Arsip Bulanan: April 2007

Surat dari Iblis

Bila Lae Jarar dapat kutipan surat dari seorang PNS, aku malah mendapat hal sejenis, tapi yang ini dari Iblis. Tidak usah diselidiki bagaimana keotentikan surat ini. Toh, Anda bilang jangan lihat siapa yang mengirim, tapi lihatlah apa kirimannya. Surat ini sama sekali tidak mengalami proses penyuntingan. Iblis ternyata tidak seperti yang kita bayangkan. Bahasa mereka jauh lebih sopan dari manusia kebanyakan, meski sedang geram-geramnya.

selanjutnya…

No Importa La Distancia*)

Aku bahkan sempat ragu, benarkah bisa kucintai dia yang sama sekali belum pernah kutemui… Tidakkah ini akan jadi bahan tertawaan, bagi orang-orang “rasional” itu?

Tapi memang rasa itu, saat itu, sungguh penuh seluruh, utuh seperti bisa kucium itu bau tubuh. Sehabis membaca email, chatting, sms, apalagi telepon, seperti ada kerinduan yang terobati, walau pada saat yang sama kerinduan baru mulai membentuk diri. Persis seperti perpisahan sejoli di pagi hari, sehabis bercinta sepanjang malam tadi.

selanjutnya…

Jangan Sampai Setan Mati

Sepanjang jalan dia menari.

Mulutnya melontarkan puja-puji, menembus langit, melesat, seakan mengejar tempat di mana Tuhan bertahta.

Cinta dan kerinduan kepada Tuhan memenuhi segenap rongga di tubuhnya, mengisi setiap ruang di hatinya. Maklum, ia seorang pemuka agama yang sangat militan dalam membimbing umat atau jemaatnya (biar jangan merujuk pada agama tertentu).

selanjutnya…

Finding A ‘Virgin’ Man (An Unequal Word)

In my other blog, once I wrote about how unequal is world for women. Too much facts… See the contrasts below.

When a man home lately at night, he will praised as a hard working people, but a woman will be suspected as a bitchy one.

If a man chit-chat with each other in office, well, they’re doing a high level discussion, but women are just gossiping…

selanjutnya…

Tuhan Saja Santai di Atas Sana

Januari 624.

Peluh belum sepenuhnya kering. Bau amis darah masih mengepung angkasa. Sebuah perang dahsyat baru saja dimenangi, sebuah titik balik kemenangan kaum muslimin.

Raja’naa minal jihadil ashgar ilaa jihadil akbar…(Kita baru saja kembali dari jihad kecil-kecilan, dan akan menghadapi jihad yang terbesar),” kata Muhammad SAW.

selanjutnya…

Nak, Perbedaan Kelas Itu Memang Ada

Alkisah, ada seorang pemuda miskin bernama Yogi Prasetyo, berasal dari Purwokerto, Jawa Tengah. Keluarganya hanyalah keluarga sederhana, kalau tidak bisa disebut miskin.

Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit di desanya. Karena kegigihannya, Yogi berhasil kuliah di FE UGM walaupun dengan biaya seadanya. Semasa semester 4 di kampus, Yogi jatuh hati pada seorang gadis bernama Ayu Wulaningrum, juga sama-sama kuliah di fakultas yang sama.

selanjutnya…

Tele, Relativitas, dan Ketiadaan…

Danau Toba, siapa nggak kenal. Tp sedikit yang tahu, ada titik tempat memandang danau terluas di Asia Tenggara ini, yang bisa menjadi terapi penghilang kesombongan.

Namanya Tele, sebuah kampung berjarak sekitar 210 km dari Medan, melalui jalur Kabanjahe-Sidikalang yang dapat ditempuh dalam waktu 4,5 jam, atau tak sampe 4 jam, kalau saya naik motor waktu masih punya nyali….

selanjutnya…

Cinta, Kerumitan yang Sederhana

rose.jpg aku tidak mencintaimu,

tetapi mencintai diriku sendiri

di dalam dirimu” — syair arab klasik.

cinta sudah memberi energi yg tak habis-habisnya kepada manusia, untuk selalu bicara tentangnya… sedemikian luasnya, sehingga tidak saja ia dikaji dengan pendekatan psikologis (bidang ilmu yang semestinya paling “berwenang” membahas itu), tetapi juga sastra, agama, sosial, metafisika, bahkan biologi dan kimia. misalnya, mencari tahu, apa sih yang terjadi pada tubuh seseorang ketika ia diserbu cinta, atau reaksi kimia macam apa yang terjadi di otak si “korban” cinta…

Baca lebih lanjut

Kau Kubohongi Karena Kucintai

seberapa jauh kita diizinkan cinta untuk berdusta? berapa kali kita bisa menggunakan perisai kebohongan, demi menjaga sebuah hati dari luka?

jawabku; sejauh-jauhnya, sesering-seringnya…

kejamnya hidup, pahitnya kenyataan, hitamnya langit nasib, harus ditutupi sekuat tenaga… karena tugas cinta adalah menghadirkan keindahan-keindahan… (kalau menyuguhkan kenyataan, siapapun bisa: koran, majalah, televisi, tukang pos, penagih kartu kredit, bahkan musuh-musuh kita paling gemar menyampaikannya….)

Baca lebih lanjut

Bencana Adalah Cermin

Mungkin negeri ini demikian “indahnya” sehingga bencana pun gemar betul singgah ke mari. Ibarat nemu tempat liburan yang asyik, kita bakal janji untuk datang dan datang lagi di kali lain.

Nyawa pun menjadi hanya sederet angka. 10, 100, 1.000, 10.000… busyet dah!

Atau memang kita yang selama ini memberi harga yang terlalu tinggi buat sebuah nyawa? Nilai yang terlalu besar buat sebuah kehidupan? Padahal semua itu emang ngga ada apa-apanya…

Baca lebih lanjut