Skip to content

Blog Matematika Pak Satria

  • Home
  • Arsip
  • FAQ
  • Kontak
  • Skripsi
  • Siapa

  • Mengapa kita bisa mendefinisikan bilangan imajiner tapi tidak dengan 1/0?

    Persamaan kuadrat x^2=-1 tidak mempunyai solusi pada bilangan real \mathbb{R}, karena x=\sqrt{-1} tidak terdefinisi pada \mathbb{R}, dalam sistem bilangan real, domain pada akar haruslah positif. Untuk mengatasi hal tersebut, matematikawan menciptakan bilangan baru yang di luar sistem bilangan real, yaitu i=\sqrt{-1}, bilangan ini namanya bilangan imajiner, dengan sifat i^2=-1

    Jadi bilangan imajiner sengaja diciptakan sebagai solusi dari x^2=-1.

    Nah..sekarang pertanyaan

    Mengapa para matematikawan tidak melakukan hal serupa, menciptakan bilangan baru untuk medefinisikan \frac{1}{0}?

    (more…)
    March 17, 2026
    imajiner, pembagian dengan nol

  • Rokok itu menyehatkan (Paradoks Simpson)

    Image
    Sumber: Google

    Pada tahun 1972-1974, dilakukan survei kepada warga di Whickham, Inggris. Surveynya sangat sederhana cuman bertanya

    Anda merokok atau tidak?

    Survey juga mendata umur dari responder, 20 tahun kemudian survey tersebut ditindaklanjuti dengan melihat apakah para responder masih hidup atau tidak.

    PerokokNon-perokok
    Hidup443139
    Meninggal502230
    Total945369
    • Angka kematian perokok: \frac{502}{945}\times 100\%=53\%
    • Angka kematian non-perokok: \frac{230}{369}\times 100\%=62\%

    Angka kematian perokok justru lebih redah dari non-perokok, kesimpulannya

    Rokok itu menyehatkan

    (more…)
    March 14, 2026
    paradoks

  • Lingkaran dan Tali Sepatu

    Ini lanjutan postingan sebelumnya, kita akan membahas bagaimana memperoleh rumus luas lingkaran dari teorema tali sepatu.

    Image

    Diberikan lingkaran dengan titik pusat di $katex O$ dan jari-jari r. Kita akan mendekati lingkaran dengan segi-n beraturan di dalam lingkaran (regular n-sided polygon inscribed in a circle). Dengan sudut-sudutnya kita namakan

    A0,A1,A2,⋯,An−1A_0,A_1,A_2,\cdots,A_{n-1}

    Itu artinya A_0=A_n. Dengan menggunakan rumus trigonometri, kita mendapatkan sembarang sudut A_k memiliki koordinat

    Ak(rcos⁡2kπn,rsin⁡2kπn)A_k\left( r\cos\frac{2k\pi}{n},r\sin\frac{2k\pi}{n} \right)

    untuk 0\le k\le n.

    Kita mendapatkan

    (more…)
    March 5, 2026
    lingkaran, luas, tali sepatu

  • Tali Sepatu

    Image

    Bagaimana cara kita menghitung luas segi-6 sembarang seperti gambar di atas, jika diketahui hanya koordinat sudutnya saja? Tenang saja sang legenda kita carl friedrich gauss menyusun metode nan elegan bagaimana kita menghitung segi-n hanya menggunakan koordinat sudutnya.

    Pertama-tama pilih satu sudut kemudian kita keliling/berputar searah jarum jam ( berlawan juga boleh) sampai kembali ke sudut awal.

    Kita pilih sudut A dan berputar searah jarum jam

    A (1,1)

    B (2,6)

    C (4,4)

    D (6,6)

    E (7,3)

    F (4,1)

    A (1,1)

    Kemudian kita lakukan perkalian silang, secara diagonal

    • D1 (dari x ke y)=1×6+2×4+4×6+6×3+7×1+4×1=6+8+24+18+7+4=67
    • D2 (dari y ke x)=1×2+6×4+4×6+6×7+3×4+1×1=2+24+24+42+12+1=105

    Maka luasnya adalah

    L=12|D1−D2|=12|67−105|=12⋅38=19L=\frac{1}{2}\left| D1-D2 \right|=\frac{1}{2}\left| 67-105 \right|=\frac{1}{2}\cdot 38=19

    Ah..aku gak mau dari A, aku maunya dari F dan berlawanan arah jarum jam

    F (4,1)

    E (7,3)

    D (6,6)

    C (4,4)

    B (2,6)

    A (1,1)

    F (4,1)

    Diperoleh

    • D1=4×3+7×6+6×4+4×6+2×1+1×1=12+42+24+24+2+1=105
    • D2=1×7+3×6+6×4+4×2+6×1+1×4=67

    Lihat nilai D1 dan D2 sama saja maka jelas luasnya juga pasti sama

    L=12|D1−D2|=12|67−105|=12⋅38=19L=\frac{1}{2}\left| D1-D2 \right|=\frac{1}{2}\left| 67-105 \right|=\frac{1}{2}\cdot 38=19
    (more…)
    March 1, 2026
    gauss, segitiga, tali sepatu

  • Teorema Monsky (Membagi persegi menjadi segitiga berukuran sama)

    Diberikan suatu persegi dengan mudah kita bisa memotong menjadi n segitiga berukuran sama dengan n genap. Untuk n=2, oh.. itu mudah sekali, kita tinggal memotong garis diagonalnya maka kita akan mendapatkan 2 segitiga berukuran sama. Untuk n\ge 2 genap, ini juga masih mudah tinggal kita potong secara vertikal menjadi \frac{n}{2} potongan berbentuk persegi panjang dengan panjang yang sama kemudian setiap persegi panjang kita potong diagonalnya. Kita akan mendapatkan n segitiga berukuran sama.

    Image
    Proses memotong persegi menjadi n segitiga berukuran sama

    Sekarang bagaimana jika n ganjil. Ambil n=3 aja, kebayang tidak bagaimana caranya memotong persegi menjadi 3 segitiga berukuran sama? Mmm..saya sih tidak kebayang.

    Pada tahun 1965, Fred Richman profesor dari Universitas New Mexico mengajukan suatu pertanyaan

    Bisa tidak kita kita memotong persegi menjadi n segitiga berukuran sama dengan n ganjil?

    (more…)
    February 20, 2026
    persegi, segetiga, teorema

  • Teorema Cotes

    ROGER COTES (1682 – 1716) adalah rekan kerja/rekan akademis dari Isaac Newton. Dia lah yang membantu Newton menuliskan mahakarya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica. Ketika Cotes meninggal, Newton mengatakan

    If he had lived, we might have known something

    Ini menunjukkan peran besar Cotes terhadap Newton. Dalam ranah geometris, Cotes menuliskan teorema:

    Teorema Cotes: Diberikan titik-titik A_1, A_2, A_3 sampai A_n yang terdistribusi secara merata pada lingkaran unit (berjati-jari 1 satuan) dengan titik pusat di O(0,0). Jika P adalah titik di dalam lingkaran yang terletak pada sumbu-x, dinotasikan x jarak P ke 0 maka hasil perkalian semua jarak A_1 sampai A_n ke P adalah 1-x^n.

    Image
    n=5

    Untuk ilustrasi, ambil n=5, ada 5 titik pada lingkaran yang terdistribusi merata dengan titik pertama berada pada sumbu-x positif kemudian ada titik P yang berada didalam lingkaran dan terletak pada sumbu-x dengan jarak ke O(0,0). Jika J_1 jarak A_1 ke P, J_2 jarak A_2 ke P begitu seterusnya sampai J_5. Teorema Cotes menyatakan

    J1⋅J2⋅J3⋅J4⋅J5=1−x5J_1\cdot J_2\cdot J_3\cdot J_4\cdot J_5=1-x^5
    (more…)
    January 25, 2026
    cotes, teorema

  • Bertunangan

    Image
    Sumber: https://media.easy-peasy.ai/

    Dua bilangan dikatakan bertunangan (Betrothed), jika penjumlahan pembagi aslinya adalah lebih satu dari pasangannya.

    Contoh:

    48 dan 75

    • Pembagi asli dari 48: 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 16, dan 24. Jumlahnya: 1 + 2 + 3 + 4 + 6 + 8 + 12 + 16 + 24 = 76 = 75 + 1
    • Pembagi asli dari 75 adalah 1, 3, 5, 15, dan 25. Jumlahnya 1 + 3 + 5 + 15 + 25 = 49 = 48 + 1.

    140 dan 195

    • Pembagi asli dari 140: 1, 2, 4, 5, 7, 10, 14, 20, 28, 35, dan 70. Jumlahnya 1+2+4+5+7+10+14+20+28+35+70=196= 195+1
    • Pembagi asli dari 195: 1, 3, 5, 13, 15, 39, dan 65. Jumlahnya 1+3+5+13+15+39+65= 141= 140+1

    ***

    Semua pasangan bilangan yang bertunangan yang diketahui sampai saat ini adalah pasangan genap-ganjil.

    Apakah selalu begitu?

    Tidak tahu, ini masih merupakan masalah terbuka, masih misteri di Matematika

    January 19, 2026
    bilangan, pasangan, tunangan

  • Paradoks Bertrand

    Joseph Louis François Bertrand (1822-1900) adalah seorang matematikawan Prancis yang menulis buku yang pengaruh tentang teori probabilitas, judulnya: Calcul des probabilités . Di buku tersebut ada 1 soal yang sangat seru:

    Diberikan lingkaran dan segitiga sama sisi didalam lingkaran yang ketiga sudutnya berada pada lingkaran. Jika kita mengambar tali busur sacara acak berapa peluang panjangnya lebih panjang daripada sisi segitiga?

    Untuk bisa memahami soal pertama-tama kita gambar dulu segitiga sama sisi di dalam lingkaran

    Image

    Selanjutnya kita gambar beberapa tali busur secara acak

    Image

    Nah pertanyaannya, berapa peluang tali busur lebih panjang daripada sisi segitiga sama sisi? Jika kita notasilan tali busur adalah l dan sisi segitiga adalah s maka pertanyaanya menjadi berapa nilai P\left( l>s \right)?

    Bernard memberikan 3 metode/argumen untuk menjawab pertanyaan ini. Metode ini berdasarkan bagaimana mengkontruksikan tali busur

    (more…)
    January 18, 2026
    paradoks, peluang, segi tiga, tali busur

  • Invers dari rumus Pythagoras

    Image
    Sumber: BBC.com

    Kita semua tahu rumus pythagoras yang termasyhur a^2+b^2=c^2. Pernah kalian bertanya

    Apa yang terjadi jika a^2 dan b^2 kita invers? Apa yang terjadi jika \frac{1}{a^2}+\frac{1}{b^2}?

    Dinotasikan t garis tinggi yang menghubungkan sudut siku-siku dan sisi miring

    Image

    Dinotasikan L luas segitiga siku-siku dengan rumus

    L=12ab=12ctL=\frac{1}{2}ab=\frac{1}{2}ct

    diperoleh

    • (1) 2L=ab
    • (2) \frac{2L}{t}=c

    Selajutnya kita jabarkan

    (more…)
    January 15, 2026
    invers, pytagoras, rumus

  • 4 kurang dari 3

    116<18\frac{1}{16}<\frac{1}{8}
    (12)4<(12)3\left( \frac{1}{2} \right)^4<\left( \frac{1}{2} \right)^3

    Logaritma kan kedua sisi dengan logaritma berbasis 1/2

    log1/2⁡(12)4<log1/2⁡(12)3\log_{1/2}\left( \frac{1}{2} \right)^4<\log_{1/2}\left( \frac{1}{2} \right)^3
    4log1/2⁡(12)<3log1/2⁡(12)4\log_{1/2}\left( \frac{1}{2} \right)<3\log_{1/2}\left( \frac{1}{2} \right)

    Ingat \log_{a}a=1

    4⋅1<3⋅14\cdot 1<3 \cdot 1
    4<34<3

    Apa yang salah?

    (more…)
    January 9, 2026
    fallacy, logarima

Next Page

Blog at WordPress.com.

 

Loading Comments...
 

    • Subscribe Subscribed
      • Image Blog Matematika Pak Satria
      • Join 449 other subscribers
      • Already have a WordPress.com account? Log in now.
      • Image Blog Matematika Pak Satria
      • Subscribe Subscribed
      • Sign up
      • Log in
      • Report this content
      • View site in Reader
      • Manage subscriptions
      • Collapse this bar
    Advertisement