Serial The Rising of the Shield Hero

Image

盾の勇者の成り上がり atau The Rising of the Shield Hero merupakan serial animasi Jepang yang dibuat berdasarkan sebuah novel ringan dengan judul yang sama. Tokoh utama pada serial ini tentunya adalah Sang Shield Hero. Berasal dari Jepang modern, Naofumi Iwatani (Kaito Ishikawa) seketika masuk ke dalam dunia lain dimana ia menjadi seorang Shield Hero.

Pada serial ini, dikisahkan bahwa terdapat berbagai dunia paralel. Beberapa dunia saring berbenturan dan menciptakan gelombang serangan. Setiap gelombang serangan memunculkan berbagai monster yang semakin lama semakin kuat. Konon, dunia yang gagal bertahan dari serangan ini akan dianggap kalah dan musnah.
Setiap dunia dapat memanggil 4 Cardinal Heroes yang berasal dari berbagai versi Jepang era modern. Kekuatan Cardinal Heroes di setiap dunia berbeda-beda. Beberapa diantaranya unik dan agak aneh. Sial bagi Naofumi, ia justru masuk ke dunia dimana terdapat Spear Hero, Bow Hero dan Sword Hero. Kesatria dengan senjata yang secara umum dianggap sebagai senjatan sungguhan. Apa guna perisai pada peperangan besar ini?

Image

Diremehkan dan dianggap tak berarti menjadi awal petualangan Naofumi. Fitnah dan kelicikan terus menurus hadir pada serial ini. Nampaknya, serial ini lebih banyak mengeksplorasi berbagai intrik di luar pertarungan pada gelombang serangan. Muncul berbagai tokoh yang menyebalkan. Sesuatu yang membuat Naofumi dan penonton gemas.

Image
Image

Godaaan untuk menggunakan kekuatan gelap memang akan terus menghantui Sang Shield Hero. Ternyata perisai Shield Hero menyimpan kekuatan yang dahsyat. Bahkan pada beberapa wilayah lainnya, Shield Hero dipuja dan dianggap sebagai dewa penyelamat. Yaaahhhhh, di dalam setiap dunia terdapat kerajaan. Setiap kerajaan memiliki intriknya masing-masing. Sesuatu yang membuat serial ini semakin berwarna.

Image
Image

Menjadi super kuat dan mengalahkan lawan bukan fokus utama The Rising of the Shield Hero. Sisi drama pada serial ini ternyata cukup kental. Hal ini terkadang membuat tokoh antagonis yang menyebalkan kurang tersiksa ketika kalah hehehe. Meskipun patut saya akui, adegan aksi Naofumi dan kawan-kawan terbilang seru dan menghibur. Bagian ketika Naofumi menggunakan kekuatan gelap bisa dibilang merupakan bagian yang seru. Walaupun hal ini dianggap sebagai tindakan yang salah. Bagaimana pun juga, serial ini tetap pada jalur dimana kebaikan mengalahkan kejahatan.

Image
Image

Naofumi harus tetap bertahan menjadi orang yang baik. Sudah ada beberapa individu yang menjadi Shield Hero. Naofumi harus menjadi Shield Hero yang spesial agar dapat mengakhiri prahara antar dunia ini.

Image

Menyaksikan bagaimana tokoh yang dianggap lemah dan tak berguna. Untuk kemudian menjadi ternama dan puja, bahkan menjadi raja disuatu daerah. Ini menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk disaksikan. Meskipun beberapa unsur drama serial terkadang agak membosankan dan berjalan lambat.

Bukan hanya kisah Shield Hero yang ada di sini. Rekan-rekan seperjuangan Naofumi pun memiliki kisahnya masing-masing. Uniknya, rekan-rekan Naofumi itu perempuan. Beberaoa diantaranya adalah loli. Loli ini bisa dibilang sebagai tokoh wanita mungil yang menonjolkan keimutan. Namun bagi saya pribadi, yaa seperti anak kecil ya. Entah ini merupakan bagian dari fan service atau bagaimana. Bagi saya pribadi ini agak janggal sih hehehehe.

Image

Pada akhirnya saya rasa Serial The Rising of the Shield Hero layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Serial ini pun terbilang relatif aman dari adegan yang aneh-aneh :’D.

Sumber: kinemacitrus.biz

Mercy (2026)

Image

Mercy (2026) mengisahkan penggunaan AI (Artificial Intelegent) pada sistem peradilan sebuah negara. Latar belakangnya adalah pada kodisi jauh di masa depan yang tidak sempurna. Tingkat kejahatan semakin tinggi dan dibutuhkan solusi cepat untuk mengatasinya. Pihak pemerintah kemudian mendirikan Pengadilan Mercy yang dipimpin oleh Hakim Maddox (Rebecca Ferguson), sebuah AI yang mampu mengakses dan menganalisa berbagai data tanpa terkecuali. Tidak peduli itu data pribadi atau data rahasia. Dengan berbekal hasil analisa data tersebut, terdakwa akan berhadapan dengan Maddox dan memiliki waktu 90 menit untuk memberikan argumen. Gagal memberikan argumen yang meyakinkan Maddox, terdakwa akan langsung diekskusi di tempat.

Image

Pengadilan Mercy dinilai sukses memberikan dakwaan yang akurat dan cepat. Sudah ada banyak kasus yang Maddox tangani. Semua seolah berjalan sesuai rencana sampai Maddox harus menangani kasus Detektif Christopher “Chris” Raven (Chris Pratt).

Image

Chris didakwa atas pembunuhan istrinya sendiri. Berbagai data yang Maddox olah, menunjukkan bahwa hanya Chris yang memiliki motif dan kesempatan untuk melakukan pembunuhan tersebut.

Image

Seperti para terdakwa sebelumnya, Chris memiliki waktu 90 menit untuk membela diri. Dalam proses argumen dan pembelaan, Chris memperoleh segala akses data yang Maddox miliki. Berikutnya Mercy (2026) menampilkan cuplikan-cuplikan file, rekaman dan data terkait kasus Chris.

Image
Image
Image

Proses argumen Chris ternyata membuka mata Maddox bahwa ada beberapa hal yang luput. Yah ini karena Maddox berhadapan dengan Detektif kawakan yang ternyata ikut medukung proyek Mercy sejak awal. Bagaimana kalau terdakwanya hanya orang biasa?

Film ini mengingatkan saya kepada film Searching (2018). Hanya saja Searching (2018) terasa lebih natural. Mercy (2026) hadir dengan segala kecanggihan yang kadang terasa aneh. Sang hakim yang seharusnya menghakimi justru berfungsi sebagai alat bantu Chris untuk melakukan penyelidikan. Chris sendiri seolah menjadi seorang peserta kontes maut yang sedang berjuang.

Terlepas dari semua itu, proses investigasi pada Mercy (2026), sangat menyenangkan untuk disaksikan. Dari satu masalah terbuka berbagai cabang yang bisa saja mengarah ke hal lain.

Image

Akhir kata, Mercy (2026) layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Film ini memang tidak semenyenangkan Searching (2018), namun Mercy (2026) masih mampu memberikan hiburan segar bagi yang senang dengan film detektif :).

Sumber: bazelevs.ru

Serial Marvel Zombies

Image

Salah satu episode serial animasi Marvel What If…? menampilkan kondisi dunia yang dipenuhi oleh Zombie. Sebuah alternatif dunia paralel dimana sebagian besar superhero dan supervillain ikut terinfeksi virus yang menyebar dari Laboratorium Pym. Dunia super kecil yang diteliti di sana ternyata memiliki sebuah virus yang mampu membuat penderita berperilaku layaknya zombie. Virus ini ternyata mudah menular, apalagi ketika yang tertular adalah individu berbebuatan super. Dari sana, semua berubah menjadi beringas dan mengejar siapapun yang masih selamat.

Image

Kisah pada episode What If…? di atas, dikembangkan menjadi sebuah serial, yaitu Marvel Zombies. Di saat para pahlawan dunia berguguran, sekelompok individu berusaha bertahan hidup sakaligus menuntaskan teror zombie ini.
Jalan cerita serial ini pada dasarnya mirip dengan film-film zombie survival lainnya. Hanya saja beberapa tokoh utamanya adalah superhero dan supervillain lengkap dengan kemampuannya masing-masing. Disinilah kita disuguhkan baku hantam antar tokoh-tokoh super dari Marvel Comics.

Image
Image

Dengan kualitas animasi yang bagus, berbagai adegan aksi pada Marvel Zombies mampu tampil memukau. Pertarungan dahsyat tentunya berhasil menjadi daya tarik yang tak terelakan dari serial ini.

Image
Image

Sebagai gabungan antara kisah superhero dan kisah zombie, Marvel Zombies ini sepertinya lebih memilih jalan cerita ala zombie. Mencari selamat dan jalan keluar, lalu pupus karena sesuatu hal. Berkelana lagi ke tempat lain mencari secercah harapan, lalu pupus lagi karena hal lain. Terus berulang-ulang entah sampai kapan.
Ini agak berbeda dengan Marvel Zombie versi komik. Pada versi komik, kisah diambil dari sudut pandang beberapa superhero yang sudah menjadi zombie. Mereka harus berdamai dan beradaptasi dengan diri dan dunia yang sudah berubah. Mungkinkah pada akhirnya, kisah pada serial ini akan mengikuti kisah versi komik? Terus terang kisah versi komik ini agak beda meski tetap kelam.

Image
Image

Yang pasti Marvel Zombies ini bukan film superhero saja. Jadi jangan harap untuk melihat kisah yang serba cerah di sini. Saya pribadi merasa bahwa Marvel Zombies layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: http://www.marvel.com

Predator: Badlands (2025)

Image

Sejak film pertama Predator pada 1987 hingga sekarang, baru pada Predator: Badlands (2025) inilah sang predator hadir sebagai tokoh protagonis sejak awal film. Pada awalnya predator hadir sebagai mahluk luar angkasa yang gemar berburu sebagai ajang pembuktian diri. Lama kelamaan, mahluk ini memiliki latar belakang dan detail lainnya. Mahluk ini disebut Yautja dan dikenal sebagai pemburu yang handal. Biasanya lawan Yautja menjadi protagonis. Filmpun otomatis mengisahkan perjuangan para mangsa Yautja untuk mengalahkan sang predator yang mengejar mereka. Sudut pandang pada Predator: Badlands (2025) dibalik 180 derajat. Sang Yautja hadir sebagai pahlawan.

Image

Dek (Dimitrius Schuster-Koloamatangi) adalah Yautja muda yang dianggap lemah dan menjadi beban kelompoknya. Ayah Dek sendiri bahkan berusaha menghabisi Dek karena masalah ini. Untuk membuktikan kehandalannya, Dek pergi ke Planet Genna untuk berburu mahluk yang disebut Kalisk. Kali ini bukan Bumi yah tujuannya, maka sudah pasti manusia tidak menjadi target Dek. Planet Gemma dan Kalisk dikenal sebagai kombinasi yang berbahaya. Sudah banyak Yautja yang datang dan gagal.

Image

Yang membuat semua ini agak berbeda adalah ketika Dek bertemu dengan robot android yang rusak, Thia (Elle Fanning). Kemudian Dek bertemu pula dengan mahluk mungil penghuni Planet Genna. Ketiganya saling tolong dan ternyata mampu mengubah nasib Dek.

Image
Image

Tampil sebagai karakter utama, penampilan Dek jauh dari kata keren ataupun gagah. Dek hadir dengan postur tubuh tambun. Belum lagi perlengkapannya tidak secanggih & selengkap Yautja pada film Predator sebelumnya. Namun dengan segala keterbatasannya, Dek berhasil menampilkan adegak aksi yang spektakuler dan cantik. Semua dibuat fantastis tanpa melukai alur logika penonton.

Image
Image

Sayangnya semua ini dilakukan tanpa ikatan emosi yang kuat. Persahabatan antara Dek dan rekan-rekan barunya kurang terasa nyata. Motivasi Dek untuk memburu Kalisk pun kurang kuat dan justru cenderung klise.

Image

Secara keseluruhan, Predator: Badlands (2025) pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya”Lumayan”. Bagaimanapun juga, petualangan dan aksi pada film ini layak untuk dijadikan hiburan. Saya percaya kalau film Predator seperti ini akan hadir kembali di masa depan.

Sumber: http://www.20thcenturystudios.com

Serial Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation

Image

Kisah serial animasi Jepang Mushoku Tensei:  Jobless Reincarnation, sejak awal langsung mengacu pada judulnya. Semua diawali oleh kematian seorang pengangguran di dunia nyata. Bukan surga atau neraka, melainkan sebuah dunia lain yang ia datangi setelah kematian tersebut. Kembali terlahir sebagai Rudeus Greyrat (Tomokazu Sugita) yang hidup di dunia yang penuh dengan keajaiban. Sebuah dunia dimana terdapat sihir dan keajaiban. Tatanan dunia dibagi ke dalam berbagai kerajaan dan wilayaj yang dihuni oleh berbagai mahluk dan ras. Tak lupa terdapat sustem skill, job dan guild pula di sana. Yaaah dunia seperti pada permainan-permainan MMORPG atau film animasi Jepang lainnya. Agak klise bukan?

Sudah pasti Mushoku Tensei akan mengeksplorasi perkembangan Rudeus dari awal yang hanya bayi kecil tak berdaya. Kemudian maju berkembang menjadi petualang terkuat dengan reputasi yang berkilau. Rudeus terus berpetualang berpindah-pindah lokasi. Ia pun bertemu dengan berbagai karakter lain. Group atau sekutu Rudeus pun terkadang berganti-ganti. Melalui serangkaian petualangan inilah Rudeus semakin kuat dan terkenal.

Image

Semakin ditonton, semakin terlihat bahwa Mushoku Tensei memiliki atmosfer yang agak berbeda. Ketika terlahir kembali sebagai bayi, Rudeus tetap memiliki ingatan akan kehidupannya yang lalu. Ia tetap ingat bagaimana dahulu kala ia menjadi seorang pecundang yang tidak berguna. Pekerjaan tak punya, kekasih pun tak ada. Hasrat perjaka tua tetap tertanamkan, bahkan ketika Rudeus masih bayi dan anak kecil. Jangan kaget kalau tokoh Rudeus ini agak cabul sejak masih bayi. Dengan lingkungan yang kurang lebih terkadang mengandung kecabulan, lengkaplah sudah. Serial ini sopasti bukan untuk anak-anak.

Image

Terkadang muatan dewasa pada serial ini agak keterlaluan sampai tak masuk akal. Namun semua ini tidak serta merta membuat Mushoku Tensei sebagai film animasi porno. Sebab, masih ada batasan serta semua ini berkaitan dengan komedi. Berbagai kelucuan pada serial ini memang dihadirkan melalui komedi dewasa. Saya akui banyak dari komedinya yang mengena sehingga berhasil membuat Mushoku Tensei semakin berwarna. Untuk bagian yang ini kurang lebih mengingatkan saya kepada komik City Hunter.

Image

Dibalik itu semua, Mushoku Tensei berbicara lantang mengenai persahabatan, keluarga, trauma dan kesempatan kedua. Topik kegigihan dan pantang menyerah menjadi pelengkap saja. Hal ini lagi yang membuat serial ini agak berbeda. Rudeus berusaha memanfaatkan kehidupan barunya dengan lebih baik. Ia tak ingin menjadi pecundang seperti di kehidupannya yang lalu. Hanya saja, terkadang usaha Rudeus ini digambarkan melalui alur yang lamaby dan cenderung membosankan.

Image

Perlahan terkuak pula bahwa di kehidupannya yang lama, Rudeus ternyata seorang korban perundungan. Perlakuan keji yang orang lain lakukan kepadanya, membuatnya kehilangan gairah dan percaya diri. Sehari-hari ia hanya mengurung diri di kamar sambil bermain video game. Sayangnya kita tidak akan menyaksikan pembalsan Rudeus. Melainkan perjalanan Rudeus untuk sembuh. Melalui petualangan bersama keluarga dan sahabatnya, Rudeus perlahan mampu lepas dari trauma masa lalunya. Sehingga Rudeus mampu menjadi individu yang lebih baik, namun tetap … agak cabul :’D.

Image
Image

Tak lupa semua kisah petualangan Rudeus ini didukung oleh animasi yang cantik. Berbagai latar belakang pada serial ini sukses ditampilkan dengan sangat baik. Adegan pertempurannya pun tak kalah seru karena dukungan visual tersebut.

Image
Image

Saya lihat serial Mushoku Tensei:  Jobless Reincarnation pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Diadaptasi dari novel dan komik, saya berharap Mushoku Tensei dapat berlanjut sampai tamat ;).

Sumber: st-bind.jp

Naked Gun (2025)

Image

Pada tahun 80-an dan 90-an, Leslie Nielsen cukup populer dengan film-film komedi absurdnya. Komedi yang menampilkan parodi dan berbagai keanehan yang berusaha menggelitik perut penonton. Film-film Naked Gun bisa dibilang merupakan tonggak kepopuleran Leslie.

Pada tahun 2025 lalu, hadir Naked Gun (2025) yang melanjutkan film-film Naked Gun era Leslie Nielsen. Film 2025 ini bukan reboot, tapi bisa dibilang kelanjutan dari film-film Naked Gun sebelumnya. Dikisahkan mendiang Detektif Frank Dreblin (Leslie Nielsen) memiliki anak yang juga bekerja sebagai detektif di Police Squad, yaitu Frank Dreblin Jr. (Liam Neeson). Dengan umur yang menua dan tingkahnya yang absurd, Drebrin Jr. ini memiliki perilaku yang mirip dengan ayahnya.

Image
Image
Image

Agak unik memang, kalau dieja, nama kedua pemeran utama Naked Gun ini agak mirip, Leslie Nielsen dan Liam Neeson. Namanya memang mirip, namun kedua aktor ini sebenarnya dikenal melalui film dengan genre yang berbeda. Mendiang Leslie Nielsen terkenal melalui film-film komedi di tahun 80-an dan 90-an. Sementara itu, Liam Neeson tenar melalui berbagai film aksi yang ia bintangi. Membintangi film dengan unsur komedi sekental Naked Gun (2025), ternyata Liam Neeson mampu melakukan perannya dengan sangat baik. Ia mampu tampil konyol seperti apa yang Leslie Nielsen lakukan.

Image

Komedi pada Naked Gun (2025) bertebaran di mana-mana. Sebagian besar bukan komedi situasi, melainkan slapstick dan parodi. Kita akan menyaksisan berbagai keabsurdan pada Naked Gun (2025). Muncul berbagai keanehan jauh di luar nalar yang berusaha mengocok perut. Terdapat bagian yang membuat saya tertawa, namun sayangnya tidak sedikit yang meleset.

Image
Image

Untuk jalan cerita, Naked Gun (2025) sedangkal film-film Naked Gun sebelumnya. Sudah pasti mudah dimengerti. Kita tidak perlu menonton film-film Naked Gun sebelumnya untuk memahami Naked Gun (2025). Pada awalnya Frank Dreblin Jr. menyelidiki kasus pembunuhan biasa. Belakangan terkuak bahwa semua ini berhubungan dengan rencana jahat para elit global. Jangan pikirkan mengenai logika jalan cerita film ini. Yang penting adalah suntikan komedinya yang terus-menerus muncul.

Image

Saya bukan fans berat film-film slapstick, jadi mungkin penilaian pribadi saya agak berbeda. Naked Gun (2025) rasanya masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: http://www.paramountpictures.com

Makan Super Kenyang di Ayam Joyo

Image

Hadir dengan logo ayam merah, Ayam Joyo pertama kali hadri di daerah Cempaka Putih pada 2024 lalu. Kemudian restoran yang satu ini mampu melebarkan sayap hingga dapat ditemui di:

  • Jl. Cempaka Putih Raya No. 10, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
  • Jl. Trembesi, Pademangan, Jakarta Utara.
  • Jl. Saco No. 55B, Ragunan, Jakarta Selatan.
  • Jl. Putri Tunggal, Harjamukti, Depok.
  • Jl. Pulo Sirih Utama No. 525, Jaka Setia, Bekasi.
  • Jl. Imam Bonjol No. 60A-B, Sukajadi, Tangerang.
Image
Bagian Dalam

Lokasinya sederhana, namun cukup luas. Di sana tersedia aneka menu terkait ayam-ayaman. Saya sendiri baru sempat mencicipi ayam kampung bakar, ayam kampung goreng, kol goreng, dan sate kulit bakar jumbo.

Kol goreng memang sesuatu yang sederhana. Namun tekstur menu yang satu ini mampu menambah kelezatan hidangan ayam goreng atau ayam bakar.

Image
Kol Goreng

Ayam kampung bakar terasa manis pedas dan sedikit gurih. Rasanya lumayan ok. Meskipun judulnya ayam kampung, potongan ayamnya tidak kecil. Jadi jangan khawatir soal ukuran, pasti mampu membuat perut menjadi kenyang.

Ayam kampung goreng pun memiliki potongan yang tidak kecil. Hadir dengan kremesan yang renyah, ayam tersebut memilki rasa yang gurih.

Image
Ayam Kampung Bakar & Ayam Kampung Goreng

Terus terang 2 menu ayam di atas sebenarnya terbilang standard ya. Sate kulit bakar jumbo adalah sesuatu yang menjadi kelebihan Ayam Joyo. Hadir dengan potongan yang besar dan melimpah, sate kulit ini wajib dipesan. 1 sate sepertinya bisa untuk 2 orang. Kulitnya sendiri chewy dan lembut. Ditambah dengan lumuran bumbu kacang, sate kulit bakar jumbo ini terasa semakin lezat.

Image
Sate Kulit Bakar Jumbo

Kemudian, hal yang paling menyenangkan dari Ayam Joyo adalah boleh mengambil nasi, lalapan dan sambal sepuasnya. Cocok untuk buka puasa atau setelah selesai olahraga nih.

Image
Meja Prasmanan
Image
Lalap & Sambal

Menghadirkan menu yang melimpah tanpa mengurangi kualitas merupakan poin pentig Ayam Joyo. Saya ikhlas untuk memberikan Ayam Joyo nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

The Housemaid (2025)

Image

Asisten rumah tangga atau housemaid menjadi sebuah judul film pada tahun 2025 lalu. The Housemaid (2025) diangkat dari sebuah novel yang memenangkan International Thriller Writers Awards 2023. Sesuatu yang menjanjikan untuk ditonton.

Millie Calloway (Sydney Sweeney) memulai pekerjaan asisten rumah tangga di kediaman keluarga Winchester. Sebuah keluarga terpandang yang bergelimang harta. Andrew Winchester (Brandon Sklenar), Nina Winchester (Amanda Seyfried) dan Cecelia Winchester (Indiana Elle) selama ini memang tampil sebagai keluarga yang harmonis.

Image
Image

Perlahan, Millie menyaksikan keganjilan berserakan dimana-mana. Ditambah dengan gosip-gosip liar dari para relasi keluarga tersebut. Millie semakin yakin bahwa terdapat rahasia gelap di dalam rumah keluarga Winchester. Dibalik semua keanehan ini, ternyata Millie pun memiliki rahasia.

Image
Image

Hampir semua karakter pada The Housemaid (2025) ini memiliki rahasia. Hal inilah yang saling berbenturan dan menimbulkan berbagai konflik. Terdapat maksud terpendam pada beberapa tindakan karakter utamanya.

Image

Rasa penasaran membuat saya betah menonton The Housemaid (2025). Namun begitu seluruh rahasianya terungkap, film ini berjalan seperti film biasa tanpa bumbu spesial. Kemudian terkadang temponya memang agak melambat dan membuat saya harus bersabar.

Image

Penuh intrik meski sedikit klise, The Housemaid (2025) layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Kesuksesan film ini kemungkinan akab menghadirkan sekuel mengkuti novelnya yang memiliki sekuel juga. Uniknya, sekuel novelnya kembali memenangkan penghargaan, mengulang kejayaan novel pertamanya.

Sumber: hiddenpicturesmedia.com

Masduki, Legenda Kuliner Khas Pekalongan

Image

Warung Masduki telah menjadi salah satu restoran yang cukup populer di Pekalongan saat ini. Namun perjalanan Masduki sebenarnya cukup panjang. Pada 1959, Masduki hanya berupa warung kaki lima kecil di alun-alun Pekalongan. Baru pada tahun 80-an, nasib Masduki berubah ketika warung ini mulai menjual daging-dagingan yang disebut garang asem.

Image
Image

Selama ini garang asem yang biasa saya santap adalah garang asem ayam dengan kuah yang berwarna kuning atau bening. Loh garang asem ala Masduki ini justru berwarna hitam dan menggunakan daging sapi. Terus terang rasanya jadi mirip rawon. Rasa dan tekstur daging sapi ditemani oleh kuah hangat yang agak asam. Di dalamnya, tak lupa terdapat pula telur bulat yang mampu menambah rasa hidangan ini. Masakan ini adalah sesuatu yang unik dan akan melengkapi kunjungan saya ke Pekalongan :).

Image

Selain garang asam, Warung Masduki memiliki menu-menu unggulan lainnya. Saya pribadi jarang mampir ke Pekalongan. Dari beberapa variasi menu lain yang ada, saya hanya sempat mencicipi teh poci, limun, nasi megono, cumi ireng dan tomat pete.

Masakan garang asam bisa jadi menjadi menu paling populer di Warung Masduki. Namun sejujurnya, garang asam bukanlah menu favorit saya Warung Masduki. Terdapat cumi ireng yang hadir wujud serba hitam. Cuminya terlihat hitam, dan kuahnya pun berwarna hitam pekat. Jauh dari amis, cumi ireng ini memiliki kombinasi rempah-rempah dengan rasa yang sedikit asam, dan aroma lembut yang lezat. Wahhhh, ternyata cumi hitam ini enak yaaaa. Namanya memang tidak terlalu populer, tapi inilah hidangan favorit daya di Warung Masduki.

Image

Menemani cumi ireng, menu pete tomat merupakan pilihan yang paling tepat. Potongan tomat ternyata menyatu dengan lezat ketika bertemu dengan kuah pete. Sepertinya petenya sudah menyatu dengan kuahnya ya. Yummmmm, ini mantab si.

Image

Nasi megono adalah nasi putih dengan tambahan potongan kecil nangka muda, kelapa beserta aneka bumbu lainnya. Rasanya sedikit pedas dan gurih, cocok untuk menemai menu lain. Sebagai hidangan khas Pekalongan, nasi megono ini sayang untuk dilewatkan.

Image

Untuk minuman, teh poci yang kental dan hangat, ternyata nikmat untuk dinikmati. Hadir lengkap dengan teko gerabahnya, aroma dan kehangatan teh tetap terjaga. Ini bukan teh manis kekinian yaa, jadi pasti ada pahit-pahit natural khas tehnya.

Image

Selain teh poci terdapat pula minuman limun khas Pekalongan yang terdiri dari beraneka rasa. Limun Oriental Cap Nyonyah atau Aer Belanda sudah ada sejak 1920 di Pekalongan. Kita bisa ke pabriknya, bisa pula menikmatikan di Warung Masduki. Pada dasarnya, limun ini merupakan minuman soda dengan enak rasa.

Image

Semua hidangan di atas dapat dinikmati di Warung Masduki yang terletak di Jl. Jenderal Sudirman No. 169 dan Jl. Alun-Alun Utara Pekalongan. Lokasi awal Warung Masduki ini sepertinya yang di Alun-Alun Pekalongan. Namun kalau dilihat dari kenyamanannya saya lebih suka dengan Warung Masduki yang terdapat di Jl. Jenderal Sudirman.

Image

Menu unggulan Masduki memang bukan menu favorit saya. Gelar menu favorit justru jatuh ke menu yang lain :D. Dengan lokasi yang startegis dan nyaman, Warung Masduki tentunya akan menjadi pilihan utama saya kalau sedang ingin makan di Pekalongan. Dengan demikian, saya ikhlas untuk memberikan Warung Masduki nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Tak heran kalau Warung Masduki cukup terkenal di Pakolongan.

Send Help (2026)

Image

Melihat permulaan Send Help (2026) membuat saya berfikir bahwa film ini adalah film survival seperti Cast Away (2000). Sebuah kecelakaan pesawat menyebabkan Linda Liddle (Rachel McAdams) dan Bradley Preston (Dylan O’Brien) terdampar di sebuah pulau misterius. Bertahan di alam liar bukan perkara mudah bagi pekerja kantoran biasa. Ternyata hal ini tidak berlaku kepada Linda. Ia berhasil melakukan tindakan yang tepat untuk bertahan hidup. Bradley seakan hidup bergantung pada kemampuan Linda. Hal ini secara tak langsung menempatkan Brandley di bawah kendali Linda.

Image

Sebelum kecelakaan terjadi, kondisinya terbalik. Bradley adalah bos baru Linda. Bekerja di tengah-tengah para penjilat, Bradley seolah tutup mata terhadap kerja keras Linda. Kerja keras Linda di kantor, seolah dipandang sebelah mata oleh Bradley. Pada beberapa kesempatan, Bradley bahkan ikut mengejek tingkah laku Linda. Kelemahan Linda ternyata adalah ketika ia harus berinteraksi dengan rekan dan atasannya di kantor.

Image

Sekejam-kejamnya Bradley, saya rasa masih dalam batasan yang wajar. Di dunia nyata, banyak kok bos-bos yang lebih dzalim dari Bradley. Masih ada harapan bagi Bradley. Hidup berdua di pulau terpencil membuat Linda dan Bradley semakin dekat. Ahhhh apakah ini menjadi film survival romantis?

Image

Kenyataan bahwa keduanya memiliki posisi yang berubah semenjak terdampar di hutan, menjadi konflik yang semakin membesar. Terbukti, Linda memang merasa lebih bahagia hidup di tengah pulau terpencil yang sunyi senyap. Ia bahkan tidak berminat terhadap bantuan yang datang. Sebaliknya, Bradley tentunya ingin kembali masuk ke dalam kehidupan perkantoran dimana ia menjadi bos besar. Di sinilah awal mula dimana Send Help (2026) menjelma menjadi film psikologis horor.

Image
Image

Wah, Send Help (2026) ini merupakan film yang atmosfernya berubah-ubah. Tak lupa terdapat kejutan dimana-mana. Sampai akhir film pun terdapat kejutan yang mencengangkan. Wah akhirnya sedih dong? Saya tidak akan menberikan spoiler, yang pasti Send Help (2026) bukan perkara baik atau jahat. Di sana, semua terlihat baik sekaligus jahat. Melihat siapa yang akhirnya berjaya, membuat saya mengaggap bahwa akhir film ini terbilang bahagia, ini masih ok kok :).

Image

Sayangnya, bagian petualangan atau survival di pulau ini terbilang membosankan pada beberapa bagian. Film ini seolah beberapa kali berusaha melucu, namun mungkin komedinya kurang cocok bagi saya pribadi. Kondisi dimana baik Rachel maupun Bradley sama-sama memiliki kebaikan dan keburukan, membuat saya kurang puas ketika keduanya atau salah satunya, sedang berada di atas angin. Bisa jadi ini disebabkan karena kekosongan peran antagonis yang nyata.

Hadir seolah hanya sebuah film survival biasa, ternyata Send Help (2026) memiliki berbagai hal lain di belakangnya. Meskipun terdapat beberapa bagian yang membosankan, film ini tetap layak untuk ditonton karena berbagai kejutan yang berhasil dihadirkan. Dengan demikian, Send Help (2026) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: http://www.20thcenturystudios.com