Pilih investasi tanah atau rumah? Lihat 6 kontra berikut yang semestinya Anda kenal
Ketika ini investasi properti semakin diminati oleh banyak orang, bagus investasi tanah maupun rumah. Tapi dari kedua macam investasi hal yang demikian, banyak juga yang enggan memulai apakah kepemilikan tanah atau investasi rumah yang paling menguntungkan.
Tentu saja investasi tanah dan rumah mempunyai pro dan kontra, tetapi yang pasti keduanya dapat mendatangkan keuntungan bentang panjang. Berinvestasi tanah dan rumah tak akan pernah menghadapi inflasi atau penurunan harga, sehingga benar-benar sesuai bagi Anda yang berharap mengawali investasi.
Padahal, harga tanah dan rumah tiap-tiap tahun meningkat drastis. Kesempatan ini tentunya sebab kebutuhan masyarakat akan daerah tinggal kian meningkat dan jumlah penduduk yang terus bertambah. Nah, sebelum Anda memutuskan salah satunya, yuk simak perbandingan kelebihan dan kekurangan investasi tanah vs rumah di bawah ini.

1. Peluang nilai tambah
Anda bisa menikmati profit dari investasi ini dalam bentang panjang, semisal investasi rumah dapat diwujudkan tempat usaha, gazebo, rumah kontrakan, rumah kost. Jadi, dengan properti ini, Anda dapat seketika menerima penghasilan tambahan dari rumah yang Anda miliki.
Sementara itu, pengembalian investasi tanah mungkin lebih rendah sebab tanah lebih sulit untuk disewakan, terpenting kalau tanahnya terlalu besar. Namun, untuk kavling di tempat padat penduduk, masih ada potensi untuk menghasilkan banyak uang, mis. B. pembukaan tempat parkir untuk disewakan, lokasi tenda, dan lain-lain.
Baca Juga: Berbagai Tips kamar simpel yang nyaman.
2. Berdasarkan lokasi
Seperti halnya tanah dan rumah, lokasi yang strategis yakni hal yang paling penting untuk dilihat, jadi jangan asal beli. Melainkan strategis lokasinya karenanya semakin mahal harganya, tapi perlu juga memperhatikan kemudahan jalan masuk, fasilitas pendorong dan jumlah pengunjung.
Rumah di pusat kota pasti dapat dijual dengan harga lebih tinggi. Melainkan kavling yang berada di lokasi hakekatnya memiliki potensi yang lebih besar bagi pemodal atau pengembang sehingga bisa menawarkan skor jual yang cukup tinggi untuk kavling hal yang demikian.
3. Waspadai risiko Kepemilikan properti
Tentu saja, ada risiko dalam investasi real estat, salah satunya merupakan pencurian. Tapi|Tetapi|Melainkan|Namun} Anda menentukan untuk membeli rumah, ada risiko pencurian, bencana alam tak terduga yang bisa mengurangi nilai investasi dan malah sirna dalam petaka.
Namun, bagi mereka yang berinvestasi lahan, perlu juga mengantisipasi risiko pergeseran batas lahan dan kemungkinan lahan tersebut dihasilkan daerah pembuangan sampah bagi warga sekitar.
Baca Juga: Mau desain kamar tidur memanjang yang nyaman?

4. Pengeluaran Biaya Tambahan
Seandainya rumah dan properti juga membutuhkan biaya. Rumah memiliki biaya perawatan tiap-tiap tahun, mulai dari pengecatan dinding, profesi listrik, pipa ledeng, dan lainnya. Tapi rumah berada di zona perumahan, biasanya ada tarif keamanan dan kebersihan yang ditagihkan secara rutin tiap-tiap bulan.
Selain rumah yang mempunyai asuransi tentu akan membikin Anda mengeluarkan uang lebih banyak. Tetapi itu, ada pajak konstruksi yang patut dibayarkan terhadap negara tiap-tiap tahun. Tetapi hal ini tak berlaku untuk investasi tanah karena tidak membutuhkan tarif pemeliharaan, pajak, asuransi dan keamanan, sehingga tanah lebih menguntungkan.
5. Return dan Capital Gain
Membeli tanah tentu lebih murah ketimbang membangun rumah, melainkan pengembalian dan keuntungan modal yang lebih tinggi dapat ditemukan di tanah. Kenaikan nilai investasi tanah per tahun sekitar 20 hingga 25 persen, walaupun nilai investasi rumah meningkat dari 15 menjadi 20 persen.
Untuk meningkatkan skor jual kembali suatu investasi real estate, sebaiknya tunggu minimal 5 tahun, karena tiap-tiap tahun harganya akan terus naik. Dengan menunggu beberapa tahun, nilai tambah investasi Anda juga meningkat secara signifikan.
6. Tingkat likuiditas dan bisa dijadikan agunan
Rumah diyakini mempunyai daya jual yang lebih tinggi dari tanah. Melainkan itu, rumah lebih gampang diaplikasikan dan diperdagangkan, sehingga dapat dihasilkan jaminan pinjaman bank. Sementara itu, investasi tanah memiliki poin likuiditas yang lebih rendah sebab tanah tak mudah dipasarkan dan sulit diaplikasikan untuk pelbagai kegiatan serta tanah tak dapat dijadikan agunan.
