<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:cc="http://cyber.law.harvard.edu/rss/creativeCommonsRssModule.html">
    <channel>
        <title><![CDATA[Stories by Biro Pengembangan Instrumen dan Analisis Data on Medium]]></title>
        <description><![CDATA[Stories by Biro Pengembangan Instrumen dan Analisis Data on Medium]]></description>
        <link>https://medium.com/@bpiad?source=rss-6417570c530e------2</link>
        <image>
            <url>https://cdn-images-1.medium.com/fit/c/150/150/0*NNLsyO0EBk1wzybl</url>
            <title>Stories by Biro Pengembangan Instrumen dan Analisis Data on Medium</title>
            <link>https://medium.com/@bpiad?source=rss-6417570c530e------2</link>
        </image>
        <generator>Medium</generator>
        <lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2026 14:58:46 GMT</lastBuildDate>
        <atom:link href="https://medium.com/@bpiad/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <webMaster><![CDATA[yourfriends@medium.com]]></webMaster>
        <atom:link href="http://medium.superfeedr.com" rel="hub"/>
        <item>
            <title><![CDATA[Mengapa harus melalui Uji Asumsi Klasik dalam Penelitian Kuantitatif?]]></title>
            <link>https://medium.com/@bpiad/mengapa-harus-melalui-uji-asumsi-klasik-dalam-penelitian-kuantitatif-126669a3bdde?source=rss-6417570c530e------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/126669a3bdde</guid>
            <category><![CDATA[psychometrics]]></category>
            <category><![CDATA[statistical-analysis]]></category>
            <category><![CDATA[statistics]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Biro Pengembangan Instrumen dan Analisis Data]]></dc:creator>
            <pubDate>Thu, 12 Jun 2025 08:41:44 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2025-06-12T08:41:44.092Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*o8QHpvixOPBRRSPTfCnuQA.jpeg" /><figcaption>images: <a href="https://dqlab.id/kenali-uji-asumsi-klasik-pada-metode-statistik-regresi">https://dqlab.id/kenali-uji-asumsi-klasik-pada-metode-statistik-regresi</a></figcaption></figure><p>Dalam riset psikologi, angka-angka hasil analisis statistik sering kali menjadi dasar dalam menyusun kesimpulan, merancang intervensi, atau bahkan membuat keputusan yang berdampak pada kehidupan banyak orang. Sayangnya, tak jarang mahasiswa — terutama yang baru mulai terjun dalam dunia penelitian — terlalu cepat mempercayai nilai signifikansi (<em>p-value</em>) atau koefisien regresi tanpa terlebih dulu mengecek apakah model yang digunakan sudah memenuhi syarat-syarat dasarnya. Di sinilah pentingnya <em>uji asumsi klasik</em>.</p><p>Uji asumsi klasik adalah seperangkat prosedur yang memastikan bahwa teknik analisis yang digunakan — apakah itu regresi linear, ANOVA, korelasi Pearson, atau bahkan model yang lebih kompleks seperti Generalized Linear Model (GLM) — berjalan di atas dasar statistik yang benar. Dalam konteks psikologi, di mana kita sering bekerja dengan data perilaku manusia yang kompleks dan penuh variasi, pengujian asumsi ini menjadi semakin krusial. Sebab, pelanggaran terhadap asumsi seperti normalitas, linearitas, atau homoskedastisitas bisa membuat hasil analisis kita tampak meyakinkan padahal sebenarnya menyesatkan.</p><p>Mengecek asumsi bisa dianalogikan seperti memeriksa kesehatan mental sebelum menyusun diagnosis atau merancang intervensi. Sama seperti psikolog yang tak bisa hanya mengandalkan satu gejala untuk menentukan gangguan, peneliti juga tak bisa langsung percaya pada hasil uji statistik tanpa melihat apakah kondisi “kesehatan” data sudah memenuhi kriteria tertentu. Tanpa pengujian asumsi, analisis statistik bisa terlihat baik di permukaan, tapi sebenarnya menyimpan potensi kesalahan interpretasi yang serius.</p><p>Maka kita akan mengenali Uji Asumsi Klasik berdasarkan DQLab, yaitu: 1) Uji Multikolinearitas, 2) Uji Heteroskedastisitas, 3) Uji Autokorelasi, 4) Uji Normalitas, dan 5) Uji Linearitas.</p><p>DAFTAR PUSTAKA</p><p>DQLab. (2022). <em>Kenali uji asumsi klasik pada metode statistik regresi</em>. <a href="https://dqlab.id/kenali-uji-asumsi-klasik-pada-metode-statistik-regresi">https://dqlab.id/kenali-uji-asumsi-klasik-pada-metode-statistik-regresi</a>. Diakses Tanggal 12 juni 2025.</p><p>Field, A. (2018). <em>Discovering Statistics Using IBM SPSS Statistics</em> (Bab 5: “Assumptions in Parametric Tests”)</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=126669a3bdde" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
    </channel>
</rss>