TENTANG ISTRI yg Perlu Di PAHAMI oleh Suami :)
selamat sore para pembaca blog saya,,
kali ini saya akan sedikit membagikan hal2 yang perlu di ketehaui oleh para suami.. ya siapa tau bermanfaat 😀 HEHEHHHE
Cum di baca 🙂
“5 Hal Mengenai Istri yang perlu diketahui oleh Para Suami”
1. Hanya mengharap cinta suami
Ketika istri berkurang cintanya , maka rasa hormat pada suaminya juga akan berkurang. Dan ketika suami melihat cinta istrinya berkurang, maka suami pun menjadi kurang bergairah dan perhatian pada istri. Tunjukkan cinta pada istri Anda!
Itulah yang istri inginkan. Mencintainya meskipun istri banyak kekurangan dan kebiasaan buruk, maka dia akan menghormati Anda meskipun kekurangan Anda dan kebiasaan buruk Anda jauh lebih banyak.
2. Istri juga bisa bosan
Ini hal yang sama setiap hari. Tidak hanya dia bosan tapi dia juga lelah.Istri harus merawat anak-anak dan menjalankan rumah tangga dan kemudian memanjakan Anda. Dan mari kita tidak melupakan wanita yang bekerja dan berkarier. Banyak wanita yang harus bekerja penuh waktu serta mengurus rumah tangganya “sendirian”. Jadi, buat istri Anda merasa istimewa. Beri dia istirahat. Bawa dia keluar berjalan-jalan. Kejutkan dia dengan “surprise”. Membawa pulang oleh-oleh makanan favoritnya. Hanya perlu sedikit kegembiraan buat istri dan ini akan memecahkan kehampaan dan bosannya istri.
3. Istri menginginkan pujian suami
Setiap istri ingin dipuji suaminya. Istri Anda tidak harus membersihkan pakaian kotor Anda. Dan dia tidak harus memasak makanan Anda. Tapi dia memilih melakukan itu di atas semua hal-hal lain dalam hidupnya: bekerja, merawat anak-anak, dan sebagainya. Tunjukkan pada istri bahwa Anda menghargainya dan merasa bersyukur untuk hal-hal yang dia lakukan untuk menjaga Anda dan keluarga Anda.Ucapan sederhana “terima kasih” adalah awal yang baik.
4. Cemburu adalah sifat wanita yang manusiawi
Berhati-hatilah bagaimana Anda berbicara tentang wanita lain di sekitar istri Anda.
Jangan pernah membandingkan istri Anda dengan wanita lain.
Jangan bandingkan dirinya dengan beberapa bintang film wanita.
Jangan membandingkan dia dengan ibu Anda.
Jangan pernah membandingkan dia dengan mantan istri-Anda.
Istri Anda ingin tahu dan percaya bahwa dia adalah pusat pikiran Anda. Jadi Sebagai Suami Anda harus membuatnya merasa seperti itu.
5. Istri menginginkan kebahagiaan bersama suami dan anak-anak.
Wanita menikah karena mereka ingin kehidupan keluarga yang bahagia dan mereka percaya Anda sebagai pria akan memberikannya kepada mereka.
Sebenarnya sangat mudah bagi Anda untuk memberikan itu padanya tapi Anda tidak pernah menyadarinya. Berhenti bertingkah seperti orang brengsek. Menjadi suami yang baik baginya. Jadilah baik. Tunjukkan padanya Anda mencintainya.
Kebahagiaan hadir karena adanya kebersamaan dan Kesabaran
selamat siang para pembaca yg budiman,
siang ini saya akan menuliskan bagaimana rasanya menjadi seorang istri yang menemani seorang suami ketika mereka benar-benar harus memulai segala sesuatu nya dari bawah 🙂
bismillah…
saya menikah dengan seorang pria,yg amat saya cintai.
ia begitu memuliakan istri nya,
menyayangi dengan segala rasa yang ada,
hidup sederhana di sebuah desa di jawa tengah,
yg tadi nya saya adalah orang yang paling susah untuk beradaptasi di sebuah tempat baru,apa lagi sepi dan terdalam.
tapi kini…. saya mampu menerimanya.
4bulan sudah saya melalui, dan alhamdulillah Allah begitu menyayangi kami,,
kami di beri titipan oleh Nya. ya… sebuah calon dede bayi 🙂
alhamdulillah…
kta-kata itu yg saya dengar dari bibir ny,
seperti wanita hamil lainnya,,mual-mual,,ngidam,,emosi yg kian naik turun,,manja,dan masih banyak lainnya pun saya turut mengalaminya..
tapi alhamdulillah suami saya tak pernah mengeluh,,,
hingga kami di hadapkan pada satu massa sulit.
uang tabungan semakin lama semakin berkurang dan belum ada pemasukan,,itu karena usaha yg akan di bangun suami saya belum berjalan,
dan disinilah ujian Allah di mulai..
Subhanaallah..
suami hendak membuka usaha di bidang Warnet. dengan modal yg akan di pinjamkan oleh saudaranya. kurang lebih sekitar 28 juta.
alhamdulillah masih ada yg mempercayakan uang nya untuk kami pakai dulu membuka usaha..
1 bulan berlalu,dan tak ada kabar..
Ruko yg telah selesai di bangun untuk usaha belum bisa kami isi dengan perlengkapan apapun.
hingga pada ahkirnya,,,,
“motor ninja kawasaki yg di rumah jual dulu aja” ?(begitu bunyi bbm yg saya baca dari saudaranya)
masyaallah….
ketika suami tanya knapa? beliau hanya menjawab aku sedang banyak kebutuhan.
bisa di bayangkan bagaimana perasaan kami saat itu,, menantikan modal usaha dari 1bulan,,dan ketika tiba hari-H nyaternyata Allah berkata lain..
dan mulailah suami memasarkan motor ninja kesayangannya kesana kemari.
menghubungi teman dekatnya,kerabat nya,bahkan dealer motor sekalipun..agar motor bisa cepat terjual.
hingga pada suatu hari tepat ny pukul 09.00PM kami berhenti di sebuah dealer motor besar yg letaknya cukup jauh dari rumah kami.
disana kami menawarkan motor ninja tersebut.
dan hasilnya..
“coba besok saya hubungi mas nya lagi mungkin ada yang berminat” (begitu kata karyawan yg ada di dealer)
“o.iya mas.. saya tunggu kabar baik nya. terimakasih
dan pulanglah kami..
kami memasrkan motor ninja dengan harga 22jt,
dengan pemikiran mungkin akan d nego sampai 20jt.. tak apa lah.. yang penting ada sedikit untuk buka usaha,.
selang bberapa jam setelah sampai di rumah,,
“hallo… mas iki ada yg berminat motor e sampean. tapi orang nya njaluk 17jt. piye?? (begitu suara yg ku dengar jelas saaat suami mengangkat telp ny)
walah mas..kok ya segitu.. ga bisa di tambahi ta?
ga bisa mas..orang nya minta segitu,
nggehpun mas kulo pikirkan riyen.
duduk termenung dan bertanya lah suami saya : gimana ma? 17 juta? di lepas ta?
hanya perasaan bingung yang saya rasakan saat itu,, “terserah ayah..kalau memang pengen buka usaha cepet ya gpp di lepas..
dan keesokan hari nya kami pergy ketempat dealer yg hendak membeli motor tersebut.
sesampai disana,sembari menunggu kami pergi ke warung makan dahulu.
10 menit…15 menit..25 menit berlalu,dan stgh jam kemudian…
terdenngar bunyi telp milik suamiku,
“nggeh mas pripun?? (tanya suamiku)
“mas sepurane.ini orang nya ga jadi beli 17jt,tapi di tawar 15jt500rb? pripun??
masyaallah…
nggeh ga usah mas klw segitu…
dan kami kembali ke dealer untuk kembali motor tersebut.
hanya bisa terdiam,merenung di jalan sembari berfikir,,, ujian apa yg tengan Allah berikan untuk kami..
hari terus berjalan,dan pada ahkirnya kami memutuskan utk memaketkan motor tersebut ke JKT,dimana disana ada saudara suamiku.
ya..mungkin bisa terjual lebih tinggi… (berharap :O) )
kami memaketkan motor tersebut mlalui salah satu ekspedisi kereta api yg ada di Jawa Tengah.
3 hari paketan tersebut sampai..
lalu kemudian saudara suamiku sebut saja Agus namanya.
memngabarkan demikian :
“kowe nyiliho bank disek,nganggo sertfikat umah kae. sok lek sepeda payu langsung di tutup,,opo ga aku sing bayar ben ulan e. iki yo lagy tak tawakno.
(begitu bbm yg aku baca di hp milik suamiku)
dengan saran saudaranya,suamiku pun bergegas mencari sertifikat baik milik keluarga nya,atau meminjam saudara nya. untuk di jadikan jaminan pinjaman bank.
namun,,tak semudah bayangan kami.. perkiraan setelah di survei bisa langsung cair dalam 3 hari. tapi ternyata….. -_-
proses ny terlalu rumit.
Dan ahkirnya,beberapa minggu kemudian..
“sepeda e wes payu iki 19jt. engko tak transfer duite”.
(itu kabar dari agus)
alhamdulillah….
sedikit kami mampu tersenyum,setelah berminggu-minggu di rundung rasa resah..
setelah uang kami terima,,
kini saatnya kami mencari perlengkapan warnet. baik itu komputer,Pc,keyboard dll..
tapi ternyata cukup sulit untuk mencari di daerah Jawa tengah ini. hingga Saya harus pulang ke Surabaya-Jawa timur untuk mencari perlengkapan tersebut.
bermodal niat,,pulanglah saya dengan naik kereta…
Surabaya-Jawa timur ,,,
menghubungi rekan-rekan yang berkecimpung di dunia warnet,berharap info-info dari mereka..
dan samapailah saya di temani saudara saya yg kebetulan terjun langsung di dunia warnet. mengantarkan saya membeli perlengkapan tersebut.
tawar menawar terjadi,,hingga mencapai kata deal.
dan barang-barang tersebut segera di kirim ke jawa tengah.
alhamdulillah ya allah selesai tugas saya untuk mencari seperangkat komputer.
tepat pada tgl 24 juni 2014 saya kembali ke Sragen-Jawa tengah untuk menemani suami saya memulai membangun usaha nya.
Sragen-Jawa Tengah,,
memulai menginstall segala macam software,dan ternyata Pc yg saya dapat tidak cukup kuat untuk game online. hmmm… rasa ny kecewa sekali,,,tapi apa daya nasi telah jadi bubur.
semoga saja meskipun cuma warnet biasa tapi mampu berjalan… amiinnn
tepat pada tgl 30 juni 2014 puasa ramadhan tiba,dan warnet kami mulai berjalan untuk hari pertama.
bismillah…
kami buka pukul 09.00,,
dan belum ada user yg datang.
sabar….
pukul 10.00 ada beberapa anak-anak yang datang untuk bermain,,
alhamdulillah….
sampai pukul 17.00 kami buka,dan tutup sembari menggu berbuka puasa dan tarawih.
lalu pukul 20.00 kami buka kembali – pukul 23.30.
hari pertama kami buka,pemasukan yg kami dapat ya cukup kami syukuri.. meskipun tidak sesuai perkiraan kami.
tapi kami optimis semoga kedepannya lebih baik…amiiinn
karena bagi masyarakat desa ini,warnet ini merupakan hal yang cukup jarang. jadi kami harus benar-benar sabar..
hari demi hari kami jalani,berapa pun nilai rupiah yg kami dapat setiap hari nya kami syukuri..
meskipun jujur,,,terasa sulit dan berat.
tapi saya percaya, Allah maha segala nya,,maha adil..dan ia takkan melupakan membagi rizqi ny kepada kami yang mau berusaha,,berdoa,,dan bersabar serta selalu mensyukuri segala nikmat nya.
Salah satu contoh yaitu firman Allah Q.S. Ibrohim (14): 7: “Jika kamu bersyukur pasti akan aku tambah (nikmat-Ku) untukmu dan jika kamu kufur maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih”.
kaat-kata itulah yang membuat aku yakin untuk selalu mensykuri apa yang Allah berikan..
menjalani hari-hari bersama suami yang amat aku kasihi, menunggu kelahiran calon bayi dalam hidup ku,menjadi seorang ibu untuk anak ku, menjadi seorang istri yg sholekha dan berbakti kepada suami, itulah Tujuan ku menikah dngan mu wahai suami ku…
“aku mencintai segala yg kau berikan,baik itu dalam keadaan berlebih maupun kurang, aku mensyukuri itu.. sebab aku yakin,,Allah takkan salah memberikan seorang Imam untuk hidup ku…dan aku percaya engkau mampu menjadi yg terbaik..


Diproteksi: ini hatiku..dan didalamnya hanya ada Kamu..
Masih Ingatkah Kamu?????
Masih ingatkah kamu saat pertama kali aku mengenalmu dengan cara yg unik??
Masih ingatkah Kamu saat aku menyatakan Perasaan dan Bilang “Aku Sayang Kamu?”
Masih ingatkah kamu saat pertama kalinya aku ingin Menemuimu yang jauh disana,Dengan Segera aku mencari Tiket K.A hari itu?
Masih Ingatkah Kamu saat Sebelum kita menjadi pacar Seperti sekarang,Aku hanya menganggap mu Sebagai ‘ENEMY’???
Masih Ingatkah Kamu Saat aku meninggalkan mu,di rumah itu kita Mengucurkan air mata? cz kita akan Terpisah Jarak lagi..Dan harus Menunggu waktu kembali utk Bertemu??
Masih Ingatkah Kamu Saat Pertama kalinya aku Minta di belikan Bakso,dan kita Pergi makan bersama??Itulah Pertama kalinya Kita berjalan Bersama..
Masih Ingatkah kamu Saat Pertama kalinya Kita bertengkar Hebat hanya cz Salah paham??
Masih Ingatkah kamu saat Pertama kali aku menangis,dan bersandar Di pelukanmu??Saat itu adalah benar” saat dimana aku merasa Damai,,dan Nyaman…
Masih Ingatkah Kamu Ketika Kamu Pertama kali berani Mencium Ku??hahahhaa…Itu adalah Moment TerLucuu buat ku..
Masih Ingatkah Kamu Saat Pertama kali,aku akan kembali ke kota ku,,Dan Di stasiun Tempat ku menunggu Kereta,,lantas Dengan Tiba” Kamu Mencuri Ciuman Dari ku??hehehhe Saat itu Hanya perasaan bahagia dan utk Pertama kalinya aku merasakannya…
Dan Masih Ingatkah Kamu Bahwa ada aku disini,Yang mempertahankanmu dengan Susah Payah…Semampu ku…
Aku bukan kangen kamu..
Aku hanya Sedang ingin Bernostalgia tentang moment” dimana aku pernah bersama dengan Seseorang Yang mampu membuat ku merasakan perasaan yang Istimewa setiap hari nya…
Kalau Kamu bertanya,Apakah kamu merindukan aku sayang??
hahahhaaha…Rasanya Kamu sudah amat sangat tau pasti jawabannya…
Aku mempunyai Rindu,,yang tiap hari nya tidak bisa Hilang,,Berkurang..Berganti,,atau bahkan Lenyap..
I Always Missing u..
dalam keadaan Seperti ini,,Ketika Aku Mulai Merindukan mu (lagi)
Aku jadi ingat beberapa Lirik Lagu,Yang Pas Kena banget…
When You’re far…. a way..
I miss u…
When You’re far.. a way..
I need u..
But,I Know You’re here with me…
Sering kali aku mendengarkan lagu itu..Dan Sering kali aku di buat Meneteskan air mata Oleh Liriknya..
Dan pada Ahkirnya Aku Ingat kamu…yang selalu mengatakan “Sabarr ya sayang.. Disini aku juga merindukanmu”
kata2 itu yang mampu menguatkanku.. 🙂
I Love Him cz Allah
Dear My Blog:
Sejuta rasa syukur yang ingin aku bagi dg mu 🙂
Sejuta Rasa bahagia yang ingin aku curahkan pada mu 🙂
Sejuta Rasa,,Ribuan kata,dan Puluhan ungkapan yang ingin aku Tuangkan padamu 🙂
Bukan hal yang istimewa utk kebanyakan orang,cz aku paham bahwa tiap org pasti pernah merasakan yg nama nya “Falling In Love” alias Jatuh Cinta 😀
Cinta kq bisa jatuh yak??? hehhehehehe
tapi kali ini beda..
cz aku merasakan jatuh cinta yg luar biasa dg orang yang biasa..
aku merasakan menemukan Cinta yang berbeda dg apa yang pnh aku rasakan sebelum nya 🙂
ya….aku jatuh cinta 😀
Lebih tepatnya aku baru benar” jatuh cinta setelah dia menjadi pasangan ku..atau mnjadi pacar ku saat ini:)
Aku baru bisa merasakan jatuh cinta dg Dia setelah Kurang lebih 5bln mnjalani kisah cinta dg nya 😀
Lucuuuuu…
Entah kenapa buat aku dia beda dg orang lain..
Dia sosok yang sangat Sederhana,,Realy-Realy Simpliciti 😀
hemmmm….
Dia mampu membuat aku tertawa terbahak” di saat aku membutuhkan candaan.
Dia mampu membuat aku Bingung dg ucapannya yang sedikit ke jawa”an.
Dia mampu membuat aku Tersenyum Di saat aku bnar” Tdk ingin Tersenyum..
dan lebih Joss nya lagi,,dia mampu Membuat aku Menangis cz Bersyukur memilki Dia :))
Tapi….
Jarak lah yang membuat kami harus bertahan sedikit lebih sabar 🙂
membuat kami Extra lebih saling percaya..
dan…Membuat kami merasakan Sejuta Rindu yang Tertahan 🙂
Alhamdulillah…5bln ini kami berhasil.
Harus aku akui tidak sedikit Ujianyg hadir..
Harus aku akui Tidak sedikit rasa Cemburu yg Muncul
Dan harus aku akui Tidak Sedikit ke curigaan datang 😐
Tapi…
Alhmdulillah..lagi” kami berhasil mengatasinya 🙂
apa kalian tau bagaimana kami berhasil mempersempit jarak antara saya dan dia???
Ya,,,
Dengan Doa^^
Dengan sama” mendoakan ketika kami saling merindukan..
Dengan sama” Bersujud dan menyebut nama nya dalam Doa ku..begitu pula sebaliknya..
maka Insyaallah dg Seizin allah,,,,
allah akan mendekatkan jarak antara kami 🙂
“Ya allah…aku merindukannnya di saat aku sendiri..aku membutuhkannya di saat aku sakit.. aku Ingin dia yaAllah ,,
Ya allah,,mungkin saat ini kami tidak bisa bertemu dalam Dekat 😐 namun izinkan kami utk bertemu dalam Doa dan sujud kami masing” itu sudah cukup mengurangi rasa Rinduku padanya 🙂
I LOVE YOU Mom :)
Tuhanpun menjawab. “Diantara semua Malaikat-Ku, aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatimu dan mengasihimu.” Si kecil bertanya lagi, “Tapi, disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia.” Tuhanpun menjawab, “Tak apa, Malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia.” Namun si kecil bertanya lagi, “Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?”
Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu itu, akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia.” Si kecil bertanya lagi, “Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, ya Tuhan?”
Tuhanpun kembali menjawab, “Malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa.” Lagi-lagi, si kecil menyelidik, “Namun, aku mendengar, disana, ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?”
Tuhanpun menjawab, “Tenang, Malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.” Namun, si kecil kini malah sedih, “Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi.
Tuhan menjawab lagi, “Malaikatmu, akan selalu mengajarkanmu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, aku akan selalu ada disisimu.”
Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. “Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama Malaikat yang akan melindungiku…”
Tuhanpun kembali menjawab. “Nama Malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan: Ibu…”
Penyesalan Seorang Istri :'(
Aku membencinya…… Itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, Aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, Membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, Aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, Setiap hari aku melayaninya sebagai
mana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain.
Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, Suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka. Ketika menikah, Aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku.
Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, Akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, Aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, Aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, Aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, Aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, Aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, Tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, Dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, Aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, Dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, Ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun
sebelumnya, Saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu.
Yaah, Karena merasa terjebak dengan perkimpoianku, Aku juga membenci kedua orangtuaku. Sebelum ke kantor, Biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, Ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu Seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, Akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon. Namun betapa terkejutnya aku, Ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan.
Aku menelepon suamiku dan bertanya, “Maaf sayang, Kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, Kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut. Dengan marah, Aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara.
Tak lama kemudian, Handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, Akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, Aku pulang sekarang, Aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , Kuatir Aku menutup telepon kembali.
Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, Aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi.
Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu. Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, Aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon.
Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah. Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, Terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri,
“Selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?”
Kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, Ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian.
Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas. Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku.
Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, Serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya.
Selesai mendengar kenyataan itu, Aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada air mata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, Aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat.
Air mata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar air mata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, Aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, Air mataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam masjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, Tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental.
Dadaku sesak mendengarnya, Karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Ia pun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat pemakaman, Aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya. Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya.
Di hari-hari awal kepergiannya, Aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, Aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu dirumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku.
Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku. Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, Tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, Tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa.
Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, Sekarang aku memandangi komputer, Mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, Sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, Sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote.
Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya. Aku juga marah pada diriku sendiri, Aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, Tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas.
Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, Meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, Meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belakan, Hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, Keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa.
Dari kantor tempatnya bekerja, Aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, Ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana ? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, Ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
“Istriku Liliana tersayang, Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu. Maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu. Seandainya aku bisa, Aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja.
Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, Ya sayang. Jangan menangis, Sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, Putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu.
Dan Farhan, Ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke!!!!!!”
Aku terisak membaca surat itu, Ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note. Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya.
Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, Sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta. Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak- anakku. Ketika orang tuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, Tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikah dengan seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata, “Cintailah sayangku, cintailah suamimu, Cintailah pilihan hatimu, Cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, Kau akan belajar menyenangkan hatinya, Akan belajar menerima kekurangannya, Akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, Kalian akan menyelesaikannya atas nama CINTA.”
Putriku menatapku, “Seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “Bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, Seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, Tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, Tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
Bukan karena aku tidak mencintaimu
malam ini,,udara begitu dingin,,cuaca di luar mendung seolah akan segera turun hujan..
ya..sama dengan suasana hati ku saat ini,Mendung dan ingin menangis.. 😥
waktu menunjukan pukul 20.30
Dia,,sebut saja rendra.
Rendra adalah kekasihku,,yang sudah bersama ku selama kurang lebih 5th ini.
Kami berniat akan mengahkiri hubungan pacaran ini,dan mengganti nya dengan yang allah mau,,ya..Pernikahan.
tapi…
itu semua hanya mimpi,
itu semua hanya tinggal angan,
dan itu semua hanya berubah menjadi cerita yang aku kenang..
Aku memilih membatalkan Pernikahan kami,
aku memilih memutuskan hubungan ku dengan Rendra,
Bukan karena aku tidak mencintainya,bukan karena aku tidak menyayanginya..
Rendra adalah Pria yang baik,sopan,dan bertanggung jawab,Dia juga tidak hanya menyayangi ku,tapi juga seluruh keluarga ku.
namun,,,ada hal yang membuat ku harus meninggalkannya 😦
30 Juli 2012,
Aku merasa ada yang tidak beres dengan kesehatan ku.
ahkir” ini aku lebih sering merasa pusing,seakan ingin pingsan.
bahkan dalam sebulan,aku bisa mengalami masa Menstruasi selama 3X dalam sebulan.
ahkirnya aku memutuskan untug memeriksakan kesehatan ku ke Dokter.
Dan..
sungguh jawaban dari dokter membuat ku ingin pingsan di tempat.
Aku di fonis Dokter mengalami dan memiliki penyakit “Ganguan TIROID”
atau yang biasa di sebut dengan Susah Hamil.
Astagfirullah…hanya itu yang aku ucap saat menerima hasil dari Dokter.
Sepulang dari Rumah sakit,aku menceritakan semua keluh kesah ku hanya pada Allah,,Cuma Dia yang mampu menerima aku apa ada nya,,
Aku tidak mau Orangtua ku tau,Terlebih Rendra…
Aku tidak ingin mematahkan impiannya kelak ketika telah menikah dia menginginkan anak..
baiknya aku simpan sendiri beban ini..
Ya…ahkirnya aku membakar hasil Tes kesehatan ku tadi,,dan seolah tak terjadi apa”.
Aku bertemu Rendra,,
Dia bertanya kenpa aku ingin membatalkan semuanya??aku melihat kekecewaan di wajahnya,,aku melihat emosi di matanya,,aku melihat ke curigaan di pikirannya…
Dan aku hanya menjawab dengan jawaban yang sangat membuat hati Rendra hancur…
“Maaf ya synk,,aku harus membatalkan pernikahan kita,karena ada orang lain di hati ku yang amat aku cintai “
😥 dia diam seribu bahasa,entah apa yang dia pikirkan saat aku menjawab demikian.
maafkan aku ya allah,,aku terpaksa berbohong kepada orang yang paling aku cintai.. aku tidak ingin menyakiti nya kelak ketika dia tau,aku tidak ingin memberi harapan palsu kepada nya,aku tidak ingin melihat dia dan keluarganya kecewa,yang aku ingin hanya melihat Rendra Bahagia..
“Ndra,aku ingin bertanya satu hal pada mu, apa yang akan kamu lakukan jika kamu memiliki calon istri yang nantinya tidak bisa memberikan keturunan kepada mu dan juga keluarga??
“knpa kamu bertanya seperti itu????? aku tidak akan mempermasalahkannya,karena aku percaya Jika Allah belum menghendaki Istri ku memiliki anak,maka aku akan menunggu..
Itu jawaban yang Rendra katakan..
Subhanallah..
Aku Mencintainya nya Ya allah..Sungguh aku mencintainya..
namun aku khawatir dengan ke takutan ku sendiri..
Ahkirnya,
06 September 2012 Pukul 21.00
aku menemui Rendra,
Kita bicara baik”,tidak ada emosi..karena kita ingin menmbicarakannya dengan baik”.
Rendra terus bertanya dengan pertanyaan yg sama..
dan aku menjawab dengan jawaban yang sama pula..
“Ya ndra..ada orang lain yang membuat aku harus melepaskan mu..aku mencintai dia”
(Sungguh ingin aku menangis rasanya ketika aku harus berbohong pada nya )
“Kamu pria yg baik,kamu pantas dapat wanita yang baik pula.. seperti yang tertulis di Surat An-Nur ayat 26
:”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”
Aku harap kamu bisa menerima semua keputusan ku,dan ihklas..
namun aku ingin dan masih ingin berhubungan baik dengan mu..
“Ok aku terima keputusan mu,namun aku kecewa dengan semua sikap mu yang telah Berkhianat. aku harap kamu bisa mengembalikan omongan pada orang tua ku,dan mempertemukan kembali orang tua kita.Seperti saat aku meminta mu dulu”
😥 Ingin menangis sekencang-kencangnya..
Tidak,,,aku harus tegar..ini keputusan ku,,
Ahkirnya Rendra mengantar ku pulang..
dan dia menulis semua perasaannya pada Akun BBm Miliknya:
“Ingat KARMA itu berlaku”
“Semoga Allah memberi mu jodoh yang PANTAS “
“Orang yang Salah selalu mencari Pembenaran untuk dirinya sendiri”
Ya..itu semua ungkapan isi hati Rendra.
aku terima semua ucapannya..karena aku sadar aku salah telah berbohong dan menutupi semuanya..
“Ya allah,
masihkah pantas aku memohon ampunan mu?sedangkan aku sadar aku membohongi orang yang aku sayangi.. aku menyia”kn dia,padahal aku tau dia Pria yang baik.
Aku sungguh takut ya allah..
takut tidak akan bisa membahagiakannya kelak,takut akan mengecewakannya,
Ya allah,
Biarlah ini menjadi Ujian untuk ku..dan aku percaya,Rendra pantas mendapat yg lebih baik dari ku,,
dan aku..
aku akan menjalani sisa kehidupanku tanpa nya,dengan berharap Miracle itu ada.. dan ketika Miracle itu datang pada ku,,aku ingin Rendra tau..
betapa aku mencintainya..betapa aku menginginkannya..
Semoga engkau memaafkan aku ya allah..
Wanita Selalu Mengembalikan Yang Lebih Untuk Pria :)
Jika kamu memberinya rumah, maka ia akan memberimu kehangatan dalam rumahmu.
Jika kamu memberinya CINTA, ia akan memberimu pengabdian seumur hidupnya.
Tapi jika kau memberinya PENGKHIANATAN, ia akan memberimu doa dalam air mata kepedihannya, dan itu berarti siapkan dirimu utk berjuta KEMALANGAN!”Jika kamu berdoa dan kamu yakin bahwa dialah tulang rusukmu, maka terimalah dia bukan sebagai wanita yang sempurna, melainkan sebagai wanita yang terbaik.
Yang terbaik dari Tuhan bukanlah dia yang tidak pernah berbuat salah, tapi dia yang selalu berkata maaf untuk setiap kesalahannya dan ia yang punya sejuta maaf untuk kesalahanmu.
Ia yang menerima masa lalu mu dan yang siap merancangkan masa depannya bersamamu.
Ia yang selalu cemas dan hilang akal ketika kamu tak memberinya kabar.
Ia yang bisa memberimu dampak positif dalam hidupmu. Ia yang mengingatkanmu akan Tuhan.
Ia yang mengajakmu bersyukur saat kegagalan menghampiri hidupmu.
Ia yang tidak pernah lupa menyebutmu dalam doanya…

