Menahan Arus Narsisme Kontemporer di Tengah Urban Modern
Menahan Arus Narsisme Kontemporer di Tengah Urban Modern Hal paling lugu dan lucu sekaligus menyedihkan dalam era digital ini adalah melihat fenomena narsisme yang tumbuh subur di ruang sosial, baik fisik maupun digital. Fenomena ini sering kali bertumpu pada hal-hal yang dangkal: sedikit kemampuan, lingkungan pertemanan, tempat nongkrong, bahkan gaya berpakaian. Dari sudut pandang sosiologis, gejala ini dapat dipahami sebagai bentuk respons terhadap tekanan sosial dalam masyarakat konsumtif modern. Anthony Giddens, misalnya, menyatakan bahwa di era modern, identitas diri bukan lagi sesuatu yang melekat dan terbentuk secara organik, tetapi sebuah proyek refleksif yang terus-menerus dibentuk dan dipertontonkan, utamanya melalui pilihan gaya hidup dan citra yang dipoles media sosial. Narsisme, dalam konteks ini, bukan sekadar kekaguman pada diri, tetapi strategi untuk mendapatkan validasi sosial lewat estetika dan simbol status. Tentu saja saya tidak menempatkan diri di luar fenomena ini...






.jpg)


