Pernah melihat sesuatu yang bikin amazed sampai jantung berhenti
beberapa detik karena ‘saking’ amazed nya
kita?
Buat gw, heart skips a beat yang pertama gw harus kasih buat Eiffel tower. Tau kan gimana semua
orang mengelu-elukan gimana cantiknya menara di kota Paris ini…hehe. Buat gw,
pergi ke Paris buat liat menara Eiffel adalah salah satu impian yang nggak
nyangka bener-bener bisa terwujud. Waktu gw dan temen-temen gw jalan, terus
temen gw bilang “WOW! Its Eiffel!” my heart skip a beat, literary . Menara
setinggi…. Ini begitu indah menjulang menjadi jantung kota. Waktu itu gw ke
atas menara karena..well. Naik ke atas sana antre sepanjang tahun dan gw nggak
punya sepanjang tahun. Lol. Dan oh, semua film tentang Paris muncul di kepala
.. Eiffel I’m in Love, Paris Je’taime, Taken , Rush Hour 3,
Rattatouile, Midnight in Paris, bahkan! Hunchback of Notredame! Semua
pemandangan dan ingatan tentang Eiffel begitu indah sampai teman gw tanya, “ lu
ada megang besi menara nya?” doeennggg…
Tiga tahun setelah pertemuan gw dengan Eiffel yang
pertama, masih eh. Heart skip a beat. Gw kira gw akan biasa aja, tapi ternyata,
gw nggak bisa berhenti senyum dan teriak (dalam hati) “Eiffel! Je ‘taime!” Di kali yang ke dua ini gw bersyukur karena
datang dengan tour jadi bisa naek sampai tingkat 2 naik lift. Gw... akhirnya gw
pegang menaranya! Gw pegang menaranya! My heart.. definitely skip a beat. A lot
of beat.
Sedikit tentang Eiffel Tower: menara Eiffel ini tingginya 1,063 kaki
atau sekitar 324meter. Berdiri tinggi dan megah tepat di tengah kota Paris .
Dibangun untuk menyambut World’s Fair tahun 1889 sekaligus untuk merayakan
Revolusi Perancis dan mengukuhkan Perancis sebagai Negara superpower, Gustave
Eiffel yang memenangkan kontes untuk membuat ‘centrepiece’ dari pameran luar
biasa bergengsi di dunia ini. Gustave Eiffel tidak hanya mendesign nya tapi
juga mengawasi jalannya seluruh proyek, membiayai dengan dana probadi, dan juga
yang secara legal bertanggung jawab kalao proyek gagal. Awalnya menara ini
tidak ada fungsi lain kecuali untuk pajangan dan untuk menunjukan pada dunia
kalao Perancis punya wealth, knowledge dan semangat ‘bisa’ untuk membuat
sesuatu yang lebih tinggi dari apapun di dunia (saat itu).
Ternyata menara yang luar biasa cantik dan megah ini tidak memuaskan
semua orang loh, karena ada satu orang penulis namanya Guy de Maupassant
(1850-1893) penulis buku Boule de suif ( ball of fat) nggak suka banget
sampai-sampai ia makan secara rutin di Eiffel tower sana ‘simply’ supaya dia
nggak usah liat. Ckckck.. true kan kalao kita nggak bisa memuaskan semua orang.
Menara ini dibagi 3 lantai (masuknya): lantai 1 dengan ketinggian
187 kaki, lantai 2 dengan ketinggian 377 kaki dan lantai 3 di ketinggian 1,063
kaki. Untuk yang mau naik menara Eiffel ini, please take note kalau naik ke Eiffel
ini penuhh sepanjang tahun. Jadi kalao mau naik harus siapin waktu untuk antre.
Kali pertama gw kesana, gw dan temen-temen gw kita dikejar waktu yang super
sempit untuk mengunjungi semua tempat yang kita bisa kunjungi di Paris, jadi
kita memilih untuk nggak ngantre. Kali kedua karena gw ikut tur bareng
keluarga, tur guide yang udah atur semuanya jadi nggak usah antre lagi.
Akhirnya pada kali ke dua gw naik sampai lantai 3 itu dan bisa lihat kota Paris
dari ketinggian dan Paris, Je’t aime! Gw luar biasa suka Paris! Oh iya, area Eiffel
sana bahaya copet banget, jadi harus extra hati-hati.
Yang kedua adalah pantai Surfer Paradise, Gold Coast Australia.
Waktu gw kesana adalah bulan desember, udaranya seharusnya panas dan hangat
tapi waktu gw datang..tepat waktu bagus banget cuacanya. Nggak panas banget
tapi nggak ujan, nggak dingin tapi ada angin yang buat sejuk. Gw yang pergi
bareng ortu gw bener-bener nggak bisa tahan untuk buka sandal gw dan langsung
lari ke pantai pasir buat Cuma: tarik napas dalam-dalam, menghirup bau laut dan
bilang “Hi” ke lautan pasifik. Selama hampir 3 hari disana, gw nggak tahan
pengen mampir terus ke pantai Cuma untuk ngerasain lautan yang airnya sejuk dan
anginnya semilir-semilir. Adem dan tenang…. Banget. My heart skip a beat for
Pacific Ocean.
Tentang Surfer Paradise: daerah ini adalah suburban Kota Gold Coast
di bagian Queensland, Australia. Daerah ini selain terkenal karena pantainya
yang luas dan banyak dipakai orang surfing juga terkenal karena daerahnya
banyak berdiri gedung-gedung apartemen tinggi. Pantai ini rame banget terutama
waktu summer dengan segala aktivitas dan karnaval pantainya. Oh iya, di daerah Surfer Paradise ada sebuah restaurant thailand namanya Chiangmai Thai yang superrrrr enak! Honestly, disanalah gw pernah makan makanan thiland terenak sejauh ini dan sebagai pecinta makanan thailand.. gw sering nyoba makanan thailand di banyak tempat. Jadi kalau dapet kesempatan kesana, harus coba makan di award winning restaurant itu. Oh tapi.. please sedia budget lebih karena makan disana lumayan mahal dan 1 jenis makanan doang nggak akan cukup, duh! Laper deh.
Yang ketiga dan yang ini gw dapat privilege untuk dapat 2 kali
kesempatan kesana: Great wall nya China! Mao Zi Dong, chairman nya China pernah
bilang “If you
haven't been to the Great Wall, you aren't a real man," atau bahasa indo nya, “manusia belum bener-bener manusia kalau belum pernah ke great wall.”
Whoah! Apa kalao gitu gw jadi 2 kali manusia? Gimana dengan orang yang tinggal
dekat sana? Apa mereka sekian kuadratnya manusia? Ngawur tenan. Hehe. Great
wall ini dibangun mulai dari tahun 221SM, melintasi 21,196.18 kilometer, bermula dari Hushan di timur melalui Lianoning, Hebei, Beijing, Tianjin,
Shanxi, Inner Mongolia, Ningxia, Shaanxi, Gansu, dan Qinghai. How great is
that! Jaman itu, mereka nggak punya peralatan secanggih sekarang dan
tetap..ada! Sebetulnya Great Wall yang melewati Beijing ada beberapa section,
ini adalah 4 yang terkenal dan banyak dikunjungi (terutama orang Indonesia: Badaling
(八达岭),Mutianyu (慕田峪) , Juyongguan (据庸关), dan Simatai (司马台).
Sedikit perkenalan tentang 4 section tersebut; yang pertama Badaling
(八达岭) . Badaling adalah
yang paling terkenal baik di kalangan turis maupun penduduk local. Pemandangannya .. breathtaking banget (semua
orang bilang begitu). Badaling dibangun sekitar tahun 1505 (Dinasti Ming).
Terletak secara strategis dengan 19 menara pengawas untuk melindungi
Jugyonguan. Pada titik tertinggi, bagian serambi dibuat lebih besar untuk
membuat api yang besar sebagai sinyal peringatan. Pada jaman dahulu, satu api
dengan satu asap berarti ada 100 tentara musuh, dan dua api dengan dua asap
berarti 500 tentara musuh. Tiga api dengan tiga asap berarti 1,000 tentara
musuh sedang mendekat. Dengan system ini, tentara bukan hanya dapat
diperingatkan, mereka bisa bersiap-siap melawan para tentara musuh.
Mutianyu (慕田峪)adalah yang kedua popular juga dengan pemandangan yang luarrr biasa
indah. Juyongguan(据庸关) sebetulnya lebih
mirip dengan benteng militer daripada ‘dinding’, dulu dipakai sebagai pintu
gerbang untuk masuk Beijing. Simatai (司马台) adalah yang paling cocok untuk para petualang karena memanjatnya
sangat challenging. Dengan ketajaman sampai dengan 70derajat, kamu akan perlu
tangan yang kosong, sepatu yang nyaman dan kamera untuk mengabadikan moment
ini.
Yang gw kunjungi adalah Great
Wall Mutianyu dan di 2 musim, musim semi dan semi-musim gugur. Gw kasih tau,
2-2nya kasih gw pemandangan yang totally different. Man oh man… Jadi untuk naik
ke puncak, ada dua pilihan yaitu untuk naik cable car atau dengan jalan kaki. Gw
yang jarang olahraga tentu aja naik cable car. Di atas kita Cuma punya 2
pilihan.. turun balik (jalan kaki ) atau dengan lewatin semua jalur ini sampai
akhirnya pintu exit dan ada jalan balik (yang beda dengan jalan naik). Kali
pertama kesana, setelah dimanjakan oleh pemandangan musim semi yang luar
biasa.. adem sebagainya.. bunga yang baruuu aja mulai bermekaran.. gw yang sempet kagum selama 30 menit pertama
lalu lumayan capek sekitar 1 jam berikutnya dan 1 jam setelahnya.. setelah itu gw memilih jalan turun. Turun
tangga. Wiiiii… tangganya banyak cuy. Untungnya sambil ngobrol sama temen-temen
jadi nggak gitu terasa.
Kedua kali adalah di awal musim gugur. Pemandangan udah manjain mata
dengan pohon, rumput dan gunung yang menguning. Kali kedua, sekali lagi gw
pilih naik cable car. Bayangin aja.. baru naik udah kehabisan napas, gimana mau
survive di atas? ( gw bener-bener seriously perlu olahraga). Entah bagaimana.. kali kedua ini gw dan
temen-temen figure kalao kita ternyata kita punya 2 pilihan untuk turun: jalan
kaki atau dengan sliding di seluncuran (bayar extra). Ha! Seru abis dan malas
abis.. haha.
Keempat adalah Bali. Indonesia negara kita adalah
negara yang luar biasa terberkati. Kita punya banyak gunung, pantai, bermacam
fauna dan flora ada di negara kita. Bali.. yang luar biasa terkenal di luar
itu, adalah ‘heart skip a beat’ gw yang ke empat. Gw ke Bali untuk bener-bener
nikmati travel- holiday yaitu waktu gw pergi bareng favorite people gw
(temen-temen baik gw). Pantai Pandawa.. semua orang bilang itu keren tapi gw
nggak tahu seberapa keren. Akhirnya waktu kesana.. gw baru sadar kalao pantai
Pandawa yang rame banget dan banyak pengunjung aja bikin gw..skip a beat.
Bali seringkali di salah artikan orang luar negeri sebagai Negara. Suka-suka
orang bilang “want to go to Bali.” Tapi mereka lupa kalao Bali itu bagian dari
Indonesia. Inget buku dan film Eat,
Pray, Love? Elizabeth Gilbert ke sana juga sebagai bagian dari retreat
pencarian jati diri.. Keindahan nya banyak menyihir orang. Termasuk gw! Sayang
banget gw belum dapat banyak kesempatan kesana, kalau iya.. gw pasti banyak
bisa share pengalaman disini.
Untuk yang lebih jarang main kesana dari gw, tahu nggak kalao
sebenernya pantai di Bali banyak banget? Nggak Cuma Kute, Sanur , Pandawa,
Jimbaran aja tapi masih ada banyak banget. Ada pantai Petitenget, Nusa Dua,
Padang-padang, Dreamland, dan lain-lain. Pokoknya makin explore makin jatuh
cinta J I love Indonesia!
-Itin-
Informasi dan facts dari artikel diatas berdasarkan various sources (buku dan website)