Dahulu saya punya pemahaman bahwa orang-orang yang terkenal itu kaya. Setidaknya tidak miskin. Lama kelamaan saya mulai melihat bahwa yang terjadi justru sebaliknya. Banyak orang yang terkenal tapi sebetulnya malah miskin.

Permisnya begini. Banyak orang yang ingin terkenal karena nanti kalau sudah terkenal, keterkenalan itu dapat digunakan untuk bisnis. Untuk mendapatkan leads. Atau langsung dapat duit. Mungkin ini ada yang benar, tetapi pada kenyataannya banyak yang tidak terbukti. Alasannya adalah untuk menjadi terkenal, dibutuhkan modal. Ini kita bicara bukan untuk yang bayar iklan atau mempromosikan lho. Itu sih sudah pasti keluar uang untuk promosi kita. Untuk sekedar datang ke acara dimana kita menjadi pembicara itu membutuhkan biaya; untuk transportasi dan akomodasi. Belum lagi waktu kita yang hilang untuk memenuhi acara tersebut. Ada lost of opportunities. Pernah saya diminta untuk ke sebuah acara TV dan ternyata ongkos transportasi saya yang nanggung. Ha ha ha. Dikira saya dapat honor, tetapi ternyata tidak. Tekor.
Saya kenal banyak orang yang tidak terkenal tetapi secara keuangan justru malah melimpah secara finansial. Mereka tidak tertarik untuk muncul di depan lampu sorot. Spotlight. Soalnya nanti kalau terkenal justru malah banyak yang “minta bantuan” ini dan itu. Benar juga. Mereka hidup sederhana. Modest. Okelah, di atas sederhana sih, tetapi tidak menonjol seperti kebanyakan selebriti atau celebrity-wannabe.
Ada masanya – ketika saya masih muda dulu, uhuk – saya muncul di berbagai acara. Menjadi pembicara di sana sini. Bukan karena ingin terkenal, tetapi karena memang sedang dicari saja. Kalau sekarang, saya lebih senang menjauh dari lampu sorot. Biasanya kalau ada yang meminta saya menjadi pembicara atau tokoh, saya arahkan ke orang lain saja (yang lebih muda yang mungkin lebih membutuhkan spotlight tersebut – eh jangan-jangan ini malah mendorong mereka ke sungai ya? ha ha ha. maaf).
Kalau dari sisi bisnis, cashflow itu lebih penting dari ketenaran. Iya secara teori ketenaran itu bisa menghasilkan cuan. Meningkatkan cashflow. Tapi, lagi-lagi ini seringkali masih teori. Bukan kenyataan. Jadi kalau saya sarankan, perhatikan cashflow. Harus balanced antara muncul di publik dan kesehatan keuangan. Kalau lagi seret, fokus di menjalankan bisnis dulu daripada populer.