Ponsel Anda berdering. Ada sms masuk di Inbox. Pengirimnya seseorang yang Anda kenal. Pas dibuka, eh, isinya kosong. Reaksi Anda? Mungkin kesel, trus ngirim reply semacam, “Apaan sih?”, atau setidaknya membalas dengan sms kosong juga.
Sms kosong kerap dijadikan orang sebagai alat pendeteksi, kapan nomor yang dikirimi sms itu aktif, yang segera diketahui melalui laporan pengiriman atau delivery report. Langkah yang lebih cerdas, ketimbang harus menghubungi tiap lima menit, hanya untuk mendengar jawaban yang sama, “Nomor yang Anda tuju masih selingkuh, mohon sabar menunggu giliran, beberapa menit lagi“.
Terus bagaimana pula, bila orang yang sama mengirimi Anda sms kosong berkali-kali, atau 3 kali sehari, kayak makan antibiotik? Sementara Anda sendiri tipikal orang yang mengaktifkan ponsel 24 jam, seperti SPBU di Jalur Pantura, jadi ngga perlu dideteksi segala. Baca lebih lanjut
Seiring bergegasnya waktu, dan usia yang terus menjejalkan diri ke tubuh kita, menjadi makin paham akan kemampuan dan keterbatasan diri, kita mengerti bahwa upaya untuk mengerti itu tak pernah berhenti.