SINGAPORE’S SCANDAL Part 1

e172b-original

Title                 : Singapore’s Scandal

Main  cast       : Bae Suzy

: Choi Minho

Others cast     : Kim Myungsoo

: Cho Kyuhyun

: Nichkhun Horvejkul

: Seo Joo Hyun

Dll

Lenght             : Chepter

Genre              : Romance

Annyeong, kali ini saya membawa FF baru dengan cast Minho Shinee dan uri Suzy tentunya. Langsung aja nih, jangan lupa tinggalkan komentar dan like ya^^ Saya percaya kalian akan mendukung FF saya. WARNING TYPO!!!

Happy reading ^^

***

Cinta tumbuh bukan karena terbiasa, bisa bisa tumbuh kapanpun , dimanapun dengan siapapun. Iya, itulah cinta. Tak menutup kemungkinan menyatukan berbagai perbedaan, jarak, dan apapun  yang menghalanginya. Cinta juga yang menghapus kata ‘mustahil’ menjadi terjadi dan mengubah ‘mimpi’ menjadi nyata.

Ini adalah sepenggal kisah cinta yang aku alami berawal dari mengagumi hingga tak ingin melepaskannya. Dia yang sangat berbeda denganku.

Aku kini adalah seorang bintang, cukup bersinar diawal karir yang aku.jalani. Siapa yang tak tahu namaku? Bae Suzy visual dari girlband terkemuka Miss A dari Korea Selatan.Bahkan aku telah merambah dunia akting beberapa saat setelah debut grupku.

Hari ini adalah hari libur, bukan karena tanggal merah tetapi memang aku dan.juga miss A sedang diberikan libur setelah sibuk dengan comeback dan aktifitas soloku. Meski hanya dua hari, tapi cukup untuk sedikit melepas penat dari kesibukan yang aku alami akhir akhir ini. Hari pertama ini aku habiskan untuk tidak pergi kemana-mana. Cukup bersantai dan bermalas-malasan di apartement ku.

Author pov

Suzy kini tengah duduk di balkon apartement miliknya, ditemani secangkir coklat panas dan cemilan. Ia sedang menikmati suasana pagi tanpa harus buru-buru pergi ke lokasi syuting atau apalah. Kini ia menggenggam sebuah buku bersampul biru miliknya, lebih tepatnya album foto. Perlahan ia buka album foto itu, dengan saksama melihat satu per satu foto yang tertempel di dalamnya sambil mengingat cerita di balik kertas bergambar tersebut. Kini matanya tiba pada sebuah foto seorang namja, Suzy tersenyum simpul. Namja itu adalah seorang yang kini menjadi namjachingunya. Ia ingat foto itu diambil saat mereka pertama kali bertemu. “omo, foto ini ! Ternyata masih ada,” gumam Suzy

Suzy pov

Aku terkikik sesekali melihat foto-foto dalam album ini. Membuatku teringat ketika aku masih tinggal di Singapore dan aku hanyalah seorang gadis biasa, hingga suatu saat aku bertemu dengannya.

2 tahun yang lalu……

“I’m sorry Sir, but now my dad is in Korea. He have a  job there. So, aku tidak bisa menerima tamu saat ini”ucapku

“I know dear but i’ve tell your father. Dan hotel ini telah disewa untuk seminggu kedepan dari satu bulan lalu.

“Really? Ahjussi bisa berbahasa Korea?  I’m sorry because i don’t know about this, my dad never  tell me before.

“Tentu, aku Jang Min Ji sahabat Appamu dari Korea. Nevermind, semua memang sengaja dirahasiakan. Agar tidak ada yang tahu, karena Hotel ayahmu ini telah khusus di sewa untuk penginapan para bintang terkenal dari Seoul.

“Whattt? Seoul? Apakah mereka para member boyband dan girlband, keke,” ucapku sambil bercanda

“Memang benar, akan ada beberapa member dari boyband dan girlband yang akan menginap disini, tapi hanya ada beberapa perwakilan 1 member dan beberapa aktor,”jelas Direktur Jang yang beberapa saat lalu ku kenal.

“Jinjja? Apakahkah idolaku akan kesini, ah semoga saja. Ahjussi, akankah Choi Minho termasuk salah satu dari mereka yang akan kesini?”tanyaku antusias

“Kita liat saja nanti, yang jelas Gil Hana noona akan ikut. Dia yang akan menjadi pemandu para idol”

“ne, jeongmalyo? Kenapa Daddy, tidak memberitahuku. Aku begitu merindukan Hana eonni.

“Mungkin Daddy-mu lupa, yasudah aku harus pergi. Besok pagi mungkin hanya ada 4 orang yang sampai terlebih dahulu, selebihnya mungkin sore baru akan tiba. Kalau begitu aku pamit ne, annyeong”ucap direktur Jang sambil meninggalkan aku.

Aku antusias untuk menyambut para Idol seperti yang dikatakan tuan Jang tadi, aku harap Shinee adalah salah satu dari boy grup yang akan kesini dan Choi Minholah satu-satunya member yang menjadi wakil mereka. Asal kalian tahu aku ini anak dari pemilik salah satu hotel terkenal di Singapore. Ayahku adalah warga Korea, dan ibuku adalah warga Singapore. Dan aku dilahirkan dan dibesarkan di Singapore, sayang Mommy meninggal 5tahun lalu ketika aku berumur 11tahun. Mommy meninggal karena kecelakaan, itu yang membuat Daddy terpukul hingga Daddy selalu  sibuk dengan pekerjaannya. Daddy sering ke luar negeri dan meninggalkan aku di rumah sendiri. 1tahun yang lalu Daddy mulai mempercayakan  aku untuk memegang  hotelnya selama Daddy ke luar negeri atau sedang dalam pekerjaan lain. “Jang ahjussi tadi bilang kalau Hana eonni akan ikut kesini, yah aku senang sekali. Dia adalah adik dari sahabat Mommy di Korea, aku pernah beberapa kali bertemu dengannya. Dia 7tahun lebih tua dariku, aku sudah menganggapnya seperti eonniku sendiri.

Author pov

Hari ini para idol yang akan menginap di hotel Suzy akan segera tiba mungkin beberapa menit lagi. Suzy kini tengah sibuk dengan aktivitasnya yaitu membersihkan dan menghias hotelnya agar tampak lebih indah dan nyaman.

Tiiinn tinnn…

Terdengar suara klakson mobil di luar hotel, “itu pasti mereka,”pikir Suzy. Ia segera merapikan peralatannya dan bergegas keluar untuk mengetahui siapa yang datang. Di luar tampak sebuah  limusin hitam. Di dalamnya terdapat 4 penumpang. 3 namja dan 1 yeoja. “Omo, itu kan….” Suzy menggantungkan ucapannya.

Suzy pov

“Omo, itu kan…”suaraku lirih. Aku tidak bisa percaya ini, mereka para penumpang mobil itu adalah “Jang ahjussi mereka bukankah mereka  2PM Nichkhun, Snsd Seohyun dan Shinee Choi Minho??,”tanyaku tak percaya dengan sosok yang aku lihat di depan mataku ini.

“Ne, Suzyah. Silahkan perkenalkan dirimu,”ucap Jang ahjussi sambil tersenyum ramah.

“N nne ne. Annyeonghaseyo, Bae Suzyimnida. Bangapseumnida,”ucapku sambil tersenyum ramah. Mereka bertiga tersenyum ramah padaku kecuali seorang namja, Choi Minho dia hanya menatapku malas.” Aigoo, seperti inikah kelakuan namja yang selama ini aku idolakan?Aku sungguh tak percaya,”ucapku dalam hati.

Segera aku persilahkan mereka untuk masuk dan kutunjukkan kamar mereka masing-masing. Tak lama mereka selesai berberes dan kini kami berkumpul di lobby hotel. Setidaknya tempat yang biasa disebut lobby telah kutata sedemikian rupa menyerupai ruang bersantai dan berkumpul. Aku menatap mereka takjub, dan tak butuh waktu lama aku mulai akrab dengan mereka, kecuali satu siapa lagi kalau bukan Choi Minho. Dia sungguh menyebalkan.

“Seohyun eonni, aku senang sekali bisa bertemu langsung denganmu dan Nichkhun oppa, kalian tahu aku adalah fans berat kalian,”ucapku antusias.

“Benarkah? Aku juga senang sekali bisa bertemu denganmu Suzyah,”ucap Seohyun ramah.

“norak sekali! Lalu kau juga akan bilang senang bertemu denganku? Aku sangat yakin kau pasti salah satu dari fansgirlku haha,”sela Minho

“Yakk, apa kau bilang? Jangan terlalu GR kau tuan Choi, bertemu denganmu membuatku ingin muntah,”ketusku

“Yakkk, kau beraninya berkata seperti itu, aku yakin dalam hati kecilmu jau pasti sangat berbahagia bertemu denganku.

“Apa aku tidak salah dengar? Justru aku lebih dan sangat sangat senang bertemu dengan Nichkhun oppa, karena aku seorang Hottest bukan Shawol.

“Sudahlah kalian seperti anak kecil saja,”Nichkhun oppa memotong perdebatan kami. Aku merasa menang, kulihat wajah namja itu berubah jengkel. Haha tentu saja, itu karena Nichkhun oppa lebih membelaku dan ia juga dimarahi oleh Seohyun eonni karena sikapnya. Aku tersenyum penuh kemenangan.

“Yakk, kau merasa ada yang lucu. Dasar pabbo yeoja,”bentak Minho yang melihatku merasa menang.

“Mwo?Minho  Ahjussi ini namja apa beraninya hanya pada yeoja kecil?” kataku sambil menjulurkan lidah.

“Neo, jugulle? Aku ini masih 19th pabbo.

“Ah jinjja? aku 16th berarti kau memang lebih tua dan tampak seperti ahjussi.

“Minho ah, Suzy ah sudahlah. Ku dengar dari tadi kalian bertengkar terus.Apa kalian tidak malu?”lerai Jang ahjussi yang tiba tiba datang.

“Mian ahjussi tapi Choi Minho ini yang mulai duluan,”belaku

“Sudahlah Suzy, dia memang seperti itu.

“Ne, ahjussi. Oh ya dimana Hana eonni? Ahjussi bilang dia akan kesini? Ahjussi tidak bohongkan?

“Anniyo Suzyah, Hana-ssi ikut dengan rombongan kedua, mungkin nanti sore ia akan datang.

Minho pov

Kenapa aku senang sekali mengejek yeoja ini, naluri ke-evilanku *authorngarang* muncul tiba-tiba, dia terlihat lucu dengan ekspresi kesalnya. Tapi sungguh menyebalkan dia selalu merasa menang sedari tadi, Seohyun, Nichkhun hyung, bahkan direktur Jang selalu membelanya.Tapi sebenarnya aku juga tak begitu tega bertengkar dengannya seperti ini.

TBC…

사랑 = 너랑나 SPECIAL PART

ini

Main cast            : Bae Suzy            (miss A)

Kim Myungsoo (Infinite)

Lenght                  : chapter

Genre                   : romance

Annyeong, kali ini saya bawa spesial partnya ff sarang = neo rang na. Sekedar info ff ini murni dari pemikiran saya. Semoga readers senang membacanya. Dan jangan lupa leave your comment and like, pleasee. WARNING TYPO!!! Selanjutnya sampai bertemu di FF Myungzy yang lain ^^

Happy Reading ^^

EPILOG

1 tahun kemudian….

Author pov

Hari ini adalah hari dimana Showcase tahunan diadakan, kali ini myungsoo diberikan kesempatan untuk menyanyi solo. Iapun tak menyianyiakan kesempatan itu, mengingat suzy telah bekerja keras di Showcase sebelumnya.

“kim myungsoo eoddi? Tanya lee saem.

“nan yeogi”jawab myungsoo sambil tersenyum. Lee saem kali ini benar-benar terkejut dengan tingkah laku muridnya ini.

“bersiaplah, setelah ini giliranmu”

“eoh”

Myungsoo menghampiri suzy yang tengah tersenyum manis di depan pintu ruang tunggu.

“jangan lupa, kau harus duduk di bangku yang sudah kuberitahu, arra”

“arraseo, fighting!”ucap suzy sambil mengepalkan kedua tangannya menyemangati namja yang telah bersamanya 1 tahun belakangan ini.

Panggung nampak gelap, selanjutnya lampu menyala menyorot seorang namja. Myungsoo tersenyum kearah Suzy yang kini tengah memperhatikannya. Kini ia mulai bernyanyi, Suzy nampak tertegun dengan lagu yang dibawakan myungsoo.

“eoh, lagu ini terdengar tak asing, hoksi..”gumam suzy.

Ditengah lagu myungsoo turun dari panggung, ia berjalan menuju bangku suzy dan memberikan sebuah mawar. Namja itu tersenyum, sembari berbisik “saranghae”.

Suzy kini nampak tersipu malu, dan hanya tersenyum kepada myungsoo. Ia tak habis pikir namja seperti Kim Myungsoo bisa melakukan hal yang bisa dibilang romantis untuknya. Myungsoo kembali ke atas panggung, kini ia bernyanyi sembari matanya hanya tertuju pada Suzy. Setelah lagu berakhir riuh tepuk tangan penonton ditujukan untuk myungsoo.

***

Showcase kini telah benar-benar berakhir. Kini suzy dan myungsoo tengah duduk di taman tempat meraka dulu sering berlatih. Keduanya saling diam, hingga suzy mengawali pembicaraan mereka.

“kim myungsoo, dari mana kau tau lagu itu?”

“sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu, wae? Kau ingin tahu?”tanya myungsoo.

“aish, jinjja”suzy mengerucutkan bibirnya dan mengalihkan pandangannya.

“suzyah, berhenti menggerutu dan marah kepadaku”

“wae?”

“kau tampak seperti bebek jika seperti itu”

“mwo?”

Kali ini suzy menoleh, dan dengan cepat myungsoo mengecup bibir yeojachingunya itu. Sontak membuat wajah suzy memerah.

“kau terlihat lebih cantik dengan wajah kepitingmu itu” ejek myungsoo.

Belum sempat suzy membalas melampiaskan kejengkelannya, myungsoo lebih dulu berkata

“tutup matamu,”perintah myungsoo.

“mwo”

“yya palli”

Kini suzy menutup matanya, dirasakannya myungsoo memasangkan sebuah benda dilehernya.

“cha, sekarang buka matamu”pinta myungsoo.

“seonmul”kata myungsoo sembari membawa sebuah bingkisan di kedua tangannya.

“waa, yeppuda. Gomawo, boleh ku buka?” kata suzy sambil memegang sebuah kalung cantik yang kini telah melingkar di lehernya.

“eoh”

“Gomawo. Wa, bukankah ini buku sketsamu?”tanya suzy.

“yya eotokkae arraseo? Bahkan aku tak pernah memperlihatkanny pada siapapun”

“mian, aku melihatnya tak sengaja. Kau harus membayar karena telah menjadikanku model dari sketsa yang kau gambar ini, myungsoah”

“aish, kau bahkan mendapatkan lebih dari bayarannya Bae Suzy”

“Mwoya?”

“Nan, Kim Myungsoo”

“Yya neo jinjja, kau yang lebih beruntung karena mendapatkanku” ujar Suzy sambil tertawa geli dengan apa yang dikatakan Myungsoo.

“aku hampir lupa, igeo? Aku tak menyangka, aku menjadi ispirasimu dalam menulis lagu. Satu lagi, jangan mengataiku pabbo dan mengelak bahwa kau tidak menyukaiku Bae Suzy” Kata myungsoo dengan smirknya sambil memberikan buku catatan suzy yang dulu dia bawa.

“eoh, kenapa ada padamu, yya dan kau kenapa membacanya isinya?”kini suzy menatap myungsoo geram.

CHU~~

Lagi lagi myungsoo mencium sekilas bibir suzy dan memeluknya.

“Suzyah, gomawo untuk selalu bersamaku”ucap myungsoo dalam hati.

“Myungsooah, aku berharap selalu seperti ini uri sarang, neo rang na yeongwonhi”batin Suzy.

“oppa, saranghae” ucap suzy sembari mengecup pipi myungsoo sekilas.

“kau bilang apa?”

“anni”

“yya, aku ingin mendengarkannya sekali lagi. palli”

“andwae” ucap Suzy sambil menjulurkan lidahnya  dan berlari meninggalkan Myungsoo. Melihat apa yang dilakukan Suzy membuat Myungsoo berdiri dan mengejarnya. Sembari berlari Myungsoo berteriak

“SUZYAH, SARANGHAE…”

“NADO SARANGHAE OPPA…”

END

사랑 = 너랑나 PART 6 (END)

ini

Main cast            : Bae Suzy            (miss A)

Kim Myungsoo (Infinite)

Others cast         : Park Jiyeon       (T-ara)

Lenght                  : chapter

Genre                   : romance

Akhirnya part end bisa dipost. rencananya, bakalan ada epilog dari ff ini, yang mau jangan lupa like dan komen ya, juseyo^^

Happy reading^^

Suzy pov

Kembali aku mengingat apa yang kai ceritakan padaku kemarin.

Flashback

“beliau meninggal satu minggu menjelang ulang tahun Myungsoo yang ke 11. Neo arra meskipun Myungsoo memanggilku hyung, namun usia kami tak terpaut jauh. Ini semua karena appaku, kim jong kook. Appa menikah dengan eomma karena dijodohkan, appa dan eunhye eomonim sudah saling mencintai sebelum itu, hingga suatu ketika eomma tahu bahwa appa juga mempunyai seorang anak dari eunhye eomonim. Sejak itu appa meninggalkan eommaku dan lebih memilih tinggal bersama Myungsoo dan eunhye eomonim. Sampai suatu saat, skandal bahwa eunhye eomonim adalah seorang simpanan beredar. Media berusaha mencari Myungsoo sebagai bukti, karena ingin melindungi Myungsoo, appa dan eunhye eomonim menitipkan Myungsoo kepada Eommaku. Ditengah perjalanan mereka mengalami kecelakaan, dan keduanya meninggal layaknya cerita cinta klasik. Dari situ aku sadar bahwa Appa pasti banyak menghadapi masa sulit untuk memperjuangkan cintanya. Sejak saat itu pula Myungsoo sendirian, ia sempat dirawat di rumahsakit karena ia terus menangis dan tak mau makan berhari-hari. Myungsoo selalu memanggil nama Eunhye eomonim dan juga Appa. Setelah myungsoo sembuh eomma mengajaknya tinggal bersama kami, dia menjadi dongsaengku. Dia adalah dongsaeng yang baik dan menurut, dan selalu membantu Eomma. Myungsoo selalu berusaha baik di depanku dan Eomma karena dia pernah mengatakan bahwa semua ini terjadi karena dia dan eommanya, sehingga membuatku dan eomma kehilangan Appa. Meskipun begitu eomma sangat menyayangi Myungsoo sampai-sampai yang mengetahui bahwa eomma sedang sakit  adalah Myungsoo, bukan aku. Myungsoo merawat eomma dengan baik sedangkan aku hanya bisa menangis saat eomma telah benar-benar pergi dari dunia ini.

“suzyah, yya bae suzy?” pekik jiyeon tepat ditelingaku.

“eoh, yya tak bisakan kau memanggilku tidak dengan suara melengkingmu itu?”

“yya, kenapa malah jadi kau yang berteriak? Salah siapa kau melamun tak jelas sampai tak menghiraukan panggilanku, eoh?” oceh Jiyeon tak mau kalah.

“sudahlah, aku pergi dulu”jawabku tegas.

“yya, kau mau kemana?

Aku tetap beranjak pergi meninggalkan Jiyeon. Kini aku menuju ke ruang kesenian, benar saja aku dapati myungsoo tengah duduk termenung sembari memegangi sebuah foto. Mungkin ini bukan saat yang tepat untuk menemuinya, akhirnya aku putuskan untuk pergi.

Drrrt drrrtt, ponselku bergetar.

From : Jongin

“Suzy-ah, pulang sekolah nanti bisakah kau temani aku? Datanglah ke XXX apartement lt.07 no.222, gidarilkke.^^”

Sepulang sekolah aku datang ke apartement yang kai maksud. Tak menunggu lama setelah menekan bel akhirnya kai membukakan pintu unrukku dengan wajah yang semakin, pucat?

“neo, gwaencanha?”

“eoh, masuklah”

Akupun masuk mengikuti Kai, sampainya di ruang tamu aku terkagum-kagum mendapati banyaknya lukisan dan juga foto yang tampak indah, terbingkai rapi diantara dinding dinding. Belum sempat aku melontarkan sebuah pertanyaan, Kai terlebih dulu membuka suara.

“ini adalah apartement myungsoo, ia sangat hobi melukis dan memotret. Dan itu adalah ruangan pribadinya, bahkan terlalu pribadi hingga aku tak diizinkan masuk tanpa ditemani olehnya, tckk”

“eoh, pantas saja begitu banyak lukisan disini”

“Suzyah, tunggu sebentar aku akan berganti. Dan kita akan pergi berjalan-jalan”

“kau yakin baik-baik saja? Lebih baik aku akan menemanimu beristirahat saja”

“gwanchana, tunggulah sambil melihat- lihat.” Ucapnya sembari tersenyum.

Seperti yang Kai katakan aku melihat-lihat isi apartement myungsoo, tiba-tiba mataku tertuju pada ruangan khusus myungsoo, entah atas dorongan apa aku masuk kedalam ruangan itu. Betapa terkejutnya aku ketika membuka buku sketsa miliknya. Halaman demi halaman aku buka, dan aku rasa mataku mulai salah karena tak ada objek lain di buku itu, bukankah ia menggambar sketsa diriku? Ketika aku tertidur, tertawa, berteriak, bahkan saat memasang wajah kesal. Kenapa myungsoo menggambarnya? Tak sengaja aku menyenggol kanvas miliknya dan terpampang jelas ia melukis wajahku yang tampak dari samping, namun dibawah lukisan itu aku menemukan sebuah tulisan “eomma, bogoshipo”. Aku benar-benar terkejut kenapa banyak sekali ia menggambarku? Kini aku kembali ke ruang tamu sambil menunggu kai. Setelah selesai ia mengajakku pergi ke amusement park.

***

“Suzyah, saranghae”

“oppa..”

“gwaenchana, aku tahu kau menyukai myungsoo. Setidaknya aku lega telah mengatakannya terlebih dulu”

“mianhae,”ucapku tertunduk lemah.

“jangan merasa bersalah seperti itu, aku rasa dia juga mempunyai peraasaan yang sama denganmu, jadi jangan khawatir”

“bagaimana dengan krystal”

“geokjonghajima, myungsoo berbohong tentangnya yang akan menemui krystal, kau tahu kenapa mereka putus?” tanya Kai.

“wae?”

“karena krystal lebih menyukaiku daripada myungsoo, lagipula krystal saat ini akan bertunangan”

Myungsoo pov

Aku rasa bel pulang telah berbunyi, namun aku masih saja malas beranjak dari ruangan ini. Terlebih karena hari ini Kai hyung akan berkencan dengan Bae Suzy. Aku tersenyum miris, apa benar yang aku lakukan ini? aku merasa telah menghianati kai hyung, lebih baik aku membiarkan mereka berdua bersenang-senang daripada mengganggu mereka.

Hari mulai sore dan aku baru mulai beranjak dari ruang ini. saat melewati pintu, aku mendapati sebuah  kertas notes tertempel rapi dan bertuliskan “neo jinjja pabboya, kenapa datang ke sekolah? kerjamu hanya berdiam diri disini, eoh?” aku hanya tersenyum tipis dan memasukkan kertas itu ke dalam saku celanaku. Bahkan saat seperti inipun ia mampu membuatku tertawa namun sekaligus miris.

“Andai aku yang lebih dulu menemukanmu, Bae Suzy” ucapku dalam hati. Aku kembali melanjutkan jalanku sampai ponselku berbunyi

“yeoboseyo..”

“mm myung myungsoo-ah hiks hiks”

“yya, wae gurae? Kenapa suaramu seperti itu? Kau menangis?”

“Kk Kai…”

“wae, ada apa dengan Hyung?

“cepat ke rumah sakit, dia pingsan”

Tanpa babibu aku segera berlari dan bergegas ke rumah sakit. Nafasku masih terengah-engah saat sampai di lorong ruangan Kai hyung di rawat. Aku mendapati yeoja itu meringkuk sambil menangis. Perlahan aku menghampirinya, “uljima, semua akan baik-baik saja”ucapku berusaha menenangkannya. Namun, ia tak menanggapinya masih saja suara isakannya yang terdengar.

“mm mianhae..”

“gwaenchana, sekarang berhentilah menangis”ucapku seraya mengacak rambutnya perlahaan.

***

Beberapa lama kemudian seorang dokter keluar dan berkata padaku,”Keadaannya semakin melemah. Kau Kim Myungsoo?”

“ne, uisanim”

“masuklah ia ingin bertemu”

Aku segera masuk dan meninggalkan Suzy, aku yakin yeoja iu juga ingin masuk bersamaku namun aku mencoba memberikan pengertian, agar dia tetap menunggu di luar.

“hyung”lirihku saat melihat keadaan Kai hyung sangat lemah.

“M myungie…do wa jul ke” ia berkata lirih dan terbata-bata.

“apapun akan aku lakukan hyung, eoddi appa? Bertahanlah dokter akan mengusahakan yang terbaik.

“anni, su dah semakin dekat, a..aku mohon jaga Su Suzy untukku, je ball”

“apa yang kau katakan hyung, andwae kau jangan berkata seperti itu”

“je ball Myung, itu adalah kenginan terakhirku” ucap Kai hyung di hembusan nafas terakhirnya.

“ANDWAEEEEE, HYUNGGG”

Author pov

1 minggu kemudian….

Bae suzy sangat merasa bersalah dengan meninggalnya Kai. Bahkan setelah seminggu kepergiaannya ia masih belum bisa percaya, dan lebih parahnya lagi ia tak mempunyai sedikit keberanianpun untuk menemui Kim Myungsoo. Meskipun hati kecilnya khawatir, namun ia tak dapat melakukan apapun. Ia terlalu pengecut, rasa bersalahnya membuat Suzy menyalahkan dirinya untuk kematian Kai. Seandainya hari itu ia tidak pergi bersama Kai, mungkin saat ini Myungsoo masih bisa bercanda bersama namja itu. Jiyeon yang merasa kasihan melihat sahabatnya seperti itu hanya bisa pasrah tanpa melakukan apapun, sebenarnya jiyeon juga tak tahu harus berbuat apa. Suzy yang sekarang ini jadi lebih pendiam, di kelas dia hanya melamun, hingga kadang Jiyeon juga menemukannya tengah menangis di kamar mandi.

Di sisi lain, sama halnya dengan Suzy yang tak kalah terpukul dengan kematian Kai, siapa lagi kalau bukan Kim Myungsoo. Namja itu memang sempat terpuruk, namun ia lebih bisa menerima kenyataan. Baginya hal itu bukanlah yang pertama kali untukknya merasakan kehilangan orang yang ia sayangi, bahkan satu persatu orang itu kini telah tiada. Namja itu teringat akan permintaan Jongin, setidaknya itu yang dijadikannya alasan untuk bertahan dan kembali dalam kehidupan nyatanya.

***

Hari ini myungsoo kembali ke sekolah, ia melihat bangku sampingnya kosong. Pada akhirnya ia bertanya pada jiyeon dimana Suzy.

“suzy, dimana dia?”

“yya, kim myungsoo akhirnya kau datang juga, keadaan suzy sangat mengkhawatirkan, dia jadi seperti mayat hidup belakangan ini, dia tidak lagi seceria dulu, sering menangis, bahkan dia suka menyendiri”

“aku tanya dimana dia sekarang?”

“molla, mungkin di atap”

Mendengar jawaban dari jiyeon, myungsoo langsung bergegas meninggalkan kelas dan mencari Suzy. Jiyeon yang merasa tidak ditanggapi hanya menggumam sebal.

Sementara itu seorang yeoja nampak duduk termenung, di atap sekolah. matanya berkaca-kaca dan tatapannya kosong.

“yya, bae suzy” sebuah suara tampak menginterupsi kegiatan yeoja itu, namun ia masih tak bergeming.

“neo pabboya, apa yang kau lakukan disini?”

Perlahan myungsoo mendekat pada suzy, didekatkan wajahnya dengan wajah yeoja itu.

“aku bertanya apa yang kau lakukan disini”

Suzy kini yang mulai sadar mengerjap, menyadari wajahnya dan myungsoo sangat dekat. Karena tak mendapatkan respon apapun, kini myungsoo menempelkan telapak tangannya pada dahi Suzy.

“kau sakit? Biasanya kau cerewet sekali”

“mi mianhae” lagi lagi kata itu yang berhasil keluar dari mulut Suzy.

“cukup, apa kau akan terus-terusan menyalahkan dirimu seperti ini? eoh?”

“jal mothaesseo”

“geumanhae, dimana bae suzy yang dulu, eoh? Kau benar-benar akan terus seperti ini?”

Myungsoo kini tampak mulai menaikkan suaranya.

“neo ttemune,” lirih suzy.

“mwo? Kau bilang karena aku? Aishh jinjja, bae suzy neo micheosseo? Sekarang kau menyalahakan aku?” kini myungsoo nampak marah, dan pergi meninggalkan suzy.

“eoh, karena aku terlalu mengkhawatirkanmu”

Langkah myungsoo terhenti ia berbalik dan menatap Suzy yang kini tengah berdiri membelakanginya. Ia kembali dan menarik pergelangan Suzy, sampai yeoja itu berada dipelukannya. Entah sejak kapan airmata yeoja itu mulai mengalir. “mianhae myungsooah, aku terlalu menghawatirkanmu. Aku terlalu takut bertemu denganmu, aku takut kau membenciku, aku…”

Belum sempat Suzy melanjutkan kata-katanya, myungsoo melepaskan pelukannya, diraihnya kedua pipi Suzy menepis jarak antara keduanya, myungsoo melumat bibir suzy perlahan. Setelah beberapa detik ia melepaskan ciumannya dan kembali membenamkan suzy dalam pelukannya.

“geokjeonghaji mara, dengarkan aku baik-baik Bae Suzy, karena aku tak akan mengatakannya lagi. Nan jinjja gwaenchana, jangan malah membuatku semakin khawatir denganmu yang seperti ini, aku memang bersedih kehilangan Kai hyung, tapi aku tidak ingin lagi kehilangan, terlebih kehilangan yeoja yang sangat berharga untukku, karena kau adalah alasan untukku kembali, aku menyukaimu. Jadi kumohon kembalilah menjadi bae suzy yang seperti dulu, jangan seperti ini dan membuatku khawatir, saranghae”

“myungsooah,” kini suzy melepaskan pelukannya dan menatap mata namja es itu. Ia sama sekali tak menemukan kebohongan disana.

“nado saranghaeyo” ucap suzy kembali membenamkan tubuhnya dipelukan namja es yang kini menjadi namjachingunya.

END

사랑 = 너랑나 PART 5

ini

Main cast            : Bae Suzy            (miss A)

Kim Myungsoo (Infinite)

Others cast         : Park Jiyeon       (T-ara)

Kim Jongin          (exo-K)

Lenght                  : chapter

Genre                   : romance

Annyeong, special buat Myungzy’s Day, saya akan pos FF ini hingga part akhir. jangan lupa leave comment and like ya, juseyo^^

Happy reading^^

Myungsoo pov

“mian, kau harus bernyanyi sendiri. Keundae kau sangat hebat” gumamku.

Saat ini aku sedang berada di taman, menuggu Kai hyung melakukan terapi. Bae suzy, kenapa yeoja itu menangis saat ia tadi bernyanyi. Mengapa hal ini semakin membuatku bertanya-tanya. aku tidak boleh egois kai hyung lebih membutuhkan yeoja itu daripada aku. Aku harus berhenti memikirkan yeoja itu dari sekarang.

Seminggu kemudian…

Satu hari semenjak showcase berlangsung, yeoja itu selalu datang untuk menemui Kai hyung dan merawatnya. Dan aku mulai menjaga jarak dengannya. Hari ini Kai hyung akan pulang dari rumah sakit, ia bilang sudah tak apa dan ingin beristirahat di rumah. Suzy, lagi lagi yeoja itu selalu berada di samping Kai hyung. Semua ini cukup melelahkan untukku, setidaknya karena ada yeoja itu aku bisa meninggalkan Kai hyung dan pergi untuk menenangkan pikiranku.

“hyung, mian aku ada janji setelah ini kau bisa pulang dengannya”

“kau ada janji dengan siapa? Apa begitu penting sampai kau tak bisa menemaniku pulang?”tanya Kai hyung.

“mian hyung, aku….Krystal. iya aku akan menemui Krystal”

“jinjja? Kau akan bertemu dengannya? Geurae kau boleh pergi, Fighting”

Author pov

Kali ini suzy dan Kai sudah sampai didepan apartemen tempat Kai dan Myungsoo tinggal. Suzy membantu Kai membereskan barangnya. Kini mereka berdua sedang duduk di ruang santai sambil menonton sebuah reality show kesukaan Kai.

Beberapa saat mereka saling diam, hingga Suzy membuka suara.

“kalian hanya tinggal berdua disini?

“em, sebenarnya aku tinggal sendiri beberapa minggu yang lalu aku meminta Myung untuk menemaniku.

“jadi sebelumnya kalian tinggal terpisah?”tanya Suzy hati hati.

“majja, dia sebelumnya tinggal di apartement dekat sekolah kalian” jawab Kai sambil menyunggingkan senyum pucatnya.

“hari mulai sore, kenapa dia belum kembali?”

“dia sedang bertemu Krystal, mereka pasti sedang saling melepas rindu.”

“Krystal?”

“eoh, dia cinta pertama sekaligus mantan pacar Myungsoo yang baru kembali dari Canada.”

DEG. Seketika raut wajah suzy berubah, senyumnya seakan dipaksakan. Mungkin benar yang Jiyeon katakan, ia sudah teramat dalam mencintai namja es itu. Sakit, bahkan rasa sakitnya berlipat dari saat Myungsoo menyuruhnya untuk selalu di sisi Kai. Suzy seakan kehilangan harapan, mungkin ini adalah alasan mengapa Myungsoo selama ini dingin kepada para yeoja.

“suzyah, wae? Gwaenchanha?” tanya Kai yang menyadari perubahan raut wajah Suzy.

“eoh, anni?”jawab suzy sambil tersenyum kikuk.

“kau lapar, Suzyah?

“anni. Eoh, geu sajin nuguya? Bukankah itu seorang penyanyi”

“ne, geu sarameun Myungsoo eomma, Yoon eun hye eomonim (anggap ibunya Myung)”

“mwoya? Jinjja? Beliau adalah penyanyi favoritku, Kai-ya neo arra lagu Don’t Forget Me (ost Gu family book) itu adalah lagu kesukaanku” jawab suzy mulai antusias.

“geuraeyo? Lagu itu lagu yang beliau tulis bersama uri Abeoji menjelang ulangtahun Myungsoo yang ke 10. Dia juga sangat menyukai lagu itu.”

“daebak, Kai-ah lalu dimana beliau sekarang? Semenjak aku pindah ke Jerman, aku tak pernah mendengar beliau menyanyi lagi”

“Eunhye eomonim sudah meninggal Suzyah uhuk uhuk”ucap Kai lemah disertai batuk ringan.

“mian,”wajah suzy kembali tertunduk lesu.

“beliau meninggal satu minggu menjelang ulang tahun Myungsoo yang ke 11. Neo arra meskipun Myungsoo memanggilku hyung, namun usia kami tak terpaut jauh. Ini semua karena appaku…….”cerita kai.

“Kai-ah,”suzy berhambur memeluk Kai, berusaha sedikit mengurangi kesedihan namja pucat itu.

“Suzy-ah mianhae, membuatmu berada disisiku dan membuat kalian tersakiti. Aku titip myungsoo, dia adalah dongsaeng terbaikku,” ucap kai sambil memegang pergelangan tangan Suzy.

“mwoya, apa yang kau katakan?”tanya Suzy.

“Anni, aku hanya ingin kau tahu, aku sangat bahagia Suzyah, neomu haengbokhae.”

Myungsoo pov

Hari mulai larut dan aku bergegas pulang untuk menemani Kai hyung. Setidaknya menyendiri sudah membuatku lebih baik. Ya, aku memang pergi ke tempat dimana tak seorangpun dapat menggangguku. Setelah sampai di depan pintu aku masuk, namun lagi-lagi apa yang aku lihat membuat dadaku sesak. Kai hyung sedang menggenggam tangan yeoja itu.

“ aku pulang hyung, eoh mian” ucapku bergegas masuk kedalam kamar.

“ myungie, tolong antarkan Suzy pulang, hari sudah gelap” pinta Kai hyung.

“ tapi hyung…” belum sempat aku melanjutkan perkataanku yeoja itu sudah lebih dulu menyahut.

“ gwaenchanha, aku akan pulang sendiri”

“ tapi Suzyah,”sela Kai hyung.

“ sebentar lagi Jiyeon sampai, aku akan pulang bersamanya Kai-ya, kami sudah membuat janji sebelumnya” ucap yeoja itu lagi. Mendengar apa yang ia katakan, aku sedikit lega seditaknya aku tidak akan terjebak rasa canggung bersamanya, serta membuatku tak perlu mencemaskannya. Aku bergegas masuk ke dalam kamarku. Aku rebahkan tubuhku diatas ranjang, namun tak begitu lama aku terbangun dan memeriksa tas sekolahku. Benar saja, aku masih menyimpan buku Suzy yang tertinggal di laci mejanya tempo hari dan belum sempat aku kembalikan. Entah atas dorongan apa aku membuka lembar demi lembar buku itu.

“ternyata kau suka mengarang lagu,”gumamku ketika melihat beberapa halaman bukunya yang berisi coretan lirik serta nada yang ia tulis sendiri. Aku mengambil gitarku dan mencoba memainkan beberapa melodi yang ia tulis. Lembar demi lembar telah  kulihat, sampai mataku terhenti pada sebuah halaman, dimana tertulis sebuah nama yang membuatku mengernyit heran

KIM MYUNGSOO neo pabboya!-_-

“wae?”gumamku. aku membuka halaman selanjutnya, yang sukses membuatku membulatkan mata.

Solma~ Naega Myungsoo neun joha? Andwae T.T

Annirago, Myungsoo neun sirheo!!!sirheo!!!sirheo!!!

Cepat cepat aku menutup buku itu dan kembali memasukkannya ke dalam tas sekolahku. Ada apa denganku ini, dadaku kembali terasa sesak namun tidak begitu sakit seperti sebelumnya. Aku mencoba memejamkan mata, namun bayangan yeoja itu kembali muncul.

Keesokan harinya….

Suzy pov

Pagi ini aku telah bersiap berangkat ke sekolah, aku dan Donghae oppa tengah sarapan bersama.

“oppa, appa dan eomma belum kembali?”tanyaku.

“eoh, oppa lupa memberitahumu appa dan eomma akan sementara akan menetap di Jepang. Ada beberapa hal yang harus mereka kerjakan.”

“kenapa oppa baru memberitahuku”

“mian, oppa lupa memberitahumu. Kau baik-baik saja kan? Bagaimana sekolahmu?”

“gwaenchanha oppa, sama seperti biasanya oppa”

“baguslah, kalau begitu cepat habiskan sarapanmu dan kita berangkat. Hari ini oppa yang akan mengantar dongsaeng kesayangan oppa ke sekolah”

***

Pelajaran Lee seonsaengnim baru saja berakhir. Saat ini aku dan jiyeon sedang makan siang di kantin.

“suzyah, bukankah itu myungsoo?”tanya jiyeon. Mataku mengikuti arah yang dimaksud jiyeon, benar saja, ia baru saja keluar dari ruang Lee saem. Mungkin ini karena showcase beberapa hari lalu, bukankah ia baru kembali ke sekolah hari ini. Mataku terus mengikuti kemana namja itu berjalan, aku rasa ia akan menuju ruang kesenian yang sudah tak terpakai itu. Kembali aku mengingat apa yang kai ceritakan padaku kemarin.

TBC…

사랑 = 너랑나 PART 4

ini

Main cast            : Bae Suzy            (miss A)

Kim Myungsoo (Infinite)

Others cast         : Park Jiyeon       (T-ara)

Kim Jongin          (exo-K)

Lenght                  : chapter

Genre                   : romance

FF ini adalah murni karangan author, tolong dihargai dengan leave your comment and like, juseyo~~

Happy Reading ^^

Author pov

“eoh, neo arra dia adalah saudara tiriku”

“jinja? Jadi selama ini yang mengirim sms dan juga bunga itu…”

“nega, suzyah. Sebenarnya, aku benar-benar menunggu hari ini, dimana kita bertemu kembali. Keundae, mungkin tak lama lagi, aku ingin kau tahu Suzyah dari awal kita bertemu, aku aku menyukaimu. Saat itu aku memang masih berumur 10tahun tapi, sampai kau menghilang bahkan sampai saat ini aku sangat sangat menyukaimu”

Mendengar perkataan panjang lebar dari kai, suzy hanya bisa diam mematung. Dia tak dapat memberikan jawaban apapun.

***

Sampainya di rumah, Suzy masih tak menyangka dengan apa yang dialaminya. Namja yang ia temui di taman tadi, adalah namja yang dulu sering bermain dengannya, sekarang namja itu muncul secara tiba-tiba dan mengatakan perasaanya. Satu hal lagi yang nampak membuat suzy terkejut, namja itu adalah saudari tiri dari Kim Myungsoo. Entah mengapa memikirkan semua ini  benar-benar membuat yeoja cantik itu merasa frustasi.

Keesokan harinya…

Suzy tampak bersiap untuk berangkat sekolah. Sampainya di kelas, Jiyeon segera memberondong Suzy dengan sejuta pertanyaan. Wajar saja, setelah pergi dari taman kemarin sore Suzy belum sempat menceritakan ending dari pertemuannya dengan namja bernama Kai tersebut.

“molla, aku tak bisa memberikan jawaban apapun jiyeonah. Entah apa yang harus aku lakukan”jawab suzy lemah.

“kau bingung, karena ia adalah saudara tiri Kim myungsoo, keutchi?

Suzy nampak mendongakkan kepalanya mendengar nama Myungsoo disebut. Namun, ia hanya diam tak merespon apa yang dikatakan Jiyeon.

“Suzyah, perasaan seseorang itu tidak bisa dibohongi. Apa yang hatimu inginkah, maka ikutilah itu,”

Kali ini suzy tersenyum tipis mendengar perkataan dari sahabatnya itu. “gomawo, jiyeonah”ucap suzy tulus.

Myungsoo pov

“hyung, bangunlah jebal” teriakku sembari berjalan beriringan dengan Kai hyung yang sudah tak sadarkan diri. Saat ini aku berada di rumah sakit, pagi tadi aku menemukan Kai hyung tak sadar diatas ranjang miliknya. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, dia adalah satu-satunya orang yang aku punya. Selang beberapa lama, dokter keluar.

“uisanim, bagaimana keadaan hyungku?”

“mianhada, untuk sekarang dia sedang berada dalam kondisi tidak baik. Tidak ada kemungkinan untuk sembuh. Hanya berikan yang terbaik disisa waktu yang ia miliki”

“solma, jebal selamatkan dia dokter”

“jeongmal mianhada, sekarang masuklah, dia belum sadar keundae sedari tadi ia mengigau memanggil sebuah nama,”

“nama? Nugu?”

“Suzy, sedari tadi ia sesekali menyebut nama itu”

“eoh, algeseumnida, gamsahamnida uisanim”

Author pov

Di kamar rumah sakit…

“Hyung, kau benar-benar menyukai yeoja itu? Mianhae hyung, aku tau yeoja itu memang berbeda, saat ia tertawa neomu yeppuda. Mian, aku menghianatimu karena perasaan ini, mulai saat ini aku berjanji akan membuatmu bersamanya.” Gumam myungsoo disamping Kai yang masih menutup rapat kedua matanya. Kini myungsoo mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan yang ditujukan untuk Suzy. Tak menunggu lama ponsel myungsoo berdering, menandakan sebuah pesan masuk.

From: Pabbo yeoja

Nde, arra. Aku akan segera kesana.

Suzy kini tengah berlari kecil menuju resepsionis rumah sakit. Setelah mengetahui kamar Kai ia segera menuju kesana. Ya, ia baru saja mendapat kabar dari Myungsoo bahwa Kai sedang dalam keadaan kritis.

“Myungsoo-ah”lirih Suzy setelah sampai ke dalam kamar Kai dirawat.

Myungsoo hanya menoleh, menatap yeoja yang kini berjalan mendekat kepadanya.

“Bagaimana keadaan Kai-ssi?” tanya Suzy berhati-hati. Namun, ia tak mendapat sepatah katapun sebagai jawabannya. Suzy mengerti, dari raut namja ini memang nampak sangat bersedih. Diraihnya pundak Myungsoo, berharap ia dapat menyalurkan kekuatan untuk namja itu, seraya berkata “gwaenchana Myungsoo-ah, semua akan baik-baik saja”

“anni, ini semua salahku. Aku yang membiarkan Kai hyung pergi sendirian, aku tak dapat menemaninya, hingga hyung seperti ini. Aku yang sudah tahu keadaan hyung bukan menjaganya, malah membiarkannya seperti ini. Dia satu-satunya orang yang aku punya, dan aku gagal untuk menjaganya.”

“Myungsoo-ah, mianhae”

“kau Suzyah, hanya kau yang kai hyung butuhkan saat ini. Kumohon, tetaplah disisinya”

“Gundae…”

“jebal, aku harap kau bisa mengabulkan permohonanku.”

“ye arraseo”

~Keesokan harinya~

Suzy pov

Aku sangat lelah, semalam aku menginap di rumah sakit menjaga Kai, seperti yang Myungsoo minta. Akan tetapi entah mengapa, hatiku sedikit menentang apa yang Myungsoo katakan. Aku melakukan ini semua untuk Myungsoo, iya benar untuk Myungsoo. Dan syukurlah raut kesedihan di wajahnya sedikit berkurang, karena Kai sudah sadar. Saat ini aku bergegas menuju tempat Showcase berlangsung.

“Suzyah, neo gwaenchana? Kau tampak sangat kelelahan” ujar Jiyeon setelah aku sampai di ruang make up.

“mm, gwaenchana jiyeonah”

“kim myungsoo? Dimana namja itu?”

“dia sedang di rumah sakit jiyeonah, ia sedang menjaga Kai”

“Omo, wae gurae?”

Aku menceritakan semua apa yang terjadi kepada Jiyeon. Begitu pula saat Myungsoo memintaku untuk menjaga Kai, anni tapi untuk selalu disamping namja itu.

“keundae jiyeonah, aku tak mengerti kenapa saat Myungsoo yang mengatakan itu, dadaku terasa sesak” lirihku.

“Suzyah, aku mengerti apa yang kau rasakan. Kenapa kau tak memberi tahu myungsoo saja, bahwa kau menyukainya? Itu akan sedikit melegakan”

Lagi lagi aku terdiam mendengar ucapan Jiyeon. Pikiranku entah melayang kemana hingga suara Lee seonsaengnim memecah lamunanku.

“Bae Suzy, setelah Jiyeon dan temanmu yang lain turun adalah giliranmu. Tapi dimana Kim myungsoo? Dia tidak datang?”

“anni saem”

“yya wae?brandal satu ini benar-benar. Eottokhae? Bagaimana ini? Sebentar lagi kalian harus perform?” ucap Lee saem frustasi.

“gwaenchana saem, aku akan melakukannya. Kim Myungsoo ia sedang di rumah sakit.

“kau yakin bisa melakukannya, sendiri?

Author pov

Kini giliran Suzy yang akan naik ke atas panggung, Jiyeon menyemangati yeoja itu.

“Suzyah, fighting” Suzy membalasnya dengan tersenyum tipis.

Kini lampu panggung seluruhnya mati, dentingan piano terdengar tak lama kemudian disusul center lamp yang menyala, menyorot seorang yeoja yang tampak anggun dengan mini dress berwarna peach yang ia kenakan. Akan tetapi teman sekelas Suzy, termasuk Jiyeon dan juga Lee saem tampak kaget mendengar irama yang berbeda dari lagu yang harusnya dibawakan yeoja itu.

Mianhanda mal hajimarayo (jangan katakan maaf)

                Naege sarangeun kkeuti aninde (untukku cinta ini belum berakhir)

“omo, saem? Wae? Kenapa Suzy tiba-tiba mengganti lagunya?”tanya salah seorang teman sekelas Suzy kepada Lee seonsaengnim.

“Gwaenchana, Suzy pasti sudah memikirkannya. Lagipula ini pasti lebih baik daripada ia harus menyanyikan lagu duet sendiri”jawab Lee saem bijak, meskipun sebenarnya beliau sendiri juga sedikit khawatir.

Saranghana ppuninde saranghal su eopgo (cintaku hanya satu, tapi aku tak bisa mencintai)

Jeongmal hagosipeun mal halsudo eomneunde (aku tak dapat mengatakakan apa yang ingin aku katakan)

“Bagus Suzyah, ungkapkan apa yang harusnya kau ungkapkan. Semoga Myungsoo tahu akan hal ini,”lirih Jiyeon diiringi isakan haru.

Jeomjeom meoreojyeoganeun sarangi jikhiji mothal (cinta ini semakin menjauh)

                Maldeuri nal ulke haneyo (membuatku menangis sendiri)

Saranghaeyo saranghaeso eothokkayo (aku mencintaimu, karena aku mencintaimu, apa yang harus aku lakukan)

Suzy benar benar larut dengan lagu yang ia bawakan, semua penonton tampak kagum dan terharu dengan suara Suzy. Di sisi lain, Myungsoo juga tengah menyaksikan penampilan Suzy dari layar tablet putih miliknya. Ia hanya dapat menatap sedih tabletnya itu.

Apeun sarangirado gwaenchanha (meski cinta ini menyakikitkan, aku tak apa)

Tanpa ia sadari, tetes demi tetes airmata mengalir seiring dengan bait lagu yang Suzy bawakan, seakan itu adalah hal yang sangat ingin ia sampaikan.

Seulpheun unmyeongirado (walau takdir ini menyedihkan)

Geudaereul bonaelsu eobseo (aku tak bisa melepasmu)

Saranghaeyo geudaenikkayo (aku mencintaimu, karena itu kamu)

Riuh tepuk tangan penonton seiring suzy mengakhiri bait terakhir dari lagunya. ia tak percaya akan mendapat tepuk tangan yang begitu meriah. Sekilas senyum diberikan Suzy mengakhiri penampilannya dan turun dari panggung, seketika jiyeon berlari dan memeluknya.

“Daebak, Suzyah neo neomu daebak jinjja” ucap Jiyeon diiringi isak tangisnya.

“gomawo, jiyeonah. Chakkaman, kau menangis jiyeonah? Tanya suzy

“ yya, neo pabboya aku terharu dengan lagumu, aku tak tahu ternyata perasaanmu begitu dalam untuk namja dingin itu. Keundae suzyah aku mendoakan yang terbaik untukmu, semoga namja esmu itu sadar.

“yya, park Jiyeon kata-katamu seperti seorang unni saja, dengan begitu aku rasa kau sudah pantas menjadi unniku, Jiyeonah. Anni, maksudku Jiyeon unni. Hehe

“Bae Suzy, aku sedang bersedih untukmu, kenapa kau malah meledekku. Neo jinjja”

TBC….

사랑 = 너랑나 PART 3

ini

Main cast            : Bae Suzy            (miss A)

Kim Myungsoo (Infinite)

Others cast         : Park Jiyeon       (T-ara)

Lenght                  : chapter

Genre                   : romance

Annyeong, orenmaniya~~

Kali ini author back dengan kelanjutan ff sarang = neo rang na. selamat membaca, semoga suka dan jangan lupa your comment and like juseyo~~

Happy reading^^

Author pov

Suzy kini sedang asyik menuangkan pikirannya ke dalam sebuah lirik lagu. tangannya begitu serius memainkan tuts-tuts  keyboard yang ada di kamarnya. Sampai tak sadar waktu mulai sore, ia masih saja sibuk dengan apa yang dia lakukan. Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi Suzy bergegas membukakan pintu, namun ia tak menjumpai siapapun. Kini matanya beralih memandang sebuket mawar yang tergeletak di bawah pintu rumahnya. Ia membaca sepucuk surat yang terselip diantara mawar itu.

“Mrs. Bae cepatlah sembuh, aku merindukanmu”

“ige mwo? Siapa sebenarnya yang mengirimkan bunga ini?”gerutu Suzy.

***

3 hari belakangan ini Suzy semakin sering mendapatkan paket dari pengirim tak dikenal. Awalnya ia berusaha untuk tak menghiraukan hal itu, namun lama-kelamaan ia menjadi penasaran siapakah orang itu. Sudah dua hari ini pula ia tak berlatih dengan Myungsoo, entah apa yang sedang namja itu lakukan ia seolah menghilang di telan bumi. Parahnya lagi, Suzy tak tahu berapa nomor ponsel serta alamat namja dingin itu sehingga ia tak bisa menemukan keberadaanya dan mengajaknya berlatih untuk show case yang tinggal 3 hari itu.

Myungsoo pov

“hyung, igeo sketsa yang kau inginkan. Bagaimana keadaanmu?”

“gwaenchana, gomawo myungie”

“kau tampak pucat hyung, apa kau keluar lagi hari ini”

“aku hanya pergi melihatnya dari kejauhan”

“yya hyung, wae? Hal itu hanya akan membuatmu kelelahan dan memperburuk kondisimu”

“anni myungie, setidaknya meskipun aku mati hari ini aku akan sangat bahagia, jika bisa menyatakan semua ini kepadanya.

Perkataan hyung tadi benar-benar membuatku diam tak berkata, hyung benar-benar mencintai yeoja itu. Aku tak tahu apa yang harus aku perbuat, meskipun kami berbeda ayah aku sangat menyanyangi hyungku ini. Dia sudah banyak menderita karena eomma lebih memilih bersama appaku dan meninggalkan suaminya yang dulu. Meskipun begitu ia selalu baik kepadaku dan selalu melindungiku. Sampai kini aku tahu, hyung selama ini menderita sendiri karena penyakit keturunan yang dideritanya. Penyakit ini pula yang beberapa tahun lalu merenggut nyawa eomma kami.

Author pov

Hari ini Suzy sedang di kantin bersama Jiyeon, ia asyik bercerita mengenai pengirim bunga rahasia itu. Jiyeon mendengarkan dengan serius sambil ikut berpikir siapa sebenarnya namja yang selama ini mengganggu sahabatnya itu. Namun tiba-tiba ponsel suzy kembali berdering, ia kembali menerima sebuah pesan singkat.

From : *****

Mrs. Bae temuilah aku sore ini di Taman dekat sekolahmu, ada sesuatu yang ingin aku katakan. Aku menunggumu J

“jiyeon-ah, eottokae? Bacalah ini” kata suzy panik sambil memberikan ponselnya kepada Jiyeon.

“omo, orang ini benar-benar. Apa yang sebenarnya dia inginkan”pikir jiyeon.

Karena Suzy berpikir untuk mengakhiri semua ini dan mengetahui siapa sebenarnya selama ini selalu mengganggunya, ia memutuskan untuk menemui namja rha Tanpa seorangpun tahu Jiyeon mengikuti Suzy untuk berjaga-jaga siapa tahu namja itu punya niat buruk terhadap Suzy.

###

Di taman nampak seorang namja berbalut syal dan baju tebal tengah duduk menanti seseorang untuk datang. Wajahnya pucat namun ia tampak bersemangat sembari memegang ponsel miliknya.

Suzy pov

Kini aku berada di taman yang dimaksud, mataku menoleh kanan kiri berusaha menemukan siapa orang itu sebenarnya. Sementara Jiyeon kini tengah menyamar dan mengawasiku dari balik pohon besar tak jauh dari tempatku berdiri. Ponselku berdering, masuk sms dari nomor tak dikenal lagi. Tapi kali ini dari nomor berbeda.

From:*****

Yya, kenapa kau malas sekali, showcase lusa dan kau malah asyik bermain tanpa berlatih denganku, pabbo yeoja.

To:*****

Nuguya?

From:*****

Nan Kim Myungsoo.

DEG. Jantungku bergemuruh tak menentu. Kalau ini nomor Kim Myungsoo, lalu siapa yang selama ini mengirim sms maupun bunga ke tempatku. Beberapa saat kakiku seakan membeku tak mampu bergerak, namun kini tanganku mengetikkan sebuah pesan untuk jiyeon yang tengah mengawasiku dari kejauhan. Apa yang harus aku lakukan, kalau itu bukan kim Myungsoo lalu siapa? Pertanyaan itu seakan berputar-putar di otakku. Ponselku kembali bergetar, 1pesan dari jiyeon yang mengatakan padaku untuk kembali. Namun, dengan cepat aku mengatakan untuk tetap menemui namja misterius ini. Mataku kembali mencari-cari sosok namja misterius itu, dan aku menangkap seorang namja nampak duduk disebuah bangku yang berada di bawah pohon besar, tempat yang biasa aku datangi.

“mrs. Bae” teriak namja itu sambil tersenyum ketika ia melihatku. aku hanya menoleh dan tersenyum tipis, namja itu berdiri menghampiriku. “aa, mian”ucapku saat namja itu berusaha menggandeng tanganku.

“neo, nuguseyo?”tanyaku ketika kami telah duduk di bangku yang tadi ia tempati.

“kau tak mengenalku? Orenmaniya, nan  Kim Jongin” ucap namja itu sambari tersenyum dan mengulurkan tangannya.

“kim jongin?” ucapku perlahan.

“kau benar-benar melupakanku, uri tokki”

“uri tokki?”gumamku sembari berpikir.

Author pov

Suzy tampak berpikir siapa sebenarnya kim jongin. Tak lama ia seperti mengingat sesuatu.

Flashback

“eotokkae, aku yakin komiknya tertinggal disini, oppa pasti marah jika tahu komik kesayangannya hilang,”

“yya,neo inikah yang kau cari?”

“eoh, ne gamsahamnida telah mengembalikannya”

“em, nan kim jongin”

“nan bae suzy, gomawo jonginssi”

“anni, kai oppa panggil aku kai oppa”

“ne, kai oppa” ucap suzy kecil sambil tersenyum.

Semenjak kejadian itu mereka sering bermain bersama di taman tempat mereka pertama bertemu.

“Suzyah, igeo seonmul” ucap kai kecil sambil memberikan suzy satu tangkai bunga yang baru saja ia petik dari taman.

“waa, yeppuda. Gomawo oppa” jawab suzy sambil tersenyum lebar.

“neo kalau tersenyum seperti itu, kau benar-benar mirip kelinci suzyah”

“yya oppa, menyebalkan”

“haha mianhae uri tokki,”ucap kai sambil mengelus pucuk kepala suzy.

Flashback off

“kai oppa” gumam Suzy.

“kau ingat Suzyah, selama ini aku mencarimu setelah sekian lama akhirnya aku bisa bertemu denganmu kembali. Ini semua berkat Myungsoo”

“ne? Myungsoo? Kim myungsoo?”

TBC….

Let's be friend, enjoy this world together

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai