Pakar Keamanan Informasi Jim Geovedi menghimbau pelamar kerja online hati-hati
Nama Jim Geovedi, mungkin masih belum terlalu akrab dengan telinga banyak orang. Beda, bagi orang yang berkecimpung di dunia keamanan informasi. Pemilik nama itu bukan orang Italia atau orang bule. Melainkan, pria kelahiran Bandar Lampung, 30 tahun silam, yang kini bekerja sebagai konsultan keamanan informasi di Bellua Asia Pacific.
Bellua adalah perusahaan konsultan keamanan ternama, yang saban tahun menggelar konferensi tahunan tentang keamanan informasi dan hacking. Tahun ini, hajatan itu akan digelar sekitar pertengahan bulan depan dan Jim akan menjadi salah satu pembicaranya. VIVAnews sempat mewawancarai pria berkaca mata minus tebal ini, di kantornya di Jakarta, beberapa waktu lalu. Berikut petikannya.
Apa tantangan terbesar perusahaan di Indonesia menyangkut keamanan komputer?
Tergantung seberapa besar perusahaan tersebut. Saya ambil contoh, perusahaan kecil tidak mempunyai ancaman yang sama dengan perusahaan besar. Tapi terlepas itu perusahaan besar ataupun kecil, yang harus diwaspadai adalah ancaman internal dan eksternal. Untuk eksternal, yang paling mudah adalah kompetitor atau marketnya. Mungkin regulasi dari pemerintah juga bisa jadi ancaman. Yang lainnya, bisa jadi random hackers, dengan niat atau tidak dengan niatan.
Dari sisi internal, karyawan dalam mungkin menjadi ancaman nomor satu. Jadi, perlu ada perlakuan perusahaan kepada karyawan, mungkin si karyawan merasa tidak diperlakukan dengan sebagaimana mestinya dan jangan sampai mereka melakukan hal-hal sifatnya konyol.
Namun, ada juga pihak lain yg memanfaatkan kelemahan-kelemahan pihak internal untuk melakukan aktivitas yang tidak semestinya, istilahnya adalah penyusupan, baik disengaja maupun tidak disengaja, karena motivasi aktivitas ini banyak sekali.
Misalnya, karyawan yang membuka e-mail dengan attachment virus, yang kemudian merusak jaringan, yang mana e-mail tersebut berasal dari luar. Apakah virus tersebut menargetkan pada perusahaan tertentu? Tidak. Tapi ternyata dampaknya untuk perusahaan tersebut lumayan merugikan.
Read More…
Recent Comments