<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:cc="http://cyber.law.harvard.edu/rss/creativeCommonsRssModule.html">
    <channel>
        <title><![CDATA[Stories by Naufaldi Rafif Satriya on Medium]]></title>
        <description><![CDATA[Stories by Naufaldi Rafif Satriya on Medium]]></description>
        <link>https://medium.com/@naufaldi?source=rss-efded7a785d------2</link>
        <image>
            <url>https://cdn-images-1.medium.com/fit/c/150/150/0*3FlAdzfkMGLQEYsL.</url>
            <title>Stories by Naufaldi Rafif Satriya on Medium</title>
            <link>https://medium.com/@naufaldi?source=rss-efded7a785d------2</link>
        </image>
        <generator>Medium</generator>
        <lastBuildDate>Sat, 11 Apr 2026 05:51:25 GMT</lastBuildDate>
        <atom:link href="https://medium.com/@naufaldi/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <webMaster><![CDATA[yourfriends@medium.com]]></webMaster>
        <atom:link href="http://medium.superfeedr.com" rel="hub"/>
        <item>
            <title><![CDATA[Cara Mengetahui WhatsApp Telah disadap Orang Lain]]></title>
            <link>https://medium.com/naufaldi/cara-mengetahui-whatsapp-telah-disadap-orang-lain-10ced5e0798a?source=rss-efded7a785d------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/10ced5e0798a</guid>
            <category><![CDATA[whatsapp]]></category>
            <category><![CDATA[security]]></category>
            <category><![CDATA[keamanan-berinternet]]></category>
            <category><![CDATA[vurnability]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Naufaldi Rafif Satriya]]></dc:creator>
            <pubDate>Mon, 11 May 2020 09:05:17 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2020-05-11T09:05:17.296Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<h3>Cara Mengetahui Whatsapp Telah disadap Orang Lain</h3><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/0*MkgiHkXPaQyMVehC" /><figcaption>Photo by <a href="https://unsplash.com/@yucelmoran?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Yucel Moran</a> on <a href="https://unsplash.com?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure><p>Sudah lama saya tidak menulis di Medium. Maka, untuk itu saya mencoba menulis artikel mengenai keamanan berinternet. Salah satunya saat kita menggunakan Whatsapp. Whatsapp yang merupakan media instant messaging telah menjadi instant messaging yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui keamanan dalam Whatsapp agar terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan.</p><p>Lantas, Bagaimana kita mengetahui bahwa Whatsapp kita telah disadap oleh orang lain ?</p><h3><strong>Melihat Notifikasi di Smartphone. Hasilnya nanti seperti ini :</strong></h3><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/602/0*xT-jxRpBBuUsJ4FT" /><figcaption>Notifikasi WhatsApp Web Active | Sumber <a href="https://i.ytimg.com/vi/CjV3InnLYxE/maxresdefault.jpg">Gambar</a></figcaption></figure><p>Artinya selain di ponsel yang sedang digunakan, WhatsApp kita telah login via Whatsapp Web (karena sangat susah untuk bisa login Whatsapp di dua device) bisa melalui komputer atau perangkat lain.</p><p>Untuk itu, kita harus cek perangkat apa saja yang telah login melalui WhatsApp Web.</p><h3><strong>Melihat Log WhatsApp Web :</strong></h3><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/590/1*0VDw_0dNvTdRnwYO3QjF0g.png" /><figcaption>WhatsApp Web Log</figcaption></figure><p>Caranya bisa dengan akses Menu Setting (<em>Tanda Titik Hijau Tiga</em>) &gt; WhatsApp Web. Sehingga akan muncul list WhatsApp Web yang telah login menggunakan akun kita. Bila tidak merasa login pada perangkat tersebut, bisa jadi login pada perangkat peretas dan segera terminate atau matikan sambungannya.</p><h3>Gimana Cara Terminate / Logout dari Perangkat Tersebut ?</h3><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/590/1*tkYBqRTl0hpqaVYWSrJDrA.png" /><figcaption>Logout dari WhatsApp Web</figcaption></figure><p>Tekan satu kali pada list perangkat yang telah login di WhatsApp Web. Hingga muncul menu untuk bisa Log Out dari perangkat tersebut. Selanjutnya, kita tinggal menekan tombol Log Out. Cara cepat ya menekan menu “Log out from all Device” dibawah sendiri.</p><p>Sayangnya, ada kasus Ekstrim sejak bocornya data Tokopedia, dan Bhinneka. Yaitu pengambilalihan akun WhatsApp di gawai kita sehingga bisa menimbulkan seperti ini</p><h3>Junior Tukang Ketik on Twitter</h3><p>1) Whatsapp https://t.co/nNgS5Q9LZB</p><p>Pada kasus diatas, artinya bukan lagi kena sadap. Melainkan kena Hack / unauthorized access pengguna lain ke WhatsApp kita. Kita mendapatkan notifikasi bahwa nomor telp kita tidak terregistrasi lagi pada device yang kita gunakan namun pada device pelaku. Yang harus kita lakukan adalah memverifikasinya dengan menekan tombol “<strong>VERIFY</strong>” bukan ok. Agar kita bisa melakukan setting ulang.</p><p>Mengapa bisa terjadi? Saya sendiri tidak paham 100% bagaimana caranya mengingat setiap login melalui WhatsApp memerlukan kode OTP. Namun, mungkin pelaku memanfaatkan vurnability OTP sehingga bisa memanipulasinya, lebih lengkap saya menyarankan membaca :</p><ul><li><a href="https://www.researchgate.net/publication/271740212_Case_study_of_the_vulnerability_of_OTP_implemented_in_internet_banking_systems_of_South_Korea">Case study of the vulnerability of OTP implemented in internet banking systems of South Korea</a></li><li><a href="https://thehackernews.com/2016/07/two-factor-authentication.html">Problem with OTP Hacker News</a></li></ul><h3>La trus Bagaimana Cara Mengamankan akun WhatsApp kita ?</h3><ol><li>Gunakan Fitur PIN pada WhatsApp pada menu Security</li><li>Gunakan Email verifikasi pada WhatsApp pada menu Security</li><li>Aktifkan “Show Security Notification” pada menu Security</li><li>Jangan pernah memberikan kode OTP kepada orang lain</li><li>Jangan mengunduh aplikasi yang tidak jelas sumbernya</li><li>Jangan menekan tautan yang berpotensi Phising</li></ol><p>Intinya adalah cara keamanan pada umumnya saat kita berinternet. Karena tidak semua yang diinternet adalah hal baik loo….</p><p>Semoga membantu tulisan saya kali ini. Tetap berhati hati dalam berinternet dan jangan lupa, dukung saya di <a href="https://karyakarsa.com/naufaldisatriya"><strong>Karyakarsa</strong></a> !</p><figure><img alt="https://karyakarsa.com/naufaldisatriya" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/600/1*Hn1k5Vav1m3j1TI1FHyr4w.png" /><figcaption><a href="https://karyakarsa.com/naufaldisatriya">https://karyakarsa.com/naufaldisatriya</a></figcaption></figure><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=10ced5e0798a" width="1" height="1" alt=""><hr><p><a href="https://medium.com/naufaldi/cara-mengetahui-whatsapp-telah-disadap-orang-lain-10ced5e0798a">Cara Mengetahui WhatsApp Telah disadap Orang Lain</a> was originally published in <a href="https://medium.com/naufaldi">Naufaldi Note</a> on Medium, where people are continuing the conversation by highlighting and responding to this story.</p>]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Rangkuman Meetup Build and Monitoring Your API]]></title>
            <link>https://medium.com/ngalambackend/rangkuman-meetup-build-and-monitoring-your-api-c7214d91e2b3?source=rss-efded7a785d------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/c7214d91e2b3</guid>
            <category><![CDATA[meetup]]></category>
            <category><![CDATA[nbc]]></category>
            <category><![CDATA[tech-talk]]></category>
            <category><![CDATA[api]]></category>
            <category><![CDATA[backend-development]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Naufaldi Rafif Satriya]]></dc:creator>
            <pubDate>Wed, 06 Mar 2019 05:49:13 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2019-03-07T05:38:46.207Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<h3>Build and Monitoring Your API — Resume of Meetup NBC001</h3><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*dYXKeAKuSYi_hoWCWSR6ew.jpeg" /><figcaption>Suasana Meetup February 2019 — NBC001</figcaption></figure><p><strong>Februari 2019</strong>, sukses diadakan meetup kolaborasi antara <strong>Ngalam Backend Community (NBC)</strong> dan <strong>Malang Qualiy Assurance (MQA)</strong> dengan mendatangkan ketiga pemateri yaitu Mahrus Khomani dari Onehub Solution, Pte. Ltd. , Abila Aprilia dan Halim Tuhu P. dari DOT Indonesia. Pembahasan materi pada bulan ini adalah mengenai <em>Build and Monitoring Your API</em>.</p><h3>Building and Monitoring API</h3><h4>Pengenalan API development</h4><p>API adalah <em>Application Programming Interface</em> yang bisa disebut sebagai kumpulan intruksi program / protokol untuk membangun sebuah perangkat lunak. API memiliki peran untuk mengintruksikan / mengkomunikasikan pesan yang menerima permintaan dari pengguna dan memberitahu sistem apa yang perlu dilakukan.</p><p>Bila dicontohkan secara kasus nyata sebagai resepsionis di hotel yaitu kita (<em>application) </em>sebagai orang yang ingin memesan sebuah kamar(<em>data</em>) di hotel (application). Resepsionis (<em>API</em>) sebagai perantara untuk mendapatkan informasi kamar (<em>data</em>) yang tersedia di hotel (<em>application</em>) itu.</p><h3>RESTful API</h3><p>REST API merupakan implementasi dari API yang mana REST (<em>Representional State Transfer</em>) adalah suatu arsitektur metode komunikasi yang menggunakan protokol HTTP untuk pertukaran data dan metode ini sering diterapkan dalam pengembangan aplikasi. Dimana tujuannya adalah untuk menjadikan sistem yang memiliki performa yang baik, cepat dan mudah untuk di kembangkan <em>(scale)</em> terutama dalam pertukaran dan komunikasi data.</p><h3>Komponen RESTful API</h3><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/704/1*sikc_T4R-udiHJOLAy-s7Q.png" /><figcaption>Contoh RESful API</figcaption></figure><p>Kalau kita contohkan, sebuah client mengirimkan sebuah data melalui <em>HTTP Request</em> dan kemudian server merespon melalui <em>HTTP Response</em>, maka akan terdapat komponen dari<strong> </strong><em>HTTP Request</em> yaitu:</p><ul><li><em>Verb, HTTP method</em> yang pada umumnya digunakan seperti <em>GET, POST, DELETE, PUT,</em> dan lain lain.</li><li>URL (<em>Uniform Resource Identifier ) </em>untuk mengetahui lokasi <em>resource </em>pada server yang dituju</li><li><em>HTTP Version</em> menunjukkan versi dari <em>HTTP </em>yang saat ini sedang digunakan. Misalkan versi v1</li><li><em>Request Header</em> berisikan <em>emtadata </em>untuk <em>HTTP Request</em>. Misalkan <em>type client/browser</em>, format yang didukung oleh <em>client</em>, format dari <em>body </em>pesan dan lain lain.</li></ul><p>Sedangkan komponen <em>http response</em> :</p><ul><li><em>Status / Response code</em>, berisikan status server terhadap request yang diterima. Misalkan code 404, 200</li><li><em>HTTP Version</em> menunjukkan versi HTTP yang digunakan</li><li><em>Response Header</em> berisikan metadata untuk <em>HTTP Response</em></li><li><em>Response Body</em> berisikan konten data yang diberikan</li></ul><h3>Memulai Membangun sebuah API</h3><ul><li>Merancang <em>end point </em>atau URL</li><li>Merancang <em>request </em>yang dibutuhkan</li><li>Merancang <em>response </em>dengan template yang konsisten</li><li><em>Handling error</em></li><li><em>Security</em></li></ul><p>Ketika kita selesai membangun sebuah API , maka yang perlu kitaa lakukan adalah dengan me-<em>monitoring</em> API tersebut. Caranya dengan memeriksa <em>response </em>pada semua <em>state </em>dan memeriksa <em>validitas request</em> tersebut.</p><h3>Build API With Django REST Framework</h3><p>Salah satu <em>tools</em> untuk membuat REST API adalah dengan menggunakan <em>Django REST Framework</em>. Sebuah <em>framework</em> yang <em>powerfull</em> dan fleksibel untuk membangun API Web. Anda dapat membacanya di tautan berikut :</p><p><a href="https://www.django-rest-framework.org/">Home - Django REST framework</a></p><p>Berikut adalah sedikit dari kebutuhan dalam penggunaan <em>Django REST Framework. Install </em>dengan menggunakan pip:</p><pre>pip install djangorestframework<br>pip install markdown       <br>pip install django-filter</pre><p>Selanjutnya menambahkan rest_framework pada INSTALLED_APPS</p><pre>INSTALLED_APPS = (<br>    ...<br>    &#39;rest_framework&#39;,<br>)</pre><p><a href="https://www.django-rest-framework.org/#installation">Home - Django REST framework</a></p><h3>Serializers</h3><p>Merupupakan bagaimana data bisa direpresentasikan. Ada beberapa jenis <em>serializers </em>yaitu <em>BaseSerializer</em>, <em>HyperlinkedModelSerializer</em>, <em>ListSerializer</em>, <em>ModelSerializer</em>, dan <em>Serializer</em></p><h4>Class Based Views</h4><p>Sebuah <em>pattern </em>yang mengizinkan kita bisa menggunakan <em>common</em> <em>functionality</em>. Beberapa jenisnya yaitu <em>Mixins, Generics, </em>dan <em>Viewsets.</em></p><p>Berikut adalah cuplikan video <em>meetup </em>februari :</p><iframe src="https://cdn.embedly.com/widgets/media.html?src=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fembed%2F9t8pQKzp62w%3Ffeature%3Doembed&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3D9t8pQKzp62w&amp;image=https%3A%2F%2Fi.ytimg.com%2Fvi%2F9t8pQKzp62w%2Fhqdefault.jpg&amp;key=a19fcc184b9711e1b4764040d3dc5c07&amp;type=text%2Fhtml&amp;schema=youtube" width="854" height="480" frameborder="0" scrolling="no"><a href="https://medium.com/media/10f15b1b6ae4615e1f79dca48c71c232/href">https://medium.com/media/10f15b1b6ae4615e1f79dca48c71c232/href</a></iframe><h4>Slide</h4><p>Anda dapat mendownload dan melihat materinya di tautan berikut :</p><p>Materi oleh Halim Tuhu P. :</p><iframe src="https://cdn.embedly.com/widgets/media.html?src=https%3A%2F%2Fspeakerdeck.com%2Fplayer%2Fb07175c48b23493aabe00d316f502ab8&amp;url=https%3A%2F%2Fspeakerdeck.com%2Fngalambackend%2Fbuilding-and-monitor-your-api&amp;image=https%3A%2F%2Fspeakerd.s3.amazonaws.com%2Fpresentations%2Fb07175c48b23493aabe00d316f502ab8%2Fslide_0.jpg%3F495775&amp;key=a19fcc184b9711e1b4764040d3dc5c07&amp;type=text%2Fhtml&amp;schema=speakerdeck" width="710" height="399" frameborder="0" scrolling="no"><a href="https://medium.com/media/eb09003542c806992713a9ceb1982b27/href">https://medium.com/media/eb09003542c806992713a9ceb1982b27/href</a></iframe><p>Materi oleh Mahrus K. :</p><iframe src="https://cdn.embedly.com/widgets/media.html?src=https%3A%2F%2Fspeakerdeck.com%2Fplayer%2F4652067506ef42c3bc74532149b64e34&amp;url=https%3A%2F%2Fspeakerdeck.com%2Fngalambackend%2Fbuild-api-with-django-rest-framework&amp;image=https%3A%2F%2Fspeakerd.s3.amazonaws.com%2Fpresentations%2F4652067506ef42c3bc74532149b64e34%2Fslide_0.jpg%3F497563&amp;key=a19fcc184b9711e1b4764040d3dc5c07&amp;type=text%2Fhtml&amp;schema=speakerdeck" width="710" height="399" frameborder="0" scrolling="no"><a href="https://medium.com/media/ba6c5b7c0224d17fadcf52552a426a9c/href">https://medium.com/media/ba6c5b7c0224d17fadcf52552a426a9c/href</a></iframe><p>Materi oleh Abila Aprilia :</p><iframe src="https://cdn.embedly.com/widgets/media.html?src=https%3A%2F%2Fspeakerdeck.com%2Fplayer%2F10ea608bb22348c29da4e6824aeb445c&amp;url=https%3A%2F%2Fspeakerdeck.com%2Fngalambackend%2Fapi-monitoring-menggunakan-postman&amp;image=https%3A%2F%2Fspeakerd.s3.amazonaws.com%2Fpresentations%2F10ea608bb22348c29da4e6824aeb445c%2Fslide_0.jpg%3F497564&amp;key=a19fcc184b9711e1b4764040d3dc5c07&amp;type=text%2Fhtml&amp;schema=speakerdeck" width="710" height="399" frameborder="0" scrolling="no"><a href="https://medium.com/media/173de7c74ec365449b760497730d81bc/href">https://medium.com/media/173de7c74ec365449b760497730d81bc/href</a></iframe><p>Ikuti <em>update </em>terbaru dari komunitas Ngalam Backend Community di <a href="https://twitter.com/ngalambackend">twitter </a>dan <a href="http://tagram.com/ngalambackend">instagram</a>.</p><p>Sekian rangkuman <em>Meetup February 2019</em> mengenai <strong><em>Build and Monitoring Your API</em></strong>, sampai jumpa pada <em>Meetup March 2019</em> ya!</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=c7214d91e2b3" width="1" height="1" alt=""><hr><p><a href="https://medium.com/ngalambackend/rangkuman-meetup-build-and-monitoring-your-api-c7214d91e2b3">Rangkuman Meetup Build and Monitoring Your API</a> was originally published in <a href="https://medium.com/ngalambackend">NgalamBackend</a> on Medium, where people are continuing the conversation by highlighting and responding to this story.</p>]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Suka Duka Menjadi Asisten Laboratorium]]></title>
            <link>https://medium.com/naufaldi/suka-duka-menjadi-asisten-laboratorium-415cd9309044?source=rss-efded7a785d------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/415cd9309044</guid>
            <category><![CDATA[asisten]]></category>
            <category><![CDATA[cerita]]></category>
            <category><![CDATA[kampus]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Naufaldi Rafif Satriya]]></dc:creator>
            <pubDate>Sun, 30 Dec 2018 18:45:13 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2018-12-30T18:45:13.700Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/0*aeit7S1dcdc6PCNF" /><figcaption>Photo by <a href="https://unsplash.com/@neonbrand?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">NeONBRAND</a> on <a href="https://unsplash.com?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure><p>Bagi teman-teman mahasiswa, rasanya sudah tidak asing dengan Asisten Laboratorium (Aslab) yang akan selalu menemani teman-teman ketika sedang praktikum. Bisa dibilang tugas Asisten Laboratorium adalah untuk membantu dosen ketika mata kuliah praktikum. Syarat menjadi aslab di UIN Malang cukup sederhana, yaitu minimal memiliki nilai praktikum adalah B dan memberikan surat lamaran sebagai Aslab.</p><p>Sejak menginjak semester 3, saya sudah mendaftarkan diri saya sebagai Aslab. Mulai dari praktikum Struktur Data, Dasar Pemrograman, PBO, Pemrograman Web dan Sistem Terdistribusi. Bisa dibilang, hobi saya adalah mengajar. Mungkin ini juga dipengaruhi DNA saya dimana orang tua saya adalah pengajar.</p><p>Kali ini, saya ingin sedikit membagikan pengalaman saya selama beberapa tahun menjadi aslab di jurusan Teknik Informatika , di UIN Malang. Biar, mungkin juga mengajak adek tingkat untuk mendaftar menjadi aslab.</p><h3>Suka-nya menjadi Aslab</h3><p>#Mengenal Adek Tingkat. Bisa memperbanyak lembar-lembar pertemanan dengan adek tingkat. Punya kenalan baru, teman baru bahkan bisa jadi teman untuk proyek.</p><p>#Mengingat materi perkuliahan. Nilai yang paling penting dan salah satu tujuan utama saya untuk menjadi aslab. Hal inilah yang membuat kita untuk mengingat materi — materi semester sebelumnya. Karena, bila sangat mustahil mengajari sebuah materi sedang diri kita sendiri tidak begitu memahami materi yang diajarkan.</p><p>#Ikhlas beramal. Sesuai dengan motto Kemenag, ikhlas beramal juga diterapkan dengan menjadi aslab , karena kita mengamalkan ilmu yang baru kita dapat atau yang telah kita dapat selama berkuliah di UIN Malang untuk kita ajarkan kepada adek tingkat. Entah ilmu yang kita dapat dari kampus atau dari komunitas.</p><h3>Duka-nya menjadi Aslab</h3><p>#Bahan omongan praktikan. Tentu saja siapapun pasti menjadi bahan omongan. Mulai dari aslab menyebalkan hingga ngeselin. Ya itu memang tidak masalah, karena saya dahulu juga pernah <em>ghibah</em> para aslab yang memberikan tugas cukup banyak. Bedanya, mungkin saya sewaktu ngopi sama para aslab selalu menyakan tugas terkait. Sehingga tau alasan tugas tersebut dan malah meminta penjelasan akan materi yang tidak dipahami</p><p>#Kena Labrak. Menarik karena memang ini pertama kalinya saya kena labrak salah satu teman praktikan saya. Jadi bukan praktikan saya yang melabrak saya. Melainkan temannya. Hal ini terkait dengan cuitan saya di twitter mengenai ketidaksukaan beberapa praktikan yang tidak suka dengan laporan yang tulis tangan. Ya, namanya media sosial pasti akan ada yang kena <em>trigger.</em></p><p>#Waktu dan Tenaga tersita. Mengajar ketika jam praktikum ditambah dengan asistensi(kegiatan praktikan mengkonsultasikan tugas sebelum praktikum) menjadikan saya harus menyisihkan beberapa jam dalam sehari untuk Praktikum. Sisanya, saya menyisihkan hari lain dan jam lain untuk bisa memberikan asistensi kepada praktikan. Kadang kalanya, asistensi lebih lama dari pada praktikum karena selain memberikan laporan hasil praktikum juga konsultasi mengenai ketidakpahaman praktikan atas materi praktikum.</p><p>#Beban Moral. Sebagai seorang sesama mahasiswa, kita memiliki beban moral untuk menyampaikan semua pengetahuan yang kita peroleh selama ini kepada praktikan terkait tugas. Mulai dari dasar seperti flowchart, penulisan dokumentasi, pemrograman berorientasi objek hingga materi materi terkait dengan praktikum. Bukankan menyedihkan bila kita hanya mengajar tanpa membuat praktikan tidak paham dan mendapatkan nilai buruk?</p><p>Setiap tindakan yang kita lakukan, tentu saja ada sisi positif serta negatifnya. Tak terkecuali menjadi seorang Asisten Laboratorium di UIN Malang. Sudah sejak semester 2 saya menjadi Asisten Laboratorium sampai semester 9 membuat saya sudah mendapatkan asam dan garam serta mengetahui perkembangan kemampuan mahasiswa.</p><p>Tentunya saya berharap untuk mahasiswa menjadi asisten laboratorium di kampus. Walaupun akan ada duka, tapi suka cita selalu ada ketika kita bisa memberi disela sela kita belajar. Jangan terlalu memikirkan uang atau sertifikat. Cukuplah pengabdian kita kepada kampus dan moral kita setelah mendapatkan banyak pengetahuan untuk bisa memberi apa yang kita miliki kepada mereka yang baru mengetahui dunia pemrograman.</p><blockquote>“Learn to light a candle in the darkest moments of someone’s life. Be the light that helps others see; it is what gives life its deepest significance.” <br>― <strong>Roy T. Bennett, The Light in the Heart</strong></blockquote><p>Jangan lupa untuk mengikuti medium saya dan cerita saya yang lain diblog <a href="https://www.kureview.web.id/"><strong><em>KuReview</em></strong></a></p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=415cd9309044" width="1" height="1" alt=""><hr><p><a href="https://medium.com/naufaldi/suka-duka-menjadi-asisten-laboratorium-415cd9309044">Suka Duka Menjadi Asisten Laboratorium</a> was originally published in <a href="https://medium.com/naufaldi">Naufaldi Note</a> on Medium, where people are continuing the conversation by highlighting and responding to this story.</p>]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Catatan Linux Foundation : Mengenal Linux Bagian 1]]></title>
            <link>https://medium.com/naufaldi/catatan-linux-foundation-mengenal-linux-bagian-1-d3f67c609616?source=rss-efded7a785d------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/d3f67c609616</guid>
            <category><![CDATA[kernel]]></category>
            <category><![CDATA[linux]]></category>
            <category><![CDATA[catatan]]></category>
            <category><![CDATA[pengenalan]]></category>
            <category><![CDATA[sistem]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Naufaldi Rafif Satriya]]></dc:creator>
            <pubDate>Tue, 14 Aug 2018 03:08:42 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2018-08-14T03:08:42.690Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/0*Q17ID3z9YABnc8JQ" /><figcaption>“An open notebook with small flowers and leaves taped to the page on fine sand” by <a href="https://unsplash.com/@rawpixel?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">rawpixel</a> on <a href="https://unsplash.com?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure><p>The<strong> Linux Foundation</strong> is a nonprofit organization that sponsors the work of Linux creator Linus Torvalds. It was founded in 2000 and its mission is to promote, protect, and advance Linux. The Linux Foundation is supported by leading technology companies and thousands of individual members from around the world and marshalls the resources of its members and the open source development community to ensure that Linux remains free and technically advanced.</p><h4><strong>Fedora</strong></h4><p>Fedora adalah sebuah distro untuk berbasis Red Hat Enterprise Linux (RHEL) , CentOS,Scientific Linux dan Oracle Linux.</p><p>Keluarga Fedora :</p><p>1. Fedora merupakan hulu dari CentOs, RHEL,dan Oracle Linux</p><p>2. Support x86,x86–64,Itanium,PowerPC, dan IBM System z</p><p>3. Menggunakan RPM-based yum packages manager</p><h4><strong>SUSE</strong></h4><p>SUSE, SUSE Linux Enterprise Server(SLES) dan OpenSuse hampir sama dengan Fedora, RHEL, dan CentOS.</p><p>Keluarga SUSE</p><p>1. SUSE merupakan hulu dari SLES dan OpenSuse</p><p>2. Menggunakan RPM-bassed zypper packages manager</p><h4>Debian</h4><p>Debian merupakan hulu dari beberapa distribusi seperti Ubuntu dan Ubuntu merupakan basis dari Linux Mint. Kebanyakan digunakan untuk server dan dekstop. Debian merupakan salah satu distro sumber terbuka yang fokus pada kestabilan.</p><p>Keluarga Debian :</p><p>1. Debian merupakan hulu dari beberapa distro seperti Ubuntu dan Ubuntu merupakan hulu dari Linux Mint</p><p>2. menggunakan DPKG-based apt-get package manager</p><p>Konsep Linux dan Filosofi</p><p>Linux adalah <em>Free Open Source Computer System </em>yang diinisiasikan untuk intel x86-based PC</p><h4>Sejarah Linux</h4><p>Linus Tovarlds membuat sendiri sebuah proyek tahun 1991 sistem operasi kernel. Tahun 1992 Linux merubah lisensi menjadi General Public License (GPL) oleh GNU( sebuah proyek Free Software Foundation(FSF) dimana mempromosikan freely perangkat lunak yang tersedia)</p><h4>Filosofi</h4><p>dibuat secara bersama sama walaupun terpisah oleh jarak, geografi dan lebih dari 8000 pengembang ikut kontribusi dalam Linux Kernel</p><p>Linux menggunakan GPL lisensi.</p><p>- Kebebasan untuk menggunakan perangkat lunak untuk tujuan apapun</p><p>- Kebebasan untuk merubah perangkat lunak agar sesuai kebutuhan</p><p>- Kebebasan untuk membagikan perangkat lunak kepada kawan atau tetangga</p><p>- Kebebasan untuk membagikan perubahan yang telah dibuat</p><h4>Linux Terminologi</h4><p>Kernel : Otak dari Linux Operation Sistem. Yang mengkontrol hardware untuk berinteraksi dengan aplikasi.</p><h4>Distro</h4><p>Boot Loader : Program untuk boots Sistem Operasi. Contohnya GRUB dan ISOLINUX</p><p>Service : Program yang menjalankan sebagai background process.</p><p>Init menjadi 4 yaitu httpd webserver, ftpd ftp FTPserver ,named Name Server,dhcpd DHCP server</p><p>filesystem : method untuk menyimpan dan mengordinasikan file. Contohnya Ext4,ext3,FAT,XFS dan Btrfs</p><p>X Windows System : Standart toolkit dan protocol untuk membuat GUI di Linux System.</p><p>Dekstop Environtment : GUI di top of sistem operasi.GNOME,KDE,Xfce dan Fluxbox</p><p>Command Line : Antarmuka untuk mengetikan perintah di top sistem operasi</p><p>Shell : Command Line Menerjemahkan untuk masukan dan instruksi kepada sistem operasi agar melakukan perintah dan tugas. Contoh bash, zsh dan tcsh</p><h4>Distribusi Linux</h4><p>Linux kernel merupakan core/ inti dari sistem operasi komputer. Lengkapnya dari Distribusi Linux dengan kernel dan beberapa perangkat lunak untuk sistem yang berkaitan , manajemen pengguna, dan software package manager.</p><p>Examples of other essential tools and ingredients provided by distributions include the <strong>C/C++</strong> compiler, the <strong>gdb</strong> debugger, the core system libraries applications need to link with in order to run, the low-level interface for drawing graphics on the screen as well as the higher-level desktop environment, and the system for installing and updating the various components including the kernel itself.</p><h3>Services Associated with Distributions</h3><p>CentOS merupakan versi gratis adri RHEL. Fedora dan Ubuntu lebih populer dalam pendidikan. Scientific Linux lebih disukai oleh para <em>Research Community.</em></p><p>Linux Filesystem</p><p>Perwujudan dari method untuk menyimpan dan organizing koleksi data dalam human-usable form.</p><p>Perbedaan Tipe of Filesystem yang didukung Linux :</p><p>Conventional disk filesystems: ext2, ext3, ext4, XFS, Btrfs, JFS, NTFS, etc.</p><ul><li>Flash storage filesystems: ubifs, JFFS2, YAFFS, etc.</li><li>Database filesystems</li><li>Special purpose filesystems: procfs, sysfs, tmpfs, debugfs, etc.</li></ul><p><strong>The Filesystem Hierarchy Standard</strong></p><p><a href="https://prod-edxapp.edx-cdn.org/assets/courseware/v1/cd1f2070b2ed6d3e232f8407008a25a6/asset-v1:LinuxFoundationX+LFS101x+1T2016+type@asset+block/LFS101_Ch3_Sec1_FSH.pdf">Dokumen </a><strong>Filesystem Hierarchy Standard</strong></p><p>Linux Sistem menyimpan file penting berdasarkan standart layout Filesystem Hierarchy Standard, or FHS.</p><p>Linux menggunakan ‘/’ daripada windows ‘\’.</p><p>Linux file sistem case sensitif sehingga berbeda antara /boot , /Boot dan ,/BOOT</p><p><strong>The Boot Process</strong></p><p><strong>BIOS — The First Step</strong></p><p>BIOS menginisasi hardware, termasuk memory,keybaord dan mouse. Proses ini disebut POST(Power on Self Test)</p><p><strong>Master Boot Records (MBR) Boot Loader</strong></p><p>Setelah POS , melewati BIOS menuju boot loader. Boot loader biasanya berada pada MBR / EFI. Boot loader ada GRUB dan ISOLINUX</p><p><strong>Boot Loader in Action</strong></p><p>Pertama, Bila menggunakan MBR akan mencari GRUB dan loads ke RAM. Bila menggunakan EFI/UEFI maka UEFI Firmware akan membaca boot manager data untuk memanggil UEFI aplikasi dan <em>launching</em></p><p>Kedua, dibawah /boot. Splash screen muncul dan kita akan memilih OS yang akan digunakan</p><p><strong>Kernel Linux</strong></p><p>Boot loader akan meload kernel linux dan initial RAM (initramfs) ke memory sehingga akan menuju ke kernel</p><p><strong>Initial RAM Disk</strong></p><p>initramfs mengandung program dan binary file untuk perform semua aksi untuk mount dengan benar root filesistem.</p><p>/sbin/init and Services</p><p>GNOME Desktop Environtment</p><p>GUI Startup</p><p><strong>Locking Screen (CTRL + ALT + L)</strong></p><p><strong>Removing File</strong></p><p>Direktori untuk trash ada di .local/share/Trash/file</p><p>The <strong>X </strong>server, which actually provides the GUI, uses the /etc/X11/xorg.conf file as its configuration file <em>if it exists</em>.</p><p>Network Configutation</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=d3f67c609616" width="1" height="1" alt=""><hr><p><a href="https://medium.com/naufaldi/catatan-linux-foundation-mengenal-linux-bagian-1-d3f67c609616">Catatan Linux Foundation : Mengenal Linux Bagian 1</a> was originally published in <a href="https://medium.com/naufaldi">Naufaldi Note</a> on Medium, where people are continuing the conversation by highlighting and responding to this story.</p>]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Belajar Bahasa Inggris Secara Otodidak]]></title>
            <link>https://medium.com/naufaldi/belajar-dengan-audio-books-aeebb583d3de?source=rss-efded7a785d------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/aeebb583d3de</guid>
            <category><![CDATA[love]]></category>
            <category><![CDATA[audiobooks]]></category>
            <category><![CDATA[english]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Naufaldi Rafif Satriya]]></dc:creator>
            <pubDate>Thu, 24 May 2018 17:14:24 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2018-08-22T11:52:58.922Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/0*2mxb2DJxwO4SxhKt" /><figcaption>“Three people reading and taking notes at an old wooden table outdoors” by <a href="https://unsplash.com/@alexisrbrown?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Alexis Brown</a> on <a href="https://unsplash.com?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure><p>Berhubung mendekati semester akhir. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk belajar bahasa inggris lebih intensif. Dengan menggunakan <em>audio book, </em>saya mencoba untuk belajar listening dan menambah daftar <em>vocabulary </em>saya. Untuk itu saya akan mencatat beberapa situs <em>audio book </em>beserta dengan bukunya.</p><h4>Sherlock Holmes — Case of Identity</h4><p>Audio : <a href="https://www.youtube.com/watch?v=Ycc_r410wyc">https://www.youtube.com/watch?v=Ycc_r410wyc</a></p><p>Book :<a href="https://sherlock-holm.es/stories/pdf/a4/1-sided/iden.pdf">https://sherlock-holm.es/stories/pdf/a4/1-sided/iden.pdf</a></p><h4>Sherlock Holmes — A Scandal in Bohemia</h4><p>Audio : <a href="https://www.youtube.com/watch?v=DNeoBxwCSrU">https://www.youtube.com/watch?v=DNeoBxwCSrU</a></p><p>Book : <a href="http://www.eastoftheweb.com/short-stories/UBooks/ScanBohe.shtml">http://www.eastoftheweb.com/short-stories/UBooks/ScanBohe.shtml</a></p><p>List akan bertambah seiringnya dengan saya mendengarkan <em>audio book </em>tersebut.</p><h4>Update Juli 2018</h4><p>Selain menggunakan Audio Book untuk Improve Skill saya dalam bahasa Inggris , saya juga menonton beberapa Channel Youtube dan TED Talk untuk meningkatkan Vocabulary dan berbicara dalam bahasa Inggris.</p><h3>1. English with Lucy</h3><p>Tautan : <a href="https://www.youtube.com/channel/UCz4tgANd4yy8Oe0iXCdSWfA/featured">English With Lucy</a></p><p>Kalau belajar dengan menggunakan kanal youtube English With Lucy, maka kita akan belajar untuk memahami bahasa inggris tetapi UK bukan US. Mulai dari accent orang inggris sampai dengan berbicara dengan nada UK bukan US. Tetapi, dengan kanal ini termasuk salah satu kanal youtube yang menurut saya mudah untuk dipahami. Selain karena Lucy orangnya cantik (haha) juga dalam pelafalan bahasa inggris dengan pelan-pelan sehingga kita bisa mengerti dan memahami setiap kata yang diucapkan.</p><p>Materi yang disampaikan pun meliputi</p><ul><li>Vocabulary</li><li>Grammar</li><li>Speaking Skills</li><li>Story Telling</li><li>Interviews</li><li>British Expression</li></ul><p>Catatan : Setiap saat, saya menonton video 2 kali. Pertama tanpa menggunakan subtitle bahasa inggris. Kedua menggunakan subtitle inggris agar saya bisa belajar listening sekaligus memastikan kebenaran dengan menonton video kedua.</p><h3>2. Linguamarina</h3><p>Tautan : <a href="https://www.youtube.com/channel/UCAQg09FkoobmLquNNoO4ulg/featured">Kanal Linguamarina</a></p><p>Jika tadi adalah British , maka kita akan belajar bahasa inggris dengan menggunakan accent , gaya bicara Amerika. Yaitu melalui kanal youtube Linguamarina. Saya sendiri belum mencoba kanal ini, namun mendapatkan rekomendasi dari kawan twitter saya untuk mencobanya.</p><p>Materi yang dipelajari meliputi :</p><ul><li>Speak English like Native</li><li>How Learn English Fast</li><li>Motivation and Planning</li><li>TOEFL Score</li><li>Pronounce</li></ul><h3>3. TED Talk</h3><p>Tautan : <a href="https://www.ted.com/">TED Talk</a></p><p>TED Talk merupakan salah satu situs online yang menyajikan berbagai macam video dalam bahasa inggris dengan berbagai macam materi. Mulai dari Bisnis, Teknologi, Sains dan lain lain. Nah, keunggulannya adalah TED ini selain memberikan kita pengetahuan , juga menyediakan Transcript dari Video yang ada. Sehingga kita akan dengan mudah memahami setiap ucapan dari narasumber. Sekaligus, kita belajar mendengarkan bagaimana orang orang native berbicara.</p><p>Saya sendiri, mendengarkan video TED Talk, sangat berat. Sebab, ada kalanya video tersebut susah untuk saya pahami. Mulai dari materi yang asing, dan kejelasan narasumber dalam berbicara. Namun, ada kalanya saya dalam saya mendengarkan video tersebut. Saya menjadi paham terutama video-video yang masih ada kaitannya dengan bidang saya seperti teknologi.</p><p>Saya pun menonton video yang berdurasi kurang lebih 15 menit. Selain itu, saya juga mencoba menonton video 2 kali. Pertama tanpa subtitle. Kedua dengan menggunakan subtitle. Setelah menontonnya, saya akan menulis ulang / merangkum video TED Talk tersebut yang bisa kawan kawan baca di Blog saya , KuReview. Hal ini untuk menguji pemahaman saya da melatih saya menerjemahkan transcript bahasa inggris kedalam bahasa indonesia.</p><p>Update Agustus 2018</p><p>Ebook Grammar</p><h3>1. TOEFL LONGMAN</h3><p>2. Kaplan TOEFL Vocabulary Quiz Book</p><p>Kawan kawan ada rekomendasi cara belajar bahasa inggris secara otodidak? Yuk share dengan komentar dibawah ini. Tetapi jangan menyarankan melalui film atau game. Karena hal itu akan memakan banyak sekali waktu. Ini yang saya pelajari dari Bu Lucy. haha</p><p>Yuk jadikan bahasa inggris sebagai bahasa ketiga. Tentu setelah bahasa daerah, bahasa Indonesia lalu bahasa Inggris.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=aeebb583d3de" width="1" height="1" alt=""><hr><p><a href="https://medium.com/naufaldi/belajar-dengan-audio-books-aeebb583d3de">Belajar Bahasa Inggris Secara Otodidak</a> was originally published in <a href="https://medium.com/naufaldi">Naufaldi Note</a> on Medium, where people are continuing the conversation by highlighting and responding to this story.</p>]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Integrasikan Visual Studio Code dan Zsh]]></title>
            <link>https://medium.com/naufaldi/integrasikan-visual-studio-code-dan-zsh-c90399a62105?source=rss-efded7a785d------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/c90399a62105</guid>
            <category><![CDATA[visual-studio]]></category>
            <category><![CDATA[programming]]></category>
            <category><![CDATA[terminal]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Naufaldi Rafif Satriya]]></dc:creator>
            <pubDate>Wed, 18 Apr 2018 17:50:51 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2018-04-18T17:50:51.904Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/0*Rmp3i0P-UiFL_Loh." /><figcaption>Photo by <a href="https://unsplash.com/@pankajpatel?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Pankaj Patel</a> on <a href="https://unsplash.com?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure><p>Assalamu’alaikum…</p><p>Sering pakai Visual Studio Code tidak? Pastinya sering pakai terminal juga bukan? Nah, saya punya cerita. Jadi selama ini kita kan pakai visual studio code, dimana kita didalam text editor bisa membuka terminal. Tanpa perlu pindah-pindah apps dari VS Code ke Terminal Zsh.</p><p>Kita tau sendiri kan kalau Zsh memberikan kita banyak sekali Tema, salah satunya seperti ini :</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/948/1*AeZ3dHOFRss2jyh7ckonjg.png" /><figcaption>Thema Zsh</figcaption></figure><p>Tapi, ketika kita menggunakan terminal yang berada di VS Code, pernah mendapatkan seperti ini?</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*nlDUKIJ6nKZSOMn-kDENqg.png" /><figcaption>Thema Zsh di VS Code</figcaption></figure><p>Ternyata penyebabnya adalah font yang berada di VS Code belum diatur. Maksudnya adalah font yang dipakai pada terminal kita berbeda dengan yang dipakai pada VS Code kita sehingga kita harus mengatur VS Code agar font yang terpakai bisa sama. Untuk itu, kita bisa cek font terminal kita di</p><blockquote>Setting &gt; Edit Current Profile &gt; Appearance</blockquote><p>ketika berada di Tab Appearance maka akan seperti ini :</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/703/1*mL8utcT62vBIdohEscBsVw.png" /><figcaption>Terminal Zsh</figcaption></figure><p>Terlihat bahwa font saya menggunakan font dengan nama “Hack”. Maka, kita tinggal ganti tuh di VS Code kita dengan font hack.</p><blockquote>File &gt; Preference &gt; Setting</blockquote><p>Pada Tab Default Setting cari yang namannya</p><p>“terminal.integrated.fontFamily”: “”,</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/470/1*N4SJ1hxOVx0swBbQ7LJoLg.png" /><figcaption>Default Setting di VS Code</figcaption></figure><p>Lalu kita tinggal tambahkan ke User Setting dan edit menjadi font hack.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/566/1*_KqlEMIQ3g-5Wqo9m4n4tg.png" /><figcaption>User Setting</figcaption></figure><p>Simpan dan lihat apa yang terjadi dengan terminal kita di VS Code. Ajaib bukan?</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*iD9j6NixgBBlOiQbjHJHqg.png" /><figcaption>Terminal Zsh di VS Code</figcaption></figure><p>Bagi temen-temen yang belum Integrasikan terminal Zsh dengan VS Code, dimana terminal kita di VS Code, adalah terminal default dari Linux / Mac OS kita. maka pada baris :</p><p><strong>Untuk Pengguna Linux :</strong></p><p>“terminal.external.linuxExec”</p><p><strong>Untuk Pengguna Mac OS :</strong></p><p>“terminal.external.osxExec”: “Terminal.app”,</p><p><strong>Untuk Pengguna Windows :</strong></p><p>“terminal.external.windowsExec”:</p><p>Tinggal ditambahkan dengan Zsh sesuai gambar yang saya sertakan mengenai User Setting.</p><p>Oke. Mungkin cukup sekian cerita dan catatan saya ini, semoga bisa bermanfaat untuk kawan — kawan semua!</p><p>Terima Kasih</p><p>#Blog : <a href="http://kureview.web.id">KuReview</a></p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=c90399a62105" width="1" height="1" alt=""><hr><p><a href="https://medium.com/naufaldi/integrasikan-visual-studio-code-dan-zsh-c90399a62105">Integrasikan Visual Studio Code dan Zsh</a> was originally published in <a href="https://medium.com/naufaldi">Naufaldi Note</a> on Medium, where people are continuing the conversation by highlighting and responding to this story.</p>]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Memilih untuk berkata “Jangan Dulu”]]></title>
            <link>https://medium.com/naufaldi/memilih-untuk-berkata-jangan-dulu-54e8516cbdba?source=rss-efded7a785d------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/54e8516cbdba</guid>
            <category><![CDATA[malang]]></category>
            <category><![CDATA[production]]></category>
            <category><![CDATA[e-commerce-market]]></category>
            <category><![CDATA[startup]]></category>
            <category><![CDATA[bussiness]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Naufaldi Rafif Satriya]]></dc:creator>
            <pubDate>Fri, 10 Nov 2017 11:57:16 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2017-11-10T11:57:16.882Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/0*JN4jXp4ODyvRzdLU." /><figcaption><a href="https://vignette.wikia.nocookie.net/lostpedia/images/4/4c/Not_Yet.jpg/revision/latest?cb=20090214191937">https://vignette.wikia.nocookie.net/lostpedia/images/4/4c/Not_Yet.jpg/revision/latest?cb=20090214191937</a></figcaption></figure><p><strong>Kesempatan</strong> — memang tidak datang dua kali. Tetapi kami memutuskan untuk sementara tidak mendaftarkan Toko Andalan ke HAKI. Ada pertimbangan tersendiri dari kami terkait kenapa tidak segera mendaftarkan Toko Andalan. Mengingat, hari ini Fakultas Sains dan Teknologi memberikan fasilitas gratis kepada para civitas akademik untuk submit hak paten. Sungguh kesempatan yang amat langka yang kami dapatkan selama 3 Tahun kuliah di kampus tercinta.</p><p>Yah, hidup memang sebuah pilihan. Hanya dalam waktu kurang dari beberapa jam saja, saya dan mas Ozy ( Founder Toko Andalan) untuk tidak terlebih dahulu mendaftarkan Toko Andalan. Ya, mas ozy berpikir mungkin ini belum saatnya untuk mendaftar di HAKI. Masih ada planing lain yang perlu di eksekusi serta tak ingin berkaitan dengan dunia akademik. Itu kata beliau.</p><p>Saya terdiam sebentar mengetahui apa yang disampaikan oleh Mas Ozy. Otak saya memproses kalimat yang sedikit itu namun penuh dengan tanda tanya. Bahkan otak saya pun segera meng-iyakan apa yang disampaikan Mas Ozy. Toko Andalan masih perlu banyak sekali pembenahan serta Target yang perlu diselesaikan sesuai dengan Road Map yang telah dibuat sebelumnya.</p><p>Tersenyum . . .</p><p>Saya dan mas ozy pun sepakat untuk esok, menemui orang yang menangani dalam bidang HAKI. Menanyakan beberapa pertanyaan yang perlu kami sampaikan.</p><p>Sekali lagi, hari ini saya belajar untuk menunda dan menahan diri.</p><h3>Gerbang pun terbuka…</h3><p>Namun, tentu saja . Penundaan ini menjadi sebuah gerbang pembuka untuk saya sendiri dan tim di Batavia Hack Town untuk segera mengeksekusi secepat mungkin RoadMap yang telah kami buat. Mengingat, kami bukan lagi pemuda yang mencari kenyamanan tetapi mencari tantangan.</p><p>Tulisan ini pula yang akan menjadi gerbang bagi diri saya dan kawan-kawan seperjuangan saya di Batavia Hack Town (Behato) untuk memulai langkah-langkah yang sempat tertunda karena kuliah ,project dan skripsi untuk melanjutkan langkah kami membangun produk sendiri.</p><p>Berjuang diantara besar-besarnya e-commerse yang lain. di antara para hero tanah air yang terus memperbesar sayap-sayap disetiap ruangan.</p><p>Berjuang diantara software developer dalam membangun produk yang berkualitas. diantara superman tanah air yang terus tumbuh berkembang.</p><p><a href="https://behato.org/"><strong>Batavia Hack Town</strong></a>, proudly present,</p><h3><a href="https://www.tokoandalan.com/"><strong>Toko Andalan</strong></a></h3><p>Situs Jual Beli Tas, Sepatu, Jaket, dan Sandal.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*nfETGJJPM3SM50hPW3sgoQ.png" /><figcaption>www.tokoandalan.com</figcaption></figure><p>Naufaldi Rafif S.</p><p>Co-Founder Behato</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=54e8516cbdba" width="1" height="1" alt=""><hr><p><a href="https://medium.com/naufaldi/memilih-untuk-berkata-jangan-dulu-54e8516cbdba">Memilih untuk berkata “Jangan Dulu”</a> was originally published in <a href="https://medium.com/naufaldi">Naufaldi Note</a> on Medium, where people are continuing the conversation by highlighting and responding to this story.</p>]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Sudah Saatnya Kita Belajar dari Negeri Jiran]]></title>
            <link>https://medium.com/naufaldi/sudah-saatnya-kita-belajar-dari-negeri-jiran-eb3c771ea3a0?source=rss-efded7a785d------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/eb3c771ea3a0</guid>
            <category><![CDATA[belajar]]></category>
            <category><![CDATA[exchange-student]]></category>
            <category><![CDATA[malasyia]]></category>
            <category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
            <category><![CDATA[study]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Naufaldi Rafif Satriya]]></dc:creator>
            <pubDate>Fri, 10 Nov 2017 10:23:54 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2017-11-10T10:27:54.875Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*HIP-6cP9dwX0TvZRUaz9MA.jpeg" /><figcaption>Foto saat berada di Malasyia Super Corridor</figcaption></figure><p>Assalamu’alaikum,</p><p>Mungkin, bisa dibilang ini untuk mengingat masa lalu. Seperti apa yang telah diucapkan oleh Bung Karno, Jangan Pernah Melupakan Sejarah. Ya, kata-kata yang mungkin sama sebagian orang dianggap remeh. Sehingga sering salah di artikan oleh beberapa kawan saya sebagai gagal move on.</p><p>Bagi saya sendiri, sebagai salah seorang mahasiswa IT di salah satu kampus islam di Malang. Sering sekali saya belajar sejarah dan belajar mengenai masa lalu islam untuk bisa saya ambil hikmah dan mengambil pengalaman mereka sebagai sebuah pengalaman bagi saya. Bukan hnya itu , tapi juga pengalaman bagi orang lain.</p><p>Selama 1 Bulan, saya mengambil banyak sekali pelajaran ketika melaksanakan Summer School di Universiti Kebangsaan Malasyia. Beberapa pengalaman ini, benar-benar membekas. Walau memang selama beberapa hari di Indonesia (lagi) untuk menetap membuat beberapa culture baik yang saya bawa dari Malasyia menjadi sedikit hilang.</p><p>Mungkin, apa yang saya sampaikan akan memiliki pandangan yang berbeda dengan kalian. Yah, jika kita membaca artikel ini mungkin kita salah satu dari sekian orang yang open minded terhadap saran dan pengalaman orang lain bukan?</p><h4>1. Tepat Waktu / On Time</h4><p>Salah satu yang paling terasa ketika pertama kali saya berada disana, adalah ketepatan waktu mereka ketika membuat sebuah janji atau masuk kelas. Ya, bagaimana tidak ? saya sendiri sempat malu kepada teman-teman UKM dan temen PPI UKM karena kami terlambat atau tidak on time ketika membuat sebuah janji untuk keliling kuala lumpur. Bukan hanya itu saja, dosen-dosen disana selalu on time. Tepat waktu memulai untuk mengajar dan selesai mengajar.</p><h4>2. Mentaati Peraturan</h4><p>Seolah olah semua sudah terprogram bahwa ketika ada aturan A semua orang harus patuh akan aturan ini. Ya, begitulah yang saya rasakan ketika saya berada di Malasyia. kepatuhan mahasiswa dan masyarakat akan aturan yang ada disana,membuat saya merasa cukup heran. Buang sampah pada tempatnya, tidak mencontek ketika ujian berlangsung, selalu mengerjakan tugas tepat waktu, ketika lampu merah berhenti dan aturan-aturan yang kadang sepele sama masyarakat kita. Tapi disana? Aturannya bener-bener ditaati. Katakanlah disana memakai helm ketika naik motor di dalam lingkungan kampus, lalu di kampus kita. Berapa % mahasiswa yang memakai helm di lingkungan kampus?</p><h4>3. Belajar dan Belajar</h4><p>Yah, ini ada dampak positifnya. Saat itu ketika saya berada di halte bus dan mengeluarkan handphone saya untuk menghubungi salah satu temen saya, disana saya melihat beberapa mahasiswa UKM yang dengan rajinnya membaca buku atau fotocopy-an yang mereka bawa. Yah, bisa diakui menunggu bus pada waktu itu bisa menyita waktu sekitar 30 menit. dan mereka? menggunakan waktu 30 menit itu untuk belajar. Bahkan kantin mereka, mereka gunakan pula untuk belajar sampai dini hari. Hal yang jarang saya temui di kampus saya.</p><h4>4. Berani Bertanya</h4><p>Interasi terjadi antara dosen dan mahasiswa. Bisa dibilang, mahasiswa disana tidak malu-malu dengan para dosen, berbeda dengan yang saya rasakan selama ini. Bahwa mereka suka sekali bertanya kepada dosen sehinga memunculkan interaksi antara mahasiswa dan dosen untuk saling berdiskusi terkait dengan pelajaran yang sedang dibicarakan.</p><h4>5. Bangga akan diri</h4><p>Bisa dibilang , mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Terlihat dari ketika berbicara, ketika ada tugas dan bertanya siapa yang berani maju. Mahasiswa disana berani untuk maju kedepan dan mengerjakan tugas dari dosen. Mereka bangga akan diri mereka, skill mereka dan kemampuan yang mereka miliki.</p><p>Tentu saja sebenarnya kita punya hal yang baik pula, hanya saja ada kalanya kita perlu belajar dari negeri tetangga. Belajar apa yang menurut kita baik. Belajar dari attitude negeri tetangga , bisa jadi memberikan kita sebuah kesempatan untuk bisa mengembangkan potensi dan memajukan negeri kita ke arah yang lebih baik.</p><p>Tapi, jangan pernah lupa. Ada banyak hal yang baik , yang dimiliki bangsa kita dari pada bangsa lain seperti murah senyum, tegur sapa, gotong royong ,sikap sosial yang tinggi. Inilah yang membuat saya sangat merasa nyaman dengan masyarakat Indonesia.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=eb3c771ea3a0" width="1" height="1" alt=""><hr><p><a href="https://medium.com/naufaldi/sudah-saatnya-kita-belajar-dari-negeri-jiran-eb3c771ea3a0">Sudah Saatnya Kita Belajar dari Negeri Jiran</a> was originally published in <a href="https://medium.com/naufaldi">Naufaldi Note</a> on Medium, where people are continuing the conversation by highlighting and responding to this story.</p>]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Rangkuman Manajemen Modern Scrum , Bagian 2]]></title>
            <link>https://medium.com/naufaldi/rangkuman-manajemen-modern-scrum-bagian-2-e63884d762f0?source=rss-efded7a785d------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/e63884d762f0</guid>
            <category><![CDATA[manajement-software]]></category>
            <category><![CDATA[scrum]]></category>
            <category><![CDATA[manajement-modern]]></category>
            <category><![CDATA[perangkat-lunak]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Naufaldi Rafif Satriya]]></dc:creator>
            <pubDate>Fri, 10 Nov 2017 09:58:38 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2017-11-10T09:58:38.855Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rangkuman Manajemen Modern Scrum , Bagian 2</strong></p><p>Assalamu’alaikum,</p><p>Tulisan ini merupakan seri kedua dari <a href="https://medium.com/naufaldi/rangkuman-manajemen-modern-scrum-bagian-1-cbfb6b086a7f"><em>Rangkuman Manajemen Modern Scrum</em></a>, dan merupakan seri terakhir. Untuk lebih lengkap teman-teman bisa membeli bukunya di Gramedia atau jika kamu mahasiswa UIN Malang, bisa meminjam di Lab Riset Jurusan Teknik Informatika.</p><ol><li>Scrum akan mengekspos segala sesuatu yang terjadi ketika pengembangan perangkat lunak termasuk permasalahan yang terjadi untuk membantu manajemen mengelola risiko dan membuat keputusan minimal 30 hari sekali sebelum masalah menjadi besar</li><li>Sprint adalah sebuah kontainer untuk mengelola risiko yang dapa terjadi dalam pryek pengembangan perangkat lunak. Sprint juga bukan kontrak mati, melainkan sebuah kontainer dimana Tim Scrum dapat bernegosiasi, berkolaborasi dan beraktualisasi diri.</li><li>Sprint adalah awal untuk Tim Pengembang dapat mengantar produk ready software</li><li>Kunci bekerja dengan Tim Pengembang adalah self-organizing dan non-sequential flow</li></ol><h3><strong>#Pembahasan Sprint Retrospective bisa seprti :</strong></h3><ol><li>“Definisi Selesai” dan engineering practices</li><li>Aturan main dalam scrum</li><li>Cara dan alur menjalankan scrum</li><li>Proses komunikasi anggota dalam scrum</li><li>Proses kerja dan pembagian kerja antaranggota Tim Scrum</li><li>Hubungan dan interaksi dengan produk owner</li><li>Hubungan dan interaksi stakeholder di dalam perusahaan</li><li>Struktur dan birokrasi dalam organisasi</li><li>Blessing dan empowerment dari manajemen dan stakeholder untuk proses pengembangan produk</li></ol><p>Sprint Retrospective bisa membuat Tim Scrum menyelesaikan pengembangan produk lebih cepat yang diproyeksikan karena mereka selalu mencari cara terbaik dan tercepat untuk mengembangkan seoftware berkualitas tinggi di setiap sprint.</p><h3><strong>#Kegiatan Scrum :</strong></h3><ol><li>Sprint Backlog : Rencana bagaimana Tim Pengembang berkolaborasi selama 1 sprint kedepan untuk subjek dari produk backlog milik Tim Pengembang</li><li>Sprint Goal : Untuk mengetahui apa yang harus dicapai tim pengembang</li><li>Sprint Planning : Aktivitas untuk membuat rencana mengenai PBI yang dikembangkan Tim Pengembang selama 1 Sprint dan menggunakan forecast untuk estimasi waktu</li><li>Daily Scrum : Pertemuan antar tim pengembang</li></ol><p>Berakhir sudah seri Rangkuman Manajemen Modern Scrum, semoga bisa sedikit menginspirasi temen-temen dan memberikan ketertarikan temen-temen terhadap scrum.</p><p>Beli Buku Manajemen Modern Scrum <a href="http://www.manajemenmodern.com/"><em>disini</em></a><em> </em>atau Gabung Komunitas Scrum malang di Telegram <a href="https://t.me/scrummalang"><em>disini</em></a>.</p><p>Lets change our ecosystem software developer!</p><p>Kalau bukan kita, siapa lagi ? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=e63884d762f0" width="1" height="1" alt=""><hr><p><a href="https://medium.com/naufaldi/rangkuman-manajemen-modern-scrum-bagian-2-e63884d762f0">Rangkuman Manajemen Modern Scrum , Bagian 2</a> was originally published in <a href="https://medium.com/naufaldi">Naufaldi Note</a> on Medium, where people are continuing the conversation by highlighting and responding to this story.</p>]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Manajemen Proses Perangkat Lunak]]></title>
            <link>https://medium.com/naufaldi/manajemen-proses-perangkat-lunak-1688c6d9a723?source=rss-efded7a785d------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/1688c6d9a723</guid>
            <category><![CDATA[waterfall]]></category>
            <category><![CDATA[perangkat-lunak]]></category>
            <category><![CDATA[manajemen]]></category>
            <category><![CDATA[rangkuman]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Naufaldi Rafif Satriya]]></dc:creator>
            <pubDate>Tue, 19 Sep 2017 03:24:25 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2017-09-19T03:24:25.924Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum.</p><p>Rangkuman mengenai pertemuan ke tiga dari mata kuliah Manajemen Perangkat Lunak, yang menjadi salah satu mata kuliah pilihan di Semester 7 ini. Harapannya, saya bisa lebih memahami manajemen proses perangkat lunak, bisa membandingkan dan menggali lebih jauh mengenai manajemen proses perangkat lunak.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/800/0*MW-J1hXissktdk0v.png" /><figcaption>Photo By <a href="http://rpl.st3telkom.ac.id/tantangan-pengembangan-perangkat-lunak-software/">http://rpl.st3telkom.ac.id/tantangan-pengembangan-perangkat-lunak-software/</a></figcaption></figure><h4>#Pengertian</h4><p>Serangkaian kegiatan dan hasil yang berhubungan dengan yang menuju pada dihasilkannya produk perangkat lunak.</p><h4>#Model Proses Perangkat Lunak</h4><h4>Waterfall</h4><p>Siklus hidup perangkat lunak.</p><h4>Pengembangan Evolusioner</h4><p>Berdasarkan ide untuk mengembangkan implementasi awal, memperlihatkan kepada user untuk dikomentari</p><p>Kelebihan Evolusioner daripada Waterfall :</p><ol><li>Lebih efektif daripada waterfall</li><li>User mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari masalah mereka</li></ol><p>Kekurangan Model Evolusioner</p><ol><li>Kurang visibilitas</li><li>Sistem sering kali memiliki struktur yang buruk</li><li>Membutuhkan kemampuan khusus</li></ol><h4>Model Pengembangan Sistem Formal</h4><p>Proses pengembangan pada transformasi matematis dari spesifikasi sistem menjadi program yang dapat dijalankan</p><p>Kekurangan Model Metode Formal</p><ol><li>Memerlukan keahlian dan pelatihan untuk mengaplikasikan</li></ol><h4>Model Pengembangan Berorientasi / Re-Usable</h4><p>Bergantung kepada sejumlah besar komponen perangkat ulang yang dapat dipakai ulang. Bisa disebut juga COTS (Commercial Off-The-Shelf System.</p><p>Keuntungan Model Re-usable :</p><ol><li>Mengurangi besarnya biaya perangkat lunak</li><li>Memperkecil biaya dan resiko</li><li>Memungkinkan penyelesaikan perangkat lunak dengan cepat</li></ol><h4>Model Iterasi Proses</h4><h4>Spiral Model</h4><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/0*IFjlupJdfRCRsbik.png" /><figcaption>Photo form Wikipedia</figcaption></figure><p>Kelemahan :</p><ol><li>Tidak bisa kembali ke proses sebelumnya.</li><li>Tidak bisa beradaptasi dengan teknologi yang baru</li></ol><p>Keterangan :</p><ol><li>Object setting / menentukan tujuan : menentukan tujuan dari fase yang ditentukan. Batasan pada proses dan produk sudah diketahui</li><li>Risk assesment</li><li>Development dan Validation : stelah evaluasi resiko, maka model pengembangan sistem dipilih</li><li>Waterfall cocok untuk integrasi sistem, spiral ini cocok pada perangkat lunak berskala besar.</li><li>Pengguna dan pembangun bisa memahami perangkat lunak yang dibangun karena adanya fase-fase</li></ol><h4>Model RAD (Rapid Aplication Development )</h4><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/700/0*zgIlfTmRD8brU1Ce." /><figcaption>Photo from <a href="https://piyaneo.wordpress.com/2014/05/10/rapid-application-development-rad/">https://piyaneo.wordpress.com/2014/05/10/rapid-application-development-rad/</a></figcaption></figure><ol><li>Strategy plus yang ditujukan untuk menyediakan pengembangan lebih jauh dan lebih cepat dari pada waterfall</li></ol><h4>Model Prototyping</h4><ol><li>Kadang klien hanya memberikan kebutuhan umum software</li><li>Perancangan : perancangan dilakukan dengan cepat dan rancangan mewakili semua aspek software yang diketahui</li><li>Evaluasi Prototype : klien evaluasi prototype yang telah dibuat.</li></ol><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/512/0*LMd1t3EuZJ08wCjj.jpg" /><figcaption>Photo from <a href="http://ali.misri07.alumni.ipb.ac.id/model-pengembangan-perangkat-lunak-prototyping/">http://ali.misri07.alumni.ipb.ac.id/model-pengembangan-perangkat-lunak-prototyping/</a></figcaption></figure><p>Kekurangan Model Prototyping</p><ol><li>Mengabaikan efisiensi, kualitas, kemudahaan pengembangan dan kecocokan dengan lingkungan</li><li>Prototyping lebih ke arah demi user, tidak pada seharusnya sebuah perangkat lunak seharusnya. Seperti kemudahan maintenance</li><li>Developer melakukan komprimi dalam beberapa hal karena harus membuat prototyping dalam waktu yang relatif singkat</li></ol><p>Sayangnya, dalam penjelasan hari ini, sama sekali tidak disinggung mengenai metode agile yang lebih baru. Mungkin karena memang materi yang disampaikan adalah materi lama atau karena kekurangan untuk mengupdate ilmu pengetahuan.</p><p>Yah, memang sudah menjadi kewajiban kalau mahasiswa sendiri yang harus mencari pengetahuan selain dari kampus. Ibaratnya, kampus hanyalah Trigger saja.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=1688c6d9a723" width="1" height="1" alt=""><hr><p><a href="https://medium.com/naufaldi/manajemen-proses-perangkat-lunak-1688c6d9a723">Manajemen Proses Perangkat Lunak</a> was originally published in <a href="https://medium.com/naufaldi">Naufaldi Note</a> on Medium, where people are continuing the conversation by highlighting and responding to this story.</p>]]></content:encoded>
        </item>
    </channel>
</rss>