akan ku akhiri tulisan ini
goblok nya aku, percaya pada sebuah blog
yang percuma tak mengerti isi hati dan pikiran
sudah salah aku, meletakkan separuh hati ku disini
yang tak mengubah segalanya
apa peduliku dengan diriku sendiri
sudah cukup karya disini, aku tak akan mengenal diriku yang dulu
aku akan menerima sisa kenyataan yang ada
maka akan ku akhiri tulisan disini.
bye bye
19 Jun
Tak akan kusambut dengan lilin kecil
Yang berdiri diatas kue
Selimut pelukan hangat mendekapmu
Berdansa ditasas 2 peri kecil
Berbagi tawa di bawah rumah jamur kecil
Kita telah bermain didalamnya
Tersambut hari lahirmu
Bersama penjagamu yang terkawal 2 peri kecil
Mengucapkan :
“ Selamat Ulang Tahun “
Semoga kita dalam dekap Allah dalam segala hal kebaikannya
saat hilang diri
Bergemuruh pada waktu
Membasuh rindu, terpojok dalam hati
Terdiam saat aku berjalan
Terperangkap disudut hayalan
Pengibar bendera putih
Agar terlihat,
Terdiam saja di pelataran pantai
Menunggu waktu itu . . . agar cepat menghampiriku.
adre setiwan
.V.X.X.III
pernah berjalan sebenang rapi
kelemahan yang membuat benang jadi kusut
kebodohan saat menyerah
membiarkan benang kusut terus
tak mampu memutusnya
hingga akhirnya tertutupi dengan benang baru
dan benang kusut yang selalu ada di benang baru
yang selamanya ada . . .
akan selalu tertulis di barisan benangku
Selamat Ulang tahun
A.S.E
saat kebohongan menjadi alasan untuk menghindar
saat ketakutan ada sebelum kuhadapi
disitu kelihtan kebodohanku, bersembunyi di baliknya
saat kata TIDAK dan YA tidak bias terucap
maka aku akan diam untuk siap menghadapinya.
–
Saat aku tidak bisa menulis tentang diriku
Untuk memilih yang aku inginkan
Maka aku serahkan semua keputusanmu
Tentang diriku apa adanya
–
Yah dan tidaknya aku pasrahkan kepadmu
Jikapun itu terjadi
Maka bimbinglah aku menuju jalan baikmu
Dan lindungi aku dari segalanya
–
Jikapun cobaan yang kau berikan
Maka mudahkan jalan keluar bagiku
Doaku sudah terlalu banyak yang kau kabulkan
Namu aku masih jauh di bawah sempurna
Untuk menjalani kehidupan yang kauinginkan
Maaf dan ampuni aku.
–
Doaku, berikan aku kemudahan untuk iklhas dan bersyukur
Menjauh dari segala yang kau larang
Dekatkanlah aku dengan jalan kebaikanmu
Terima kasih atas segala yang kau berikan kepadaku.
for 2704
Saat itu kau ajarkan aku
Menerbangkan layang layang
Tak pernah terlihat letih diwajahmu
Kau selalu ada buat ku.
–
Namun kau pergi
Layang layang belum terbang
Kini kau tidak disamping ku
Saat layang layang sudah terbang.
–
Dan lihat aku
Menerbangkan layang layang itu
Bersama malaikat kecilku
Aku akan mengajarkannya
Seperti kau mengajariku
–
Terima kasih atas segalanya
Mataku mungkin tidak bisa melihatmu
Tapi mata hatiku selalu bisa melihatmu
Kau terbang tinggi didalam hatiku seperti layang layang.
–
Disitu aku bisa mendengarnya
Selamat ulang tahun anakku.
singa kecilku
aku memliki singa kecil
yang aungmu sekarang adaalah tangismu
bulumu yang manja ingin dipeluk
taring dan cakarmu untuk berlindung
–
saat ini semua bagiku
kau adalah singa lucuku
yang suatu saat nanti kurindukan.
–
Kelak kau akan menjadi singa dewasa
Dan memilih hidupumu sendiri
Mungkin tidak bisa dipungkiri
Bisa saja kita saling beradau aungngan
–
Kau melangkah memilih jalanmu
Dengan aung, bulu, taring, dan cakarmu.
Kau akan menjadi pengganti diriku
Yang menjaga keluargamu
–
Semoga kelak kau menjadi singa dewasa yang bijak
Tapi untuk saat ini biarkan aku menikmatinya
Dengan menjagamu selalu.
–
Untuk anakku
Seharusnya tertulis 25 Oktober untuk Mencit
seharusnya ini tertulis di tanggal 25 Oktober, karena aku akan pergi keluar kota kebetulan juga jaringan ngak lemot lemot juga, dan ngak ada salahnya untuk 25 Oktober tertulis hari ini.
Aku menyebutnya mencit, entah dari mana aku mengenalnya dan seperti apa mengenalnya tiba tiba kami pernah dekat, ia adalah seseorang yang memiliki karakter yang kuat beragam cela dia pasti mencari jalan untuk mendapatkan sesuatu, namun kedekatan kami tidak berlangsung lama tapi membentuk sebuah cerita, disitulah aku mulai mengenalnya. Banyak hal tentang dia yang menyenangkan dan tak ada habisnya mungkin disitulah banyak partner yang bersamanya. Saat kami jalan entah sadar atau tidak dia banyak bercerita tentang seseorang mungkin bisa disebut pacarnya, kekagumanku saat dia bercerita tentang pacarnya betapa hebatnya dia sangat mengenal pacarnya dengan sangat baik kebaikannya maupun buruk, yang tidak pernah aku dapat darinya. Kedekatanku akan menjadi kebimbangan bagi hatinya yang membuat dia sedih aku tak mau itu terjadi si mencitku, Sepenuhnya keyakinanku disitulah aku harus pergi. Keyakinanku tentang dia adalah seorang istri yang selalu membuat suami bahagia dan seorang ibu yang menjaga anaknya dgn baik, dia penjaga, pelindung, penenang, dan pendamai keluarganya dengan segala cara yang dia miliki. Itulah si mencit yang aku kenal dengan segala kehebatannya.
Cerita sudah berlalu dan sudah berganti, kami tidak sedekat dahulu dan hubungan kami jauh lebih baik dari yang dulu yaitu sebagai seorang partner kerja sekaligus seorang sahabat yang terbaik. Dan aku tidak pernah lupa dengan tanggal 25 Oktober sebagai hari ulang tahunnya, tapi anehnya aku tidak suka mengucapkan selamat ulang tahun di tanggal ini, bahkan aku ingin menjadi orang terakhir yang selalu mengucakkan SELAMAT ULANG TAHUN sang Partner dan sekaligus sahabat ku, tak ada kodo sepecial yang aku berikan seperti yang dulu, hanyalah sebuah Doa yang terangkai disela doa doaku, semoga kebahagian selalu menjadi selimut hangat dalam keluarga dan dirimu.
“ SELAMAT ULANG TAHUN SOBAT “
embun
penyambut fajar
kilauan diatas rumput
memberi kesejukan
indah sebelum matahari menghapus
sesaat itu untuk dinikmati
memarasi dunia pagi menjelang
hadirmu . . . . . . . . .
mengisyaratkan menyambut hidup baru
by andrea setiawan
