Karena sudah memperpanjang domain, saya berjanji untuk mengisi blog ini kembali :)
Ini serie pertama dari New Zealand Trip selama 10 harian pada awal tahun 2015 lalu. Saya dan 5 orang temen saya, 3 bulan sebelumnya heboh karena ada airlines ke destinasi impian kami yang sale. Tanpa banyak alasan, kami akhirnya buking tiket ke New Zealand tiga bulan sebelum keberangkatan, ber 6, dengan cara menyewa mobil dan roadtrip disana. Maskapai nya adalah Malaysia Airlines (which is kami agak dont care dengan beberapa kejadian yang terjadi dengan MH sebelumnya. Keberangkatan dari Singapore-KL-Auckland pp. Kami mendapat harga yang kalau dikurs kan sekita 5 jutaan untuk keberangkatan dari SG tersebut. Ok, ini salah satu tips mencari tiket murah lagi, jangan hanya mencari dari Jakarta, tapi cara titik titik awal dari negara negara tetangga kita. Misal, ternyata naik MH ke Auckland tersebut jauh lebih murah berangkat dari SG dibanding berangkat dari JKT or dari Kuala Lumpur sebagai base campnya. Keberangkatan dari JKT jika dibandingkan dengan tujuan yg sama bisa 2x lipat lebih.
Jangan lupa beli pesawat sambungannya dari JKT ke SG.
Karena kami berencana explore South Island, dapat tambahan pula untuk mencari pesawat lokal dari Auckland yang ada di North Island ke Christchurch yang ada di South Island
Masalah tiket beres. Selanjutnya, karena ini adalah murni roadtrip, maka segala sesuatunya jadi agak lama beresnya. Nyaris semuanya injury time. Kami nyaris tidak dapat sewa mobil karena akhir tahun dan awal tahun benar benar peak time ke daerah Selatan. Akhirnya H-2 kami dapat mobilnya. Belum lagi masalah rute harus dipikir secara cermat, maunya kemana aja, 6 kepala dengan beda keinginan masing masing sebisa mungkin diakomodir. Penginapan? tetap saja kita harus kompromi antara nyari penginapan hostel dan berkemah. OK, berkemah memang agak merepotkan, karena itu berarti kami harus mempersiapkan tenda, sleeping bag dan perlengkapan lainnya. Akhirnya, kompromi sepakat kami hanya nenda 2x, sisanya nginap di hostel.
Persiapan sebelumnya, jangan lupa membuat travel insurance. Ini penting sekali. Terutama karena perjalanan kami panjang, serta risiko road trip agak lumayan besar. Dan ternyata langsung terpakai travel insurance ini.
Masalah Visa? Ini juga injury time. Kami baru submit M-2 Desember untuk keberangkatan 31 Desember. Syarat syarat pengajuan visa NZ standar seperti Visa negara lainnya. Agak cukup mahal biaya visanya sekitar 2 juta rupiah. Sampai seminggu sebelum keberangkatan, Visa belum juga keluar. H-3 kami telpon, Akhirnya keluar. Dan ternyata yang bikin agak lama adalah kami mendapat Multiple Visa untuk masuk NZ dalam periode 2 tahun. Joget joget deh. Agak sedikit Sotoy, kayaknya yang mendapat Visa karena di paspor kami ada tempelan Visa US sebelumnya. Btw, Visa NZ ini agak sedikit sakti juga. Jadi saya bisa masuk Taiwan setelahnya hanya berbekal tempelan visa NZ (atau US atau AUS atau JPN atau Schengen) dengan surat permohonan yang dibuat online. Jadi tidak harus membuat visa ke Taiwan jika memiliki salah satu dari Visa ini.
Hari H keberangkatan. Saya sudah standby di Changi sekitar jam 10 pagi, sibuk eksplore Changi yang banyak hiburannya sambil menunggu jam 7 malam pesawat dari SG ke KL. Sekitar jm 6 sore, kami mendapat notifikasi SMS bahwa pesawat dari KL-AUCKLAND delay sampai jam 11 malam. OK, masih under control lah. Lalu kami terbang ke KL, dan disana langsung melapor ke transit desk untuk kepastian delay. Dan memang delay. Diberitahukan karena adanya gangguan teknis. Kami diberi voucher makan di KLIA
Jam 11 malam kami sudah standby di ruang tunggu. Diberitahukan pesawat masih delay dan dalam perbaikan. Kami sudah tidak tenang, masalahnya kami punya Connecting Flight dengan Air New Zealand dari Auckland ke Christhchurch. Dan dengan delay sampai jam 12 malam ini mepet sekali untuk mengejar connection flight tersebut. Kami minta surat pemberitahuan delay resmi dari MH.
![]() |
| Surat keterangan delay |
Kami dipanggil naik pesawat sekitar jam 12.Saya begitu duduk di kursi, langsung tertidur. Sekitar jam 2 pagi, saya terbangun, melihat sebelah teman saya keliatan marah sekali. Saya tengok jendela, ternyata kami masih di KLIA sodara sodara. Pantes teman saya ngamuk ngamuk. Lalu kami diminta meninggalkan pesawat kembali ke ruang tunggu dengan meninggalkan barang bawaan. Setengah jam kemudian, kami dipanggil lagi untuk naik pesawat, karena katanya telah selesai perbaikan. Ternyata didalam pesawat kami masih menunggu. Dan akhirnya, pesawat benar benar tidak jadi diberangkatkan karena ada sparepart yang masih ditunggu. Itu jam 3 atau jam 4 pagi. Saya lelah sekali hari itu sampai tidak bisa komen apa apa lagi. Dan diberitahukan kami akan diberangkatkan ke Auckland pada 1 Januari jam 6 sore alias 12 jam lebih dari kami diminta turun total dari pesawat. Benar benar surprise di tahun baru. Kami kehilangan 24 jam dari itinerary kami. Connection Flight pasti hilang, penginapan harus reset seluruhnya. itinerary harus diubah. Sewa mobil dimundurkan. Semua harus reschedule ulang.
MH membawa kami diinapkan di Palace of Golden Horses di Selangor. Jauh dari pusat kota dan sulit transportasi umum. Bagasi sudah dipesawat, jadi kami tidak punya pakaian ganti. Krik krik. Pelajaran selanjutnya, siapkan satu buah baju ganti untuk di Handcarry jika memiliki Long Flight.
![]() |
| view dari kamar di Palace Golden Horses. Itu track lari lho |
Sampai Hotel ini, kami sempet tidur dan beberes sebentar, reschedule jika sambil dilakukan. Karena tugas saya adalah booking penginapan, maka saya harus mengimel seluruh hostel hostel yang sudah dibooking untuk bilang pesawat kami delay dan kami harus delay (dan beberapa dibatalkan) penginapan2 tersebut. Yang lain reschedule mobil, atraksi, dsb.
Jam 6 sore akhirnya pesawat berangkat beneran ke Auckland. Akhirnya. Tadinya saya berfikir, ya sudahlah dari KL balik aja ke Jakarta, sudah menyerah dan capek mental. Namun akhirnya pesawat berangkat juga. Sampai Auckland sesuai jadwal sekitar jam 11 siang dan tidak ada masalah. Di Auckland, kami mendatangi counter Air NZ untuk repayment lagi pesawat Auckland - Christchurch. Kami mendapat pesawat jam 3 sore. Dan tetap harus membayar selisih harga tiketnya.
![]() |
| Kia Ora at Auckland Airport |
Pesawat akhirnya sampai di Christchurh jam 5 sore. Dan Alhamdulillah semua lancar sampai di Christchurch. Oiya, ketika naik Air NZ, jangan lupa perhatikan safety instructionnya yang berlatar Hobit dan LOTR.
Hidup dan perjalanan boleh direncanakan, pada akhirnya ada yang Maha Lebih Merencakan dibanding kita. Terima saja apa yang sudah menjadi ketentuan. D akhir tulisan ini, saya ingin berpesan, pilihlah Travel Insurance yang sedikit benar. Untuk kasus saya dan teman teman yang delay parah ini, saya memakai AX* Insurance. Teman saya 1 orang memakai A*G. Dengan kasus yang sama, kompensasi yang diterima A*G jauh lebih besar dibanding AX*. So, im not happy with AX* and now change my travel insurance to A*G.



























