkan. Semua harus reschedule ulang.

MH membawa kami diinapkan di Palace of Golden Horses di Selangor. Jauh dari pusat kota dan sulit transportasi umum. Bagasi sudah dipesawat, jadi kami tidak punya pakaian ganti. Krik krik. Pelajaran selanjutnya, siapkan satu buah baju ganti untuk di Handcarry jika memiliki Long Flight. 

Image
view dari kamar di Palace Golden Horses. Itu track lari lho
Sampai Hotel ini, kami sempet tidur dan beberes sebentar, reschedule jika sambil dilakukan. Karena tugas saya adalah booking penginapan, maka saya harus mengimel seluruh hostel hostel yang sudah dibooking untuk bilang pesawat kami delay dan kami harus delay (dan beberapa dibatalkan) penginapan2 tersebut. Yang lain reschedule mobil, atraksi, dsb.

Jam 6 sore akhirnya pesawat berangkat beneran ke Auckland. Akhirnya. Tadinya saya berfikir, ya sudahlah dari KL balik aja ke Jakarta, sudah menyerah dan capek mental. Namun akhirnya pesawat berangkat juga. Sampai Auckland sesuai jadwal sekitar jam 11 siang dan tidak ada masalah. Di Auckland, kami mendatangi counter Air NZ untuk repayment lagi pesawat Auckland - Christchurch. Kami mendapat pesawat jam 3 sore. Dan tetap harus membayar selisih harga tiketnya. 

Image
Kia Ora at Auckland Airport

Pesawat akhirnya sampai di Christchurh jam 5 sore. Dan Alhamdulillah semua lancar sampai di Christchurch. Oiya, ketika naik Air NZ, jangan lupa perhatikan safety instructionnya yang berlatar Hobit dan LOTR.



Hidup dan perjalanan boleh direncanakan, pada akhirnya ada yang Maha Lebih Merencakan dibanding kita. Terima saja apa yang sudah menjadi ketentuan. D akhir tulisan ini, saya ingin berpesan, pilihlah Travel Insurance yang sedikit benar. Untuk kasus saya dan teman teman yang delay parah ini, saya memakai AX* Insurance. Teman saya 1 orang memakai A*G. Dengan kasus yang sama, kompensasi yang diterima A*G jauh lebih besar dibanding AX*. So, im not happy with AX* and now change my travel insurance  to A*G.

Image



0 Putar Putar Masjid di Turki

Sebagai negara dengan sejarah peradaban Islam yang panjang, Turki memiliki buanyaakk sekali masjid masjid indah. Beberapa  masjid yang termasuk pilihan buat saya diantaranya :

1. Blue Mosque/Sultan Ahmed Mosque (Masjid Biru) : Istanbul

Blue Mosque merupakan iconic Turki. Tidak sah ke Turki sebelum mengunjungi Blue Mosque. Letaknya yang diarea SultanAhmet Area di Istanbul, bersisian dengan berbagai objek objek lainnya. Oiya, jangan mencari masjid berwarna biru dari luar, karena walaupun namanya ada biru nya, namun biru itu muncul didalam interior Masjidnya. Saya sempat sholat Jumat di Blue Mosque ini dan perempuan juga lazim Jumatan disini. Khutbah dilakukan dalam 2 bahasa, pertama dalam bahasa Turki, kedua dalam bahasa Inggris. Seperti layaknya Masjid besar yang jadi tempat wisata, begitu masuk, pengunjung akan diberi kantung plastik untuk menyimpan alas kakinya di tempat yang disediakan. Di Blue Mosque, ada tempat antrian khusus untuk turis yang ingin melihat kedalam Blue Mosque, disamping pintu pintu masuk yang ada untuk masuk pengunjung untuk Shalat.

Image
Blue Mosque in the morning

Image
definitely a 'White Mosque'
Image
Jumuah Praying : Women Section

Image

2. Yeni Camii / New Mosque : Istanbul

Camii artinya Masjid dalam bahasa Turki. Ini masjid selanjutnya yang sering saya kunjungi, karena posisinya pas sekali diantara Grand Bazaar/Mesir Bazaar dengan Galata Bridge di Istambul. Jadi setelah nongkrong nongkrong di Galata Port atau muter muter di Bazaar atau sekedar jajan Sihlep (minuman hangat) yang ada didepan masjid , maka saya biasanya menjama sholat di Yeni Camii ini. Pembangunan Yeni Camii dimulai dari tahun 1597-1665.


Image
Yeni Camii beside the Galata Port

3. Suleymaniye Mosque : Istanbul

Suleymaniye Mosque, merupakan masjid terbesar yang ada di Istanbul. Agak tricky juga untuk sampai ke Masjid ini karea posisinya agak sedikit naik seperti di bukit. Dibangun oleh arsitek terkenal di Turki, Mimar Sinan, the Greatest Architect of the classical periode of Ottoman Architecture  pada 1550-1558. Sinan juga membangun Selemiye Mosque di Edirne

Image
Outside Suleymaniye Mosque

Image
Inside Arsitektur

Image
berbukit bukit

4. Selemiye Mosque : Edirne

A cloudy and birdy Mosque, itu kesan pertama saya ketika melihat Selemiye Mosque di Edirne. Selemiye Mosque adalah karya masterpiece dari Arsitek Mimar Sinan. Selemiye Mosque masih mempertahankan masjid selain sebagai tempat ibadah, juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. disamping Selemiye Mosque adalah tempat semi pasar tempat menjajakan berbagai macam barang.

Image
Birdy+Cloudy

Image

Image
Bazaar dibawah Selemiye Mosque

Image
Inside selemiye mosque


5. Old Mosque : Edirne

Terletak tidak jauh dari Selemiye Mosque, Old Mosque di Edirne membuat saya terkesima karena arsitekturnya yang sederhana namun elegan. Tulisan kaligrafi berwarna hitam dan besar tertera jelas pada dinding dinding Old Mosque 

Image
between Selemiye Mosque (left) and Old Mosque (right) Edirne
Image
outside Old Mosque

Image
inside : full of big caligraphy

Image

Image


6. Isabey Camii : Selcuk

Saya suka sekali masjid ini. Ketemu ketika tidak sengaja ketika saya sedang nyasar di Selcuk, kota kecil yang menuju Ephesus, ketika saya mencari reruntuhan St.George Church dan malah nyasar ke Isabey Camii ini, dan merupakan peninggalan besar yang ada. Isabey Camii dibangun pada periode 1374-1375 M.

Image
*stunning*

Image


Image
Anak anak ini bergaya minta diphoto

Image
Anak anak ini bergaya minta diphoto (2)

Image
Masih ada sisa nisan di Isabey Camii

Enjoy the picture !


3 Membuat Visa Amerika (US Visa)

Mari sejenak lupakan postingan postingan Turki yang masih menumpuk dan beralih ke pengalaman saya membuat Visa Amerika. Ini gara-gara tergoda beli tiket promo Jakarta-JFK di Januari lalu, sehingga saya memberanikan diri membuat Visa Amerika, yang katanya susah, njelehi dan kata tidak jelas lainnya. Iya, ini pengalaman membuat visa saya yang lumayan lebih keras dan deg-degan dibanding visa lain yang pernah saya buat. Berangkat atas biaya sendiri, perempuan, pakai jilbab pula. Padahal temen sekantor aja yang jelas jelas dibiayai kantor dan urusan training, ada yang tidak tembus visa USnya. Bismillah, if it meant to be, it will be : kata orang orang :-)

I. Persiapan

  1. .Persiapan pertama yang saya lakukan adalah browsing cari cari informasi, dari Internet, juga dari grup FB : Backpacker Dunia sebagai peracun membeli tiket promo JKT-New York. Agak lama, akhirnya setelah mbaca mbaca, baru mulai berani apply visa (sembari mengumpulkan duit di Tabungan)
  2. Kedua adalah persiapan membuat foto. Nah, agak ribet untuk ketentuan photo ini, karena pihak US Embassy punya ketentuannya. Yang jelas, saya harus 2 kali balik ke Sabang untuk photo aja. Karena photo saya yang pertama, pas saya browsing browsing lagi ternyata salah ketentuannya. Standarnya bisa dilihat disini : http://travel.state.gov/content/visas/english/general/photos.html . Ukuran photo adalah 5x5 dengan background putih, dan siapkan pula Softcopynya. Komposisi ukuran photonya seperti apa juga agak ribet, coba liat link ini. Makanya, untuk visa lain, saya biasanya nyetak aja, photo by myself or friend. Tapi, kemarin saya bela belain ke Sabang biar ga salah. Selain itu, buat yang berjilbab, udah ga ada aturan harus keliatan kuping ya, ini biasanya tukang tukang photo di Sabang bilang harus keliatan kuping. Yang harus keliatan adalah Hairline (dalam artian, photo kita harus jenong banget keliatan), juga jilbab/kerudung tidak membayangi wajah. Nah, ini ada beberapa contoh kategori photo visa US yang approved maupun yang tidak. Link disini. Screenshoot terlampir :
    Image
  3. Setelah photo, persiapan lainnya adalah persiapan dokumen pendukung. Dokumen pendukung ini tidak jelas apa saja, bisa jadi ditanyakan, bisa jadi tidak. Pada kasus saya kemarin, saya sudah siapkan semua dokumen pendukung yang saya kira akan ditanya, tetapi ternyata saya tidak ditanya satu pun dokumen. Kalau boleh ngasih list, ini dokumen pendukung yang saya siapkan  (Asli dan fotokopi) :  KTP, KK, semua Ijazah dari SD sd Kuliah,Surat Referensi Kantor, SPT Tahunan, Slip Gaji, Kartu Nama, Buku Tabungan asli, rekening koran. Ada temen saya yang bilang perlu Surat Referensi Bank, namun karena pas saya cek di BNI, bank saya, untuk pembuatan Surat Referensi Bank biayanya adalah Rp 250.000, saya mundur. Ga rela untuk bayar 250rb untuk satu lembar surat bank :)). Aturan dokumen pendukung  ini ga ada ketentuannya. Jadi semuanya jatuhnya persiapan kalo ditanya dan diminta. Dan tiap orang bisa berbeda beda yang ditanya or diminta.
Setelah persiapan dilakukan, maju ke tahap selanjutnya yaitu :

II. Membayar Biaya Visa

  1. Pembayaran hanya dapat dilakukan melalui Bank Permata dan Standard Chartered Bank
  2. Buka link ini untuk download link visa deposit slip, bawa uang ke salah satu bank tersebut sesuai jumlah yang tertera pada slip. Kalau saya pergi ke Bank Permata di Skyline Building, seberang Sarinah. Jangan lupa, Customer Copynya  disimpan
  3. Di bank akan diberikan slip pembayaran yang nomor serinya dimulai dari USxxxxx. Setelah pembayaran, bukti slip dengan USxxx harus disimpan.  Nomor seri ini akan dibutuhkan pada saat mengatur jadwal wawancara, biasanya sekitar setengah hari atau satu hari setelah pembayaran, nomor resi ini baru bisa digunakan untuk mengisi form atur jadwal wawancara.
  4. Oiya, biaya visa nya non  refundable. Jadi kalo visa kita ditolak, tuh duit ga balik juga :((

III. Mengisi Formulir DS-160

Alamat pengisian adalah : https://cgifederal.secure.force.com/ 
Sebelum mengisi, diluar pertanyaan standar segala macem, persiapkan hal hal berikut ini :
- Paspor
- Tempat Tanggal Lahir Orang Tua (Hahaha, iya, saya aja lupa)
- Alamat Lengkap Kantor (kalo rumah pasti ga  sering lupa)
kemudian lanjutkan mengisi seperti biasa, sesuai data diri sebenarnya dan sejujurnya.
Oiya, jangan agak heran, kalau ternyata untuk kategori jenis visa yang sama (e.g. visa business & tourism (B2/B2), kadang kadang ada yang dapet pertanyaan lebih dari yang lain. Contohnya teman saya, ditanya lengkap sampai level pendidikan terkecilnya dan riwayat pekerjaannya. Sementara di form isian saya tidak ada pertanyaan tersebut. Dugaan saya, karena jenis kelamin. Tapi ga tau juga si. Dan kalau ada pertanyaan yang pendidikan, isi sampai tuntas, kalau perlu sampai SD. Soalnya teman saya itu, isinya hanya kuliahnya saja, dan ketika dateng ke kedubes AS, dia disuruh melengkapi isiannya terlebih dahulu. Males kan.

Selesai mengisi form DS-160, save dan simpan. Kemudian akan muncul Confirmation Page DS-160. Simpan dan Print untuk dibawa saat wawancara.

IV. Mengatur Jadwal Wawancara

Untuk mengatur jadwal wawancara, persiapkan :
- Paspor
- Confirmation Page DS-160
- Slip Pembayaran

Alamat pengaturan jadwal wawancara adalah di : https://cgifederal.secure.force.com/
Terlebih dahulu buat username dan password di web tersebut.
Ketika masuk pilihan tgl wawancara, terdapat menu untuk availablity tanggal yang dapat dilakukan. Ada 2 kategori kelompok besar setiap hari (kecuali hari libur), kelompok jam 7 dan jam 9.
Jika satu keluarga (bapak/ibu/anak/suami/istri), terdapat menu untuk grup/family member, jadi bisa sekaligus. tapi tetep semua member harus datang.
Ada isian pula, apa setelah wawancara, kita ingin paspor kita dikirim atau pick-up. Kalau saya lebih memilih pick-up, takut aja ga nyampe kalo delivery.
Dibagian agak akhir, terdapat isian Receipt Number,masukkan 8 digit diluar tulisan US pada saat kita menerima receipt pembayaran dari Bank.

Setelah selesai, save dan print Appointment Confirmation.

V. Hari H : Wawancara 

Datanglah minimal 1 jam sebelum waktu wawancara. Jika wawancara jam 7, jam 6 sudah antrilah di depan kedubes Amerika
Yang WAJIB dibawa :
1. Paspor (Baru dan Lama)
2.Confirmation DS-160.
3. Appointment Confirmation
4. Pas Foto 5x5
5. Kwitansi Pembayaran
dan dokumen dokumen penunjang yang sudah dipersiapkan sebelumnya..

Pas saya kemarin :
- Jam 5.45 sampai didepan kedubes Amerika, nongkrong bareng bareng dengan yang mau wawancara lainnya
- Jam 6.15 sudah disuruh antri didepan pintu masuk sama satpam kedubes. Paspor dan confirmation letter dilihat dan diperiksa. Menunggu tahap 1.
- Jam 6.20 masuk ke kedubes, lewati security, semua gadget, barang elektronik, tas, parfum, power bank, kunci beremote dititipkan. Kemudian menuju ruang pemeriksaan dokumen
- Jam 6.30 masuk ke ruang pemeriksaan dokumen. Outdoor si. Ada petugas pembantu yang akan membantu mengatur dan men-staples dokumen sehingga memudahkan diperiksa di loket oleh petugasnya. Kemudian ambil nomor antrian. Menunggu tahap 2
- Jam 07.00 TEPAT. Loket pemeriksaan dokumen dibuka, dipanggil sesuai nomer antrian. Diperiksa sesuai kelengkapan pengisian dan juga syarat syarat lainnya. Ada yang pass sehingga bisa langsung ke ruang wawancara, namun ada yang perlu melengkapi syarat syarat seperti Photo nya salah ukuran, atau seperti teman saya, isian pendidikannya tidak lengkap. Kemudian jika lolos pemeriksaan dokumen, akan diberi nomor grup wawancara. Yang jaga disini adalah orang orang lokal.
- Selesai pemeriksaan dokumen, yang sudah kemudian menuju ruangan wawancara.  Menunggu tahap 3 untuk pengambilan sidik jari yang dilakukan per grup
- Jam 08.00 TEPAT wawancara per grup dimulai. Pewawancara foreigner. Some use english, some use Indonesian Language. Di saya kebagian yang bahasa Indonesia, cuman kalau udah nyerempet, ujung ujungnya si bule nyerocos Inggris terus (mengamati saat antri di grup sebelah). Nah, pas giliran saya, pertanyaan yang diajukan adalah :
1. Mau kemana di US?
2. Ngapain?
3. Sama siapa?
4. Kerja dimana?
5. Kerjamu ngapain?
Udah. Ga ditanya dokumen apapun. Dan kemudian dia bilang : selamat ya, visa anda disetujui. Selamat jalan jalan di Amerika.Wow, sumringah langsung, yang deg degan langsung menguap semuanya :)). Tapi antrian depan saya ditanya kartu keluarga. Kasusnya bapak depan saya, dia mau mengunjungi adeknya di US. Dan kayaknya agak meragukan si bapak pewawancaranya, sehingga visanya belum bisa dikeluarkan.
- Jam 08.30 saya dah balik kantor lagi yang kebetulan lokasinya pas di belakang Kedubes AS.

Nah, begitulah pengalaman saya membuat visa US. terbayar si, karena dikasih Multiple 5 tahun. Semoga dimudahkan dan bisa lolos masuk screening lanjutanya ketika masuk sana nanti. Aminn.











0 Cappadocia : Red & Green Tour

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, agak sulit untuk mengeksplor Cappadocia dengan cara sendiri. Saya akhirnya ikut 2 day tour dari penginapan, biasa disebut Red & Green Tour. Small group tour, hari pertama saya bersama sekitar 7 orang yang kelakuannya ajaib ajaib. Sedangkan hari kedua hanya tersisa bertiga dengan dua ABG dari Australia.  Hitungannya juga tidak terlalu mahal, 2 day tour itu sekitar 600-700 ribu untuk 2 hari dengan termasuk makan siang, tiket masuk tempat tempat wisata, transportasi, dll. Dari tour ini, bisa terlihat berbagai relief relief, peninggalan serta tampilan tampilan unik di Cappadocia.
Beberapa spot yang didatangi, diantaranya :


1. Rose Valley
Rose Valley ini merupakan kontur yang menyerupai bunga mawar yang mulai mengembang. Karena winter, bunga mawarnya tidak terlalu kelihatan. Namun kalau sudah semi, akan kelihatan daun hijau yang melingkupi formasi formasi rock mawar ini.

Image
Rose Valley

Image
Rose Valley



2. Old Greek Village (Mustafapasa)
Dulunya merupakan sisa sisa peninggalan yunani yang mendiami Turki.

Image

Image
panoramic dari atas


3.  Underground city (Ozkonak)
Ozkonak Underground city ini merupakan kota bawah tanah yang sampai 10 lantai, namun yang dibuka untuk umum hanya 4 lantai. Ditemukan sama salah seorang petani, yang petani tsb akhirnya membuka toko suvenir didepan underground citynya. Dalam Ozkonak Underground City, sistem yang ada sudah cukup memadai sebagai tempat tinggal,memiliki ventilasi, sistem air, pintu yang bisa digeser, serta sistem penyimpanan wine.


Image
masuk menuju Ozkonak Undergroun City

4. Mushroom Valley
Mushroom Valley ini bukit yang menyerupai jamur merang.

Image
intip intip si mushroom

Image
mushroom valley

Image
mushroom valley

Image
seru kalo main petak umpet disini

Image
mushroom valley

5.Camel Hill
Camel Hill ini, jelas mirip Onta :)) *mulai garing*

Image
Hello, om Onta!

6.Goreme Open Air Museum
Ini yang lumayan rame. Tadinya saya mikir, akan masuk ke museum museum begitu. Ternyata, Goreme Open Air Museum adalah kebanyakan berisi peninggalan peninggalan gereja yang dipahatkan di dinding dinding gua (gereja). Beberapa site ada yang tertutup dan tidak diperbolehkan masuk, namun beberapa banyak yang bisa dimasuki dan dilihat, dan begitu menakjubkan peninggalannya.
Image
pintu masuk Goreme Open Air Museum

Image
goreme open air museum




Image
goreme open air museum

Image
bangunan dan kursi depannya


Image
malah ngeliatin unta unta

Image


7.Tour additional
Karena ikut tour, jadi kami dibawa ke beberapa tempat perajin seperti perajin keramik, perajin karpet, perajin batu permata.Saya si senang senang saja, karena konsep dibawanya adalah mengenalkan dan tidak memaksa beli. Bahkan si teman australia saya dipersilahkan membuat keramik sendiri :-)

Image
si mamang ini mendemostrasikan membuat keramik. Iya, dia sumpah ganteng :D

Image
Nah, ini si kety, ABG Australi yang nyobain buat sendiri

Image
Lihat bagaimana mereka menggambar porselennya manual :')


Selesai tour, karena jadwal bus saya ke Pamukkale masih malam, akhirnya saya nongkrong diresepsionis merangkap ruang makan. Musfat, si pemilik, ngajakin ke kondangan nikahan anak bosnya. Ada satu cewe korea yang juga udah siap. Saya penasaran sebenarnya seperti apa pesta nikahan di Cappadocia, tapi berhubung saya dah punya tiket bus, akhirnya saya cuman jadi penunggu resepsionis bareng si kucingnya musfat. The whole family pergi ke kondangan semua. Hahaha. Mereka percaya aja lagi ninggalin penginapan ke tamu. Hihihi. Pembicaraan dengan musfat jadi lucu, pas ketika saya tanya apa agamanya. Musfat sembari bercanda berteriak teriak, are you kidding ask me that question? Of course I'm Moslem. 99% of turkish are Moslem. Tapi pas saya nunjuk botol botol wine dan arak yang bertebaran di resepsionis, musfat sendiri bilang, bahwa kebanyakan di turki masih secara identity, terutama generasi muda. Bisa dihitung berapa yang benar benar melakukan sholat. Hihihi. Kami juga membahas bagaimana Turki, terutama Cappadocia yang merupakan penduduk muslim, tapi memiliki buanyak sekali peninggalan peninggalan gereja dari abad pertengahan.

Cappadocia memang eksotis.


0 Cappadocia Hot Baloon Air

Hampir semua orang yang saya temui di Turki selalu mengatakan, it is a must to go Cappadocia and take the baloon air. Tapi pas saya tanya, apakah baloon udara jalan di waktu winter seperti ini? Rata rata menjawab, we are not sure. Huahahaha. Lha piye?

Image
Lagi dipanaskan


Akhirnya tetep aja saya iseng nengokin Cappadocia. Berbekal beli tiket bus dan booking penginapan, saya ngacir ke Cappadocia di hari ketiga saya di Turki. Kami dijemput minivan dari Sultanahmet area untuk mengantarkan ke terminal bus. Bus berangkat jam 9 malam dari terminal bus Istanbul, dan perjalanan memakan waktu sekitar 12 jam. Berbicara tentang busnya, sistem bus di Turki ini keren. Semua kota terjangkau oleh bus dengan harga cukup terjangkau. Jalan jalannya juga mulus .Bus dilengkapi dengan wifi, terdapat lcd TV dan juga USB untuk bisa mencharger hp. Di bus pasti ada pramugaranya. Juga selalu dapat snack dan minuman. Kalo berangkat malam tiba pagi, dapat snack malam dan snack pagi. Dan yang paling penting, pemanas di bus hangat sekali. Saya merasa lebih hangat dalam bus dibanding dengan di penginapan.

Image
Busnya

Image
LCD dalam bus


Selama perjalanan, kami melewati ibukota Turki, yaitu Ankara. Dan Ankara itu sepiiiiii sekali. Nampak tidak seperti ibukota. Kota kota lain juga terlihat sepi, jangan- jangan, misalkan saya ketinggalan bus pas lagi ke toilet, ga ada yang nemuin saya (lebai).

Sekitar jam 7 jam 8 pagi, kami tiba di Goreme. Sebuah kota di Cappadocia area. Outside temperatur adalah -15 derajat. Selamat ya tik. Udah tau winter masih kelayapan. Saya kayaknya pake 4 atau 5 rangkap baju saking dinginnya. Hihihi. Biarpun begitu, Cappadocia tetap worth it untuk dikunjungi, ada atau tiada baloon udara.

Goreme dan Cappadocia ini dikatakan fairy chimney. Kota eksotik dengan peri peri yang tinggal didalamnya. Dari atas tanah mendatar saja, terlalu keren untuk digambarkan. Itu kenapa ada balon udara di Cappadocia, untuk menangkap view view yang tidak bisa tertangkap di daratan. Di Cappadocia ini tidak ada transportasi umum. Jadi kalau akan bepergian ke sekeliling harus ikut tur atau sewa kendaraan sendiri, atau jalan kaki. Agak kurang recomended juga si jalan kaki karena ya itu, areanya pegunungan berbukit bukit dan unik. Kalau saya, join 2 day tour dari hostel. Oiya, hostelnya juga bentuk cave cave. Jadi berasa balik ke masa lalu. Cuman ya itu, amit amit deh dinginnya. Kata roommate saya, malam hari suhu mencapai -21 derajat celcius. saya udah ogah keluar aja malamnya.

Image
Penginapan saya..macam gua beneran


Balon udara ternyata jalan.

Walaupun tidak bisa saat sunrise, karena sunrise juga tidak terlihat.
Nah mendaftarlah naik balon udara selekas tiba di Cappadocia. Karena sangat tergantung kondisi angin, maka bisa jadi balon tidak jalan karena kondisi angin yang tidak mendukung sehingga harus ditunda esok harinya atau sampai angin mendukung.

Besok paginya, kami dijemput untuk ke tempat transit naik balon udara. Oiya  provider balon yang saya pakai adalah Goreme baloon. Harganya 100 euro *nangis bombay*. Katanya di internet ada yang nawarin sampe 160 euro. Hihihi. Pada intinya, resep di turki adalah tawarlah harganya.  Ini yang bikin makjleb pengeluaran jadi membumbung. Tapi ya, ya worth it. Alasan ya tik ya.Iya, iyain aja.

Sampai di lokasi transit Goreme Baloon, kami absen dulu kemudian breakfast sesukanya sesuai yang disediakan. Tak lama kami dibawa mobil menuju tempat take off baloon, melihat balon yang sedang di tune up dan diisi gasnya. Beberapa balon lain sudah terbang.


Image
Semburan gas untuk naik

Dan tibalah saatnya naik balon kami. Awalnya saya was was dan ga yakin. Beneran gapapa ya naik balon ini. Ntar kalo gasnya abis gimana, entar kalo ada apa apa gimana. Hahaha. Dasar anak tidak suka ketinggian. Udah mau naik aja mikirnya masih panjang.

Image
in the basket

Tapi pas udah nyemplung dikeranjangnya, dan balon naik perlahan, sama sekali ga muncul perasaan perasaan tadi. Satu keranjang balon kami ada sekitar 7 orang. Membumbung perlahan meninggalkan tanah. Dan kontur cappadocia yang keren pun nampak jadi tambah keren.

Image
cappadocia countour with baloon air

Image
cappadocia countour with baloon air

Image
cappadocia countour with baloon air

Image
cappadocia countour with baloon air

Image
cappadocia countour with baloon air

Balon mengudara sekitar 1 jam. Saat landing, kami disambut tim penyambut untuk celebration dan pemberian sertifikat. Setelahnya kami diantar kembali ke penginapan masing masing. Satu bucketlist, tercentrang sudah. Done.

Image
yang sudah mendarat

Image
regu penarik bersiap siap

Image
I'm finishing this :-)