Cara Mencari Jurnal Terindeks Scopus: Panduan Lengkap 2024
Scopus adalah salah satu database abstrak dan sitasi terbesar di dunia untuk literatur ilmiah. Dikelola oleh Elsevier, Scopus mengindeks ribuan jurnal peer-review di berbagai disiplin ilmu, termasuk sains, teknologi, kedokteran, ilmu sosial, dan humaniora. Jurnal yang terindeks Scopus dianggap kredibel dan berkualitas tinggi karena telah melalui proses seleksi yang ketat.
Mengapa penting mencari jurnal terindeks Scopus? Bagi peneliti, publikasi di jurnal Scopus meningkatkan visibilitas penelitian, memperluas jangkauan pembaca, dan meningkatkan sitasi. Hal ini berdampak positif pada reputasi akademik dan karir peneliti. Bagi institusi, memiliki publikasi di jurnal Scopus meningkatkan peringkat universitas dan memperkuat citra penelitian. Bagi pendana penelitian, publikasi di jurnal Scopus menunjukkan bahwa penelitian yang didanai menghasilkan dampak yang signifikan.
Singkatnya, publikasi di jurnal terindeks Scopus merupakan indikator kualitas penelitian dan memberikan banyak manfaat bagi peneliti, institusi, dan pendana.
Scopus menerapkan kriteria ketat dalam memilih jurnal untuk diindeks. Kriteria ini mencakup aspek kualitas konten, kebijakan editorial, dan praktik penerbitan. Beberapa kriteria penting meliputi:
- Tinjauan Sejawat: Jurnal harus menggunakan proses peer-review yang ketat untuk memastikan kualitas dan validitas penelitian. Proses ini melibatkan peninjauan artikel oleh ahli di bidang yang sama sebelum diterima untuk publikasi.
- Originalitas: Jurnal harus mempublikasikan penelitian asli dan inovatif yang memberikan kontribusi baru bagi pengetahuan.
- Relevansi: Jurnal harus relevan dengan bidang yang dicakup dan menarik bagi komunitas ilmiah yang relevan.
- Keterbacaan: Jurnal harus menerbitkan artikel yang ditulis dengan jelas, ringkas, dan mudah dipahami oleh pembaca.
- Kebijakan Etika: Jurnal harus memiliki kebijakan etika yang jelas dan ditegakkan secara konsisten, termasuk kebijakan tentang plagiarisme, fabrikasi data, dan konflik kepentingan.
- Diversitas Geografis: Scopus berusaha untuk mencakup jurnal dari berbagai negara dan wilayah untuk memastikan representasi global penelitian.
- Sitasi: Jurnal yang sering dikutip oleh jurnal lain cenderung dianggap lebih berpengaruh dan berkualitas tinggi.
- Kepatuhan Terhadap Standar Penerbitan: Jurnal harus mematuhi standar penerbitan yang berlaku, termasuk penggunaan DOI (Digital Object Identifier) untuk setiap artikel dan penyediaan metadata yang lengkap dan akurat.
- Kontinuitas Publikasi: Jurnal harus memiliki catatan publikasi yang konsisten dan teratur. Jurnal yang baru didirikan atau memiliki sejarah publikasi yang tidak stabil mungkin tidak memenuhi syarat untuk diindeks oleh Scopus.
- Kualitas Website: Website jurnal harus profesional, mudah dinavigasi, dan menyediakan informasi yang lengkap tentang jurnal, termasuk ruang lingkup, kebijakan editorial, dan instruksi untuk penulis.
Ada beberapa cara untuk mencari jurnal terindeks Scopus. Berikut adalah panduan langkah demi langkah menggunakan berbagai metode:
1. Menggunakan Website Scopus:
- Akses Website Scopus: Buka website resmi Scopus di https://www.scopus.com/. Anda mungkin memerlukan langganan atau akses melalui institusi Anda.
- Pilih Opsi “Sources”: Di bagian atas halaman, klik opsi “Sources”.
- Pencarian Berdasarkan Judul, Penerbit, atau ISSN: Anda dapat mencari jurnal berdasarkan judul jurnal, nama penerbit, atau ISSN (International Standard Serial Number).
- Filter Berdasarkan Bidang Ilmu: Gunakan filter “Subject Area” untuk mempersempit hasil pencarian berdasarkan bidang ilmu yang relevan dengan penelitian Anda.
- Filter Berdasarkan Tipe Sumber: Pastikan filter “Source Type” diatur ke “Journal” untuk hanya menampilkan jurnal.
- Review Hasil Pencarian: Scopus akan menampilkan daftar jurnal yang sesuai dengan kriteria pencarian Anda. Setiap entri jurnal akan menampilkan judul jurnal, penerbit, ISSN, bidang ilmu, dan metrik relevan lainnya.
- Periksa Detail Jurnal: Klik pada judul jurnal untuk melihat informasi lebih detail, termasuk ruang lingkup jurnal, kebijakan editorial, dan metrik kinerja (seperti CiteScore).
- Pastikan Status “Active”: Pastikan status jurnal adalah “Active”. Jurnal yang statusnya “Inactive” berarti tidak lagi diindeks oleh Scopus.
2. Menggunakan Scopus Source List (Excel):
- Daftar Sumber Unduh Scopus: Elsevier menyediakan daftar lengkap jurnal yang diindeks Scopus dalam format Excel. Anda dapat mengunduhnya dari website Scopus atau melalui sumber daya perpustakaan universitas Anda.
- Buka File Excel: Buka file Excel yang telah diunduh.
- Filter dan Urutkan: Gunakan fitur filter dan urutkan di Excel untuk menemukan jurnal yang relevan dengan bidang ilmu Anda. Anda dapat memfilter berdasarkan bidang ilmu, penerbit, atau ISSN.
- Cari Judul Jurnal: Gunakan fitur pencarian (Ctrl+F) untuk mencari judul jurnal tertentu.
- Periksa Kolom “Coverage”: Kolom “Coverage” menunjukkan rentang tahun publikasi yang dicakup oleh Scopus untuk jurnal tersebut.
- Verifikasi Status di Website Scopus: Setelah menemukan jurnal yang relevan, verifikasi statusnya di website Scopus untuk memastikan bahwa jurnal tersebut masih aktif diindeks.
3. Menggunakan Tools Pihak Ketiga:
- Beberapa tools pihak ketiga menawarkan fitur untuk mencari jurnal terindeks Scopus. Namun, berhati-hatilah dalam menggunakan tools ini dan selalu verifikasi informasi yang diberikan dengan website Scopus resmi.
Tips Tambahan:
- Gunakan Kata Kunci yang Relevan: Saat mencari jurnal, gunakan kata kunci yang spesifik dan relevan dengan bidang ilmu Anda.
- Periksa Ruang Lingkup Jurnal: Pastikan bahwa ruang lingkup jurnal sesuai dengan topik penelitian Anda.
- Perhatikan Metrik Jurnal: Gunakan metrik jurnal (seperti CiteScore) sebagai indikator kualitas dan pengaruh jurnal.
- Baca Instruksi untuk Penulis: Sebelum mengirimkan artikel, baca dengan seksama instruksi untuk penulis yang disediakan oleh jurnal.
Meskipun sebuah jurnal terdaftar dalam daftar Scopus, penting untuk memverifikasi status indeksasinya secara berkala. Status indeksasi jurnal dapat berubah karena berbagai alasan, seperti perubahan kebijakan editorial, masalah kualitas, atau penggabungan dengan jurnal lain.
Berikut adalah cara memverifikasi status indeksasi jurnal di Scopus:
- Kunjungi Website Scopus: Buka website resmi Scopus di https://www.scopus.com/.
- Cari Jurnal: Cari jurnal yang ingin Anda verifikasi menggunakan judul jurnal, penerbit, atau ISSN.
- Periksa Status: Di halaman detail jurnal, periksa statusnya. Status “Active” berarti jurnal tersebut saat ini diindeks oleh Scopus. Status “Inactive” berarti jurnal tersebut tidak lagi diindeks.
- Periksa Rentang Tahun Cakupan: Periksa rentang tahun cakupan (coverage years) untuk memastikan bahwa artikel Anda akan termasuk dalam cakupan Scopus jika diterbitkan.
- Hubungi Scopus Support: Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang status indeksasi jurnal, Anda dapat menghubungi Scopus support untuk mendapatkan klarifikasi.
Memilih jurnal yang tepat untuk publikasi adalah langkah penting untuk meningkatkan visibilitas dan dampak penelitian Anda. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda memilih jurnal yang tepat:
- Pertimbangkan Ruang Lingkup Jurnal: Pastikan bahwa ruang lingkup jurnal sesuai dengan topik penelitian Anda. Baca deskripsi ruang lingkup jurnal dengan seksama untuk memastikan bahwa artikel Anda relevan.
- Perhatikan Target Audiens: Pertimbangkan siapa target audiens penelitian Anda. Pilih jurnal yang dibaca oleh peneliti dan praktisi yang relevan dengan bidang Anda.
- Evaluasi Metrik Jurnal: Gunakan metrik jurnal (seperti CiteScore) sebagai indikator kualitas dan pengaruh jurnal. Namun, jangan hanya bergantung pada metrik. Pertimbangkan juga faktor-faktor lain, seperti reputasi jurnal dan kualitas artikel yang diterbitkan.
- Baca Artikel yang Diterbitkan: Baca beberapa artikel yang diterbitkan di jurnal tersebut untuk mendapatkan gambaran tentang gaya penulisan, kualitas penelitian, dan proses peer-review.
- Periksa Waktu Publikasi: Pertimbangkan waktu publikasi jurnal. Beberapa jurnal memiliki waktu publikasi yang lebih cepat daripada yang lain.
- Perhatikan Biaya Publikasi: Beberapa jurnal mengenakan biaya publikasi (Article Processing Charges atau APC). Pastikan Anda memahami biaya publikasi sebelum mengirimkan artikel.
- Konsultasikan dengan Kolega: Mintalah saran dari kolega atau mentor yang berpengalaman dalam menerbitkan penelitian.
- Periksa Kebijakan Etika Jurnal: Pastikan bahwa jurnal memiliki kebijakan etika yang jelas dan ditegakkan secara konsisten.
- Hindari Jurnal Predatory: W

