Lucu yah, melihat cara Tuhan mendewasakan manusia, dengan cara membuat mereka kelelahan.
Dan ketika mereka sudah sangat lelah, mereka seolah menyesal akan apa yang sudah Tuhan berikan pada mereka saat itu.
Sebenarnya mungkin mereka tidak menyesal, hanya saja tidak ada istirahat yang lebih baik dari mengakui kekurangan yang di miliki diri manusia sendiri.
Paling tidak itu menurut ku.
Kelebihan memiliki tanggung jawab, maka dari itu manusia terkadang lelah, dan lebih memilih kekurangan mereka sebagai jalan pintas untuk istirahat. Sekali lagi, bukan untuk menyesalinya.
Lebih lucunya lagi, ketika di puncak kelelahan tersebut, ketika kita menampikkan kelebihan dan mengagungkan kekurangan kita, kita berharap untuk sekalian saja kembali ke masa lalu.
Kembali ke masa di mana kelebihan kita saat ini akan terlihat bagai mimpi.
Kembali ke masa tersebut, di mana dengan kelebihan yang kita dapat saat itu, tanggung jawab yang kita emban tidak terasa sebegitu beratnya.
Entah karena para sahabat, cinta yang naif, atau karena mimpi-mimpi dan harapan yang menjulang tinggi belum tersentuh realita. Mungkin semuanya. Mungkin juga tidak sama sekali.
Mungkin ini hanya diriku saja. Merasa tidak puas akan diri sendiri dan menyesalinya. Merasa dewasa dan cemas akan tanggung jawabnya.
Mungkin.
Aku pun tidak yakin.
Mungkin aku hanya lelah, dan butuh istirahat.
Lebih baik begitu.
I seated ugliness on my knee, and almost immediately grew tired of it. (Salvator Dali)