Sebenernya, rada males juga nulis topik ginian. Niatnya, menghembuskan napas perdamaian, eh, hasilnya tetep aja semburan kemarahan, percik kebencian, dan akhirnya, bara api permusuhan.
Mengapa perdebatan agama selalu saja terasa seru? Karena semua agama, sekali lagi semua agama, memang punya celah untuk diserang. Kisah di kitab suci misalnya, khususnya yang sudah saya baca; Al-Qur’an dan Bibel (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ada yang tak logis.
Menangkis serangan terhadap ketidaklogisan itu, kata yang paling ampuh tentu saja seperti “Kalau Tuhan sudah berkehendak, apa yang tak bisa?” atau “Agama kok dikaji dengan akal, dengan hati dong kalau tidak mau sesat!”
Lha, kalau sudah bicara model begituan, yang memang ngga usah berdebat: end of discussion dong! Baca lebih lanjut
Never say never again. Sebisa mungkin hindari bersumpah, karena kau mungkin akan terpaksa melanggarnya. Jangan pernah meludah di depan orang ramai, sebab bisa saja kau tak punya pilihan lain, kecuali menjilatnya kembali, juga di depan orang ramai.