Judul: Katabasis
Penulis: R. F. Kuang
Penerbit: HARPER Voyager (cetakan I, 2025)
Halaman: 560
ISBN: 978-0-06-345524-5
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was awesome
Alice Law tidak sengaja membunuh profesornya, Jacob Grimes, seorang penyihir analytick paling berpengaruh di Inggris. Ia sebagai seorang mahasiswi pascasarjana sangat membutuhkan rekomendasi dari Profesor Grimes jika ia ingin bertahan di dunia akademi sihir. Namun, rekomendasi itu tidak akan ia dapatkan jika Grimes mati. Oleh karena itulah, apapun akan ia lakukan, sekalipun ia harus pergi ke neraka dan membawa Grimes kembali ke dunia. Ia paham risikonya. Setengah dari sisa umurnya sudah ia relakan demi bisa membuka pintu gerbang neraka.
Rencananya diketahui oleh saingan utamanya di kampus, yaitu Peter Murdoch. Alice, yang begitu ingin membuktikan sebagai yang terbaik di dalam segala hal, menemukan rivalitas di dalam diri Peter. Ketika Peter yang tampan, jenius, dan kaya menawarkan diri untuk ikut ke neraka menemani Alice, apa sebenarnya yang menjadi motif Peter? Namun, tidak ada waktu untuk berdebat dan mempertanyakan motif Peter. Waktu terus bergerak. Semakin lama mereka menunda merapal mantra untuk membuka gerbang sihir maka akan semakin sulit untuk menemukan Grimes. Karena Grimes bisa saja terus berjalan dan memutuskan untuk moving on.
“Christ,” said Peter. “Hell is a campus.” (hal. 77)
Neraka di dunia Katabasis adalah kampus, dengan tingkatan tujuh dosa besar– yang terinspirasi dari Dante Alighieri, yaitu pride, desire, greed, wrath, violence, cruelty, dan tyranny–dan ditambah The Eight Court. Alice dan Peter melihat roh-roh (mereka menyebutnya sebagai shades) yang merupakan mahasiswa, dosen, dan akademisi lain. Mereka terjebak di dalam neraka karena sombong dengan ilmu yang dimiliki, marah dengan pembimbing yang kejam, mengkhianati mahasiswa bimbingannya sendiri, dan lain-lain. Alice dan Peter terus mencari Grimes. Kira-kira di neraka tingkat bagian apa Grimes harus menebus dosanya?
Ternyata mencari roh di neraka jauh lebih sulit dari yang Alice dan Peter bayangkan. Mereka tidak punya buku panduan tur neraka yang bisa mengarahkan mereka. Tidak pula memiliki kenalan warga lokal yang mau berbaik hati mengantarkan. Sepanjang pengembaraan, mereka menemui banyak rintangan dan ancaman. Semua itu membuat saya bertanya-tanya apakah sebuah surat rekomendasi dari profesor yang jahat dan perisak sangat layak untuk didapatkan dengan pengorbanan semua ini?
Lanjutkan membaca “#163 – Katabasis”