<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:cc="http://cyber.law.harvard.edu/rss/creativeCommonsRssModule.html">
    <channel>
        <title><![CDATA[Stories by Randi Arif Ananda on Medium]]></title>
        <description><![CDATA[Stories by Randi Arif Ananda on Medium]]></description>
        <link>https://medium.com/@randisaster?source=rss-afc630c8d1d0------2</link>
        <image>
            <url>https://cdn-images-1.medium.com/fit/c/150/150/1*xD6ZiBN8YM46kTjZf03xTQ.jpeg</url>
            <title>Stories by Randi Arif Ananda on Medium</title>
            <link>https://medium.com/@randisaster?source=rss-afc630c8d1d0------2</link>
        </image>
        <generator>Medium</generator>
        <lastBuildDate>Wed, 20 May 2026 12:03:47 GMT</lastBuildDate>
        <atom:link href="https://medium.com/@randisaster/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <webMaster><![CDATA[yourfriends@medium.com]]></webMaster>
        <atom:link href="http://medium.superfeedr.com" rel="hub"/>
        <item>
            <title><![CDATA[Sajak Hancur, Terhempas, Terinjak dan Semua Hal yang Baik Tentangmu]]></title>
            <description><![CDATA[<div class="medium-feed-item"><p class="medium-feed-snippet">Di dalam relung hatiku, terdapat luka-luka yang tak terucapkan, Seperti halaman-halaman tersembunyi dalam buku harian, Kata-kata yang tak&#x2026;</p><p class="medium-feed-link"><a href="https://medium.com/@randisaster/sajak-hancur-terhempas-terinjak-dan-semua-hal-yang-baik-tentangmu-9edeb9edadde?source=rss-afc630c8d1d0------2">Continue reading on Medium »</a></p></div>]]></description>
            <link>https://medium.com/@randisaster/sajak-hancur-terhempas-terinjak-dan-semua-hal-yang-baik-tentangmu-9edeb9edadde?source=rss-afc630c8d1d0------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/9edeb9edadde</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Randi Arif Ananda]]></dc:creator>
            <pubDate>Mon, 18 Sep 2023 18:52:03 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2023-09-18T18:52:03.430Z</atom:updated>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Sajak-Sajak Tak Pasti. Cerita Tentang Kepastian]]></title>
            <description><![CDATA[<div class="medium-feed-item"><p class="medium-feed-snippet">Di tepi waktu yang mengambang dan tak pasti,</p><p class="medium-feed-link"><a href="https://medium.com/@randisaster/sajak-sajak-tak-pasti-cerita-tentang-kepastian-120dd20dc050?source=rss-afc630c8d1d0------2">Continue reading on Medium »</a></p></div>]]></description>
            <link>https://medium.com/@randisaster/sajak-sajak-tak-pasti-cerita-tentang-kepastian-120dd20dc050?source=rss-afc630c8d1d0------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/120dd20dc050</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Randi Arif Ananda]]></dc:creator>
            <pubDate>Mon, 18 Sep 2023 18:34:01 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2023-09-18T18:34:01.656Z</atom:updated>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Kepalaku Stasiun Paling Padat di Dunia.]]></title>
            <link>https://medium.com/@randisaster/kepalaku-adalah-stasiun-paling-padat-di-dunia-199ad1ee0998?source=rss-afc630c8d1d0------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/199ad1ee0998</guid>
            <category><![CDATA[poem]]></category>
            <category><![CDATA[indonesia]]></category>
            <category><![CDATA[puisi]]></category>
            <category><![CDATA[sajak]]></category>
            <category><![CDATA[shot-story]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Randi Arif Ananda]]></dc:creator>
            <pubDate>Tue, 25 Aug 2015 17:09:00 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2023-06-03T11:07:16.968Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*191E_xwTii8V7nGpaTsZ9w.png" /></figure><p>Bahkan dalam keadaan yang paling waras sekalipun aku tidak tahu bagaimana cara mengatakannya.</p><p>Bagaimana aku memulai?</p><p>Tidak tahu.</p><p>Mungkin Seperti ini ; Menurutku — atau juga menurutmu; hidup ini seperti stasiun kereta. Semua datang dan pergi — dengan begitu saja dan terkadang alasan yang paling tidak masuk akal adalah alasan yang paling bisa kita terima.</p><p>Anggap saja begini. Kereta hilir-mudik setiap harinya. 24 jam dalam seminggu, 365 hari. Siklus itu terjadi tanpa henti. Mengantarkan setiap orang.</p><p>Setiap individu melenggang naik, memilih di stasiun mana ia akan berhenti atau di stasiun mana ia akan memulai.</p><p>Terkadang, orang-orang pergi ke stasiun terjauh yang bisa mereka kunjungi dan stasiun dimana mereka berhenti adalah tempat mereka mengakhiri perjalanan mereka. Beberapa dari mereka berhasil kembali ke tempat mereka memulai namun sebagian dari mereka bahkan enggan memulai perjalanan mereka — takut akan sesuatu yang tidak mereka ketahui.</p><p>Aku menyadari suatu hal; tak ada yang kebetulan dalam hidup ini.</p><p>Jika hidup bagai stasiun kereta, aku rasa sejak lahir semua manusia sudah dijadwalkan di kereta mana ia akan naik namun mereka bebas memilih di stasiun mana mereka akan turun. Karna juga, beberapa orang setuju bahwa hidup adalah pilihan.</p><p>Kita pernah bertemu.</p><p>Mungkin, artinya kita pernah berada di stasiun yang sama atau berpapasan di dalam gerbong — atau bisa jadi kita duduk berhadap-hadapan namun pada akhirnya kita turun di stasiun yang berbeda. Begitu juga teman-teman kita, orang-orang yang pernah kita temui pada akhirnya memilih jalan hidupnya sendiri.</p><p>Aku pernah menyukaimu. Tidak masuk akal, memang. Kita bahkan hanya sedikit sekali bicara. Bila dianologikan dengan hitungan jari, sepuluh sepertinya terlalu banyak untuk menggambarkan percakapan kita.</p><p>Tapi terkadang di hari-hari berhujan atau di mimpi-mimpi yang paling buruk sekalipun aku masih memikirkan ke-tidak-masuk-akalan ini. Seperti yang kubilang tadi; tak ada kebetulan dalam hidup ini. Pasti ada suatu alasan kenapa aku bisa menyukaimu.</p><p>Akhir-akhir ini, aku jadi sering memikirkannya.</p><p>Tidak. aku memikirkan semua hal yang terjadi dalam kurun waktu 20 tahun belakangan ini. Selamat buatku, karna aku baru saja melewati ulang tahunku (walaupun kau tidak pernah ingat!)</p><p>Aku mulai bertanya kepada diriku sendiri.</p><p>Apa yang paling kusukai dalam hidup ini?</p><p>Diriku.</p><p>Apa yang paling tidak kusukai dalam hidup ini?</p><p>Diriku.</p><p>Di umur kita, kita masih sering memikirkan di stasiun mana kira-kira kita akan berhenti. Terkadang kita bangga akan siapa diri kita namun di sisi lain kita juga membenci diri kita, sama besarnya. Kita berfikir kita menyukai seseorang namun di sisi lain kita juga membenci mereka sama besarnya.</p><p>Sekali lagi, manusia adalah makhluk yang sangat kontradiktif. Suatu ciptaan yang yang sangat paradoks.</p><p>Kebohongan paling mutlak adalah kejujuran paling mutlak. Mencintai selalu ada resikonya dan kebanyakan hasilnya mengerikan. Dicintai membuat kita angkuh namun setidaknya kita mempunyai suatu pegangan.</p><p>Bumi dimana tempat kita berpijak, rasanya akhir-akhir ini seperti tanah gambut yang licin.</p><p>Seperti aku — atau semua orang yang seumur dengan kita mulai mendengarkan musik akhir-akhir ini. Aku berharap kau mendengarkan Jazz atau Metal hardcore sekalian. Bukan, bukan itu yang kita dengarkan akhir-akhir ini. Kita mendengarkan suara di kepala kita — yang membawa berita kebahagian akan datang. Seperti meramal nasib baik.</p><p>Dan setelahnya, akhirnya aku berhenti di stasiun yang berbeda denganmu. Menyedihkan dan juga melegakan. Sedih bahwa kecil kemungkinan kita akan bertemu lagi sekaligus melegakan karna kau menentukan nasibmu sendiri.</p><p>Aku akan selalu menyukaimu. Aku tidak akan memaksamu untuk menyukaiku juga. Karna jika begitu aku adalah orang yang egois tapi sekarang aku tahu — paling tidak satu alasan kenapa aku bisa menyukaimu.</p><p>Menyukaimu mengajarkan aku banyak hal; salah satunya adalah tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan. Di sisi lain, kau juga mengajarkanku untuk berlapang dada. Menjadikan jiwaku yang kecil tumbuh menjadi besar. Membuatku berubah dari seorang bocah kecil menjadi pria dewasa.</p><p>Aku ingin meminta satu hal kepadamu; setiap harinya kita akan tumbuh. Kita akan terluka, jatuh, patah hati, menangis atau mungkin akan tecabik-cabik. Aku ingin, apapun yang terjadi, berjanjilah kau akan selalu menjadi temanku.</p><p>Aku masih dan masih tidak mengerti bagaimana menjelaskannya (?)</p><p>Dari kecil, aku sangat menyukai puzzle. Aku sangat menyukai masalah, dan selalu penasaran bagaimana memecahkan masalah itu tapi kurasa, dirimu adalah puzzle paling susah yang pernah kudapatkan yang sampai sekarang tak dapat aku pecahkan.</p><p>Jadi yang ingin kukatakan adalah –</p><p>Terbanglah, nona muda. Pergilah ke stasiun terjauh yang bisa kau tempuh. Terlukalah agar kau mengerti rasa sakit. Jatuh lah agar kau tahu bagaimana caranya berdiri. Menangislah agar kau tidak lupa caranya tertawa dan selalu rendah dirilah — agar kau tidak lupa darimana dirimu berasal.</p><p>Aku akan menuju stasiunku sendiri, pergi ke tempat yang belum pernah kudatangi. Menyelam ke dasar laut yang kelam atau naik ke puncak gunung yang mencakar langit dan sementara itu aku ingin kau mengingatku sebagaimana kau mengenalku untuk pertama kalinya ; sebagai bocah kecil yang ceroboh dan akupun akan mengingatmu sebagai gadis yang periang.</p><p>Dengan begitulah caranya agar kita bukanlah dua orang asing. Bertemu atau tidaknya kita nanti, percayalah kau selalu punya tempat di hatiku.</p><p>Jangan pernah menyerah dalam hidupmu, Nona muda.</p><p>Sekalipun jangan.</p><p>Dari teman yang menyukaimu.</p><p>If you want to make a friend or just say hi, please follow me on <a href="http://Instagram.com/randisaster">Instagram</a>. Will love to hear a couple words from you. Cheers.</p><p><a href="http://Instagram.com/randisaster">Clik here</a></p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=199ad1ee0998" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
    </channel>
</rss>