mba ati tea’


Bantu saya supaya 24 jam cukup buat aktifitas sehari
Agustus 10, 2008, 10:23 pm
Filed under: Uncategorized

Sudah hampir 40 tahun mengarungi waktu di alam fana ini, saya nggak juga bisa belajar bagaimana memanfaatkan waktu seefisien mungkin. Sekarang ini semakin banyak pekerjaan yang harus ditangani, selain rumah dan anak-anak, ya pekerjaan di kantor, kantor yang baru setahun lebih berdiri. Kenyataannya sekarang ini, rumah dan anak-anak banyak terabaikan. Di rumah dibantu 1 ‘asisten’ ngurus anak-anak yang tinggal di rumah, 1 tukang masak dan cuci baju yang pulang tengah hari atau 3/4 hari, satu tukang sapu dan pel rumah plus bersih-bersih hal yang disuruh yang datang lalu pergi hanya untuk pekerjaan itu, satu lagi yang membantu mengurus kantin sekolah yang memang harus saya urus. Sepertinya cukup, tapi semua di rumah makin berantakan kenyataannya. Gimana donk.



susu berbakteri, siapa takut
Maret 1, 2008, 1:40 pm
Filed under: Uncategorized

Dari awal muncul kabar ada penelitian IPB yang menemukan susu-susu formula mengandung bakteri, lalu komentar ibu Menteri, lalu munculnya bapak Rektor yang menegaskan penelitian IPB independen, lalu marahnya alumni IPB pada ibu Menteri, lalu ada cuplikan sang peneliti yang ngomong, tidak tahu sejauh mana efeknya pada bayi, lalu IPB yang tidak mau mengumumkan mana saja susu yang tercemar, lalu BPOM yang mau meneliti semua susu formula, sampai hari ini sudah hampir satu minggu dan tetap tidak ada kejelasan.
Seperti biasa masalah di negeri kita yang sering tidak jelas akhirnya. Kalau seperti kata infoteiment, ribut-ribut buat menaikkan popularitas, akhirnya cuma menjadi seperti itu.
Pihak IPB yang melakukan penelitian, entah atas pertimbangan apa tidak mau mengumumkan hasil penelitiannya. Bahkan sesudah pimpinan tertinggi tampil dan percaya diri mengatakan bahwa penelitian mereka independen dan menggunakan dana APBN, tetap tidak punya keberanian untuk membuka hasil penelitian pada masyarakat umum. Apa karena IPB menganggap bukan tugas mereka memperingatkan masyarakat, masyarakat luas belum cukup dewasa mendapat berita dari hasil penelitian ilmiah, atau kenapa.
Ibu menteri yang tanpa takut-takut mempertanyakan kepentingan IPB dengan penelitian itu. Ya, tentu saja, wong menteri. Ibu menteri sempat berkata, “Saya dengar kabarnya dari luar dananya”. Lalu pihak IPB yang kegerahan, munculnya Bapak Rektor, dan alumninya menuntut DPR memanggil Ibu Meneri Kesehatan ini. Siapa orang yang bisa dipercaya di negeri ini.
Batasan memenuhi standar kesehatan atau tidak itu mengacu pada apa. Daya tahan tubuh orang Indonesia, ketentuan WHO, atau sandard produsen, pabrik yang menghasilkan barang. Menurut peneliti IPB yang tampil di TV itu, jelas dia bilang, susu formula mengandung bakteri, tapi dia tidak tahu apa dampaknya pada bayi, dan bakteri itu mati di suhu 70 derajat celcius. Tapi berita yang beredar, bakteri itu dapat menyebabkan salah satunya radang otak. Sebenarnya seperti apa. Kalau sudah ada anak yang dilaporkan sakit akibat mengkonsumsi susu formula yang mengandung bakteri, apa benar anak itu sakit cuma karena susu formula berbakteri tersebut. Bagaimana dengan lingkungan tempat tinggalnya, orang-orang disekelilingnya, apa tidak ikut menyumbang sakitnya itu. Bagaimana penduduk pantai Buyat Minahasa, yang muncul bendol-bendol di permukaan kulitnya, pada ikan-ikan di perairan itu juga. Toh, perusahan Amerika itu tidak didakwa mencemarkan lingkungan, tidak meracuni alam sekitar pabriknya itu. Dari kacamata siapa ini. Nah, susu berbakteri yang dikonsumsi anak-anak indonesia, akan berdampak apa pada anak-anak, tergantung dari kaca mata siapa. Kasat mata yang tanpa kacamata mungkin akan melihat anak-anak yang mencret-mencret, kacamata dokter yang melihat diare, kacamata laboratorium yang bilang ini itu, kacamata siapa lagi yang mau nyumbang omongan.
Apa persoalan ini bisa benar-benar jelas. Saya tidak yakin. Apa penelitian BPOM bisa sama dengan penelitian IPB, saya tidak tahu. Apa kepentingan yang akhirnya nanti membuat masalah ini tidak jelas, mungkin. Saya doakan bayi-bayi Indonsia ada dalam lindungan-Nya. Sudah sering, muncul kabar, makanan mengandung zat yang berbahaya. Ada gerakan pemerintah memang, yang tapi tetap tidak jelas akhirnya. Dan jelas penduduk Indonesia tetap beranjak makin bayak, makin banyak, bayi-bayi tetap lahir. Apa kualitas masyarakat yang doyan kekacauan sekarang ini adalah efek dari racun-racun, bakteri-bakteri itu. Walahualam bisawab.



buat blog loh
Januari 17, 2008, 8:05 am
Filed under: anak, dunia, nabi, poliandri, tour, travel

mba ati mulai masuk ke dunia blog. biar bisa liat dunia sebelah sono , biar diliat juga sih. saya sekarang punya anak empat, suami satu tentu saja, wong tidak boleh poliandri. saya punya tour & travel sekarang, itu yang penting.  nah sekarang ini waktunya kerja karena anak-anak sudah bisa ditinggal-tinggal, bukan waktu reproduksi lagi. Dunia sudah penuh. Saya pingin partisipasi memelihara dunia. Yang sekarang mau kena peristiwa nabi Nuh ke dua, kelelep banyak air, pemanasan global katanya.



Hello world!
Januari 17, 2008, 6:36 am
Filed under: Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!




Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai