DIBALIK KELUHAN

“Dibalik ngeluhnya tugas kuliah, masih banyak orang yang menginginkan kuliah sama seperti kita”

“Dibalik ngeluhnya tugas kuliah, masih banyak orang yang ikhlas memilih bekerja buruh demi membantu perekonomian keluarga yang serba kekurangan hingga belum punya TITLE SARJANA”

“Dibalik ngeluhnya kuliah ngga selesai-selesai, masih banyak orang yang ingin kuliah namun terkendala biaya”

“Dibalik ngeluhnya ngga bisa makan enak, masih banyak orang yang hanya bisa makan sehari itupun sudah bersyukur”

“Dibalik ngeluhnya ngga bisa berlibur dengan sanak saudara keluarga, masih banyak orang yang mengalami susah hanya untuk makan saja”

“Dibalik ngeluhnya ngga keterima beasiswa, masih banyak yang sekolah hanya sampai sekolah dasar saja”

“Dibalik ngeluhnya punya orang tua yang meminta ini itu, masih banyak anak yang sudah yatim piatu”

Dan “Dibalik ngeluhnya anak padahal diberikan fasilitas uang untuk kuliah, masih banyak anak yang banting tulang kerja ampe malem demi bisa bayar kuliah,

aku sendiri yang telah merasakan kerja banting tulang dan uangnya hanya untuk membayar UKT kuliah. Biaya kuliah apalagi strata magister cukup mahal sekitar 7,5 juta. Jika orang tuaku kaya, pns, punya usaha, pasti aku juga memilih focus kuliah saja sama seperti yang lain ketimbang kerja ampe malem. Tapi ini sudah nasib dan pilihan hidup yang sudah Allah pilihkan. Kalau aku berhenti cuma hanya karena terhambat biaya, aku tidak akan maju sampai kapanpun. Ya sudah, bekerja saja sampai tenaga ngga kuat, dan nantinya pun akhir tahun depan bisa bawa title magister.. aamiin. Maka di paragraf ini inti yang bisa diambil adalah bersyukur dan berpikir positif serta tidak sembarang menjudge itu penting. Jangan merendahkan orang juga, orang itu punya rencana masing-masing.

Selain itu mengeluhnya tugas kuliah yang ngga selesai, saya juga ndak enak sama kakak saya. Ya, kakak saya tidak mencicipi bangku kuliah seperti orang lain rasakan. Karena faktor ekonomi, akhirnya ia harus mengalah untuk bekerja tanpa embel-embel sarjana apalagi magister. Tak seperti yang lain, biaya kuliah, kos, dll sudah ditanggung orang tua. Kakak saya mungkin bernasib berbeda. Tak mengapa bernasib seperti itu, kan banyak orang sukses tanpa gelar juga kan. Anehnya kakakku juga tak pernah mempermasalahkan, dia happy-happy saja.

Dibalik kesuksesan orang-orang meraih pekerjaan, jabatan, title, masih banyak orang yang sangat kesusahan untuk makan saja. Disaat saya belum mencapai apa yang saya inginkan, saya selalu mengingat orang-orang yang untuk makan pun susah, apalagi mencukupi kebutuhan lainnya. ya pada intinya memang bersyukur apa yang telah Allah berikan. Semakin kesini pemikiran saya yang dulunya rumit, sekarang lebih simple/sederhana dalam membaca dan menjalani rangkaian takdir. Yang tak kalah penting, jangan tinggalkan ibadah ke Allah nya. Itu penting agar selalu dipermudah dalam segala urusan. Hal ini sudah saya simpulkan setelah saya belajar pengalaman orang-orang yang selalu mengutamakan kepentingan ibadah ke Allah, dan mereka selalu saja dipermudah. Semoga kita tetap istiqomah dan menjadi orang yang lebih baik lagi. Aamiin.

 

 

KOTA SOLO

SRIWEDARI PART 1

Assalamualaikum wr.wb

terimakasih sudang berkunjung ke blog saya. kali ini saya akan memposting mengenai wahana hiburan di kota Solo tercinta. hehehe

sebenarnya sih saya tinggalnya di kabupaten Karanganyar, cuma dari kecil ampe gede baik sekolah maupun pergi pasti ke solo terus, jadinya lekat di hati. hehehe.

nah bicara mengenai hiburan, di solo itu dari tahun 1980 an udah punya taman hiburan lhoh, namanya THR (Taman Hiburan Rakyat) Sriwedari. saya mengangkat judul THR (Taman Hiburan Rakyat) Sriwedari karena ada berita mengenai tutupnya wahana hiburan ini. tapi sebelumnya, saya ingin bercerita mengenai awal taman ini dan kenangan yang pernah dibuat (ceilehhh). Berdasarkan sumber majalah Kejawen penerbit Balai Pustaka pada 28 Maret 1928, berikut foto taman sriwedari jaman dulu.

Asal-usul Taman Sriwedari: Citra 1 dari 2
Gambar yang dimuat ini adalah potret tempat hiburan di Sriwedari. Wujudnya pulau di tengah telaga indah. Airnya jernih. Bunga tunjung berbunga menawan yang terapung-apung membuat telaga menjadi makin tampak indah. Di tengah-tengah pulau menjulang huma yang teduh karena dirindangi pohon-pohon besar. Jalan menuju ke sana dibuat melengkung dengan cantiknya. Selain itu, pulau itu dilengkapi pula dengan goa di atas kolam dan arca yang tampak mengapung di air. Semuanya mengisyaratkan bahwa, ya, di situlah tempatnya orang bersuka-ria. Sumber gambar & keterangan: https://www.sastra.org/arsip-dan-sejarah/umum/2501-asal-usul-taman-sriwedari

Lalu ini taman sriwedari versi sekarang:

Taman-Sriwedari-1
Sumber foto: http://kekunaan.blogspot.com/2012/09/taman-sriwedari.html

Bicara mengenai taman sriwedari, banyak cerita mengasyikkan jika berkunjung ke sana. Taman ini sudah berdiri tahun 1985 dan menjadi ikon kota Solo. Jadi sejarahnya begini:

Taman Sriwedari dan Segaran dibangun oleh Paku Buwono X yang merupakan adik ipar KRMT Wirjodiningrat. KRMT Wirjodiningrat membeli tanah Sriwedari dari seorang Belanda bernama Johannes Buselar pada 1877 dengan status tanah RVE (hak milik).

sumber: http://portal-filsafat.kingkong.web.id/id1/2398-2283/Taman-Sriwedari_93939_portal-filsafat-kingkong.html

berikut pernyataan Retnosari Aryani  (karyawan THR Sriwedari) mengenai taman ini:

Retnosari menceritakan awal berdirinya THR hanya menyediakan wahana permainan anak-anak, seperti komidi putar, perahu anak dan bom-bom car. Dua tahun berjalan, THR mulai mendirikan panggung hiburan khusus musik dangdut.
“Seperti Taman Ria di Monas, ini konsepnya sama, wahana permainan dan panggung musik. Tahun 1988 kita selang-seling dengan musik rock. Sampai 2001 kita tambah musik Koes Plus tiap Kamis, campur sari tiap hari Minggu.

sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3684530/kisah-ani-32-tahun-bersama-thr-sriwedari

Ketika kakak saya kecil, pasti diajak main kesini. Kakakku mempunyai kenangan yang lebih banyak dengan taman ini daripada aku. Nih aku kasih fotonya pas mengunjungi taman sriwedari sekitar tahun 1990 an:

20171014_205511
lihat drumband, tahun 1990 kayaknya
20171014_205340
naik mainan, tahun 1990 kayaknya
20171014_205602-1
naik kereta, tahun 1990 kayaknya

saya juga punya kenangan di taman sriwedari hehehe, nih:

20171014_205712.jpg
saat pentas senin tari di taman Sriwedari

sampai sini dulu sejarah dan kenangan dari taman hiburan rakyat (THR) Sriwedari ini. sambungan cerita akan dibuat segera, terimakasih.

 

Jaten Karanganyar, 30 September 2018

 

Ade Febri