Other Side Of VIEW

Standar

OTHER SIDE OF VIEW

            Dalam duniaku pasti kalian mengenal satu fisik yang khas dengan tiga garis bulu di masing-masing kedua pipinya. Dia bersurai kuning-keemasan. Dan senyumnya ikut membuat dunia tertawa. Hokage yang unik yang pernah ada. Benar sekali! Dia adalah Naruto, …..-ku

.

WARNING!!!

SEBELUMNYA, hallo, saya kambek….

ide terbaru dari otknya yng cerita tdk stuck jika tdk malas adalh:

Aku buat short story dgn 4 pairing utama. yaitu: 1. KyuYoung. 2. Minho-Sulli. 3. Levi-Petra. 4. Naruto-Sakura. Read the rest of this entry

(Sequel: BEHAVE) Be Safe

Standar

cropped-dance-with-me-original.jpg

Bagi yang belum baca, silakan klik (New ff KY) BEHAVE

Ini Cerita lanjutan dari ff KY BEHAVE.. jadi, yg blum baca silakan baca ff tsb dulu..

Btw.. di akhir ada Note: monggo dan mohon di baca, ya~~

Enjoy it~~

Kami tahu kau ataupun  dia menderita. Aku cukup tahu beberapa kalangan dari kalian juga menderita. Pun aku tahu, bagian dari jenisku juga ikut membuat kalian menderita. Tapi…meski dunia ikut menentang, kami, udara yang kalian hirup, memberi restu dan memanjat doa agar kalian bersama.

Terdengar egois namun tidak mampu melawan kehendak Tuhan. Kami, bangsa yang kau sebut ‘Angin’ ingin tetap melihat dan terlibat dalam hidup kalian bersama. Bersama-sama kami.

 

Be Safe

Choi Sooyoung Memilih Hengkang dari SM?

 

Baru-baru ini perwakilan dari SNSD menyatakan keputusan final dari ‘kontrak akhir’ Choi Sooyoung. Bersamaan dengan dua member SNSD lainnya, pada akhirnya Choi Sooyoung memutuskan tidak memperbarui Read the rest of this entry

Chandelier# (RIVETRA #2 story)

Standar

Chandelier

A Levi and Petra’s

Drabbles,  ~stories

SNK/AOT milik sah Bapak Guru Hajime Isayama

Pict from Google

 

OKE! haiiii… Aku balik bawa ff anget baru jadi. But…kabar buruknya bkan ff KY… tp ada kabar baiknya ff SS lg proses pengetikan. (Gaya kek msih ada yg mau ngunjungi dan nungguin ff-ff di sini..kekek…) Pngen bgt ngelnjutin ff-ff KY yg bersambung… nyuri waktu pas kerja juga,,,, maafkalo ada yg nunggu lama dan sekali post mlah ff yg lain…

Tp ini otp pertama di anime….suka bgt sama nih pairing… mski karam kek KY di fakta skrang…but…. mereka bkin gereget…

pkpknya jika ada yg mau sangat dimohnkan baca… aku jg publish d wattpad dan fanfition.net ya…. silakan berkunjung… bebas…. dan jika berkenan… monggo baca… mohon maaf sblumnya kalo ada typo, malas edit soalnya mau otw tidur, nnti malam hrus kerja!!! bye…. sampai jumpa besok d ff KY SS#12~~~

 

Seorang prajurit sangat tidak diperkenan untuk sakit. Karena merekalah yang menjadi pilar kebebasan umat manusia di dunia dalam dinding itu.

Tapi…bagaimana jika kapten sendiri yang menjadi penyebab jatuh sakitnya seorang prajurit?

Masih ada kata ‘Diperkenan’ kah? Read the rest of this entry

(New ff KY) BEHAVE

Standar

cf39c2d49409f7ea8efd38c23a6db2c2--thinking-about-you-stop-thinking

Hallo!!

2nd comebackshow~!!! with FF KYUYOUNG!!!!

Yuhuuu….

Lngsung saja silakan baca….dan smoga bisa dpet konklusi yg aku maksud dari tulisan ini ya,,,

See ya with another story!!

Dan, mohon terima chara favoritku yg lain selain KY (tunjuk Rivetra) haha ^^

p.s.:pict from Gugel

p.s. 2: Ini adalah hasil convertasion bersama orang Korea dewasa…keke… dapet ide dari pembicraan itu jg dari berita artis2 Korea yg bnyak menikah setelah hamil dulu..hehe…

BEHAVE

Sooyoung.

SNSD.

Kyuhyun.

Live.

Real. 15.

 

“Yuri-ya, apa tanggapanmu dengan berhubungan badan sebelum menikah?” Read the rest of this entry

(BUKAN FF KY) ~His Favourite~

Standar

9a8789852c8c6308ac582c58cedd7816

(LevixPetra story)

Tes….tes….

Hai! Imma back!!!

Alert! :
Aku comeback show with no ff KY…

Ini adalah ff Levi dan Petra dan anime Shingeki no Kyojin karya Hajime Isayama…

Sebelumnya maaf kalo ada yg nunggu kelanjutan ff KY yg terbelangkai lama tak terurusatau nunggu ff baru dari Ky, tobehonest, skrang waktunya tersita bnyak buat kerja dan sepulang ke kamar lngsung tidur karena capek… tp smoga dgn sudah adanya sarana nulis, smofa aja nih bisa terus produktif nyiptain cerita baru… and FYI, untuk yg minta password, aku juga lupa e apa passwordnya… dulu diubah berkali2  dan akhirnya lupa yang mana yg bner…. jg…meski sring ngerasa karyaku ini ngga layak tampil, tp ya…. dicoba terus ae yo…hehe…

pokoke, HAPPY JOURNEY~~

 

~His  Favourite~

Read the rest of this entry

Kingdom (Pra Ending)

Standar

Kingdom.

 

Choi Soo Young. Cho Kyu Hyun.

Choi Sulli. Choi Min Ho.

Goo Hara. Kim Soo Hyun.

Im Yoona.

Kingdom. Romance. Family. Conflict.

Series.

Pretty Poster by Rima Rahmi

@atsumori_shira’s present:

Pra Ending

 

Sebuah nuansa keluarga yang diimpikan setiap kepala. Gambaran kebahagiaan, keberadaan, kehangatan, pendidikan, segalanya ada di sana. Di sebuah gubuk sederhana di tengah hutan di ujung utara Korea. Di sanalah Cho Kyu Hyun kecil tinggal.

Dipimpin oleh tuan Cho yang bijaksana yang menjabat sebagai menteri di desa kecil di Utgurul, -peranakan kota antara Korea dan dunia para Dewa. Seorang menteri yang mendatangkan pendidikan di desa itu. Pencerah bagi desa Utgurul. Tuan Cho tentu sangat disegani oleh penduduk desa. Masyarakat sangat mengenal baik keluarga tuan Cho dan menghormati semua anggota keluarganya.

Diperisteri oleh nyonya Cho yang melahirkan dua keturunan tuan Cho. Dan Cho Kyu Hyun menjadi putera bungsu kebanggaan mereka. Terlahir sebagai pewaris ketampanan dan kecerdasan ayahnya. Memiliki keteduhan yang dimiliki ibunya. Dan sifat penyayang yang pemberani seperti nunanya.

“Abeoji, apa itu tanggung jawab yang besar? Mengapa abeoji menggaris bawahi kata itu di sini?”

Cho Kyu Hyun kecil adalah putera yang sangat haus akan ilmu. Matanya berbinar saat bertemu dengan materi-materi yang tuan Cho selalu berikan. Bocah itu akan sangat bersemangat menyerap setiap pengertian dari penuturan ayahnya. Dan semua itu dia rekam di dalam otaknya. Tersimpan dengan rapi di arsip pikiran bawah sadarnya. Dan akan ke luar kapanpun jika dia mau.

Rasa ingin tahu dan kecerdasan yang dimiliki anaknya tak membuat tuan Cho sesenang itu. Ayah mana yang tidak bersyukur dianugerahi seorang putera dengan otak yang luar biasa? Namun dibalik itu, tuan Cho justru mengkhawatirkan konsekuensi jika dirinya tidak bisa mengarahkan Kyu Hyun kecil ke arah yang benar. Maka dari itu, tuan Cho sudah bertekad akan selalu mendampingi putera terkasihnya sampai akhir hayatnya menjemput kelak.

Mengenang tekad yang selalu terpatri dalam hati, tuan Cho tersenyum menanggapi ocehan kecil yang ke luar dari mulut mungil anaknya. Kyu Hyun masih berumur tujuh tahun, masih terlihat mungil bagi tuan Cho. Pria dewasa itu mengusap sayang rambut ikal anaknya lalu dengan sabar meladeni setiap pertanyaan yang ke luar dari mulut polos itu.

“Anakku, tanggung jawab adalah tugas yang maha berat dibanding apapun. Jadi tentu saja jika tugas itu berat berarti tugas itu besar. Maka jika kau sudah diberi tanggung jawab, kerjakan tugas itu dengan benar dan sungguh-sungguh.”

Otak kecil Kyu Hyun mulai menyerap lamat-lamat setiap kata yang ke luar dari mulut ayahnya. Bocah itu mengangguk, mencoba memahami arti ucapan tuan Cho. Lalu matanya tak berhenti di sana, retinanya itu kembali menangkap kata yang menarik perhatiannya. Segera saja telunjuk mungil itu mengarah pada kata yang sangat tebal dan besar ulah tinta hitam.

“Geurigo abeoji, menegakkan hukum keadilan tak memandang bulu itu apa artinya?” Mata beningnya menatap tuan Cho antusias. Saat-saat seperti inilah yang sangat dia sukai. Bisa langsung menanyakan apa yang berada dalam pikirannya dan dia juga bisa segera mendapat jawaban memuaskan dari ayahnya.

Kali ini tuan Cho tak langsung menjawab rasa penasaran anaknya. Dia justru menatap lamat-lamat mata putera kesayangannya ini. Tak ada yang keluar dari mulut yang selalu mengatakan kebenaran dan petuah-petuah yang beradab, hanya perasaan yang entah mengapa selalu menggemuruhkan hati pria menua itu.

“Anakku, di dunia ini penuh dengan hukum dan aturan yang mengikat hukum. Jika hukum sudah ditetapkan maka konsekuensi dari hukum itu harus diterima salah satu pihak. Karena hukum itu harus membenarkan dan mutlak, maka yang membuat dan –aturan- itu sendiri harus benar dan dilarang untuk keliru. Karena itu akan berpengaruh pada hukuman yang akan diberikan juga,” tuan Cho tersenyum simpul melihat Kyu Hyun kecil beberapa kali mengerjapkan matanya. Jika sudah seperti itu, maka puteranya sedang kebingungan tapi tetap bertahan pada posisinya sebagai pendengar dan murid yang baik, “Dan hukum tak memandang bulu. Semua kebenaran harus ditegakkan tanpa melihat siapa yang melawan hukum. Sekalipun anak, saudara, keluarga, bahkan jika keluarga kerajaan pun, kalau sudah bersalah, maka hukum tetap harus ditegakkan. Mengerti, Cho Kyu Hyun?”

Kali ini otak kecil yang masih berkembang itu harus memakan lebih banyak materi yang sebagian besar tidak dimengerti oleh anak seumurannya. Hanya beberapa poin yang bisa otak Kyu Hyun catat dan itu tidaklah banyak.

Mulut kecilnya hendak menanyakan beberapa kata baru yang tidak dia mengerti namun teriakkan cempreng seseorang menginterupsi tindakannya.

“Yya, Cho Kyu Hyun! Kemari dan lawan nunamu ini! Kali ini nuna akan memenangkan permainan ini. Nuna berjanji.” Langkah kecil gadis yang berumur kurang dari sepuluh tahun, bertalu-talu memenuhi ruang belajar tuan Cho. Kaki kecilnya sampai di hadapan dua pria berbeda generasi. Dan saat sampai di depan sang ayah, gadis itu terlebih dulu membungkuk manis lalu mendekat untuk mencium ayahnya.

“Annyeong haseyo, abeoji..” Salamnya hangat. Sebenarnya tuan Cho ingin tertawa lebar. Mengingat baru saja puterinya ini berteriak pada adiknya. Tapi sesampainya di depan dia, puterinya sudah bertingkah semanis madu yang diolah isterinya. Karena gemas, tuan Cho mengelus lembut rambut yang ditata rapi itu dan tersenyum pada puterinya.

“Ne, annyeong haseyo, puteriku.”

“Sedang mempelajari apa?”

“Pelajaran yang harus Kyu Hyun dapatkan dari abeoji. Eo, apakah kau sudah selesai mempelajari budaya tata krama dari ibumu, ehm?”

Gadis manis itu mengangguk cepat lalu memaerkan deretan gigi putihnya pada sang ayah.

“Tetapi nuna, aku rasa eomeoni masih memberi nilai merah untuk nuna. Buktinya nuna masih suka berteriak padaku..” Cicit seorang anak lelaki di sana.

“Yya! Kau meremehkanku, Cho Kyu Hyun? Kaja! Ikut aku. Aku akan menunjukkan nilai sempurnaku dari pelajaran tata krama.”

Lagi, pemandangan itu seperti opera sabun yang dilihat tuan Cho. Kedua anaknya ini memang sering bertengkar yang saling membutuhkan satu sama lain.

“Abeoji, bolehkah aku membawa Kyu Hyun?” Ucap nuna Cho Kyu Hyun itu dengan nada yang kembali melembut. Dan kali ini tuan Cho tak bisa menahan gelak tawanya tiap kali mendengar perubahan nada dari suara puterinya ini.

“Ne, silakan.”

Dan setelah itu, si kakak berlari terlebih dulu, meninggalkan adiknya yang mulai kepayahan.

“Nuna, tunggu aku!”

“Ppalli, Kyu Hyun-a. Kau itu pria. Dan pria harus lebih cepat lagi!”

Tidak ada ekspresi kesal atau emosi buruk apapun yang terpatri diwajah Kyu Hyun kecil. Wajah polos itu justru memancarkan warna bahagia karena mendapat suntikan motivasi dari kakak tercintanya.

“Nuna!” Teriak Kyu Hyun, “Saranghaeyo!” Lanjutnya sambil berlari menyusul nunanya.

Kakak Kyu Hyun sempat berhenti sebentar tanpa membalikkan tubuhnya. Di sana terbit senyuman tulus yang penuh kebahagiaan. Kemudian kembali melangkah sambil berteriak, “Arayo! Makanya kau harus mengejar nuna! Do saranghaeyo, adikku!”

Pernah tuan dan nyona Cho terlihat kaget saat pertama kali mendengar putera bungsunya mengucapkan kata cinta itu. Tapi kedua orangtua itu lantas tersenyum  saat mendengar penuturan dari puteranya.

“Karena nuna selalu mengatakan ‘saranghaeyo’ kepadaku. Dan nuna bilang, itu adalah kata yang menakjubkan yang nuna pelajari dari kamus usang diperpustakaan.”

Satu keluarga yang hidup damai, umumnya. Tapi pada kenyataan ditahun-tahun sebelumnya, keluarga itu memang sudah berinteraksi dengan dewa-dewa sakti yang selalu mendatangkan kemusnahan. Yang selanjutnya, dari keturunan ketujuh klan Cho-lah, yang menjadi target dewa api yang bengis, suatu saat nanti.

Lalu, sejak itulah tuan Cho dan nyonya Cho mulai mempelajari ramuan rahasia yang semoga bisa menyelamatkan keluarga mereka.

Sampai, tragedi itu terjadi. Dan Cho Kyu Hyun bertransformasi menjadi penyihir ulung Korea.

~

Di sisi lain dunia di daratan Korea, sebuah istana megah yang dijunjung tinggi oleh rakyatnya makin menampilkan taringnya. Kerajaan yang dipimpin oleh ayah dari puteri-puteri manis LordRick, raja Choi XXII. Memang kian menjadi kerajaan yang disegani oleh wilayah lain. Satu per satu dari kerajaan lain mulai mencari LordRick. Kira-kira beragam alasannya di antaranya yaitu untuk memperluas daerah kekuasaan, meminta pertolongan dari kebangkrutan dan kemorosotan atau sampai ke hal ingin memperbesar kerajaan dengan menjodohkan pangeran mereka dengan puteri-puteri LordRick yang masih sangat belia. Jelas, permintaan terakhir langsung ditolak oleh semua masyarakat LordRick.

Dari sebagian kecil wilayah LordRick, tepatnya di pavilion tempat para puteri bermain, terlihat ramai oleh dayang-dayang yang mengasuh dua puteri LordRick ini. Ya, puteri Soo Young dan puteri Yoona. Dua puteri yang usianya terpaut dua tahun. Dan Puteri Soo Young terpilih menjadi kandidat calon penerus kepemimpinan orang tuanya.

Saat itu adalah hari yang cerah bagi keluarga dan masyaraat kerajaan. Tak terkecuali bagi dua puteri yang sedang digojlok oleh berbagai pembelajaran wajib dari pendidikan kerajaan. Dengan senang hati, sebenarnya, kedua puteri itu mempelajari ini-itu dari ilmu yang ada di kerajaan ini bahkan dari ilmu dunia pun. Namun hari ini sedikit berbeda saat ratu mereka yang baru saja melahirkan seorang puteri ketiga satu bulan lalu, menghampiri mereka dengan membawa bekal seorang anak laki-laki yang baru pertama kali dilihat puteri Soo Young dan puteri Yoona.

“Annyeong haseyo, puteri Soo Young, puteri Yoona.. Apakah kedatanganku mengganggu belajar kalian?” Tanya sang ratu teramat lembut. Ratu Choi menyempatkan mencium kening kedua puterinya yang hampir beberapa minggu ini terasa jauh darinya.

“Animnida, eomeonim.” Koor dua puteri itu rampak.

Lalu ratu LordRick itu menyodoran bekal yang dibawanya ke hadapan puteri-puteri LordRick, “Aku membawa seorang oppa untuk kalian. Dia adalah putera dari menteri Kim. Ibu membawa oppa ini agar bisa menjaga dan menjadi teman kalian, puteri-puteriku. Bersediakah kalian membantu oppa baru kalian ini untuk mempelajari materi kerajaan, juga menjadi oppa yang akan menjaga puteri-puteri dari LordRick ini?”

Soo Young dan Yoona kecil tak langsung menjawab, mata mereka secara berjamaah menilai dari atas sampai bawah setubuh perawakkan yang ratu mereka bawa ini. Menatap lurus pada sosok kecil yang tingginya hampir sama dengan Soo Young. Menatap pada mata sipit yang memandang mereka hormat. Tapi, kedua puteri itu kemudian mendapat satu jawaban mereka masing-masing untuk menerima atau menolak bekal yang ibu mereka bawa. Sejurus kemudian, dari kedua bibir puteri-puteri itu, terbitlah senyuman tulus yang menyedapkan tiap mata memandang. Senyuman hangat sebagai tanda selamat datang untuk anggota baru di kerajaan mereka. Lagi pula, seorang ratu tidak akan keliru tentang masa depan puteri-puterinya begitu juga dengan kerajaan, bukan?

Sejak masa itu pula, puteri Soo Young dan puteri Yoona memiliki tokoh laki-laki yang sangat  menjaga mereka, dengan seluruh hidupnya dan tulus. Oppa yang selalu bermain dan belajar bersama mereka. Sosok kecil polos pintar yang selalu membawakan mereka satu kebenaran yang menakjuban yang terjadi di luar kerajaan. Kebenaran yang membuat dua pasang mata jelita itu berbinar cerah. Oppa yang bernama lengkap Kim Soo Hyun. Yang kemudian juga menjadi oppa bagi puteri ketiga, puteri Hara sampai puteri terakhir LordRick, puteri Sulli. Oppa yang selalu melewati suka duka kehidupan kerajaan. Dan menjadi kiblat saat raja dan ratu harus beristirahat dengan damai. Sampai saat ini, oppa mereka telah berevolusi menjadi penasihat kerajaan merangkap tugas sebagai sekertaris puteri tertua LordRick ini.

~

“Putri Hara, jangan terlalu berlebihan. Bahkan kau sudah menghancurkan dapur para ahjuma saat kau bermain di sana kemarin.”

“Tapi kata Soo Hyun oppa aku bebas melakukan apapun, eonni.”

“Hara eonni, kau bahkan belum mengembalikan tatanan taman saat kau bermain di sana minggu lalu. Eonni sudah berjanji itu.”

“Putri Sulli, jangan mengingatkanku pada hal memalukkan itu. Aku akan kesal padamu. Dan aku akan lebih kesal jika kau menolak ajakkan ku untuk pergi ke taman belakang besok hari.”

“Hara eonni akan dihukum lebih berat lagi jika belum mengerjakkan tugas dari penasihat kerajaan. Aku tak mau ikut dihukum seperti eonni. Aku harus belajar.”

“Kekanakan sekali.”

“Putri Yoona, kau jangan terlalu kaku. Seharusnya kau lebih bisa bersosialisasi. Jangan terlalu dingin seperti itu. Itu tak baik untukmu sendiri.”

“Selamat siang, tuan putri Soo Young.”

“Nuguseyo? Mengapa kau ada di sini? Manager Oh, siapa orang ini?”

“Na, Cho Kyu Hyun imnida. Cho Kyu Hyun si penyihir Korea. Kau mengenalku, tuan putri?”

Dia benar,

Dia benar. Saat aku pergi ke sana, keadaan membaik. Penerimaan uang kerajaan kembali pulih.

Tapi mungkin dia berbohong! Dia mungkin saja memanipulasi keadaan dan memanfaatku hanya untuk kesenangannya saja.

Ini mungkin hanya sebuah kebetulan. Aku harus memeriksanya.

“Ha ha. Terima kasih atas pujiannya, puteri Soo Young. Bukankah kamar seorang puteri haruslah mewah dan nyaman? Aku akan merasa jauh lebih baik lagi kalau ruanganku ini lebih baik dari kamarmu, puteri Soo Young.”

“Kau kembali tuan penyihir?”

“Yang perlu kau risaukan adalah kelakuan adikmu sendiri, tuan puteri. Puteri Yoona.”

“Kau sudah melakukan dua kesalahan besar dengan menyentuhku, tuan penyihir. Aku peringatkan kau hal itu! Jauhkan tanganmu dari tubuhku! Mengerti?”

“Kau harus mendengarkanku dulu, puteri Soo Young. Mungkin hal ini akan lebih membuatmu terkejut.”

“Apa maksudmu dengan tanda kepemilikkan?”

“Siap mendengar ceritaku, tuan puteri?”

“Aku sedang mempersiapkan kematianmu, Cho Kyu Hyun! Sebaiknya kau bersiap-siap.”

“Berengsek!”

“Tuan puteri, hamba lihat tuan puteri terasa lembut saat disentuh. Wajah tuan puteri juga lebih memancarkan kebahagiaan. Puteri Soo Young terlihat sangat cantik.”

“Sudah ku bilang panggil aku Ha-ra.”

“Eonni, bisakah kita lebih dekat?,”

Aku pun menginginkannya, puteri Sulli. Tapi aku tak bisa melakukan itu ketika ada adikku sendiri bersikap dingin padaku. Aku tak ingin membeda-bedakan sikapku kepada semua adik yang aku sayangi. Aku hanya belum bisa, puteri Sulli.

“Kami mencintai eonni.”

“Penasihat Kim, apa yang kau dapat hari ini?”

“Tolong jangan menyerahkan sepenuhnya kepada puteri Hara dan puteri Sulli, Puteri.”

“Puteri Yoona sendiri yang memohon padaku, puteri Soo Young. Aku tak bisa menolak dan tak mau menolak kenikmatan. Apalagi tubuh seorang puteri memiliki nilai tambahan dibanding gadis lainnya.”

“Aku bersumpah kau akan mati ditanganku!! Kau harus mati ditanganku!”

“Aku bersumpah akan membuatmu menjadi milikku, puteri Soo Young.”

“Aku berjanji akan melindungimu dan kerajaanmu..”

“Wae.. kenapa kerajaan ini, tuan penyihir? Kenapa kau mengincar kerajaan ini?”

“Kau tahu, puteri? Alamlah yang menunjukkan jalan kepadaku untuk ke sini. Dan memang benar jika di kerajaan LordRick ini, hidup seorang puteri yang memiliki tanda ditubuhnya yang sama dengan yang aku miliki.”

“Alamlah yang memilihmu untuk menjadi pemuas nafsuku. Itu sudah menjadi takdirmu sebelum kau lahir, puteri. Dan bukan hanya itu jika kau ingin tahu. Sihir milikki juga merupakan pemberian dari alam yang marah saat itu. Itulah sebabnya mengapa aku menjadi penyihir terhebat di Korea. Tak ada penyihir lain yang bisa membunuh nyawa seseorang, namun aku bisa. Atau pun membuat bencana di sebuah tempat, yang bisa aku lakukan dengan mudah. Dan jika ada yang bisa melakukan hal itu, bukanlah seorang manusia yang melakukannya.”

“Yang perlu kau tahu jika musuh yang sesungguhnya masih belum menampakkan diri. Kau tak bisa melawan sendiri orang-orang yang tengah memainkan pion-pion kerajaanmu. Yang jelas, aku melihat puteri Yoona ikut bermian di sana. Adikmu sendiri, puteri Soo Young.”

“Sepertinya kau memang berhasil memimpin kerajaan besar ini. Namun rupanya kau tak bisa membimbing satu adik kecilmu itu.”

“Aku akan membantumu sesuai janjiku. Namun kau harus terlebih dulu membayar harganya. Kau akan sangat membutuhkanku, jadi jangan pernah berpikir untuk melarikan diri.”

“Aku akan membutuhkanmu ketika malam berada di titik teratas. Dan sepertinya tubuhmu akan mengeluarkan aura yang makin membuat puteri Yoona semakin iri padamu. Kau harus bersyukur akan hal itu, puteri Soo Young. Ja, aku pergi.”

“Bolehkah aku memanggilmu ‘oppa’ untuk sekarang ini?”

“Oppa, berjanjilah padaku. Jika suatu saat puteri Yoona melakukan kesalahan entah padaku, padamu atau pada kerajaan ini, kau akan memaafkannya. Kau akan selalu membantunya berdiri seperti saat kau selalu membantu puteri Yoona kecil dulu. Berjanjilah padaku, penasihat Kim.”

“Nde? Lalu siapa yang akan menemani pangeran Min Ho?”

Kau memang benar puteri Sulli. Kali ini aku akan membiarkanmu seperti itu meski kau tak terlihat membahayakanku,

“Puteri Sulli tugas ini aku berikan padamu. Tolong gantikan posisiku. Annyeong hasimnikka.”

“Bagaimana bisa sihir hitam berhenti bereaksi pada tubuh puteri Soo Young?! Mantra itu adalah mantra yang hebat dengan bayaran yang luar biasa mahal!”

“Apakah ku sedang menyalahkanku? Memangnya aku selalu berada di sisinya, mengawasinya? Kau pikir tugas seorang puteri kerajaan LordRick seperti itu?”

“Sepertinya kita harus merencakan lagi mengenai misi kita. Rencana yang tak bisa gagal untuk kedua kalinya.”

“Sebaiknya kita segera memanggil dia. Maka bisa dipastikan posisi puteri Soo Young akan segera lengser.”

“Apa kau gila, raja? Kau tidak lupa bukan akibat jika memanggilnya?”

“Memangnya mengapa? Bukankah memanggilnya adalah tujuan utama kita? Kita sendiri sudah menghabiskan banyak harta dan pengawal untuk bisa mengajaknya bermain bersama kita. Kita tak bisa menunggu waktu lebih lama lagi untuk hari pembalasan kita, raja Mathiuos!”

“Kau sudah terlalu jauh, raja Alexei. Jangan lupakan jika pangeranmu ada dalam genggaman kekuasaanku. Jika kau gegabah sedikit saja, tamatlah nasib pangeran kerajaan Mark ini.”

Dan jangan pernah berani menyentuh pangeranku.

“Dengar, para raja-raja sekalian. Aku memang memuluskan jalan untuk menciptakan skenario buruk di dalam kerajaanku sendiri. Tapi aku tak pernah mengizinkan kalian untuk membunuh puteri Soo Young. Hanya melengserkannya dari kedudukan yang seharusnya aku milikki. Aku tak membutuhkan kalian untuk membunuhnya!”

“Jangan memanggilnya terlalu dini. Dan jangan pernah melakukan hal sekecil apapun tanpa persetujuanku jika tak ingin kerajaan kecil kalian aku tendang untuk kedua kalinya!”

“Puteri Yoona, kau memang eonni yang perhatian. Aku sayang padamu, Yoona eonni.”

“Kau harus memperjuangkan keinginanmu, puteri Hara. Tak peduli berapa korban yang kau berikan.”

“Kau hanya perlu melakukan seperti yang aku katakan.”

“Ini tentang pangeran Min Ho… Hara eonni… aku…hanya ingin mengatakan jika sepertinya aku menyukai pangeran Min Ho… rasanya aku memang menyukainya, puteri..”

“Seseorang mengatakan padaku untuk terus maju agar keinginanku bisa tercapai. Tak peduli kesengsaraan yang akan ditimbulkan dari itu. Apa itu benar, oppa?”

“Berarti tidak apa-apa jika aku harus mengorbankan sesuatu, bukan? Itu harga yang harus dibayar.”

“Apa yang harus aku lakukan oppa? Aku sangat menginginkan tujuanku itu. Aku-..”

“Pangeran Min Ho, ‘kan? Tujuan puteri Hara itu?”

Ya. Dan puteri Sulli pun begitu. Kalian terjebak pada satu pangeran yang sama,

“Hamba akan membantu puteri untuk mencapai tujuan puteri. Sampai pangeran Min Ho berada di sisi puteri. Aku akan berusaha membantu sebisa yang oppa bisa, Hara. Jadi jangan sedih lagi dan tersenyumlah. Dunia akan murung jika mendapati puteri hangatnya menggulung senyumnya.”

“Yang mulia puteri Soo Young, ada apa?”

“Kau gila! Aku harus mengurus kerajaan, Cho Kyu Hyun!”

“Aku memanggil kalian ke sini untuk mempelajari masalah yang dibahas dirapat kerajaan tadi siang.”

“Bisakah eonni tidak mengatakan itu? Aku adalah adikmu, puteri Yoona.”

“Pangeran Min Ho memang berwajah tampan. Dan sialnya dia disukai oleh dua puteri terkecil kerajaan ini.”

“Kau akan mendapatkan pangeran Min Ho setelah aku berada di atas, Choi Hara.”

“Eo? Apa yang eonni ucapkan?”

“Selamat tidur, puteri Hara.”

“Bagaimana ini? Bukankah tidak mungkin jika orang-orangmu juga membelot padamu, puteri?”

“Pesta besar sudah dimulai, LordRick. Aku menunggu saat di mana tanganku yang berkuasa. Seperti saat kau mendepakku jauh, yang mulai puteri Soo Young.”

“Oh, aku sudah tahu belangmu..”

“Permisi, pangeran Min Ho. Saya sudah di sini.”

“Ini tentang rencana pertunangan pangeran dengan puteri kerjaan LordRick.”

“Aku tak bisa memilih.”

“Aku perintahkan pada kalian untuk melepasnya.”

Di malam purnama itu, akan terjadi sesuatu yang lebih berbeda lagi.

“Mari kita mulai bermain lagi…”

“Kalian sudah mendengar sendiri bukan apa yang puteri agung kita titahkan? Maka dari itu kita harus segera melepasnya. Dan setelah itu, kita akan Berjaya! Membalik keadaan kita sekarang!” Dan melenyapkan semua keturunan LordRick dari dunia ini.

“Kau cantik. Soo Young. Kau sangat cantik, puteri. Karena itu aku selalu tidak tahan melihatmu. Jangan sampai ada yang mengalami hal serupa sepertiku saat melihatmu juga. Karena aku adalah pemilikmu, mengerti?”

“Dia kembali meninggalkanku dalam keadaan seperti ini.”

“E-eoh? Ada apa ini? Mengapa tubuhku bergetar?”

“Ada apa ini? Aku merasa tidak sedang kelelahan. Tapi tanganku bergetar seperti ini.”

“Eo-eomma…abeoji… Sulli takut…hiks..”

“Soo Young eonni… Yoona eonni.. O-oppa… tolong aku…”

Tubuhnya ikut menggigigil ketakutan. Dia tetap berusaha bergerak dan ke luar dari singgsananya. Di luar singgasananya, terasa lebih menyeramkan. Suasananya mati. Puteri itu menggeleng dengan derai air mata. Dia merosot dan memeluk kedua kakinya. Bersembunyi di sana dengan air mata yang menemani. Puteri Yoona merasakan ketakutan yang sangat mendalam. Melebihi dengan konsekuensi pengkhianatannya pada kerajaan LordRick ini.

Tak ada matahari yang bersahabat dengan pagi hari ini. Matahari memburam dan ternoda. Ya. Tak terkecuali. Selain seseorang yang terlindungi gelang pemberian penyihir paling sakti di negaranya. Dan sang penyihir sendiri.

Dia merasakan kehadiran musuh bebuyutan terbesarnya menghampiri kerajaan LordRick ini. Dan dia mengkhawatirkan kondisi sang puteri. Jika Soo Young memiliki tanda itu maka musuhnya akan cepat mengenali Soo Young.

“Gwaencanha?”

“Aku sudah menjawab jika aku baik-baik saja. Ada apa denganmu? Kau terlihat sangat mengkhawatirkanku.”

“Sial! Dia semakin mendekat.”

“Lepaskan aku, Cho Kyu Hyun!! Aku tidak bisa meninggalkan kerajaan!! Lepaskan aku bilang!”

“Kau berani melawan perintahku, hah?! lepasakan aku!!”

“Diam! Dan ikuti saja aku, Soo Young.”

“Lakukan saja apa yang aku perintahkan! Memang benar kau memiliki kerajaan dan adik-adikmu. Tapi aku adalah pemilikmu, Choi Soo Young. Dan aku tidak suka dibantah!”

“Tenanglah. Aku yakin mereka akan baik-baik saja. Jika kau adalah incaran mereka, maka keberadaanmu sangat membahayakan. Setidaknya mereka tidak terlalu berada dalam bahaya karena bukan dirimu. Jika para musuhmu langsung menangkapmu, rakyat LordRick akan semakin menderita, bukan? Dan kau tidak bisa melindungi adik-adkimu. Kecuali puteri Yoona. Karena dia sendiri yang memutuskan untuk memulai serangan besar-besaran.”

Tapi aku merasakan keberadaan dia. Apa jangan-jangan para cecunguk itu yang memanggilnya?

“Aku tidak mengatakan akan melindungi LordRickmu, puteri. Aku hanya berjanji akan melindungimu. Dan karena LordRick sangat berarti bagimu dan di sanalah hidupmu, maka aku akan berusaha melindungi apa yang menjadi hidupmu. Itu saja.”

Sekaligus membayar balas dendamku,

“Yya! Choi Soo Young?! Soo Young-ah! Puteri?!”

“Apa yang kau lakukan di sini, penyihir?! Apa yang kau lakukan pada puteri Soo Young, hah?!”

“Jangan berani-berani untuk menyentuhku lagi, sialan! Kau tidak berhak! Dan jaga sikapmu di depan puteri kalian ini. Kau tidak melihat Soo Young pucat begitu, hah?!”

“Cepat panggilkan tabib istana! Soo Young sudah sangat pucat.”

“Ampuni hamba, tuan. Puteri agung kita tengah mengandung.”

“Aku hamil?”

“Sekertaris Kim, aku memiliki tugas untukmu. Aku ingin kau menyamar ke dalam kerajaan-kerajaan yang membelot dari LordRick, dan periksa keterhubungannya dengan puteri Yoona. Aku tak ingin kau ketahuan dan sampai tertangkap. Tolong jalani tugasku satu ini dengan baik dan selesai.”

“Tenang saja. Aku akan baik-baik saja, penasihat Kim. Kita memiliki penyihir nomor satu di Korea. Dan aku akan menjelaskan semuanya saat kau kembali dari tugasmu.”

“Mimpi aneh. Aku bermimpi aneh.”

~

Selepas kejadian yang mencekam yang menimpa semua warga kerajaan LordRick, kini Yoona bisa lebih mengendalikan dirinya sendiri. Setelah sebelumnya selama sepekan ini dia mengurung diri di dalam singgasananya, puteri itu akhirnya ke luar juga. Menampilkan taringnya yang kian menajam khususnya setelah beberapa orang yang dipercayainya memberikan informasi yang membuatnya muak saja. Dia tidak buta. Dia juga tidak bodoh. Meski dalam keadaan yang ketakutan saat itu, dia bisa melihat penasihat Kim yang tergopoh-gopoh menghampiri bilik singgsana calon kandidat ratu LordRick. Dan matanya kian perih saat menangkap pergerakan penyihir yang sebelumnya dia mintai tolong justru sekarang bersekutu dengan orang yang paling dibencinya.

Benci? Ya, Choi Yoona amat sangat membenci kakaknya. Hah, masih berlaku kah title itu baginya? Karena sejak sepuluh tahun yang lalu, benih kebencian itu sudah dideritanya. Sebenarnya puteri Yoona tidak tahu harus senangkah atau sedihkah mengenai apa yang disebut deritanya itu. Tapi semenjak sepuluh tahun itu, semua rasa positif yang dulu dimilikinya untuk Soo Young perlahan-lahan memudar. Dan untuk sekarang, dia sangsi apakah rasa itu masih tersisa barang sedikit saja. Namun Yoona tidak memperdulikan itu untuk saat ini. Yang menjadi tujuan akbarnya adalah, menyingkirkan puteri Soo Young dari kursi kebesarannya lalu dirinya menggantikan tempat Soo Young itu. Walau dengan cara apapun, akan dia tempuh. Karena menjadi ratu adalah ambisinya.

Hah! Persetan dengan kekeluargaan. Puteri Yoona ini sudah tidak peduli dengan itu. Sejak hari dia memutuskan untuk membenci Soo Young, dia sudah kehilangan hati baiknya. Yoona sudah membuangnya jauh-jauh bersamaan dengan pupusnya jasad orang tua mereka.

Sejatinya, puteri cantik itu hanya iri pada Soo Young, kakaknya yang sangat menyayangi dirinya melebihi diri Soo Young sendiri,. Sejak awal Soo Young selalu dielu-elukan. Soo Young yang selalu menjadi yang pertama dan istimewa. Semua orang memperlakukan hal itu pada Soo Young. Dan dirinya, posisi dirinya di sini hanya menjadi nomor dua, yang menggantikan pemain utama jika berhalangan atau cidera. Hanya menjadi pemain cadangan atau lebih parahnya hanya menjadi penonton manis, saja. Dan dia benci itu.

Menjadi yang kedua sejak usianya yang masih remaja adalah hal yang sulit diterima. Bagaimana mungkin gadis kecil yang beranjak dewasa sepertinya harus menerima ketidak-adilan itu dalam jangka waktu yang sangat lama? Bagaimana mungkin gadis kecil sepertinya bisa terus menahan beban itu sendirian? Tidak ada yang memahaminya. Tidak seorang pun ada. Sedangkan puteri Soo Young, kakaknya itu justru sangat menikmati setiap tugas yang diberikan kepadanya tanpa menghargai sedikit saja perasaannya itu. Lalu sejak saat itulah, puteri Yoona bersumpah, tidak akan kalah dalam hal apapun. Bahkan dirinya akan melampaui puteri Soo Young yang paling diagung-agungkan selama ini. Bagiamana pun caranya!

Puteri itu bernostalgia dengan alasan mengapa dia sampai hati mengkhianati kerajaannya sendiri. Tapi meski sudah dibilang mengkhianati, puteri Yoona tak akan bodoh untuk menanggalkan semua lencana kerajaan ini pada raja-raja dari kerajaan kecil yang bersekongkol dengannya. Meski begitu, dia bukanlah tipe puteri yang suka mengingkari janjinya, hanya, puteri Yoona akan mengatur porsi jalannya skenario ini. Skenario besar yang di mana, sebentar lagi, puteri Soo Young haruslah segera merelakan tahtanya pada adiknya ini. Mengingat itu, membuatnya tersenyum sinis. Puteri Yoona sudah benar-benar menyatakan perang pada puteri Soo Young dan LordRick.

Hanya saja, puteri Yoona belum tahu jika di dalam singgasana Soo Young, sudah tercipta sesuatu yang akan memberatkan puteri tertua LordRick itu untuk segera bertransformasi menjadi seorang ratu. Hal yang ditunggu-tunggu rakyat LordRick, kini sudah mulai tercipta. Meski untuk merawatnya, membutuhkan banyak nyawa yang harus melayang. Dan dia, puteri Yoona, sudah memulai perang agung ini.

~

Berbeda dengan Yoona yang sudah bisa mengendalikan dirinya sendiri, puteri Hara justru makin terpuruk. Setelah ketakutan yang amat sangat menderanya, puteri riang itu belum menampakkan satu pun baris senyuman. Wajah ayunya terus betah tertekuk ke bawah dan tak ada sinar dari pancaran matanya. Puteri Hara memang sangat tidak bisa menyembunyikan setiap perasaannya. Dan sekarang, perasaan buruk itu sangat terlihat jelas, tercetak pada diri puteri ketiga ini.

Hal itu yang sangat tidak bisa dilihat oleh Kim Soo Hyun. Cukup sudah dia melihat kesakitan yang puteri agungnya alami. Cukup sudah dia menyaksikan kebencian yang puteri Yoona tunjukkan. Dan cukup sudah dia melihat kegelisahan puteri Sulli serta pangeran Min Ho yang juga mengganggunya. Dan sejujurnya, dia kurang menyukai pangeran dari kerajaan Theo itu serta keberadaan pangeran itu sendiri di sini. Karena dengan kedatangannya ke sini, menyebabkan beberapa kehancuran dihati putih puteri Hara dan menyakiti si bungsu, puteri Sulli. Dia tidak sanggup jika harus melihat puteri Hara yang dikenalinya menjadi orang lain. Dia akan sangat patah hati jika puterinya itu berbuat kesalahan yang bisa menghancurkan dirinya sendiri. Sejujurnya, dia takut.

Tidak. Dia datang ke sini untuk berpamitan pada puteri Hara. Mungkin benar untuk saat ini dia harus dengan terpaksa menyerahkan keselamatan puteri Soo Young pada penyihir itu. Selain dia juga sudah tahu banyak tentang identitas penyihir itu yang bergerilya di Negara ini. Tapi meski begitu, tetap ada rasa tidak percaya karena telah menyerahkan puteri agungnya pada pria busuk macam Cho Kyu Hyun. Kim Soo Hyun sangat membenci penyihir licik itu, melebihi ketidak-sukaannya terhadap keberadaan pangeran Min Ho di sini. Tapi pada akhirnya, dia harus melaksanakan tugas yang Soo Young berikan padanya. Dan dia harus menyelesaikannya segera, jika tidak ingin terjadi apa-apa pada kerajaan ini beserta puteri-puterinya. Dengan ini, dia harus berpamitan pada puteri Hara, untuk tidak muncul di hadapan puteri itu sementara waktu ini. Dan untuk meminta, agar Haranya bisa kembali.

“Puteri…. Aku datang untuk berpamitan padamu..”

Belum ada balasan atas ucapannya barusan. Hara masih betah menopang dagu dengan kedua tangannya sambil memunggungi keberadaannya.

Kali ini, sekertaris pribadi Soo Young itu menghembuskan napasnya kasar. Berharap bisa mengalihkan perhatian Hara dari tembok kokoh di hadapan. Lalu dia menghampiri Hara dan menyentuh pundak kecil itu.

“Hara-ya, ini oppa… apa kau baik-baik saja, puteri? Melihatmu seperti ini seharusnya aku berada di sisimu, tetapi, perintah dari puteri Soo Young tidak bisa ditinggalkan. Maukah Hara kembali seperti Hara yang oppa kenal agar bisa menenangkan perjalanan oppa? Karena ini bukanlah sekedar perjalanan menjalankan misi dan oppa harus memusatkan perhatian oppa pada tugas ini. Jadi, sebelum oppa pergi, oppa ingin berpamitan kepada Hara dan melihat senyuman indah puteri Hara lagi. Bisakah oppa mendapatkannya?”

Perlahan, pundak yang dipegang Soo Hyun mulai naik turun. Suara sesenggukkan perlahan mengisi ruangan megah ini. Menodai aura sunyi yang sebelumnya sering terjadi di sana. Tak tahan lagi, puteri mungil itu membalikkan badannya lantas menubrukkan tubuhnya pada dinding hangat oppanya. Tak pelak, membuat hati si pria itu meradang mendengar tangisan amat pilu itu. Telinganya serasa dihantam dengungan keras yang bisa menghancurkan organ vitalnya itu.

“Hiks…. Appo… manhi appo… oppa, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku… aku… aku hampir saja…. Hampir…hiks…” Puteri Hara sudah tak sanggup menyelesaikan kata-katanya. Itu semua tertahan ditenggorokan sampai membuatnya tersedak. Perih. Itu perih, tapi lebih perih lagi keadaan yang menimpanya sekarang. Apa yang sudah dia lakukan? Apa yang telah ia perbuat?

Tangan Soo Hyun terjulur mengelus surai panjang puteri ketiga ini. Dengan penuh perasaan, dia usap lembut tubuh puteri ini. Seolah, di tiap usapannya bisa membuat Hara makin kesakitan.

“Tenanglah, ada oppa di sini..”

Hara menggeleng dalam pelukannya. Tangisannya makin membuatnya terlihat merana. Membuat rasa simpati itu makin membuncah untuk puteri Hara.

Hara mengeratkan pelukannya pada Soo Hyun, seolah meminta agar pria itu tetap di sisinya meski dia tak sebaik dulu. Meski dia bukan menjadi Hara yang dikenal Soo Hyun dulu.

“Jika Hara tidak ingin bercerita dulu, simpan cerita Hara sampai oppa kembali. Sekarang tersenyumlah, karena senyuman puteri agung ini menjadi bekal termewah untuk seorang hamba yang akan melaksanakan tugas kerajaan.” Soo Hyun terus menepuk-nepuk pundak Hara. Memberikan sedikit ketenangan pada hati puterinya itu.

Dan rupanya itu berhasil, karena Hara sudah mulai tenang dan bisa mengatur napasnya secara teratur, “Aniyo. Aku akan menceritakan pada oppa sekarang juga. Tetapi… tapi, terlebih dulu oppa harus berjanji, oppa tak akan membenciku. Oppa juga jangan meninggalkanku, eo? Yaksokhae?”

Demi menyenangkan hati puteri Hara, manusia yang paling perhitungan di kerajaan ini langsung menganggukan kepalanya. Tidak peduli pada konsekuensi dan risiko dari balik perbuatannya barusan.

“Ne, oppa berjanji.”

“Aku… aku telah melakukan kesalah…aku..hiks… aku hampir mencelakai puteri Sulli, oppa. Aku hampir…hiks…dengan tanganku sendiri…. Aku…bukan kakak yang baik…” Bahu gadis itu kembali naik turun dan kali ini lebih hebat dibanding sebelumnya.

“Aku menyukai pangeran Min Ho, oppa. Dan ini untuk pertama kalinya aku menyukai seorang pangeran dari hatiku yang terdalam. Tapi aku tidak buta… aku melihat puteri Sulli, adik kandungku sendiri, juga menyukai pangeran Min Ho. Mungkin aku bisa bersikap biasa saja dan berpura-pura tidak mengetahui itu, tapi…. Ternyata…aku juga..hiks…melihat jika pangeran Min Ho terlihat nyaman bersama puteri Sulli… aku.. aku kecewa dan sakit hati…”

“Terlihat nyaman bukan berarti menyukai bukan? Jadi, kesempatan masih ada untuk Hara…” Ucap Soo Hyun mencoba menghibur. Namun segera ditepis oleh gelengan kasar Hara.

“Aniyo! Aku sangat mengerti jika pangeran Min Ho juga menyukai puteri Sulli. Dan mereka melakukan itu padaku, oppa! Mereka menyakitiku sampai ke hati yang terdalam… hiks..” Hara melepaskan pelukannya lalu memeluk lutut kecilnya. Menenggelamkan kepalanya di antara dua lutut rapuh itu.

Kim Soo Hyun tidak tahu harus berbuat apa. Jika saat penyihir itu membawa puteri Soo Young dalam pelukannya dengan kondisi tak sadarkan diri, alarm dalam dirinya akan segera bertindak untuk merebut puteri agungnya dari si penyihir itu. Lalu dia akan melampiaskan kemurkaannya pada Cho Kyu Hyun, si penyihir yang diisukan sebagai nomor satu di Negara bahkan benua ini. Dia tidak peduli pada nyawanya, asal dia bisa melindungi puteri Soo Young dari kebengisan penyihir licik macam Cho Kyu Hyun ini.

Tapi sekarang, dia tidak bisa berbuat cepat untuk sekedar menenangkan hati puteri ketiga ini. Bahkan jika dia harus merelakan nyawanya, apakah itu bisa menukar dengan senyuman lepas yang selalu menjadi kebahagiaan LordRick? Dia tidak tahu itu akan berhasil. Dan sekarang otaknya menjadi kosong. Selama ini dia akan menjaga agar puteri-puteri LordRick, khususnya Hara, untuk tidak mengeluarkan tangisannya apalagi pada tahap memilukan seperti ini. Tapi sekarang? Apa yang menjadi kado untuk perjalanan misi beratnya ini?

“Mereka datang padaku. Pangeran Min Ho datang padaku bukan untuk membuatku tersenyum, padahal aku kira pangeran Min Ho membawa kabar gembira untukku, tapi kenyataannya, dia mengatakan sesuatu yang menyayat hatiku, oppa. Pangeran Min Ho meminta izin dan restuku agar menerimanya sebagai pasangan puteri Sulli. Dan hari itu, menjadi hari pertama bagiku merasakan sakit yang teramat selama hidup. Sangat sakit, sampai aku tak tahu caranya bernapas. Sangat sakit, sampai menembus relung hati terdalam.”

Telinga Soo Hyun kembali mendengar nada menyakitkan yang keluar dari bibir puteri Hara. Tubuh puteri itu bergetar hebat, dan dia masih belum bisa berbuat apa-apa.

“Sampai seseorang mengatakan padaku untuk terus mempertahankan keinginanku itu. Dan aku menginginkan pangeran Min Ho melebihi keinginanku lainnya. Lalu, lalu aku… saat itu…dengan hati yang sakit hati, aku berusaha membuat puteri Sulli terlihat buruk dipandangan pangeran Min Ho. Aku… aku hampir membuat puteri Sulli celaka dengan tanganku sendiri. Aku…aku… hampir mencelakai adik kandungku sendiri, oppa… puteri Sulli….hiks….”

Soo Hyun sudah tidak tahan lagi menyaksikan penderitaan yang ditanggung sendiri oleh pundak kecil yang rapuh ini. Selama ini ke mana dia? Kenapa dia bisa melewatkan hal besar ini dari puteri Hara?

Dan ingatannya melayang ke hari saat puteri Sulli harus menerima perawatan karena kecelakaan kecil pada tandunya. Rupanya itu memang ulah puteri Hara. Dulu dia tidak ingin memercayai spekulasinya, tapi sekarang, Hara sendiri yang mengatakan kebenarannya.

“Gwaencanha… puteri Sulli baik-baik saja. Puteri Sulli tidak akan membenci kakaknya karena puteri Sulli mencintai puteri Haranya. Sekarang, maukah Hara tersenyum untuk oppa? Dan cobalah untuk menengok puteri Sulli dan berbicara dengan puteri Sulli? Oppa berjanji, tidak akan terjadi apa-apa. Mereka akan memaafkan Hara.”

Cukup! Cerita ini akan sama akhirnya jika Hara terus menuruti nafsu sesaatnya. Cerita ini akan berakhir sama dengan cerita Yoona yang iri pada Soo Young, hingga akhirnya, satu puteri itu berbuat jauh agar bisa mengalahkan Soo Young. Cukup! Soo Hyun sangat mengetahui ke mana arah ceritanya jika Hara tidak segera berubah. Dan jika itu terjadi, maka tak ada kedamaian antara puteri-puteri LordRick ini.

Tidak! Kim Soo Hyun tidak bisa membiarkan itu terjadi. Cukup pertengkaran antara Soo Young dan Yoona. Jangan sampai menular pada keluguan puteri ketiga dan keempat pula. Berhenti di konflik pelik puteri tertua dan kedua.

Puteri Yoona kah?

Sejauh ini kah puteri Yoona sudah bertindak?

~

Di sisi lain dari singgasana mewah lainnya, Kyu Hyun senantiasa menjaga ketat Soo Young. Semenjak kehamilan Soo Young terkuak, tak sedetik pun penyihir itu lengah. Selain membuat perisai kuat di sekeliling singgasana puteri Soo Young, dia juga menerapkan sihir pengingat pendeteksi datangnya musuh terbesar, jadi jika saat itu terjadi, dia bisa bersiap-siap dan menyelamatkan Soo Young.

Kehamilan Soo Young, belum banyak orang yang mengetahui, selain para dayang dan pengawal Soo Young juga penasihat pribadi puteri ini dan tabib istana yang menangani Soo Young waktu itu, termasuk dirinya sendiri.

Dia sudah menutup rapat mulut-mulut itu agar tak asal bicara mengenai satu fakta ini. Dan Soo Young sendiri yang akan mengumumkan kebenaran ini pada warga LordRick nanti. Jika keadaan berpihak pada mereka.

“Apakah kau sudah beralih profesi sebagai penjaga seorang puteri yang hamil di luar nikah, Cho Kyu Hyun-ssi?” Tanya Soo Young gemas melihat Kyu Hyun tak pernah beranjak barang sedikit pun dari sisinya. Bahkan tak segan-segan, penyihir ini akan merapatkan tubuh pria itu pada tubuhnya dengan alasan penjagaan ketat. Tapi, harus seketat itukah?

Kyu Hyun tak mengindahkan ocehan yang akhir-akhir sering di dengarnya. Dia justru kembali menggenggam dan meremas tangan yang masih belum pulih itu. Mengelusnya, memberi sedikit kekuatannya.

Soo Young sedikit kesal lantaran penyihir ini mengacuhkannya. Lalu dia palingkan wajahnya menatap pada atap singgasananya ini. Dia juga masih bisa merasakan remasan lembut ditangannya. Dan dia menikmati itu.

“Aku sudah mulai bosan terus berada di sini. Bisa-bisa kaki dan tubuhku kaku jika berlama-lama tidur seperti ini. Aku harus mengurus kerajaan dan menengok keadaan rakyatku. Aku juga harus tahu bagaimana keadaan adik-adikku.”

Kyu Hyun menjadi pendengar yang baik sambil terus memberikan kenyamanan untuk Soo Young. Kadang dia tersenyum ditengah Soo Young membicarakan keinginannya. Lalu dia akan kembali terdiam…

“Kau akan merasakan dan melaksanakan itu jika waktunya sudah ada. Tapi untuk saat ini, jangan dulu. Pikirkan keselamatanmu dan keselamatan…. Milikku yang ada di dalammu.” Pria itu menatap pada Soo Young yang juga tengah menatapnya dengan tatapan yang lebih lembut dibanding sebelum-sebelumnya, “Hanya itu. Lakukan itu saja untuk saat ini. Kau mendengarkanku, bukan?”

Entah apa yang terjadi pada hatinya. Tapi mendengar penuturan penyihir ini membuat hatinya tenang dan bebas. Seolah kembali menemukan akhir dari perjalanan panjangnya. Dan menjumpai ujung sungai yang menjernihkan pikirannya.

“Ehmm…”

~

“Kau sudah melakukan semua ritual pemanggilannya, raja Mathious? Semua persiapannya sudah selesaikah?” Tanya satu-satunya wanita jelita di antara pasukan raja-raja yang membelot pada LordRick.

Semua raja-raja yang kerajaannya didepak dan dipermalukan oleh LordRick menampilkan senyum setannya. Dari tiap wajah mereka tersemat aura jahat yang siap-siap meledakkan kebahagiaan atas kemungkinan keberhasilan rencana besar mereka.

Sebentar lagi, sebentar lagi kemenangan akan menyambut mereka. Itulah yang ada di dalam pikiran mereka. Lalu, tawa serentak itu membahana di seluruh ruangan ini, menandakan jika dewa mereka telah sepenuhnya bangkit.

Sepenuhnya, telah bangkit.

“Kalian sudah melakukan tugas kalian dengan baik. Dan tenang saja, aku akan memberikan semua yang telah aku janjikan saat puteri Soo Young lengser dari tahtanya..” , “Karena Choi Yoona tidak pernah mengingkari janjinya.”

Dari wajah puteri itu hanya ada aura kebencian yang diselimuti amarah dan dendam yang kini menyatu dengan kegelapan-kegelapan yang siap mengguncang LordRick ini. Ya, karena dia sudah sepenuhnya hidup lagi…

Dewa yang oleh puteri Yoona dan para pengkhianat LordRick lainnya panggil. Dewa yang diramalkan akan menghancurkan LordRick dan melengserkan tahta yang sedang diduduki puteri agung Soo Young. Dewa yang sejatinya adalah musuh abadi klan keluarga Cho sejak dahulu kala. Dewa yang membuat Kyu Hyun menjadi seperti sekarang. Ya, itu adalah sesuatu besar yang disebut sebagai dewa api. Dewa yang telah membasmi sadis keluarga Cho Kyu Hyun kecil.

“Bagiamana, puteri Soo Young? Apakah penyihirmu itu sudah merasakan kehadiran sesuatu yang besar ini? Aku mempersembahkan semua ini untukmu, puteri Soo Young. Untuk merayakan kemenanganku darimu sekaligus merayakan lengsernya kejayaanmu di LordRick tercinta ini. Ja, selamat tinggal, kepemimpinan puteri agung Soo Young. Istirahatlah dengan tenang.” Tak pernah sepuas ini dia tersenyum. Yoona begitu antusias menanti hari-hari sekarang. Hari-hari mendekati masa kejayaannya. Dan tentunya selangkah lebih maju dibanding Soo Young. Di mana hanya dirinyalah yang bisa menyelamatkan LordRick dari keterpurukan yang diciptakan oleh dirinya sendiri beserta para cecunguk lainnya.

“Selamat bersenang-senang, puteri agung Soo Young.”

Dan sesuatu yang besar itu kini memasuki gerbang awal dari kerajaan LordRick. Menghembuskan aura mencekam yang beberapa saat lalu juga menghantui kerajaan ini.

Rasa takut yang tidak asing. Rasa mencekam yang sudah familiar. Berasal dari itu.

Namun, seharusnya puteri Yoona merasa terjaga, bukan?

Tapi, lagi, puteri itu merasakan perasaan yang sama bahkan melebihi ketakutan yang dirasakannya hari-hari yang lalu.

“A-apa… i-ini?”

Tebece

 

Note: Mungkin di part sblumnya ada yg bingung kalo raja Cho itu pernah aku tulis jd raja ke-8 dan ke-22… Tapi yg bner kalo raja Cho itu raja yg ke-22… Juga ttg kejelasan nama raja Mark, nama raja dari kerajaan Mark itu yg bner adalah raja Alexei, dan pangerannya bernama raja Mark. Sekian dan terima kasih.

Betewe, ini pra ending, jd bs ditebak kan next chapternya itu apa… hehe

Smoga slama ini, Kingdom memuaskan. Dan mohon maaf atas ketelatan dan ketidak jelasan ff yg super lama dan jelek ini. #bow

Terima kasih jg bagi yg sudah berpartisipasi atas RCLnya… ( domou arigatou gozaimasu, ne! ^_^

Ja, see ya!

Kali Kedua

Standar

c49cd14cd6b2e84f0d77c579ea365b87

KyuYoung only

 

~ Kau adalah Kali keduaku
~ Kau adalah Kedua kaliku

Aku mencintaimu, itu untuk selamanya.

Cerita, semua orang harus memilikinya. Dengan sedikit orang tak apa, tetapi banyak orang itu baik. Setidaknya itu menurutku.
Umumnya, Kau akan bertemu dengan banyak warna rasa dari cinta. Jika diibaratkan merah adalah kemunculan cinta, maka hitam bukan kebalikannya. Jika ungu adalah peringatan dari cinta, maka hijau adalah penyelesaiannya.
Percayalah. Karena itu terjadi. Pada segelintir orang. Dan mereka, di dalamnya.

Choi Soo Young yang merupakan anggota dari SNSD, adalah anggota yang dinobatkan sebagai personel yang asmaranya paling langgeng.
Berhubungan awal secara diam-diam. Kencan awal ditutup-tutupi. Sampai akhirya terendus masa. Sampai Pada tahap rumor pertunangan dengan kekasih hatinya. Jung Kyung Ho.
Mereka terlihat serasi dan harmonis. Tak ada huru-hara dalam hubungan mereka. Karena sosok Kyung Ho yang sudah matang dan Soo Young yang dewasa.
Jadi Pada intinya, mereka siap untuk menikah.
Dan itu hampir.
~~

Read the rest of this entry

Kingdom (Pra Ending)

Standar

KINGDOM

Kingdom.

Choi Soo Young. Cho Kyu Hyun.
Choi Sulli. Choi Min Ho.
Goo Hara. Kim Soo Hyun.
Im Yoona.
Kingdom. Romance. Family. Conflict.
Series.
Pretty Poster by Rima Rahmi
@atsumori_shira’s present:
Pra Ending

Sebuah nuansa keluarga yang diimpikan setiap kepala. Gambaran kebahagiaan, keberadaan, kehangatan, pendidikan, segalanya ada di sana. Di sebuah gubuk sederhana di tengah hutan di ujung utara Korea. Di sanalah Cho Kyu Hyun kecil tinggal. Read the rest of this entry