Politeknik Negeri Jember (POLIJE) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri vokasi di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi, POLIJE menempatkan pembelajaran berbasis praktik sebagai ciri utama, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga terbiasa menerapkan pengetahuan tersebut dalam kegiatan kerja nyata. Orientasi ini sejalan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang menuntut lulusan siap kerja, adaptif, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tuntutan kompetensi di lapangan. POLIJE hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut melalui pendidikan terapan, riset terapan, serta pengabdian kepada masyarakat yang berbasis penerapan ilmu dan teknologi.
Dalam perjalanan kelembagaannya, POLIJE bermula dari pengembangan pendidikan politeknik pertanian yang didorong pemerintah sejak awal dekade 1980-an. Seiring berkembangnya gagasan pembentukan politeknik pertanian di beberapa wilayah, Jember menjadi salah satu lokasi yang dipilih untuk pengembangan institusi pendidikan vokasi bidang pertanian. Pada fase awal, POLIJE dikenal dan berkembang sebagai Politeknik Pertanian yang berada di lingkungan Universitas Jember. Seiring waktu, institusi ini kemudian berkembang dan dikenal sebagai Politeknik Negeri Jember dengan ruang lingkup yang makin luas dan layanan pendidikan vokasi yang terus diperkuat. Jejak sejarah tersebut menunjukkan bahwa POLIJE dibangun di atas kebutuhan penguatan pendidikan terapan yang dekat dengan konteks daerah dan potensi lokal, sekaligus tetap diarahkan pada standar kompetensi yang relevan secara nasional.
Arah pengembangan POLIJE tercermin pada visi institusi, yaitu “Menjadi Politeknik Unggul di Asia Tahun 2035”. Visi ini bukan sekadar pernyataan ambisi, melainkan penegasan orientasi lembaga untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, riset terapan, serta tata kelola sehingga mampu bersaing pada level regional. Untuk mewujudkannya, POLIJE menetapkan misi yang menekankan penyelenggaraan pendidikan vokasi yang inklusif dan berkualitas, penguatan penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat serta kewirausahaan yang inovatif, dan pengelolaan institusi melalui tata kelola yang baik berbasis teknologi informasi. Dalam kerangka tersebut, POLIJE tidak hanya berperan sebagai penyelenggara pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan inovasi terapan dan mitra strategis masyarakat maupun industri.
Sebagai perguruan tinggi, POLIJE menjalankan tugas utamanya melalui pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan karakter vokasi yang kuat. Pada aspek pendidikan, pendekatan pembelajaran lebih menekankan praktik laboratorium, bengkel, dan kegiatan berbasis proyek sehingga keterampilan mahasiswa terbentuk melalui pengalaman langsung. Model pembelajaran ini memperkuat kepercayaan diri mahasiswa dalam mengoperasikan peralatan, menerapkan prosedur kerja, memecahkan masalah, serta bekerja dalam tim. Selain itu, pembelajaran vokasi umumnya terintegrasi dengan kegiatan praktik kerja lapang (PKL) atau magang sebagai sarana pembiasaan budaya kerja dan penguatan kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Dalam aspek penelitian, POLIJE mendorong penelitian terapan yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan nyata. Penelitian terapan di perguruan tinggi vokasi biasanya menitikberatkan pada pengembangan teknologi tepat guna, peningkatan efisiensi proses produksi, pengolahan hasil, inovasi produk, hingga desain sistem kerja yang lebih efektif. Dengan karakter tersebut, penelitian di POLIJE diarahkan agar memberikan manfaat langsung bagi sektor yang menjadi mitra kampus, baik industri, pemerintah daerah, maupun masyarakat. Sementara itu, pada aspek pengabdian kepada masyarakat, POLIJE berperan sebagai institusi yang mentransfer pengetahuan terapan melalui pelatihan, pendampingan, atau penerapan teknologi yang relevan, sehingga masyarakat memperoleh solusi konkret dan berkelanjutan.
Struktur organisasi POLIJE sebagai institusi negeri pada umumnya dipimpin oleh Direktur dan didukung oleh para Wakil Direktur sesuai bidang. Dalam penyelenggaraan akademik terdapat unsur jurusan dan program studi yang menjalankan proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa, sedangkan unsur administrasi dan penunjang memastikan layanan akademik berjalan efektif. Selain itu, terdapat Senat Politeknik sebagai unsur pertimbangan dan penguatan tata kelola akademik. Struktur ini memungkinkan pengelolaan institusi berjalan terarah: kebijakan dirumuskan dan diawasi, pelaksanaan akademik dilakukan oleh unit-unit terkait, sementara layanan penunjang mendukung kebutuhan mahasiswa dan dosen.
Salah satu karakter penting pendidikan vokasi di POLIJE adalah keberadaan Teaching Factory (TEFA). TEFA merupakan konsep pembelajaran yang membawa suasana industri ke dalam kampus melalui unit produksi atau jasa yang dikelola untuk kegiatan belajar. Dengan TEFA, mahasiswa belajar dalam konteks kerja nyata: ada target mutu, efisiensi proses, standar operasional, serta tuntutan layanan yang harus dipenuhi. POLIJE mengembangkan berbagai unit TEFA, antara lain TEFA Ice Cube, TEFA Coffee Processing, TEFA Pengalengan Ikan, TEFA Milk Production, Smart Greenhouse (TEFA), TEFA Feedlot, TEFA Nursery & Bunga Potong, serta TEFA Bakery & Coffee. Melalui unit-unit tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman mulai dari perencanaan produksi, proses pengolahan, pengendalian mutu, hingga praktik layanan dan manajemen operasional. Keunggulan TEFA tidak hanya pada keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan soft skills seperti tanggung jawab, disiplin, komunikasi, dan orientasi pada kualitas.
Selain TEFA, POLIJE juga memiliki fasilitas pendukung pembelajaran seperti perpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Perpustakaan berperan dalam menyediakan referensi akademik yang memperkaya wawasan mahasiswa, mendukung penyusunan tugas, serta meningkatkan literasi ilmiah. Di sisi lain, fasilitas seperti Smart Greenhouse berfungsi sebagai sarana praktik budidaya dan penerapan teknologi, khususnya pada bidang yang terkait dengan pertanian dan pengelolaan sistem produksi modern. Fasilitas-fasilitas ini menegaskan bahwa pembelajaran di POLIJE dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terbiasa bekerja menggunakan sarana yang relevan dengan kebutuhan kompetensi.
Mutu institusi dan program studi menjadi bagian penting dalam reputasi perguruan tinggi. Pada level institusi, POLIJE tercatat memperoleh akreditasi “B” dari BAN-PT, dan riwayat akreditasi institusi dipublikasikan pada kanal resmi terkait akreditasi. Selain itu, berbagai program studi juga mengikuti proses akreditasi sesuai ketentuan dan lembaga akreditasi yang relevan, termasuk BAN-PT maupun lembaga akreditasi mandiri (LAM) sesuai rumpun keilmuan. Upaya pemenuhan standar ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjaga kualitas layanan pendidikan dan tata kelola. Di sisi prestasi, POLIJE juga mempublikasikan berbagai capaian mahasiswa dan institusi dalam kompetisi. Contohnya, publikasi terkait capaian mahasiswa di PIMNAS 2025 dan capaian institusi seperti Juara Umum OAV 2025 menunjukkan adanya budaya kompetitif dan dukungan pembinaan prestasi yang berjalan di lingkungan kampus.
Dalam kehidupan kampus, kegiatan kemahasiswaan turut memainkan peran penting. Selain kegiatan akademik yang padat praktik, mahasiswa umumnya difasilitasi untuk mengembangkan diri melalui organisasi kemahasiswaan, unit kegiatan mahasiswa, kegiatan kewirausahaan, serta berbagai kompetisi. Kegiatan-kegiatan ini menjadi wadah untuk melatih kepemimpinan, komunikasi, kerja tim, dan manajemen program, yang semuanya dibutuhkan saat memasuki dunia kerja. Bagi perguruan tinggi vokasi, penguatan soft skills merupakan pasangan yang tidak terpisahkan dari penguatan keterampilan teknis, karena lulusan dituntut mampu bekerja efektif di lingkungan profesional.
Secara umum, tujuan POLIJE dapat dipahami sebagai upaya menghasilkan lulusan vokasi yang kompeten, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pasar kerja. Selain itu, POLIJE juga bertujuan menghasilkan riset terapan yang bermanfaat dan meningkatkan kontribusi pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu dan teknologi. Di tingkat institusi, tujuan tersebut didukung oleh penguatan tata kelola berbasis teknologi informasi dan perluasan jejaring kerja sama, sehingga proses pendidikan dan pengembangan institusi berjalan selaras dengan standar mutu dan kebutuhan pemangku kepentingan.
Dengan visi menjadi politeknik unggul di Asia pada 2035, POLIJE menghadapi tantangan sekaligus peluang besar. Tantangan datang dari perubahan teknologi yang cepat, kebutuhan kompetensi baru, serta persaingan pendidikan tinggi yang makin terbuka. Namun, peluang juga sangat besar karena kebutuhan tenaga terampil dan inovator terapan terus meningkat. Dalam konteks ini, fokus POLIJE pada pendidikan vokasi, penguatan teaching factory, pembelajaran berbasis praktik, serta kolaborasi dengan industri dan masyarakat merupakan modal penting untuk menjaga relevansi dan meningkatkan daya saing. Ketika institusi mampu terus meningkatkan mutu program studi, memperluas kerja sama, menguatkan riset terapan, serta membangun budaya prestasi, maka POLIJE akan semakin berperan sebagai pusat pengembangan SDM terampil sekaligus mitra strategis pembangunan, baik untuk wilayah Jember dan Jawa Timur, maupun untuk kontribusi yang lebih luas di tingkat nasional dan regional.
