Will I?

Humans behave irrationally and radical all the time.

Things that are called “big change for the better future” was sometimes just a new point on the path toward a vicious circle of destruction.

Leaving only hope for the little things that are “genuine kindness to me and people around me”, which may, when collected will then provide change for the common good.

All it takes only a sense of trust.

Unfortunately it is very expensive at this time.

My question is very simple now, would you believe?

Will I?

The night sky suddenly turn to bright, f…

The night sky suddenly turn to bright,
for the lightning paint it into white.
Like what you thought a true love in your past side,
it move in a speed of light.
Yet it won’t stop your eyes from opening wide,
even in the middle of the night.
I scared, I cried.
I choose to hide.
And I refuse to find out.

Hitung nafas yg terasa berat. Ku kan sak…

Hitung nafas yg terasa berat.
Ku kan sakit dan pergi, tanpa waktu yg pasti.
Melawan hati yang tak pernah padam dan hilang.
Kuucapkan maaf berharap kumasih mampu ada di sini.
Sayangnya aku bukan seorang pengecut brengsek.
I wish tho.

“Hobbes: Is it alright to remain ignorant?
Calvin: I don’t know, but I refuse to find out.” (Calvin and Hobbes, by Bill Waterson)

Yes, ignorance is a bliss.
I love living in a bliss,
atleast for now.

This is a part of what a family is about…

This is a part of what a family is about, not just love, but letting others know there’s someone who is watching out for them. It’s what I missed so much when my mother died -what I call your ‘spiritual security’- knowing that your family will be there watching out for you. Nothing else will give you that. Not money. Not Fame.

Morrie Schuwartz in Tuesdays With Morrie by Mitch Albom, 1997

Dan ketika kita lelah..

Lucu yah, melihat cara Tuhan mendewasakan manusia, dengan cara membuat mereka kelelahan.

Dan ketika mereka sudah sangat lelah, mereka seolah menyesal akan apa yang sudah Tuhan berikan pada mereka saat itu.

Sebenarnya mungkin mereka tidak menyesal, hanya saja tidak ada istirahat yang lebih baik dari mengakui kekurangan yang di miliki diri manusia sendiri.

Paling tidak itu menurut ku.

Kelebihan memiliki tanggung jawab, maka dari itu manusia terkadang lelah, dan lebih memilih kekurangan mereka sebagai jalan pintas untuk istirahat. Sekali lagi, bukan untuk menyesalinya.

Lebih lucunya lagi, ketika di puncak kelelahan tersebut, ketika kita menampikkan kelebihan dan mengagungkan kekurangan kita, kita berharap untuk sekalian saja kembali ke masa lalu.

Kembali ke masa di mana kelebihan kita saat ini akan terlihat bagai mimpi.

Kembali ke masa tersebut, di mana dengan kelebihan yang kita dapat saat itu, tanggung jawab yang kita emban tidak terasa sebegitu beratnya.

Entah karena para sahabat, cinta yang naif, atau karena mimpi-mimpi dan harapan yang menjulang tinggi belum tersentuh realita. Mungkin semuanya. Mungkin juga tidak sama sekali.

Mungkin ini hanya diriku saja. Merasa tidak puas akan diri sendiri dan menyesalinya. Merasa dewasa dan cemas akan tanggung jawabnya.

Mungkin.

Aku pun tidak yakin.

Mungkin aku hanya lelah, dan butuh istirahat.

Lebih baik begitu.

I seated ugliness on my knee, and almost immediately grew tired of it. (Salvator Dali)

Funny this feeling hurt me this deep. Lo…

Funny this feeling hurt me this deep. Lost my tongue, my head, and my friend, only for thing that only few who cares. Now? I’m just a guinea pig, trapped in a moving treadmill, asking for a break. Still, anybody care? No one. Even to scream “FUCK YOU ALL!” seems so useless and embarrassing. Hhh.. Forgive all my faults then, to all of you. Never meant any harm at all. It was just me. Alone.