Jumat, 28 Agustus 2009

Sedikit Tentang HIV (tribute to WAD)

numpang share je

1) HIV (Human Imunnodeficiency Virus)

Adalah Virus yang MENGINFEKSI SISTEM KEKEBALAN tubuh MANUSIA..,

umumnya virus ini menyerang
. CD4+ Sel T
. macrophage
. sel dendritik
yang merupakan KOMPONEN vital PERTAHANAN tubuh manusia dari SERANGAN mikroorganisme maupun benda ASING lainnya.

2) Ketika HIV berhasil masuk ke dalam tubuh manusia hingga akhirnya mencapai sel targetnya (CD4+ T cell), VIRUS ini lantas MEMPERBANYAK DIRI dengan cara MENGGUNAKAN BAHAN yang terdapat pada SEL TARGET tersebut.

Alhasil, sel target yang merupakan komponen PERTAHANAN TUBUH manusia YAN TERINFEKSI tersebut akan MENGALAMI PENURUNAN JUMLAH dalam tubuh melalui 3 mekanisme, yakni

- terbunuh langsung oleh si Virus
- mekanisme APOPTOSIS (bunuh diri) TERAKTIVASI (ini merupakan mekanisme alami sel tubuh yang terjadi ketika struktur sel mengalami perubahan)
- ataupun dibunuh oleh 'sel CD8+ sitotoksik' (komponen pertahanan tubuh lain, yang bertugas membunuh sel yang telah rusak)

nah, apabila CD4+ sel T ini telah mengalami penurunan jumlah, maka OTOMATIS PERTAHANAN TUBUH manusia akan TURUT MELEMAH

3) HIV HANYA berada/ HIDUP terutama DALAM cairan tubuh manusia seperti DARAH, cairan SPERMA, CAIRAN VAGINA dan ASI.
Sedangkan cairan lain seperti keringat, air liur, air mata dan lain-lain memiliki konsentrasi HIV dalam jumlah yang SANGAT KECIL dan sama sekali TIDAK memiliki kemampuan MENULARKAN

4) CD4+ (cluster of differentiation nomor 4) adalah sebuah glikoprotein yang diekpresikan di permukaaan sel oleh beberapa sel, salah satunya adalah sel T

5) hmm...gimana ya..,
penjelasannya cukup panjang nih

untuk mengetahui fungsi CD4, sebaiknya kita bahas terlebih dahulu sedikit tentang sistem pertahanan tubuh

well..,
pertahanan tubuh tuh secara garis besar terbagi menjadi

- pertahanan permukaan (mis kulit, asam lambung di lambung, air mata di mata dsb)
- pertahanan humoral (cairan) kimia seperti sitokin, interleukin leukotriens, sitem komplemen dsb.
- pertahanan oleh sel kekebalan leukosit/sel darah putih yang terdiri dari berbagai jenis seperti monosit, eosinofil, basofil, *MAKROFAG (PEMAKAN) dsb ( yang jenis2 ini pastinya sudah tidak asing lagi)

- pertahanan adaptive (yang belajar dan mengingat) oleh sytem limfoid
yang terdiri dari sel T dan *Sel B (PENGHASIL ANTIBODI)

sel T sendiri terbagi menjadi beberapa jenis seperti
*sel T siotoksik (PEMBUNUH
*dan SEL T-HELPER

nahhh...sekarang kita akan fokus membahas pada sel T-Helper..
sebenarnya sel ini TIDAK MEMILIKI FUNGSI MEMBUNUH sel asing...

akan tetapi sel ini memegang peranan Vital, yaitu sebagai FASILITATOR AKTIVASI SEL-SEL PERTAHANAN LAIN dalam menghadapi serangan asing.

sel T-Helper berfungsi

MEMBANTU sel B memroduksi antibodi
membantu perkembangan sel T sitotoksik
MEMAKSIMALKAN peran makrofag
dan memfasilitasi PERSIAPAN sel-sel pertahanan lain dalam melawan antigen asing

oleh karena fungsi itu maka ia di sebut sel T-HELPER (pembantu)
yang memiliki fungsi sangat penting

SEDANGKAN CD4 merupakan protein di PERMUKAANNYA yang berfungsi sebagai CO-RESEPTOR untuk menangkap sinyal dari *MHC II (permukaan Atigen Presenting Cell = penangkap antigen dan mempresentasikan ke sel T)

eghm...untuk mempermudah,

kita analogikan saja Sel T-Helper sebagai POS KEAMANAN
dan CD4 sebagai satpam/penerima/penghubung tamu di depan POSnya

Antigen Presenting Cell (APC) sebagai Informan (fotografer)

nah...apabila terdapat serangan di suatu Tempat.., APC akan mendokumentasikan serangan trsebut dan melaporkannya ke POS KEAMANAN (Sel-T) melalui si penghubung (CD4) dengan bahasa sandi.

selanjutnya..laporan akan diproses pos keamanan dan di tindak lanjuti yaitu dengan menginformasikan seluruh pasukan pertahanan di sekitarnya untuk bergerak, pos keamanan ini pula yang akan memasok logisktik bagi pasukan, menyiapkan kendaraan, dan mengaktifkan pasukan2 pembantu lainnya. guna melawan si penyerang (ANTIGEN).

nah apabila si penghubung (CD4) rusak..maka seluruh proses yang dapat di lakukan oleh satu POS keamanan tadi akanTERHAMBAT.
meski, masih ada pos keamanan lain, akan tetapi...setidaknya pertahanan akan melemah...apalagi jika semua pos tidak berfungsi, maka serangan akan semakin merajalela. BAHKAN OLEH PENDUDUK SETEMPAT

Begitu pula dengan tubuh...
tubuh terdiri dari banyak zat2..zat..baik zat alami, oportunistik maupun substansi asing
namun selam ini kita terhindar dari infeksi karena sistem kita masih kuat dan utuh,

jadi...KETIKA PERTAHANAN MELEMAH
maka TUBUH akan MUDAH TERSERANG zat ASING, hingga SAKIT
bahkan OLEH BAKTERI2 yang sebenarnya TIDAK MEMBAHAYAKAN manusia normal lainnya

NORMALNYA jumlah CD4 adalah 1200 sel/ mikro liter
pada penderita AIDS kadar CD4 di bawahi 200 sel/ mikro liter, bahkan KURANG

6) Sebelumnya kita akan mempertegas pengertian AIDS..
jadi..,
apabila HIV adalah virus yang mengakibatkan kekebalan tubuh melemah,
maka AIDS adalah sebuah syndromnya, yaitu kumpulan penyakit- penyakit yang terjadi pada orang yang telah terinfeksi HIV
penyakitnya bisa macam- macam, mulai dari diare, demam, batuk-batuk, herpes, TBC dan lain sebagainya.

Penyakit ini pada orang normal dapat sembuh, bahkan ada yang sembuh dengan mudah, namun pada penderita AIDS yang kehilangan daya tahan tubuhnya penyakit ini dapat MEMATIKAN

masa inkubasi HIV cukup lama yaitu 5 hingga 10 tahun, bahkan 20 tahun
karena HIV termasuk kelas LENTIVIRUS (LENTI=lambat berkembang biak)

GEJALA penderita AIDS terbagi menjadi :

Gejala Mayor:
- Berat badan turun lebih dari 10% dalam sebulan
- Diare kronis lebih dari 1 bulan
- Demam lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan syaraf
- Demensia/pikun

Gejala Minor (tidak selalu terjadi) :
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis (radang retina)
serta penyakit2 ringan lainnya


well..., I think that's all 4 this chance..
thanks 4 da attention,

s'moga bermanfaat..!!

Sabtu, 10 Mei 2008

Metamorfosis

Menor absolutisme terkikis waktu yang lain walaupun tidak lain. Tipografi-tifografi artikulatik menunggu bermetamorfosis menjadi articulator-artikulator fotosintetif. Reformatif, namun apakah tidak terlalu radikal ? rotasi ini sudah menjurus pada intimidasi dan buah dari kesumat yang sudah lama disimpan angan.

�Racun!�

�Racunkah kami yang memperjuangkan kami�

�Perjuangan ?�

�Ya, darah walau hanya keringat, darah walau itu beringas dan darah yang mendarah daging.�

�Darah?�

�Ya, darah dan masih tetap darah sampai sekarang. Darah yang dianggap sepenggal kotor oleh mereka padahal mereka juga darah.�

Memelankoliskan kesendirian.

Mendayu hati memegang dilema.

Berlari hingga tak bisa, melarikan aib-aib terdahulu hingga sampai di batas awal berlari. Namun penuh orang-orang asing, yang bicaranya hanya bosan, kebosanan dan membosankan.

Mungkin sepatutnya ditanyakan dalam hati, baru karena bosan atau kebosanan untuk pembaharuan. Atau mungkin baru saja bosan karena sudah terlalu lama menunggu yang lama dinanti.

�Metamorfosis !�

�Ini saat kami menanti yang dinanti�

Kecah kecuh mencuat

�Inikah yang dinanti atau nanti saja�

�Tidak, darah sudah terlalu panas untuk didinginkan, lebih baik lebih panas.�

Lebih panas dan lebih membuyar, mengalir menuju muara merotasi yang lama, bungkam.

Tragis, rona sambung menyambung lazuardi. Hitam-putih sulit dibedakan bahkan jika itu memang hitam, tak adakah seputih kelip yang mampu mengosongkan kekosongan pancaindera mereka.

Gawat, kegawatan yang mencuar makin menambah marak perseteruan. Yang di sini berseteru demi yang tidak pantas untuk diperseterukan, yang di sana berseteru demi yang bukan untuk diperseterukan. Aneh ? namun kenyataan makin membersitkan keanehan, transformasi.

Ya, transformasi diri menjadi diri yang sangat lain. Gila ! seperti tidak ada kerjaan lain saja, yang sangat lain ditiru ? bukannya lebih baik disayang biar nanti saling menyayangi. Untuk apa menjadi diri yang sangat lain kalau merunyam identitas sendiri, bukankah akan lebih runyam.

Namun kerunyaman ini justru digauli, katanya rintisan perdamaian. Dan dua kubu sudah mulai mengidentifikasi identitas yang sangat lain. Memangnya jika ingin perubahan harus merubah topeng. Hu! Suatu intepretasi yang sangat dangkal. Kita yang beda, kita yang dua sisi punya topeng sendiri. Topeng itu hanya kita yang punya dan janganlah berotak dangkal menggonta-gantikannya dengan topeng yang sangat lain walaupun tidak lain. Seteru yang terjadi akibat tidak adanya tepa salira terhadap sesama topeng sehingga merusakkan keseimbangan yang harusnya dipertahankan dalam keselarasan menjalankan peranan masing-masing.

Jenuh penuh.

�Kau sudah terlalu dalam karena dangkal. Dangkal menapaki dan menanggapi yang patutnya dicermati. Bukan berkudeta mengambil yang coret moret telah kalian nanti-nantikan itu.�

�Coret moret, salah ! bukan coret moret, tapi keberingasan kami atas keteguhan kalian yang menuruti nafsu. Tahu tidak, aku setuju saja jika memang kalian yang pertama, tapi bukan yang pertama menendang muka kami, menganiyaya seperti binatang jalang. Tidak lebih jalangkah sukma kalian itu.�

�Lalu yang kalian minta gentian.�

�Kenapa tidak. Sudah saatnya ameliorasi ini kami nikmati.�

�Lalu apa bedanya kalian dengan kami yang dulu.�

Pertama kali relativisme membelenggu dua sisi hingga tiada sudut yang kosong untuk ditempati kebisuan.

�Aw�

�Aw juga�

�Apa-apaan sih�

�Apa yang apanya, kamunya yang apaan�

�Maksudmu�

�Entah deh�

Berbicara antah berantah, berlagu sendu di pesta pora. Hambar. Mencoba menyatukan jarak dengan menjauhkannya, mencoba sama dan sama sekali bukan fatamorgana tetapi sudah pada pembauran ekstrim. Entah apa yang dirasa dan diemban itu ? Tak bisakah mereka melihat tubuh sendiri dan merestuinya dan bukannya bersembunyi di balik selimut pribadi lain yang lain dan sangat lain untuk ditengok. Bahkan masih saja bertanya-tanya pada penglihatan ini. Masa bodoh ! yang aku tahu ini fatamorgana. Tidak ! Fatamorgana yang nyata.

�Bisakah kau lihat fenomena ini�

�Itu bukan salah kami, kalian yang melukis garis kalian sendiri, bagaimana mungkin kami��

�Ya kalian, gara-gara��

�Apa��

�Entahlah. Jika kami, gara-gara kalian. Jika kalian, gara-gara kami.�

Semua tak mampu melalui, melintasi garis buntu. Garis yang masih buram. Benarkah ini kebuntuan carut marut persoalan atau justru kebuntuan yang memang dikemas dalam suatu rumus bahwa kami semua hanya dapat menjalani dan bukan untuk dihentikan, tapi untuk diteruskan dalam suatu konfigurasi yang berubah untuk berputar dalam kebuntuan.

�Kita ini seperti menghadapi daur paradoks.�

�Yang ironis�

�Dua sisi yang anarkis, yang bertumpang tindih pada jarak.�

�Dan pastinya. Sekalipun memproklamirkan absolutisme, takkan abadi karena ceritannya berotasi�

�Berotasi dan buta�

�Buntu�

Ekspresionisme tidak lazim.

Tak lama, menjadi lama karena tidak lama lagi yang dinanti sudah mendahului. Bahkan tidak terkontrol. Dahulunya buar emansipasi, sekarang sudah berbaur anarkisme walau tidak langsung tapi tetap saja langsung.

�Bagaimana ini ?�

�Inilah yang bagaimana itu�

�Maksudmu�

�Inilah yang kau nanti tanpa berpikir, ketidakpastian.�

�Ketidakpastian yang bagaimana.�

�Yang bagaimana kau pikirkan.�

�Yang bagaimana, yang bagaimana, aku tidak mengerti.�

�Lihat ! tatap skema tubuh fana itu. Itulah dirimu, ambisius. Hanya meratapi intimidasi tanpa memikirkan ironinya yang sekalipun nikmat tetap saja bencana, Kiamat.�

�Bencana, hal yang mengasyikan buat obrolan. Kan lebih baik jenuh berdebat daripada jemu meratap. Karena meratap berarti acuh tak acuh walau sebenarnya memang iya, tapi bukankah sebaiknya ditutupi, biar tidak malu.

Intensitas angan turut memikirkan garis lurus panjang ilustrasi masa depan. Bagaimana sandiwara kami nanti ? Apa yang dinanti? Siapa saja yang menanti ? Ke mana penantian ini ? dan kapan ini terjadi ? Pusing ! dan lebih pusingnya lagi, semakin lama mengamati, semakin asyik dituruti karena entah kenapa sejelek apapun peredaran ini, rasanya telah beredar sekerumit lentera yang dicari.

�Hai�

�Hye�

�Mau mengawal saya�

�Boleh�

�Tapi jangan kawal saya.�

�Baik�

Misteri lagi, seperti tiada henti akan berhenti. Suara kacau, meracau sumbangsih pelita. Pelipur lara, sekarang sudah diperjualbelikan dan bernilai komersial bahkan komersialitaspun sudah merambah dua topeng yang beda untuk dipandang namun sama saat digenggam.

�Menyenangkan bukan, melihat ketidakbatasan laut pada komunitas kami.�

�Dan komunitas kami juga, sekalipun��

�Ataupun��

�Walaupun��

�Apapun jua.�

Bisanya tersenyum terus. Mungkin terlalu sedih hingga tak bisa menangis menapaki apa yang disulutnya. Metamorfosis ini berbuah simalakama, gundah gulana ketika tidak dimakan dan rancu ketika memakan, ibarat memutus rantai yang telah dibilai oleh keringat darah.

Aduh, mereka mulai malas berjingkrak-jingkrak meronta di atas kertas. Kali ini tidak mungkin lagi risih hati ditahan, memangnya robot. Mereka bukan robot, mereka juga manusia, manusia yang terlalu fana untuk hidup dan abadi untuk mati.

Gelegarnya, disahut keseharian.

�Hei kalian, berubahlah. Jadilah jati diri dan bukan mencari jati diri.�

�Benar, jangan mencari jati diri, tapi temukan untuk dilupakan dan ingat selalu yang tidak akan kalian lupakan.�

�Berubahlah kawan.�

�Ayo berubah.�

Ternyata yang ingin diubah bukan yang biasa. Mereka terlalu larut atas segala karunia atau sudah terlalu dingin oleh panas kesumat sehingga daur paradoks menjawab metamorfosis yang merka inginkan.

�Apa yang dapat dilakukan. Apa ?�

�Apapun itu, percuma.�

�Percuma bagaimana ?�

�Bagaimanapun kau mencoba menghentikan daur paradoks, itu tetaplah daur. Apapun rekomendasimu, daur itu berotasi dari awal menuju awal tanpa awalan.�

�Tapi kita bisa membuat diagonal.�

�Ya, diagonal dalam ketidakbatasdiagonalan. Saat berjalan kembali dijalankan yang awal.�

�Tapi bagaimana dengan awal yang damai.�

�Awal itu tidak ada. Kita ini hidup sistematis, untuk apa ? hanya untuk menghindari derita di bawah dan bukan untuk tetap di atas karena kita semua mendaur.�

�Tapi��

�Sudahlah. Dari awal menuju awal, awal yang lain tapi tidak lain karena hanya paradoksnya yang berubah sedang kita sama, sama sekali buta dengan yang fana karena telah abadi nafsu ambisius.�

Semakin terus hingga keterusan, terus berjuang demi darah yang mengalir dan pada akhirnya menikmati akhir, akhir yang sama sekali baru namun tidak baru karena baru saja kita melaluinya, terus�

Terus dipandang sebayang maya

Terus dipandang setengah jasad

Terus dipandang seberkas titik

Terus dipandang sebelah mata

Terus dipandang sebelah

Terus dipandang

Terus paradoks

Terus metamorfosis

Terus

Telusur

Menelusuri ironi, mendekati dan mencoba lebih dekat, mencari-cari dan bertanya-tanya. Siapakah kau yang datang tak diundang dan mengundang banyak yang bukan biasa. Mengapa kau datang , kenapa tidak nanti saja. Oh tidak ! jangan-jangan kau yang dinanti, bukan�bukan�

�Tidak !�

�Ada apa?�

�Ti�tidak��

�Hei, kau sudah lupa yah. Dasar pelupa, inikan metamorfosis. Biasa aja lagi.�

�Biasa pada yang bukan biasa, mana mungkin.�

�Kuncinya hanya percaya. Jujur pada dirimu dan yakinlah dengan seyakin-yakinnya jika yang bukan biasa itu sudah terbiasa pada dirimu dan jangan pernah lupakan identitasmu karena kamu adalah kamu yang percaya pada identitasmu.�

���

Hening vokal.

Bening keputusasaan

Di saat kekhilafan jernih dilebur lamunan kata-kata, sesaat dituang bulir-bulir memory yang hangat namun tidak terlalu hangat untuk menghangatkan dua sisi beda. Sisi yang bersudutkan kenegatifan dan sisi yang bersudutkan keacuhnegatifan.

�Oh iya, satu lagi. Memang yang bukan biasa itu biasanya terjadi. Dan semakin kita pikirkan dan bebankan, beban justru hilang dari pikiran. Oleh sebab itu, daripada pusing bagaimana kita pikirkan mereka, lebih baik kita berikan saja pemahaman untuk mereka dan kita jalani apa yang kita pahami, entah itu dipahami oleh mereka atau tidak, atau samasekali pungkir atas segala kepahaman ini.�

���

Metamorfosis

Kronis

Kritis

Krisis

Kres

[a.i]

Sabtu, 26 April 2008

3x1/2 menit untuk sehat

Terburu - buru,, bukanlah hal yang baru pertama kali dialami oleh kebanyakan orang.
terkadang suasana terburu buru merupakan suasana yang secara sengaja di ciptakan baik secara sadar maupun setengah sadar.

ya..., seperti yang kita ketahui bahwa terkadang, kita kerap memperpanjang jam tidur di saat waktu sudah tidak cukup lagi,
akibatnya adalah, saat jam-J nya..., kita akan terbangun dengan cara yang tidak sehat dan bahkan membahayakan...,

PERTAYAAN :
Pernahkah anda bangun dari posisi tidur secara tiba2 lalu berdiri?

atau bangun dari posisi duduk secara tiba2 lalu tidur berdiri ???

apakah kemudian anda merasa bahwa denyut jantung dan frekwensi napas anda lebih cepat dari biasanya??

jika pernah demikian, pertanyaan selanjutnya adalah

berapa kali????

ok..., kalo begitu...,

tahukah anda??? jumlah tersebut.., adalah "saldo" anda...,, karena anda selama ini telah menabung "resiko 'STROKE' " yang sangat membahayakan otak dan jantung anda...


sleep


TANYA KENAPA :

Jadi..., saat duduk atau berbaring, G-Force (gaya gravitasi.pen) tersebar lebih merata
sehingga kerja jantung dalam memompa darah untuk didistribusikan, serta proses kembalinya darah ke jantung lebih ringan di banding posisi berdiri yang dimana proses naik kembalinya darah ke jantug sedikt dihambat oleh gravitasi.

Nah.., ketika kita bangun secara "TIBA-TIBA" dari posisi berbaring, terjadi pula suatu perubahan "TIBA-TIBA" dimana darah terkumpul di extrimitas bawah (tungkai kaki, paha, pinggul )
sehingga jumlah darah yang kembali ke jantung pun berkurang secara drastis... dan begitu pula tekanan darah berkurang

kondisi ini lalu dikompensasi oleh tubuh dengan meningkatkan denyut jantung dan frekuensi nafas (sebab saat inspirasi, tekanan di daerah dada berkurang sehingga membantu darah menuju cavitas thoraks(dada) tersebut),
selanjutnya, dalam hitungan menit, semua akan kembali normal, dan masa kritis lewat...

Lantas, apakah berakhir begitu saja???

ternyata "TIDAK"

Sebab walau bagaimanapun,, anda telah mengalami masa dimana tekanan darah berkurang drastis...,,
ketika itu, darah yang didistribusikan berkurang.,, dan tiap organ mendapatkan suply darah kurang dari biasanya.

hal tersebut mungkin tidak terlalu bermasalah jika organnya adalag saluran pencernaan, ginjal atau yang lain,

akan tetapi sangat2 bermasalh jika organ yang kekuangan suply adalah "OTAK",
(kurang suply=kematian sel....,) (tambahan: sel syaraf di otak tidak memiliki kapabilitas penggantiannya seperti halnya di kulit)

semakin sering suply darah kurang.., maka semakin banyak sel yang mati...,
sehingga lama kelamaan akumulasi kematian sel tersebut dapat mengakibatlkan tingkat kerusakan otak yang lebih besar
kondisi ini, lantas dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang lebih gawat seperti kelumpuhan, hilang ingatan, bahkan kematian


Photobucket



SOLUSI :
3x1/2 Menit sehat...
sebelum bangun ..., cukup luangkan 3x1/2 menit= 1,5 menit
1) miring ke kanan 1/2 menit
2) duduk 1/2 menit
3) Berdiri 1/2 menit

setelah itu anda dapat beraktivitas kembali seperti biasa...,

meluangkan sedikit untuk kesehatan jangka panjang bukanlah suatu kerugian bukan????

mari hidup sehat!!! untuk bangsa yang lebih sejahtera!!!

Sabtu, 22 Maret 2008

Banjir di Dompu, (Kamis 20 Maret 2008)

Dompu kembali dilanda musibah...,,,
saya turut prihatin...,,
semoga para korban diberikan kekuatan dan ketabahan
serta mudah2an dengan ini Allah SWT berkenan menghapuskan dosa kita semua ..
amiin...,

# lihat video





taken from; www.metrotvnews.com
Sebanyak 20 rumah di Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, kabupaten Dompu, Nusatenggara Barat, hanyut terbawa banjir akibat luapan Sungai Silo dan Sungai Laju, Kamis (20/3) petang. Luberan air juga menyebabkan ribuan rumah di enam desa terendam.

Selain menangis, warga yang rumahnya hanyut hanya bisa pasrah. Sudah begitu warga tak sempat menyelamatkan barang-barang mereka, termasuk beras untuk makan. Pasalnya air setinggi kira-kira satu meter itu datang tiba-tiba.

Saat berita ini disusun, banjir yang melanda enam kelurahan di Kecamatan Dompu mulai surut. Namun lumpur yang tersisa di rumah warga cukup tebal. Warga terpaksa bekerja keras. Lumpur juga memenuhi ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri 08 Dompu.

taken from; nusatenggaranews.com
Dompu, Nusatenggaranews.com.-
Akibat banjir sekitar pukul 18.30 Wita, Selasa (11/3), mengakibatkan sebagian rumah penduduk di dekat bantaran sungai Silo, Kabupaten Dompu terendam. Wilayah yang terendam itu adalah Bali 1, Kotabaru, dan Soriwono Potu.
Bahkan, wilayah sekitar RSUD Dompu pun sebagian terendam. "Di sini pun air hampir melanda RSUD," ujar Ridwan, warga Pelita, Selasa.
Akibat banjir itu, pasien RSUD Dompu sempat kuatir dan ada beberapa pasien yang mengungsi. Namun, setelah air surut, warga dan pasien pun tenang.
Di Desa Wawonduru Kecamatan Woja, akibat banjir yang terjadi rumah warga tergenang dan puluhan hektare (ha) sawah diterjang banjir. Diperkirakan, petani terancam gagal panen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu bergerak cepat dengan meninjau dan memberikan bantuan kepada korban banjir. Meski tidak ada korban jiwa dan kerusakan harta benda, namun warga kuatir karena masih trauma dengan peristiwa yang sama beberapa tahun lalu. "Semalam air setinggi lutut orang dewasa," ujar Aminah, warga Wawonduru.
Hal yang sama juga dilakukan oleh beberapa warga lainnya. Mereka mengaku banjir itu datang tiba-tiba, sehingga warga panik. Kepanikan warga beralasan, karena di Kota Dompu dan sekitarnya saat itu hujan biasa-biasa saja dan dianggap tidak akan menimbulkan banjir besar.
Warga Karijawa, Arifudin, mengaku banjir cepat menggenangi bagian rumahnya, bahkan jika saja banjir bertambah sedikit, dipastikan wilayah sekitar RSUD dompu akan tergenang.
Pantauan Bimeks, Selasa (12/3), akibat banjir warga yang tergenang rumahnya di wilayah sekitar Soriwono, Bali 1, Kota Baru, dan Wawonduru sibuk membersihkan rumahnya dari Lumpur dan sampah. Ada juga warga yang belum sempat menyelamatkan perabotan rumah seperti kursi, kasur, karpet, dan lain-lainnya.
Tetapi, sebagian besar warga salut dengan kesigapan Pemkab Dompu meninjau dan memberikan bantuan beras dan mi instan.
Akibat banjir lainnya, kantor Desa Wawonduru dan sekolah dipenuhi lumpur. Akibatnya, proses belajar mengajar macet. Seperti yang terjadi di MTs At-Takwa, Wawonduru.
Menurut Mustakim, guru MTs setempat, dari total 156 siswa, hanya sebagian kecil yang masuk karena membantu orang tua membersihkan rumah-rumah dan sampah. Saat ini, yang masuk tidak bisa belajar karena seluruh ruangan kelas sudah dipenuhi lumpur. "Siswa terpaksa harus membersihkan ruangan sekolah," ujarnya Rabu.
Hal yang sama juga diakui oleh beberapa guru lainnya, Ziah. Banjir hampir saja menggenangi ruangan berbagai dokumen penting.
Pemandangan yang sama juga dilakukan oleh beberapa staf desa Wawonduru. Mereka ramai-ramai membersihkan kantor. Demikian juga dengan beberapa rumah warga lainnya terlihat dibersihkan oleh pemiliknya.

Rabu, 12 Maret 2008

SPMA yag harus diisi saat SPMB

Menjelang SPMB merupakan saat yang begitu menegangkan bagi para pejuang SPMB setanah air..., betapa tidak..,
SPMB (sistem penerimaan mahasiswa baru) merupakan kesempatan terakhir (pada tahun tersebut) untuk masuk ke sebuah Perguruan Tinggi "Negeri" , tak heran jika segala macam usaha ditempuh untuk benar2 mempersiapkan diri sebelum hari-H.
Mendaftarkan diri di lembaga bimbel..., rajin ikut try out yang diadakan oleh beberapa organisasi.., mengumpulkan soal dari tahun-tahun sebelumnya, hingga membuat list saingan yang memilih jurusan yang sama dengan kita, adalah beberapa contoh usaha yang di lakukan demi SPMB,
Seiring waktu berjalan.., semakin terasa bahwa SPMB bukanlah main2 bahkan mungkin ada yang beranggapan bahwa itu merupakan gerbang penentu masa depan kita...,
keadaan yang membuat kita semakin gelisah, bimbang apakah kita sudah siap?,, apakah pilihan kita sudah benar?? atau SPMA kita cukup?? NAHH!!!..., disinai letak poin pentingnya..,
SPMA (sumbangan peningkatan mutu akademik) yang biasanya wajib diisi oleh beberapa Universitas Negeri (e.g UGM)..,
Banyak yang beranggapan bahwa SPMB juga mempertimbangkan SPMA.., padahal "TIDAK SAMA SEKALI" dan ini telah tebukti di tahun 2007..
Lebih dari belasan peserta SPMB "LULUS!!!" bahkan "TANPA MENGIRIM FORMULIR SPMA" sekali lagi... tanpa mengirim formulir SPMA...
Seandainya pun lulusnya adalah dengan mengirim formulir SPMA dengan nominal yang diisi adalah "nol" juta rupiah.., mungkin kita semua akan berpikir bahwa hal tersebut wajar.., karena memang bisa saja terjadi...,
tetapi dengan tidak mengirimkan formulir SPMA.., bererti ada satu syarat yang tidak dipenuhi oleh peserta.., tetapi benar-benar hal ini tidak mempengaruhi kelulusan.., karena SPMB adalh murni karena hasil tes.., sedangkan formulir dan gono gina lainnya hanyalah merupakan syarat saat daftar ulang.
poin penting di sini adalh.. LULUS DULU!!,, urusan daftar ulang belakangan...,
Ada seorang sahabat.. berasal dari NTB.., ikut SPMB dan memilih salah satu Prodi di UGM..,
saat itu.., hanya peserta yang membeli formulir di Jogja saja =yang mendapatkan formulir SPMA UGM.., sedangkan luar jogja wajib mendownloadnya di situs www.ugm.ac.id
karena kurang sosialisasi.. banyak yang tidak mengetahui hal itu.., sahabat kita adalah salah satunya.., akhirnya tanpa mendonload dan mengirimkan formulir..., ia mengikuti SPMB dan "LULUS"...,
selanjutnya saat pendaftaran.. ia ditanya oleh petugas tentang bukti pembayaran SPMAnya... karena ia tidak mengirim formulir apalagi membayar..., maka tentu saja ia kaget..,
setelah bertanya2 dan konsultasi.., akhirnya ia saat itu juga mendownload formulir SPMA lalu mengirimkan (daftra ulang=2 hari).., yaittu dengan subnagan paling minimal.., sebab "nol" juta rupiah hanya boleh oleh yang tidak mampu.., dan tentu akan repot urusannya karena harus mengurus suraty dari RT dan bendahara kantor orang tua sebagai bukti..,
NAH..., dari sini bisa di tarik satu kesimpuylan bahwa...,
untuk LULUS SPMB tidak diperlukan nominal SPMA!!!
melainkan "hanya hasil tes"
so.............,
berapakah SPMA yang harus anda isi saat SPMB??

tentu saja jumlah nominal "PALING MINIMAL"....
ok....
selamat berjuang!!!!!!!!!


Sabtu, 01 Maret 2008

black izen goes down town

Hello..., I am black izen!
a student of MED.GMU, YOGYAKARTA INDONESIA
this is my 1st posting...,
watch out 4 my next writing
thank you