SELAMAT TAHUN BARU

Selamat Tahun Baru Kawan

thbaru

Kawan, Sudah tahun baru lagi

Belum juga tibakah saatnya kita menunduk?

Memandang diri sendiri?
bercermin firman Tuhan sebelum kita dihisabnya? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

KIMIA -ANTARA ADA DAN TIADA-

Image

Hidup ini tak kan berarti tanpa dirimu…
Engkau bukanlah separuh jiwaku….
Tapi…, engkau adalah seluruh hidupku….
Disetiap langkahku…. disetiap nafasku selalu ada dirimu… Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

2 1 2

mata

Sobat..masih ingatkah kalian dengan superhero -atau lebih cocok kita sebut sebagai pendekar- yang namanya dielu-elukan kita dulu, si pendekar yang merupakan murid dari sinto gendeng, yaah..pendekar itu adalah wiro sableng. Wiro sableng yang mempunyai senjata sakti berupa kapak, bermata dua, berkepala naga, kapak nagageni 212 namanya. Kapak yang luar biasa saktinya, bak boomerang ia bisa kembali saat dilemparkan, kapak itu juga bisa menyemburkan api dari kepala naganya. Benar-benar sakti yah..

Eeiiit..tapi kali ini aku tidak akan membahas pendekar berpakaian serba putih itu lebih jauh lagi. Aku tertarik pada 212-nya wiro sableng. Kalau wiro sableng menuangkan filosofi 212 pada kapaknya yang sakti, lantas apakah kita juga bisa memiliki kapak sesakti itu..? kalau kapak dalam arti sesungguhnya kayaknya tidak mungkin yah, tapi kalau kapak 212 tersebut kita analogikan dengan hal lain mungkin saja bisa. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Lirik Mistikus

1

Dalam sufisme, Cinta (Allah) adalah yang paling utama. Prinsip utamanya, Allah adalah cinta, Yang jatuh cinta dan Yang dicintai. Penyampaian ajaran sufisme sendiri biasanya melalui sajak puitis yang menggelorakan jatuh cinta manusia kepada Allah. Tengoklah sajak-sajak jatuh cinta Jalaludin Rumi, Rabi’ah  al-Adawiyah dll. Kalau kita perhatikan ekspresi kaum sufi dan mistikus (Pecinta Tuhan), mereka selalu memosisikan diri sebagai sang kekasih dengan ketulusan cinta yang sublim antara diri mereka dan Tuhan. Ketika mereka sudah tenggelam dalam lautan cinta, maka mereka seakan telah kehilangan kesadaran diri dan menyatu dengan-Nya. Bahasa yang dipakai pun selalu penuh dengan tema-tema romantis sebagaimana ketika orang sedang jatuh cinta. Di era sekarang, tidak menutup kemungkinan seorang sastrawan, pencipta lagu ataupun seniman lainnya ada yang menjadikan kaum sufi sebagai inspirasi mereka.

Berbicara romantisme sajak-sajak jatuh cinta, saya lantas ingat dengan salah satu grup band legendaris Indonesia. Siapa yang tidak tahu dengan grup band Dewa19 ? Jika ada orang Indonesia yang masih meragukan ke-fenomenal-an band yang satu ini, mungkin ia telah lama hidup diluar negeri. Band yang digawangi oleh Ahmad Dhani dan Andra Ramadhan ini memang beberapa kali bongkar pasang personil. Mereka sangat digandrungi oleh baladewa –sebutan fans dewa19– maupun penikmat musik lainnya karena hits-hitsnya yang bertemakan cinta.

Sekilas, kita akan mengira lirik lagu Dewa19 yang sebagian besar ditulis oleh Ahmad Dhani berkisah tentang percintaan lelaki dan perempuan saja. Namun saya rasa tidak sesederhana itu. Lirik-lirik tersebut memiliki makna yang mungkin tak terbayangkan oleh penikmatnya, karena lirik-liriknya penuh dengan simbolisme jatuh cinta seorang salik (pencari Allah) terhadap Tuhannya.

Hipotesis seperti ini saya kira tidaklah berlebihan, cukup beralasan. Lirik-lirik ahmad dhani memang terkesan memiliki aura yang mirip dengan sajak-sajak kaum sufi. Dalam albumnya ahmad dhani juga memberi ucapan terimakasih kepada tokoh-tokoh sufi seperti Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, Ust. Lukman Hakim atas Sufi Magazine-nya, Thoriqot Naqsabandiah bahkan DR.M. Quraish Shihab atas Tafsir Al Mishbahnya. Ini menunjukkan bahwa itulah sumber inspirasinya dalam menelurkan lirik. Bahkan ke-3 anaknya pun diberi nama seperti nama tokoh-tokoh sufi, Al Ghazali, El Jalaludin Rumi dan Abdul Qodir Jaelani yang kita kenal dengan Al-El-Dul.

Selain itu, hipotesis yang ku bangun diperkuat dari ketidaksengajaan dalam menemukan artikel yang membahas makna lirik-lirik lagu dewa19. Awalnya tujuanku adalah mencari chord lagu-lagu dewa19 karena pada saat itu aku sedang belajar main gitar (maklum lah, saat kuliah teman sekamar kos punya gitar), saat itulah tiba-tiba ku temukan blog yang berisi pembahasan makna lirik-lirik ahmad dhani. Entah mengapa, beberapa hari kemarin aku coba searching lagi saat nge-Net, sebagian contohnya adalah sbb:

Lirik MISTIKUS CINTA (terinspirasi dari Syekh EL Jallaludin Rumi)

Ketika jiwaMu merasuk kedalam aliran darahku dan meracuniku. Ketika jiwaMu memeluk hatiku dan biarkan jiwaku cumbui jiwaMu

Maksudnya: pada saat kita mulai mantap di JalanNya, kita akan merasakan tahapan dimana kita menyadari KehadiranNya, maka dimanapun kita berada kemanapun kita memandang disanalah WajahNya. Pada saat itulah terjadi Mabuk ilahi/Ekstase/ keracunan ilahi.

Lirik KOSONG:

Kosong yang kini kurasakan Kau terus membayangi aku. di dalam keramaian aku masih merasa sepi sendiri memikirkan Kamu, Kau genggam hatiku dan Kau tuliskan namaMu

Maksudnya : ini menceritakan kondisi seseorang yang telah berada pada maqam/tingkatan mencintai ALLAH meski jasadnya berada dalam keramaian/aktivitas dunia tapi hatinya dalam hal ini ruhnya bahkan pikirannya selalu mengingat Allah, karena nama Allah sudah tertulis dan tertanam di hatinya.

Lirik SATU (terinspirasi dari Husain Manshur Al Hallaj)

Aku ini adalah diriMU, cinta ini adalah cintaMu, Jiwa ini adalah JiwaMu

Maksudnya: pernyataan tentang kesatuan kesaksian/bahwa ruh yang ada pada setiap manusia pada hakekatnya adalah ruh ALLAH (nurani).  Seperti Ayat: “Aku tiupkan ke dalam diri manusia ruh-Ku” yang juga menunjukkan asal samawi jiwa manusia.

Manusia yang akalnya terbatas dan pemikirannya cenderung pada konsep wujud akan menganggap bahwa pemikiran ini adalah sesat, seperti syetan yang tidak mau menyembah Adam (yang oleh Allah telah ditiupkan ruhNya kepada Adam yg berisi 99 intuisiNya) dan karena malaikat memahami bahwa ALLAH menyuruhnya menyembah ruh ALLAH yg ada dlm jasad Adam..maka malaikatpun tunduk dan menyembah ruh ALLAH yg ada pada Adam.

 dengan tanganMu aku menyentuh dengan kakiMu aku berjalan dengan MataMu aku memandang

Coba perhatikan ayat, TANGAN-KU berada di atas tangan mereka (Q.S Al Fathu,10),

kalau mereka mengambil, aku tangannya, kalau mereka berjalan, aku kakinya, kalau mereka digempur Musuh, Aku lawannya (H.Qudsi R.Bukhari)

bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang (Q.S. Al Anfal,17).

 disetiap hembusan nafasku kusebut namaMu

Maksudnya : ajakan agar dalam setiap kita menarik nafas bahkan setiap detak jantung kita jangan pernah melupakan Allah

Lirik HIDUP INI INDAH

Matahari menyinari seisi bumi, seperti Engkau menyinari ruh di dlm jasadku ini selamanya seperti hujan Kau basahi jiwa yg kering.

Hidup ini indah, bila ku selalu ada disisiMu setiap waktu hingga aku hembuskan nafas yg terakhir dan kitapun bertemu.

Maksudnya: syair lagu ini dari doa, “ALLAAHUMMA NAWWIR QULUUBANAA BINUURI HIDAYATIKA KAMAA NAWWARTAL ARDHLO BI NUURI SYAMTIKA ABADAN ABADAN ABADAN BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROHIMIIN”.

Dhani mengingatkan penggemarnya agar selalu bersyukur kpd TUHAN setiap saat, karena dalam ALQURAN sangat sedikit sekali umat yg bersyukur.

Lirik ARJUNA MENCARI CINTA

Mungkin kutemui cinta sejati, saat aku hembuskan nafas terakhirku, mungkin cinta sejati memang tak ada, dalam cerita kehidupan ini

Maksudnya: orang yang meninggal akan kembali kepada penciptanya, bertemu Allah, Sang cinta sejati.

Lirik-lirik diatas hanyalah beberapa contoh saja, masih banyak lagi lirik yang menyiratkan makna cinta kepada Allah maupun pesan-pesan positif lainnya seperti kuldesak, lagu cinta, cinta adalah misteri, kasidah cinta, cintailah cinta, pangeran cinta, laskar cinta, Indonesia saja, jika surga dan neraka tak pernah ada, jika cinta Allah, hadapi dengan senyuman, airmata, nonsense dll.

Terlepas dari pembahasan lagu-lagu Ahmad Dhani, secara umum (siapapun itu penciptanya) lagu-lagu yang seakan cuma cerita jatuh cinta biasa, rupanya bisa berubah menjadi kisah jatuh cinta yang begitu syahdu tentang seorang hamba yang merindukan Tuhannya. Sayangnya, kita kurang mau menggali lirik-lirik lagu seperti itu lebih dalam lagi. Alhasil, lagu yang menyuarakan jatuh cinta kepada Allah, kini justru dianggap sebagai lagu biasa saja.

Wallahua’lam

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Ramadhan Bukan Bulan Bermalas-malasan

malas

Seperti hari-hari biasanya ketika kita menjalankan aktifitas sehari-hari, jiwa selalu penuh kepulan semangat. Semangat karena kita memang mendapatkan energi yang cukup dan imbang dari makan dan minum berbagai makanan dan minuman yang bergizi. Namun ketika kita akan menghadapi bulan Ramadhan, semangat kita sedikit-banyak sudah mulai menurun. Itu karena dengan alasan tidak boleh makan dan tidak boleh minum. Sungguh manja! Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

TADARUS

gusmus

Bismillahirrahmanirrahim
Brenti mengalir darahku menyimak firman-Mu

Idzaa zulzilatil-ardlu zilzaalahaa
Wa akhrajatil-ardlu atsqaalahaa
Waqaalal-insaanu maa lahaa
(ketika bumi diguncang dengan dasyatnya
Dan bumi memuntahkan isi perutnya
Dan manusia bertanya-tanya:
Bumi itu kenapa?)

Yaumaidzin tuhadditsu akhbaarahaa
Bianna Rabbaka auhaa lahaa
Yaumaidzin yashdurun-naasu asytaatan

Liyurau a’maalahum
(Ketika itu bumi mengisahkan kisah-kisahnya
Karena Tuhanmu mengilhaminya
Ketika itu manusia tumpah terpisah-pisah
‘Tuk diperlihatkan perbuatan-perbuatan mereka)
Faman ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yarah
Waman ya’mal mitsqaala dzarratin syarran yarah
(Maka siapa yang berbuat sezarrah kebaikan
pun akan melihatnya
Dan siapa yang berbuat sezarrah kejahatan
pun akan melihatnya)

Ya Tuhan, akukah insan yang bertanya-tanya
Ataukah aku mukmin yang sudah tahu jawabnya?
Kulihat tetes diriku dalam muntahan isi bumi
Aduhai, akan kemanakah kiranya bergulir?
Diantara tumpukan maksiat yang kutimbun saat demi saat
Akankah kulihat sezarrah saja
Kebaikan yang pernah kubuat?
Nafasku memburu diburu firmanMu

Dengan asma Allah Yang Pengasih Penyayang
Wa’aadiyaati dlabhan
Falmuuriyaati qadhan
Fa-atsarna bihi naq’an
Fawasathna bihi jam’an
(Demi yang sama terpacu berdengkusan
Yang sama mencetuskan api berdenyaran
Yang pagi-pagi melancarkan serbuan
Menerbangkan debu berhamburan
Dan menembusnya ke tengah-tengah pasukan lawan)
Innal-insana liRabbihi lakanuud
Wainnahu ‘alaa dzaalika lasyahied
Wainnahu lihubbil-khairi lasyadied
(Sungguh manusia itu kepada Tuhannya
Sangat tidak tahu berterima kasih
Sunggung manusia itu sendiri tentang itu menjadi saksi
Dan sungguh manusia itu sayangnya kepada harta
Luar biasa)
Afalaa ya’lamu idza bu’tsira maa fil-qubur
Wahushshila maa fis-shuduur
Inna Rabbahum bihim yaumaidzin lakhabier
(Tidakkah manusia itu tahu saat isi kubur dihamburkan
Saat ini dada ditumpahkan?
Sungguh Tuhan mereka
Terhadap mereka saat itu tahu belaka!)

Ya Tuhan, kemana gerangan butir debu ini ‘kan menghambur?
Adakah secercah syukur menempel
Ketika isi dada dimuntahkan
Ketika semua kesayangan dan andalan entah kemana?
Meremang bulu romaku diguncang firmanMu

Bismillahirrahmaanirrahim
Al-Quaari’atu
Mal-qaari’ah
Wamaa adraaka mal-qaari’ah
(Penggetar hati
Apakah penggetar hati itu?
Tahu kau apa itu penggetar hati?)

Resah sukmaku dirasuk firmanMu

Yauma yakuunun-naasu kal-faraasyil-mabtsuts
Watakuunul-jibaalu kal’ihnil-manfusy
(Itulah hari manusia bagaikan belalang bertebaran
dan gunung-gunung bagaikan bulu dihambur-terbangkan)

Menggigil ruas-ruas tulangku dalam firmanMu

Waammaa man tsaqulat mawaazienuhu
Fahuwa fii ‘iesyatir-raadliyah
Waammaa man khaffat mawaazienuhu faummuhu haawiyah
Wamaa adraaka maa hiyah
Naarun haamiyah
(Nah barangsiapa berbobot timbangan amalnya
Ia akan berada dalam kehidupan memuaskan
Dan barangsiapa enteng timbangan amalnya
Tempat tinggalnya di Hawiyah
Tahu kau apa itu?
Api yang sangat panas membakar!)

Ya Tuhan kemanakah gerangan belalang malang ini ‘kan terkapar?
Gunung amal yang dibanggakan
Jadikah selembar bulu saja memberati timbangan
Atau gunung-gunung dosa akan melumatnya
Bagi persembahan lidah Hawiyah?
Ataukah, o, kalau saja maharahmatMu
Akan menerbangkannya ke lautan ampunan
Shadaqallahul’ Adhiem
Telah selesai ayat-ayat dibaca
Telah sirna gema-gema sari tilawahnya
Marilah kita ikuti acara selanjutnya
Masih banyak urusan dunia yang belum selesai
Masih banyak kepentingan yang belum tercapai
Masih banyak keinginan yang belum tergapai
Marilah kembali berlupa
Insya Allah Kiamat masih lama. Amien.

(dari Antologi Puisi A. Mustofa Bisri “Tadarus”)

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

PUSARA

pusara

Sore yang cukup cerah itu (senin, 8 juli), aku dan pak lik serta 2 sepupuku pergi ke sebuah tempat peristirahatan terakhir kita semua kelak. Seakan sudah menjadi agenda rutin tahunan, tiap kali menjelang ramadhan tiba, masayarakat pada umumnya berwisata ke tempat itu. Kali ini termasuk aku dan rombongan, kami berniat akan membersihkan pusara para mbah serta saudara lainnya yang telah mendahului kami. Yaah..resik-resik makam, agenda yang biasa orang-orang lakukan.

“Assalamu’alaikum ya ahlad diyaar, minal mu’miniina wal mu’minaat. Wa innaa insya Allahu bikum laahiquuna. As-alullaaha lanaa wa la kumul’afiyaat.” salam itu bergaung, menerobos keheningan sebuah tempat yang tak berpintu gerbang.

Saya mencoba memahami artinya, “Salam sejahtera bagimu wahai penghuni kampung mu’min dan mu’minat. Insya Allah kami pun akan menyusul kalian. Kami mohonkan kepada Allah kesejahteraan bagi kami dan kamu semuanya.”

Orang-orang yang sudah meninggal tentu sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena itu mereka bergantung dari doa dan kasih sayang dari orang-orang yang masih hidup. Maka sudah sewajarnya jika kita menyalami mereka dan mendoakan mereka.

Kami menapaki jalanan setapak dengan rumput-rumput setengah tinggi di sana-sini. Semerbak bunga kamboja tak tercium kala itu. Sedari awal masuk, penglihatan ini hanya melahap beragam pusara yang berjajar rapi, namun tak sedikit pula pusara yang tak bisa dikenali, rerumputan serta ilalang tinggi menjulang menjadikan pusara tersebut terkesan ruwet. Nampak sekali tak terawat, hmm..mungkin karena memang anak cucunya tak sempat menziarahi, atau bahkah tak mau menziarahi, tak mau tahu.

Aku menuju sebuah gundukan tanah yang diatasnya tertanam sejenis tanaman hias, agak lain dengan pusara pada umumnya memang. Karena biasanya pusara hanya berwujud gundukan tanah atau gundukan tanah beserta rerumputan kecil sebagai penghiasnya. Pusara itu masih nampak bersih dan rapi, yaa..terakhir, minggu yang lalu memang sudah aku bersihkan dari rerumputan pengganggu. Kuhampiri pusara itu, tempat di mana seseorang yang sederhana itu beristirahat memenuhi sebuah kodrat. Kuburan Bapa. Terdiam sejenak di sana sambil menyingkirkan daun-daun jati yang berjatuhan diatasnya, Ditemani senyap, ku alunkan pinta:

 Ya Allah..ampunilah segala dosa-dosanya semasa hidup.

Leburkanlah kesalahannya semasa di dunia.
Ya Rahiim, terangilah kuburnya dengan benderang cahaya,

selamatkanlah ia dari bertubinya siksa kubur
Yang Maha Perkasa, masukkan ia ke dalam surga Mu.

Allahumma Aamiin.

.

Pusara Bapa sudah nampak bersih dari dedaunan, sudah saatnya aku berkeliling. Yaa..memang jika mengunjungi ‘kampung’ ini disaat menjelang ramadhan, aku selalu berjalan-jalan melihat semua pusara yang ada sejauh mata memandang. Kali ini aku menuju pusara kakek (dari mama), Nampak agak ruwet, tapi masih mendingan, masih ada yang jauh lebih ruwet dari ini. Tanpa basa-basi, langsung saja ku layangkan cangkul, membersihkan serta merapikan pusara bersama pak lik dan sepupuku.

Selesai dari pusara kakek dan mbah-mbah lain dari keluarga mama, aku bergegas ke timur, menyusuri jalan setapak yang kini tampak tak beraturan. Jalan yang dulu rapi dan mulus karena dibatako kini sudah rusak. Aku terus berjalan ketimur sampai paling ujung timur. Lega rasanya, Alhamdulillah…pusara kakek dan mbah-mbah lain dari keluarga alm.bapa sudah nampak bersih, entah siapa yang membersihkan, aku tak terlalu memikirkan itu.

Agenda resik-resik pun telah berakhir dengan sukses, kami kembali menuju pintu keluar. Dalam perjalanan, kembali mataku mengarah ke pusara-pusara yang amat sangat ruwet, “ini pemakaman apa hutan yah..?” nyaris tak berbentuk pusara, bahkan ada beberapa yang sama sekali tak berbentuk, karena ditumbuhi rerumputan serta ilalang yang menjulang tinggi.

Aku pun lantas kembali bertanya, “ini anak cucunya tak sempat ke makam, atau memang tak mau kemakam?” minimal setahun sekali saja, tak sempat, atau tak mau..?

Entahlah, aku tak mau berburuk sangka, aku ambil saja hikmahnya. Semoga seberapapun sibuknya, aku serta saudara-saudaraku yang lain jangan sampai lupa dengan pusara beliau para sesepuh kami, membersihkannya –setahun sekali minimal– agar kami tidak kehilangan jejak akan tempat peristirahatan terakhir mereka. Dan bagi aku pribadi, selama aku masih tinggal ditanah kelahiran ini, semoga bisa tetap istiqomah berwisata ke “kampung sepi” itu sebulan sekali minimal.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Orasi Ramadhan

“Ya Allah berikan kepada kami barakah pada bulan Rajab, Sya’ban dan berikanlah kami kesempatan untuk berjumpa kembali dengan RamadhanMu yang suci…

kabulkanlah ya Allah…”

Untaian doa yang telah kita lantunkan berbulan-bulan lalu..

Sebentar lagi kita akan bertemu dengan bulan suci Ramadhan, dimana seluruh umat Islam diwajibkan untuk mengerjakan ibadah puasa.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti-nanti kehadirannya,

Barang siapa yang gembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah akan memasukkan sang hamba ke dalam surga-Nya. Karena gembira menyambut ramadhan adalah cerminan iman

Semakin bahagia dan rindu seorang hamba kepada Ramadhan, maka semakin dalam keimanan yang dimiliki seseorang.

Bahagia menyambut bulan Ramadhan merupakan sunnah dan bagian yang tidak boleh terpisahkan bagi umat Islam, karena hal tersebut berarti mensyukuri nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kita semua..

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia..bulan yang suci.. yang penuh dengan rahmat.. dan ampunan.. Untuk itu marilah kita sambut bulan Ramadhan ini dengan hati yang ikhlas, dan gembira..

karena bulan Ramadhan adalah bulan panen amal kebajikan untuk bekal hidup di akhirat kelak…

Dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan ada beberapa hal utama yang harus kita persiapkan agar benar-benar Ramadhan itu semarak dan berkesan di hati kita semua..

1. Merenungi diri.

Maksudnya.. kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan baik dengan sengaja atau tidak, kini hendaknya ditutupi dan disusul dengan perbuatan-perbuatan yang baik, dengan memperbanyak istighfar,,, agar diri kita terlepas dari dosa.

2. Berbuat baik,, atau memperbaiki hubungan dengan kedua orang tua kita…

Mungkin selama ini..hubungan kita dengan kedua orang tua ada hal-hal yang mengecewakan atau menyakitkan hati mereka,,,

3. Mengadakan hubungan silaturahmi dengan sanak saudara, teman-teman, terlebih hubungan dengan sesama muslim.

Marilah kita sambut kedatangan bulan Ramadhan ini dengan ikhlas hati,,

Karena puasa Ramadhan merupakan panggilan Illahi yang ditujukan kepada orang-orang yang beriman…

Allahu Akbar… 3x

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Sekapur Sirih

Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh..

Dulu..aku pernah punya blog, namun karena sudah lama tidak dibuka, jadi lupa deh gimana mbukanya –user/email/paswod ada yang kelupaan-. Mungkin karna dulu niatku hanya sekedar ingin punya saja yah, sehingga tak sempat merawatnya.

Naah..seiring berjalannya waktu, rasa ‘ingin’ ku dalam menulis semakin bertambah, apalagi akhir2 ini, sehingga tanpa disadari ternyata sudah lumayan banyak judul yang ku tulis. Yaa, meskipun baru judulnya tok sih, heheee..

Merasa khawatir dan eman-eman jika tulisanku ilang, maka akupun kepingin mengamankan tulisan2 tersebut diberbagai media pengaman, dikomputer dan diflesdis tentunya. Namun,melihat salah satu temanku yang lagi gencar-gencarnya nulis diblog, maka akupun teringat akan blogku yang entah seperti apa nasibnya sekarang, walhasil akupun memutuskan untuk buat blog lagi aja deh..

Segala puji bagi Allah yang telah memberi ruang nafas pada setiap jiwa insan untuk berupaya menjadi lebih baik. Sholawat serta salam tak lupa ku sanjungkan kepada baginda Rosulullah SAW beserta keluarga, sahabat serta pengikutnya yang sampai ini masih berjuang membela agama-Nya. Alhamdulillah..akhirnya blog baru sudah bisa hadir, yang merupakan wujud ekspresi atas berbagai peristiwa yang terjadi baik ku alami secara langsung maupun tidak. Semoga juga bisa sebagai penyampai  informasi yang tentunya menyalurkan nilai positif untuk para penikmatnya.

Tak lupa kuucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang turut men-support, menginspirasi, dan membantu (Devy). Semoga dapat memberikan kesejukan di tengah resah gelisah dan galaunya hati, seperti hujan membasahi jiwa yang kering, wabil khususnya buat aku pribadi sih, insya Allah….

Wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

Dipublikasi di Uncategorized | 3 Komentar

tentang AKAR

akar sederhana

akar sederhana

akar..

ia gigih mencari air

menembus tanah yang keras

demi memberi kehidupan bagi pohon..

pohon pun tumbuh, berdaun rimbun, berbunga indah,

berbuah, menampilkan eloknya pada dunia

dan mendapat banyak pujian..

saat yang demikian,

akar tak pernah iri

ia tetap bersembunyi

tenggelam dalam tanah

 

— inilah arti sebuah kerendahan hati —

Dipublikasi di berbagi inspirasi | Tinggalkan komentar