Arsip Bulanan: Oktober 2007
Maaf, Pablo, Ku(b)ajak Kau Meyakinkannya
Kata-kata yang Memesona
Jangan Ditunggu, Dia tak akan Pernah Datang
Hati-hati Jatuh Cinta di Dunia Maya
Malaysia Memang Berhak Sombong
Ini Kali, Aku Benar-benar Menunggumu
Aku Menyayangimu, karena Aku Penyayang Binatang!
To Parelthon Thimithika
Oleh-oleh Mudik: Tentukan Sendiri, Seberapa Beruntungnya Kau dalam Kehidupan
Mudik yang Melelahkan, Sia-siakah?
Buat Lae Juntak, dan Komentator ‘Fundamentalis’ Lainnya
Mohon maaf Lae Juntak, komen Lae saya potong. Berapa kali harus kubilang, blog ini kubuat untuk mengedepankan perdamaian, saling penghargaan, biar kita bisa hidup manis dalam perbedaan.
Aku pun tak Ingin Kau Menari Sendiri di Bawah Hujan
Dia seperti main petak umpet beberapa hari belakangan. Muncul diam-diam di kegelapan, kemudian meninggalkan jejak di rerumputan.
Mengapa Aku Butuh Jarak untuk Mencintaimu…
Kau pernah bayangkan, andai bulan hanya muncul sekali dalam seratus tahun, betapa kita akan memandangnya dengan penuh takjub dan kekaguman. Tapi dia menyapa hampir di setiap malam. Kita lupa, dia selalu berjaga, saat kau larut dalam lelapmu, saat aku menulis surat ini, digoda sunyi pada detak parau jam di dinding.
Patah Hati? Ah, Cinta Itu kan Lucu!
Di blog seleblog yang mana daripada yang mana aku adalah salah satu fansnya itu, aku bersabda berkomentar: “Maka sesungguhnya hati yang patah dan retak itu adalah karena mereka terlalu kaku dan keras. Ketahuilah, sesuatu yang lentur dan lembut itu tak akan terpatahkan, tak akan terkalahkan”.
Dengan cerdas sabda komen itu dibalas dengan titah: “Maka barangsiapa yang tidak kaku dan keras, tidak akan ada keasyikan sejati (yang bisa didapat) darinya.” Baca lebih lanjut