Hari ini kuawali dengan membuka korden jendela kamarku. Gelap, sunyi…. Jelas saja, waktu menunjukkan pukul 3 dini hari. Waktu-waktu ini belum ada aktivitas berarti kecuali canda tawa bapak-bapak yang jaga di pos kamling. Perlahan jendela kubuka, hawa dingin musim kemarau serasa menusuk setiap titik tulang. Dengan senyum kusapa “selamat pagi duniaku, semoga hari ini indah…
Pagi yang cerah, hawa yang sejuk. Cuaca yang pas untuk pergi kuliah, setelah semua siap kutancap kuda besi kesayangan. Masih baru 3 tahun umurnya, warna biru berkolaborasi silver yang mualai lecet sana sini namun jika diajak orang balapan di jalan mesin masih di atas standart. Hari ini entah kenapa aku ingin mengendarainya pelan-pelan, itung-itung menataati aturan bahwa batas kecepatan dalam kota adalah 40 Km/Jam. Perlahan kunikmati perjalananku, sambil mendengarkan mp3 player murahan kunikmati setiap alunan nada dari artis jepang. Kebetulan hafal lyric beserta artinya, judulnya “laugh away” pas banget untuk mendampingi perjalanan ke kampus pagi ini. Kira-kira 2 kilometer setelah perjalanan dari rumah laju motorku dihentikan oleh traffic light yang belum pakai obat tetes mata [bermata merah maksutnya]. Ya sabar aja, orang kita ga’ buru-buru. “Mas, mau berangkat kuliah ya? ” suara lembut mengalun di samping motorku. Sentak mulut bocorku berkelakar “ya iyalah, masa’ saya mau akad nikah”. Dia pun tertawa, manis… ternyata yang menyapaku di lampu merah tadi gita, anak perempuan temen sekantor bapak. Lampu dah menyala hijau akupun bertutur kepada gita “saya duluan ya, see ya…”, perjalananpun lanjuuttt.. di jalan anganku berkelana, gita udah gede ya sekarang dia sudah semester 2 dulu ketemu terakhir waktu gw masuk SMA dan dia baru kelas 2 SMP. Manis juga dia sekarang, hehehehehe….
Lupakan imajinasi kalian tentang kisah romantis antara gw dan dia coz bukan itu ide ceritanya, gyahahahaha… angin sejukpun mengalun bersama irama getaran motorku seiiring perjalanan. Ga nyangka klo ada si johan bawa motornya di samping gue. “Pung, ayo kita road race lagi!! Finishnya gerbang kampus” ujar dia dengan nada sedikit tinggi. “Boleh!!! Monggo duluan, saya kasih waktu 10 detik baru saya tancap gas” balasku. Kejadian ini bukan seseuatu yang luar biasa, karena rumah kami terletak pada kompleks yang sama jadi jalan menuju kampus adalah jalan yang sama. Nah kadang kalau ketemu di jalan maka kejadian seperti ini tidak terhindarkan lagi. Waktu 10 detik terasa cepat dan Johan udah melesat dan hampir mnghilang di depan sana, bukannya sombong tapi kapasitas silinder atau cc motor gue lebih gede daripada punya Johan dan perbedaan skill dalam mengemudipun kelihatan bahwa si johan kalah mahir daripada gue. “udah waktunya tancap gas neh..” ujarku dalam hati, wes…wes… brummm… kek iklan si komeng kutancap kuda besi sampai batas maksimal mesin. “Maaf pak polisi, saya melanggar lalu lintas lagi” kataku dalam hati. Duel sengitpun terjadi sepanjang 5 kilometer, saling salib dan tidak mau mengalah merupakan fenomena sepanjang perjalanan. Sampai di tikungan terakhir Johan malah memperlambat laju motornya. “Oke pung, pagi ini seru. Aku mau ngojek dulu” kata Johan sambil mensejajarkan motornya dengan motorku. “Oke, besok2 lagi ya” sambil tersenyum kulontarkan kalimat itu. Si Johan itu emang baru punya pacar belum genap sebulan, jadi sekarang profesinya nambah satu lagi menjadi tukang ojek pacarnya.
Johan itu temen satu kelas yang kebetulan beragama non-islam, anaknya asik, konyol dan kadang kejeniusan matematikanya melebihi batas wajar. Sambil melanjutkan perjalanan ke gedung kuliah imajiku berkata klo si Johan sedang mengalami gejolak indah masa muda. Tidak ada cerita yang ebih indah daripada cerita cinta masa muda, penuh hasrat, penuh emosi, penuh tindakan bodoh yang ga’ penting dan klo penuh nafsu itu Cuma ada di otak kamu saja 😛 . sampai di gedung kuliah motor kuparkir dengan aman dan siap mengikuti perkuliahan hari ini, 9 sks atau setara dengan 450 menit waktu yang harus kurelakan untuk kuliah hari ini. Yah nasib anak program studi ilmu komputer bos. Moga-moga aja ada dosen yang males dan g’ ngajar, karena jam kosong adalah mukjizat yang nyata dari Tuhan yang Maha adil. Hari ini kuliah ya seperti biasanya, ngantuk klo udah bahas masalah teori yang njelimet dan semangat klo dah bahas masalah aplikasi di dunia nyata. Hari kuliah berlalu, tidak ada cerita yang spesial untuk hari ini. Masuk kelas lihat ada cewek-cewek seksi penggoda imron, jangan sampai duduk berdekatan apalagi bersandingan nanti imron lepas kendali dan sinyal otak mengeluarkan bunyi “WARNING, A VIRUS HAS BEEN DETECTED”. Meskipun tampang gue tidak setampan afghan syahreza toh koq ada aja salah satu cewek tersebut yang mau main hati sama ayas ini. Ampun bos, salahkah aku bertampang tampan ini????
Enough ngaconya, sekarang saatnya pulang. Tugas kuliah untuk besok ya dipikir besok saja, sekarang udah capek maunya pulang dan tidur. Sebelum cabut sholat dhuhur dulu, kali aja gue ntar on the way mampus, nanti laporan ane bolong dong. Kalau bolong ntar gajian pahalanye gimana ? susah juga kan. Perjalanan pulang lebih kenikmati dengan santai, segala bentuk peraturan lalu lintas gue jalanin sepenuh hati. Termasuk dilarang kencing sepanjang jalan hehehehe… di jalan boleh dong lirik kiri kanan, sapa tau ada pemandangan bagus. Eits… jangan berpikiran negatip dulu om/tante, pemandangan disini bukan pemandangan seperti neng geulis ato sejenisnya, keep positive oke! Di jalan ane ngeliat sepasang kekasih lagi berantem di pinggir jalan, keliatannya seru ampe meledak-ledak gitu. Ah.. gue ga’ kenal tuh orang, cuek aje. Lanjut bang jalannya. “hmm… seru juga orang tadi, ceweknya cantik,mayan seksi koq mau ya sama cowok yang biasa-biasa aja kek gitu” dasar imajinasi liarku ini susah dikendalikan, seperti rubah ekor 9 yang bersarang di tubuh naruto aja. Yah mungkin klo namanya cinta dan jodoh, siapa yang tahu kecuali Allah SWT. Beberapa menit kemudian gue ketemu sepasang kekasih mengendarai mobil mewah, custom lagi (custom = udah dimodifikasi). Wuih, orang kaya mana ada cewek yang nolak diajak jalan ama dia. Pastinya cewek yang imannya gede tuh yang nolak ajakan setan kek gitu. Hampir sampai di rumah gue ngeliat cewek-cewek berbusana muslim[berjilbab] pada berhamburan dari sebuah rumah. “Oh habis ada pengajian toh” batinku. Ternyata di jaman serba vulgar ini masih ada juga wanita mulim yang masih menjaga imannya sekokoh gunung himalaya. Subhanallah, andaikan saja teman-teman di kampus seperti itu, tidak akan ada kejadian lagi dimana aku dapet nilai D gara-gara lupa sama ilmu warisan bapak dosen lantaran ngelihat panties temen sekelas yang pakai celana jeans super skinny dan baju ketat yang kalau duduk bisa sampai kelihatan kolornya. Kata temenku itu termasuk aliran narkoba alias nampak kolor bangga. Sampainya di rumah udah ashar ya sholat dulu untuk mencuci otak dari perbuatan yang tidak senonoh selama kuliah dan perjalanan pulang.
Keliatannya ane dah gak ngantuk lagi, malah jadi seger. Komputer kunyalakan dan kupasang playlist lagu-lagu yang sedang tren masa kini. Sambil mengikuti irama musik aku berfikir tentang kejadian-kejadian hari ini, mulai dari ketemu sama gita ampe ngeliat cewek-cewek berjilbab pulang ngaji. Keliatannya hari ini gue banyak ketemu macem-macem cewek, mulai dari yang paling parah yaitu segolongan cewek korban mode ampe ketemu cewek yang alim. Jadi inget khotbah nikah di acara akad nikah temen gue. Di khotbah itu sang ustad berkata bahwa jadi wanita itu harus shalihah, nurut sama suami dan pandai membawa diri di masyarakat. Poin pandai membawa diri ini yang selalu aku ingat-ingat karena banyak juga fenomena manusia yang tidak begitu pinter membawa dirinya. Khusus kali ini pikiranku terkonsentrasi pada fenomena cara membawa diri cewek-cewek yang ada di sekitarku. Dulu gue pernah liat tetangga gue yang naik sepeda cuman pake hotpants, ya Allah indah nian kakinya. Plok!! Kutampar keras-keras pipi kananku. “Tobat pung, umur loe dah kepala dua. Mau nambah dosa lagi loe?” hatiku berkata keras padaku. Bener juga iya kalau umur gue jadi 63 thn kek nabi besar Muhammad SAW, klo besok dah dapet last call ya langsung pesen lobang aje. Klo di buku kisah hidup nabi yang gue baca, dulu waktu jaman nabi muhammad yang namanya wanita setelah mendengar perintah untuk mengenakan jilbab sampai seluruh auratnya tertutup sentak semua muslimah pada waktu itu langsung menaati perintah Allah tersebut(lihat QS an Nur 29-33). Nah kalau sekarang ente bisa liat sendiri fenomenanya kek gimana, bahkan ada guru besar universitas islam yang mengatakan jilbab itu tidak wajib bagi perempuan muslim. Duh itu orang, ga bisa baca terjemahan Quran . Udah jelas ayatnya dan banyak hadist yang memperkuat ayat-ayat jilbab itu. Bukannya gue apatis sama perempuan-perempuan di dunia ini tapi selama hidupku ini yang nampak adalah pameran daya ledak Inter Continental Balistik Missile (ICBM adalah rudal antar benua yang besarnya bisa 2x pesawat airbus A380 yang baru)sepertinya mereka bangga akan lekukan khas tubuhnya itu dan tidak sungkan-sungkan mempertontonkannya pada khalayak umum. Belum lagi kalau sudah pe de dengan bentuk tubuh yang seperti gitar spanyol, duh imron ini makin menjerit saja. Otak udangku berkelakar “koq mau ya tampil kayak gitu ?”, akhirnya otak jeniusku menjawab bahwa kontes tampil seksi seperti orang berdagang, ada yang jual adan ada yang beli. Mereka tampil seperti itu memang karena ada yang mau liat mereka seperti itu, siapa lagi kalau bukan laki-laki ber-imron rendah. Kalau dianalogikan kek IQ tuh imron udah bersetubuh dengan tanah, gak jongkok lagi.
Sadar akan hal ini gue jadi istighfar. Astaugfirullah haladzim, ternyata gue juga kadang tergolong orang ber-imron rendah. Jadi kesalahan bukan hanya dari para penjual namun para pembeli juga salah. Trus solusinya bagaimana? Yang laki-laki kudu diperkuat imronnya, puasa aja yang rajin. Yang cewek juga sama saja, cuman tutupilah auratmu supaya tak nampak pemandangan surga dunia itu. Kata emakku wanita itu adalah sumber kehidupan. Emang bener sih, tanpa wanita kita ga’ akan berada disini sekarang. Bukan hanya masalah melahirkan kata emak, wanita itu juga mempengaruhi alur kehidupan di sekitarnya. Seorang wanita bukan hanya membawa kehidupan bagi adik bayi namun wanita juga dituntut untuk dapat membawa kehidupan disekitarnya lebih bermakna. Dengan kata lain membawa barokah untuk lingkungan sekitarnya. “Mak, trus laki-laki itu gimana ?” tanyaku waktu itu. Kata emak laki-laki itu laksana perisai untuk masyarakat. Perisai itu benda yang bisa melindungi dari ancaman bahaya dan bisa mengayomi ketika membutuhkan perlindungan. Itulah yang harus laki-laki lakukan, untuk mengayomi dan melindungi. Jah, kayak motto pak polisi aja. Dunia ini mirip juga sama panggung sandiwara, yang wanita sewaktu-waktu bisa berubah jadi racun dunia dan yang laki-laki bisa berubah menjadi buaya atau ular. Dunia hari ini berwarna sekali, meskipun gue jomblo tulen sejak 5 tahun yang lalu. Jomblo itu bukan takdir tapi pilihan, pilihan yang tepat bagi orang yang ga’ ingin berbuat maksiat dengan berpacaran. Kalu udah waktunya toh jodoh ga’ akan lari kemana. Daripada dosaku bertumpuk lantaran aktifitas pacaran yang semakin jauh dari kemurnian nilai-nilai islam. Cubit kiri cubit kanan, sosor dikit kan gak apa-apa kalau pacaran. Ga ingat kalau bukan muhrim itu tidak boleh bersentuhan, wudhlu aja batal kalau kita nyentuh yang bukan muhrim. Yah, hari ini aku dapet pelajaran baru. Imron kudu dijaga agar gak bisa ngalahin iman di dance battle. Imanwati juga harus diperkuat supaya tidak memicu imron berbuat nekat. Adzan maghrib sudah berkumandang, lama juga aku merenung hari ini. Alhamdulillah renugnanku tidak sia-sia, ada hikmah yang bisa diambil. Waktunya mandi trus sholat neh.
“adanya kesamaan tokoh, cerita dan skenario bukan merupakan hal yang disengaja. Tulisan ini memiliki komposisi 19% fakta,80% ide gila dan 1% faktor pendukung gak jelas lainnya. Keep your mind positive and going insane is not really bad thing”
-azerael ‘08-