h1

Kembali dan Sedikit PR (pekerjaan rutin)

January 12, 2009

Lama tidak kembali ke dunia maya ternyata banyak hal yang menanti (maksudnya banyak hal yang musti saya lakukan) di antaranya, saya harus kembali mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan yang tidak begitu bermanfaat dan melancong ke berbagai situs untuk mencari informasi tambahan.

Dan sedikit sebelum masuk ke topik utama, saya mendapat sedikit PR (yang saya sebut Pekerjaan Rutin karena edisinya bersambung) dari Infinite Inficio.

Berikut adalah penjabaran aturannya:

1. Tiap blogger harus menuliskan daftar aturan ini
2. Tiap blogger harus memulai dengan menuliskan 10 kebiasaan/fakta tentang dirinya sediri
3. Bloggers yang telah terpilih *lol* harus menuliskan juga 10 fakta tentang dirinya sendiri
4. Pada akhir entri blog berisikan 10 fakta ini, sang blogger harus memilih 10 orang lain untuk mengemban tugas mulia ini
5. Jangan lupa untuk meninggalkan bom atom komen di blog orang-orang terpilih ini, mengingatkan mereka untuk menjalankan tugasnya

Dan ini 10 hal tentang saya yang sebenarnya biasa saja:

*10 menit berpikir, entri ini masih kosong… 0.O saya bingung mau tulis apa… seret seseorang untuk ditanya pendapat :p*

  • Pemilik nama lengkap Raditya Muhammad Triputra yang selalu menyembunyikan nama tengahnya dengan alasan tertentu (kepanjangan ditulis dan pastinya kebanyakan orang pasti tahu kalau singkatan M itu Muhammad) tanpa bermaksud menyinggung nama sang Rasul yang begitu diidolakannya.
  • Selalu mengaku bukan orang yang spesial karena memang tidak begitu spesial dan merasa seperti anak-anak lainnya (padahal cuma dia satu-satunya siswa di kelas yang buat tulisan jahil semacam ini).
  • Penggila buku, apapun makanannya yang penting waktu makan ada buku atau waktu baca buku ada makanannya ๐Ÿ˜€ (khususnya buku komik dan novel percintaan).
  • Nampaknya sedang melakukan pendekatan dengan seorang wanita (yang sebenarnya hanya gosip hangat di kalangan orang susah). Nampaknya yang bersangkutan keberatan jika fakta ini ditulis.
  • Sebenarnya bisa memainkan beberapa macam alat musik seperti gitar (yang diajarkan dengan paksa oleh seseorang) dan biola (namun terpaksa berhenti karena malas) dankini kedua benda itu ditinggalkannya di gudang dan beralih pada perkakas olah raga.
  • Menyenangi olah raga kaki seperti sepak bola dan futsal, khususnya futsal. Jadwal latihannya setiap hari jumat setelah jumatan :p
  • Tipikal anak bungsu yang selalu menjadi korbanย kekejaman kedua kakaknya. Kadang sang kakak perempuan menginginkannya menjadi adik perempuan yang manis dengan mengajaknya belanja di mall atau menonton dorama percintaan, dan begitu juga dengan sang kakak laki-laki yang ingin adiknya tumbuh asik dengan rajin meminjamkan buku komik atau game. Sebenarnya hal ini membuatnya agak rancu menentukan identitas dan sesuatu yang difavoritkan (bohong ah!).
  • Memiliki beberapa orang yang diidolakan termasuk sang ayah yang sudah pisah rumah dan sang bunda yang setia menemani di kala kesibukannya. Baginya keluarga adalah yang nomor 1! (tapi kalau ditanya apa punya pengalaman pribadi soal broken home? jawabannya selalu ngelantur dan tidak ada pengalaman yang begitu menarik).
  • Mengaku sedang menjalani masa-masa berat untuk menempuh Ujian Nasional dan agak kebingungan menentukan sekolah masa depan. Namun nyatanya ia tidak sedang berkutik dengan pelajaran namun sibuk mendalami game selama liburan seperti Final Fantasy XII dan Kingdom Hearts (mau dimainkan berapa kalipun nampaknya tidak ada bosannya).
  • Bisa dibilang dari sekian banyak mata pelajaran di sekolah, ia hanya menonjol di bidang bahasa seperti penulisan artikel atau debat bahasa Indonesia. Tidak terlalu aktraktif di bidang sastra karena mengaku memiliki imajinasi yang aneh.

Dan… sepertinya PR saya selesai =__= fuuuh *menarik napas lega* ini rasanya seperti membeberkan keburukan diri sendiri di hadapan publik *lebay ah*. Seperti bisa dilihat, saya cuma seseorang yang biasa-biasa saja dan tidak pernah berharap jadi sesuatu yang luar biasa ๐Ÿ˜€

Yang terakhir, saya memilih… sejujurnya tidak begitu banyak juga yang saya kenal~

. Teteh MojangPriangan

. Kak Nbla

. Si Idiot

. Syncronize Universe

Eng… mengingat tidak ada lagi nama di blogroll lagi jadi saya cukupkan sampai di sini :p *kabur*

Read the rest of this entry »

h1

Menjelang Syawal

October 6, 2008

Kenapa saya beri judul “Menjelang Syawal” ? Karena saya tahu bahwa hari ini sudah lewat beberapa hari dari <i>moment</i> Idul Fitri yang sebenarnya ingin saya bahas di blog ini.

Mengutip kata-kata seseorang bahwa, “Tidak ada kata terlambat dalam meminta maaf”.

Saya ingin menyuguhkan kata maaf kepada semua orang khususnya bloger yang baik secara langsung maupun tidak langsung berinteraksi dengan saya. Mengenal pribadi saya yang suka wara-wiri tidak jelas, sikap yang mengesalkan, tutur kata yang menjengkelkan, semua ada pada saya.

Karena itu marilah berjabat tangan dan saling memaafkan ๐Ÿ˜€

Dan… sekilas info mudik,

Tahun ini saya mudik ke Jakarta *loh berkebalikan arah dengan kebanyakan pemudik*.
Tadinya saya sekeluarga berniat untuk pergi ke Malang Jawa Timur untuk menemui eyang dari bunda tapi rencana berubah 180 derajat karena ada panggilan dari sang ayah. Mau tidak mau saya harus hengkang ke Ibu Kota bersilaturahim dengan sang ayah yang jujur saja sudah 2 tahun ini tidak saya temui.

Ada beberapa hal yang berbeda di hari lebaran tahun ini, khususnya ketika saya singgah ke keluarga baru sang ayahanda. Bertemu dengan seorang ibu muda dan adik kecil bernama Chika. Walau bunda bilang tidak perlu canggung dan malu, tapi saya tetap bersikap ragu-ragu ketika untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan sosok ibu dan adik tiri yang selama ini tidak pernah saya temui secara langsung.

Waktu 1 minggu di Jakarta lebih terasa seperti 1 bulan lamanya. Baiknya, sang ibu dan adik tiri malah memperlakukan saya selayaknya keluarga mereka. Satu pelajaran untuk saya, bahwa tidak selamanya ibu tiri itu jahat ^^;

Raditya M. Triputra

-berfoto sambil menggendong Chika, namun karena kebodohan fotonya tertinggal di Jakarta – -a –

h1

Bebas dari Ikatan Gedung Maria RS. St. Boromeus

September 23, 2008

Setelah terperangkap kurang lebih lima hari di Gedung Maria Rumah Sakit St. Boromeus Bandung, akhirnya saya bisa juga merasakan udara bebas (seperti tahanan yang bebas dari jeratan penjara) Kota Bandung setelah selama lima hari menghirup udara rumah sakit yang memualkan.

Dengan sedikit rayuan gombal pada sang dokter dengan berkata: “Saya janji deh istirahat di rumah, nggak lari-larian lagi sampai sembuh,” akhirnya sang dokter menganggukkan kepala dan mengizinkan saya untuk pulang ke rumah hari ini.

Jam 10 tadi pagi, Bunda dan kakak laki-laki saya telah siap menjemput dan betapa bahagianya saya bisa mendarat di rumah dengan selamat. Walau masih ada sekitar 3 resep obat yang harus saya habiskan (termasuk antibiotik dan kawan-kawannya) juga belum boleh melaksanakan puasa tapi semua lebih baik dengan tiduran di kamar sendiri, tanpa ada lagi selang infus dan bubur encer :p.

Lebih baik lagi, selama kakak laki-laki saya ada di rumah, beliau membolehkan saya untuk memakai fasilitas laptopnya sehingga saya bisa browsing tanpa ada gangguan…

Haah, ini baru hidup dengan menghirup udara bebas …

Terima kasih untuk semua pihak atas doanya, sehingga saya bisa pulang ke rumah dan menjalani aktivitas seperti biasa.

Raditya M. Triputra
-yang bisa saja mati karena bahagia-

h1

Sakit Membuat Segalanya Lebih Jelas

September 20, 2008

-Ditulis selama yang punya blog ada di Rumah Sakit, dipost oleh kakak tercinta XD-

Sakit membuat segalanya lebih jelas,

Tulisan ini saya buat setelah sadar bahwa beberapa hari yang lalu saya jatuh sakit dan kini terbaring di rumah sakit dengan lilitan selang infus dan makanan serba tidak enak yang wajib dimakan.

Intinya kebodohan yang dibuat sendiri harus ditanggung sendiri. Ini akibat ajakan seorang teman di kala pulang sekolah beberapa hari yang lalu untuk ikut main futsal di sebuah lapangan. Saya yang tadinya hanya berniat ikut lari-lari saja kepincut untuk ikutan menendang bola. Mungkin seperti yang bunda saya katakan, bahwa dari kecil saya ini tidak bisa diam dan mudah tertarik pada sesuatu tanpa memikirkan apa yang terjadi setelahnya.

Singkatnya dokter mendiagnosis bahwa saya terkena gangguan maag ditambah gejala thypus. ย Waw, sebuah rekor komplikasi penyakit dalam satu waktu, ditambah kemarin dokternya memaksa untuk cek darah takut saya terkena demam berdarah juga untungnya jumlah trombosit tidak turun drastis tapi tetap saja harus meminum beberapa obat untuk mencegah hal itu.

Read the rest of this entry »

h1

Sehari Bersama Para Wanita

September 15, 2008

Ini adalah pengalaman sehari penuh bersama ibu-ibu arisan.

Tidak terlalu asik rasanya melewati hari minggu sendirian di dalam rumah bersama tumpukkan soal persiapan UAN SMP atau sesekali melirik televisi ketika acara makan-makan dimulai. Maka dari itu hari minggu kemarin untuk sesuatu yang tidak jelas, saya akhirnya memutuskan ikut ajakan ibu dan kakak perempuan saya untuk menemani mereka jalan-jalan – atau sebut saja window shopping – sebagai rangkaian akhir minggu yang lain dari biasanya.

Ini untuk pertama kalinya saya ikut kedua wanita yang selalu ada dalam hidup ini untuk menemani rutinitas akhir minggu mereka. Awalnya hanya mampir ke sebuah salon untuk membuat janji di sore hari. Kemudian kami melangkah ke sebuah mall di kawasan Bandung Pusat, masuk ke salah satu toko pakaian dan… acara yang sangat membosankan dimulai. Baik sang bunda atau sang kakak, keduanya asik mengamati pakaian mulai dari jenis kaos sampai dress untuk ke pesta. Dan alhasil selama lebih dari 2 jam hanya beberapa potong pakaian yang sampai di meja kasir.

Acara dilanjutkan dengan berbelanja kebutuhan rumah tangga. Saya lebih suka acara ini karena bisa menyisipkan makanan kecil ke dalam keranjang belanjaan atau beberapa pernik barang yang saya anggap unik untuk turut di beli. Belanjaan kami tidak terlalu banyak, hanya beberapa jenis makanan dan kebutuhan lainnya sehingga hanya sedikit waktu yang dibutuhkan untuk melakukan aktifitas ini.

Kemudian atas dasar keinginan saya, kami mampir ke sebrang mall di mana terdapat sebuah toko buku besar berada. Nah ini bagian kesukaan saya, sambil merengek-rengek tidak jelas akhirnya saya mendapatkan 2 buku komik beserta beberapa buku lainnya yang memang ingin dibeli.

Kenapa saya harus memaksa membeli komik? Karena tujuan setelah ini adalah ‘salon’ tempat yang bisa membuat kita mengantuk karena menunggu. Walau tujuannya hanya creambath tapi tetap saja membuat bosan, jadi sebelumnya saya harus membeli bacaan sembari menunggu.

Selesai semuanya, kami pulang ke rumah… dan saya tidak mau lagi mengikuti aktifitas mereka di minggu berikutnya.

Raditya M. Triputra

-sambil memijat kaki dan membenarkan kacamatanya-

h1

Puasa = Menyeimbangkan pola pikir

September 15, 2008

Baru tahun ini saya merasa bahwa bulan terberat adalah bulan Ramadhan, padahal jam sekolah dikurangi drastis, kegiatan lainnya juga tidak begitu memberatkan. Tapi lain rasanya jika ada latihan ujian selama Ramadhan yang mengharuskan kita menguras otak dengan perut kosong juga menahan nafsu untuk bekerja sama dan mencontek.

Hari ini saja nampaknya saya telah berbuat kecurangan dengan bekerja sama dengan teman sebangku, melontarkan beberapa pertanyaan pada teman di belakang dan sedikit melirik LJK milik teman lainnya. Kenapa ya, godaannya semakin berat? Padahal hari-hari biasa saya tidak pernah melakukan tindakan semacam itu.

Alasannya mungkin pada ketidaksiapan mengikuti ujian dan perut kosong yang menyebabkan otak tidak mampu berpikir seperti biasanya. Apalagi dengan kualitas soal yang waaah, teman sekelas saya bahkan ada yang menangis karenanya. Saya sih menangis dalam hati ^^; ingin tidak ingin padahal sama-sama tidak bisa.

Adakah cara… supaya kita bisa tahan lapar dan tahan godaan selama puasa? Kalau terus seperti ini saya tidak sanggup melihat soal ujian 1 minggu ke depan~

Raditya M. Triputra

-yang stres setelah mengetahui hasil latihan ujiannya-

h1

Selamat Datang, maaf telat |’D

September 10, 2008

Selamat datang, ini adalah blog perdana saya sepanjang masa… karena itu mungkin akan banyak ditemukan berbagai kejanggalan di dalamnya.

Tentang saya, saya hanyalah seorang anak yang sedang menuju masa keremajaan. Dan berkat atas dorongan dari beberapa orang yang mengatakan bahwa saya ‘pintar’ menulis maka secara ‘agak’ terpaksa saya menuangkan berbagai tulisan saya di dalam blog ini.

Bukan sesuatu yang penting, namun saya harap blog ini bisa memberikan tulisan mengenai ‘Kisah anak yang beranjak remaja, mencari jati diri dari hidup dan lingkungan sekitar, bagaimana ia bisa terun ke masyarakat. Bukan tentang saya, tetapi juga tentang jutaan pandangan anak seumuran saya mengenai dunia ini.

Trims ^^ selamat membaca~

Raditya M. Triputra

-untuk tampilan Blognya terima kasih pada kakak tercinta-

h1

Bukan Kelabang

September 10, 2008

Kenapa saya pakai Bukan Kelabang?

Waktu mengutarakan keinginan pada Kak Rena (kakak perempuan saya) untuk membuat blog, dengan senang hati seketika itu juga Kak Rena memikirkan apa judul terbaik untuk blog ini. Awalnya ia ingin memberi nama “Bukan Pujangga” seperti judul lagu, tapi saya ragu karena saya bukan orang yang puitis dan kritis apalagi berurusan dengan yang namanya sastra.

Kemudian kami berpikir lagi… barulah ide buruk Kak Rena muncul. Kebiasaannya untuk mempelesetkan kata-kata malah membuat Sang Pujangga menjadi Kelabang. Saya pikir kenapa harus kelabang? Karena pikirnya kelabang itu unik dan menyeramkan.

Saya sendiri tidak berpikir lagi apa yang Kak Rena pikirkan saat itu. Tapi setelah diperlihatkan pada Kak Rey (kakak laki-laki saya) dia malah berkomentar, judul yang unik. Entahlah, sepertinya kedua kakak saya ini memiliki sisi tidak normal yang sama.

Saya sih hanya berharap semoga tulisan saya di blog ini bisa bermanfaat.

Raditya M. Triputra

-Dengan segala singgungan dari kedua kakak terhormat yang lagi-lagi berbicara tentang kelabang tempur (loh itu kan belalang tempur?)-

Design a site like this with WordPress.com
Get started