Monday, June 26, 2006

Nasi Campur Kelenteng

Image Image

Sebelum beranjak meninggalkan Bandung, kami menyempatkan diri mengunjungi sahabat lama di Kelenteng.
Tak lama setelah duduk manis di pojokan, kami langsung menyibukkan diri menyantap nasi pulen yang dihiasi serombongan babi panggang merah, irisan baso goreng, babi panggang asin, siomay, telur, dan kuping kecap yang kriuk kriuk. Nyaaammmm....

sayang cuma sebentar... tapi dapat dipastikan kami akan kembali untuk mengunjungi sahabat2 lama yang belum sempat terlewati ....

Braga at Night

Malam itu, kami ke pernikahan anak PA-ku, Vivien, & Seno (yg ternyata temen kantornya Daru dulu di BASF --- what a small world!) di Landmark, Braga.
Inilah rekaman peristiwanya...
Image Image
ImageImage
ImageImage
ImageImage

p.s. Hampir terjadi pertumpahan darah setelah beberapa kali I had to stand still, karena kepalaku dijadikan tripod ama Daru...
Image

Emang udah beda ya???

ImageImage
Image Image
Image Image

Jalan layang yang "membelah" jalan Dago itu memang warna baru yang tidak aku lihat waktu kuliah dulu.
Ga hanya itu, Gereja tempat kita2 kumpul2 dulu pun sudah berganti penampilan.
Bangunan tua itu sudah diperbaharui. Jadi lebih cantik dengan taman2 asri di sekelilingnya,
dan kalau masuk, serasa masuk mal, dengan eskalator dan tangga di sisi kiri kanan menghubungkan lantai 2 dan lantai 3. Ruang ibadahnya di lantai 3 besar & luas, ditambah balkon yang besar pula. Hanya satu yang belum berubah : "masih jadi Gerejanya mahasiswa"....

TIZIS

Image Image
ImageImage
Image Image
Masih terbayang waktu dulu bolak - balik melewati kafe ini sewaktu mengunjungi kos pacarku di Kidang Pananjung.
Waktu dulu, ga kebayang deh bakal memasuki pekarangannya yang luas, duduk2 di kursi menghadap meja bertaplak kotak-kotak merah putih dan menikmati schaslick, pastry hangat dan kopi yang mengepul.
Karena itulah, kami mengulangi nostalgia itu & "balas dendam" dengan menikmati makan siang di sana.
Tiga belas tahun sudah berlalu, meja bertaplak kotak-kotak merah putih itu masih ada, buku menu karya teman kami Eva masih mewarnai suasana, schaslick-nya masih seenak waktu terakhir kita makan di sana disaat honeymoon kita, walaupun -sayangnya- mash potatonya kurang "mahteh" untuk seleraku.
Hanya, sepertinya masa kejayaannya mulai berangsur mereda, ditandai dengan kap lampu dari bahan jumputan yang mulai dimakan usia dan tutup teko yang kehilangan sebagian cat emasnya.

Mie Rica

Image
ImageImage
ImageBegitu kakiku melangkah keluar dari Stasiun Bandung dan melepas rindu dengan suamiku, kami bertiga (plus Bessie) langsung memutuskan kunjungan nostalgia kita yang pertama :
"Mie Rica Jl. Kejaksaan".
Tempat legendaris ini masih seperti yang dulu... dari penataan kursi2nya dan menu2nya.
Tanpa ba bi bu, langsung pesan : Mie Rica Babi Asin Babat 2, Mie Rica Babi Asin Baso Babat 1, Pangsit Goreng 1, Yoghurt Lychee 3, Teh Botol + Es Batu 3.
Ga perlu tunggu lama2, semua pesanan datang dan slurp...slurp...slurp....
Hmmm... "mbak, bisa pesen 1/2 mangkok ga?" kata Daru
"walah, ngapain 1/2 mangkok. Pesen ajalah 1, kita bagi 2" saut Bessie
Slurp...slurp...slurp...slurp.... Habislah sudah semuanya....
(rasa ga usah dideskripsikan lagi, cukup dibayangkan saja gabungan babi cincang dan mie yang gurih dan pedasnya setengah mati itu....) Sluuuuurrrrrppppp!!!!!!!!

Kumpul Bocah @ Bandung

Image
Image
Setelah kumpul2 di Jakarta, sekarang gilirannya Bandung.
Ngga banyak2 yang ngikut, cuma Paman, Nuke, Jemi, Bessie, Shinta, Daru, n Raney.
Malam itu Paman Therman yang kebetulan punya gawe (baca : ultah) mengajak kita mencicipi hidangan yang tidak kalah haramnya dan tidak kalah lezatnya dengan segala hidangan yang kita puja selama ini.
(mungkin udah ada yang nyoba sih, tapi aku n Daru belum...:-))
Obrolan ngalor ngidul tentang Flexi-Nemo, tempat2 kenangan dan kisah2 kenangan jaman kuliah dulu langsung berangsur mereda digantikan suara hening.... dentingan sendok-garpu & decapan2 lidah....ketika satu demi satu hidangan bermunculan di meja.

Dimulai dengan sup kepiting-asparagus-telur yang creamy & leker (kata Paman ini sup yang terenak di antara semua sup kepiting yang sudah pernah dicicipi - dan memang betul), disusul dengan ayam jahe yang ditaburi cincangan bawang putih goreng yang harum & melimpah (enak banget! gabungan rasa bawang putih, hangatnya jahe dan secercah saus tiram... cuma sayang ayamnya potongannya mungil2, jadi dalam sekedipan mata langsung abis), babi kecap yang manis-gurih dan crispy, puyung hai yang lembut dengan saos kecap yang nendang di lidah, dan sebagai penyeimbang gizi... capcay goreng.
Dalam sekejapan mata, semuanya langsung ludes! (meski nasi putihnya masih setengah ceting ... kayanya makin tua makin beradab :-)) dan suasana menghangat kembali dengan gelak tawa kita yang membahana...
ImageImage
Ancer-ancer : Restoran Dunia Baru, Gardu Jati (seberang bubur Nduty)

Friday, June 16, 2006

Kumpul Bocah

ImageImageImageImageImageImageImageImageImageImage

Setelah sekian lama ga ketemu, akhirnya kita kumpul2 juga.
Kali ini dalam rangka ketemuan dengan Imit, Rudi, n Abraham.
Cukup rame juga loo.... grup Bandung bela2in datang (Bessie, Shinta, Jemi - thanks yaaa), Jawa-Helen-Hovan, Surya-Kurnia-Vina, Clodi-Agus, Maja, Oceph, Tides, dan tentu saja the Mukarta's :-)
Sayang Ndut's fam ga bisa dateng krn Feny lg masuk angin, Tungting jantungnya bedebar2 (udah pada sembuh kan?), Salom ga ngejer krn nungguin Mira kuliah, Mico abis selametan di rumahnya, n Regina ada baptisan anaknya.
Kali ini acaranya di Resto Pulau 2, Taman Ria Senayan, n makan Seafood.
Abraham lucu banget... apalagi dengan lesung pipitnya, kalo senyum & ketawa manis.
Tapi, kalo ngejerit... waaaaaaa..... lengkingannya bikin deg2an... hehe... (cuma, lucunya dia tu ga bisa dibedain antara marah ato ngejerit seneng... soalnya style bibirnya senyum...hehe...)
Hovan makin lucu... ikut ngoceh kesana kemari (walopun orangtuanya pun ga bisa nerjemahin dengan baik & benar). Dan Vina anaknya cantik. Jiplakan bapakne tenaan... lesungnya itu looohh... cute! (sayang ya, Aiko ga dateng...)
As usual, kita ngobrol kesana-kemari, ketawa-ketiwi... dan tyt misuanya Imit pun lumayan doyan ngobrol juga. Jadi tambah asik.
Pulangnya sempet maen dulu ke PIM, meski ga semua ikut... Hepi deh pokoknya.
Kapan lagi yaaaa......??????

Pulau2, 11 Juni 2006

Heavenly Peace

It was a chilly morning.
I walked along the street and take my time to enjoy the morning activities surround me... students in hurry on their bikes, people enjoying their burgers & coffee, some get ready to open their stores, some might still asleep on their bed.
Though it's drizzle, I'm no hurry to open my umbrella. The pure air absorbed into my lung, leaving a cool feeling inside.
After 30 minutes walking, I found a beautiful shrine stand across the street. I walked through it's gate then walked up through the stairs to find the main building. There's not so many people come for pray... but it's silence, it's serenity gave me a new meaning of...p-e-a-c-e.


ImageImage
ImageImageImage

ImageImage








Made in Indonesia???

ImageWaktu masuk ke Chisun hotel di Utsunomiya aku langsung heran melihat benda aneh ini nangkring di dalam kamarku. Kaya meja setrikaan, ko ga nemu setrikanya yaa??? Udah ngintip2 di lemari, laci2, tetep aja ga ketemu strika-nya. Hampir aja nelpon ke room service, ketika mataku melihat ada kabel terjulur dari meja itu.
Iseng-iseng lah kucoba.... oooo, ternyata itulah setrikanya. Tepatnya pressing pants. Cuma ga hanya celana panjang, kauspun bisa juga. Tinggal dilipat, ditaro pelan2, dijepit, colokin kabelnya. 10 menit kemudian, licin deh.
Lalu, penasaran dong, ini bikinan mana sih? Jepun emang suka aneh2 kan ya?
Eeee... ternyata... made in Indonesia!!! weleh...weleh...

McD pilihanku

ImageThanks God, Mc D is everywhere!
Inilah pilihan jajanan murah meriah kalo pergi kemana-mana.
Baik di Paris, Luxembourg, Bergamo, Italy, Utsunomiya... aku pasti nangkring di Mc D. Cukup 1 euro ato 200 yen, perut kenyang, hati senang... :-)