CARA LAIN MENGEJAR YZR M1 ROSSI

CARA LAIN MENGEJAR YZR M1 ROSSI

ImageBangkitnya Yamaha di musim 2008, jadi inspirasi buat kontestan lain. Mereka mencari jalan meracik pacuannya agar tampil mengesankan musim depan. Semua memainkan senjata baru. Tapi, mereka membidik target berbeda.

Ducati yang kecewa hasil 2008, udah punya arah sendiri. Mereka percaya dengan engine bengis bin galak. Kira-kira sama dengan versi 2-tak GP500. Mereka berusaha merevisi Desmosedici GP9 seperti itu. Tenaga tengah GP9 yang oke, dibikin mumpuni lagi.

Sementara, GP8 lebih jagoin power rpm atas. Buktinya, tahun lalu Casey Stoner geber trus di tikungan. Karena YZR-M1 Rossi mulai nempel, tangaImagen Stoner jadi gak konsisten buka gas. Alhasil joki Aussie itu beberapa kali gak finish tahun ini.

Makanya, tenaga menengah GP9 diperbaiki. Arah perubahan terlihat pada knalpot megaphone saat tes di Valencia. Kata Stoner dan Nicky Hayden, GP9 lebih baik. “GP9 lebih kaku. Bobotnya lebih ke belakang daripada Honda. Sehinga, tenaga lebih kuat. Namun, jika Nicky mau sliding seperti Honda, Ducati bisa memberinya,” jelas orang dalam Ducati.

‘Tim Merah’ meramu ulang sasis. Desain rangka dihitung lewat geometri sesuai perubahan tenaga galak. Rangka baru ini berbahan karbon. Bobotnya lebih ringan 5 kilogram dari versi GP8. Karbon juga kuat dan rigid. Namun masih punya kelenturan, pada situasi tidak terduga. Misalnya, bermanuver saat bertempur.

Ducati juga merevisi fairing GP9 lebih aerodinamis dengan ‘hidung’ pesek. Sejatinya ‘hidung pesek’ ini dipakai musim lalu. Tapi, karena pendinginannya kurang, fairing pesek cuma bisa diaplikasi saat cuaca dingin.

“Dulu, hidung pendek mengurangi pendinginan mesin. Dengan sasis baru, bisa pakai hidung pendek tanpa takut mesin panas. Hidung pendek bagus untuk manuver, juga menghilangkan efek angin samping,” jelas orang Ducati yang tak disebut namanya itu lagi.

Di Honda, Dani Pedrosa tes motor baru. RC212V anyar pake knalpot model baru. Lengkingan RC212V lebih tinggi. Knalpot nunjukin fokus senjata Honda 2009. Kebalikan Ducati yang benerin power menengah, mesin baru Honda lebih bertenaga di puncak.

Masalahnya, Honda ngembangin motor tanpa dengar kemauan joki mereka. Honda pikir joki-joki lulusan GP250 mereka, Pedrosa dan Andrea Dovizioso akan bisa mengatasi tenaga mesin di rpm atas dengan range lebih lebar.

Padahal, Pedrosa dan Dovizioso gak mau itu. Mereka demen tenaga meledak di rpm rendah ke tengah. Malah, keduanya suka karakter RC212CV konvensional yang pake sistem katup per. Akibatnya, Honda kudu terus tes mesin pneumatik agar diterima joki mereka. Sebab Honda percaya pneumatik mesin masa depan.

Bisa-bisa peluru Honda gak kena target kalo jokinya nggak suka pake senjatanya.

Inilah Ducati Desmosedici GP9

Inilah Ducati Desmosedici GP9
Image
(autosport.com)

INILAH.COM, Milan – Tim Ducati akhirnya untuk pertama kali mengeluarkan gambar resmi motor terbaru mereka, Desmosedici GP9 yang akan digunakan dua pembalap Ducati, Casey Stoner dan Nicky Hayden.

Menariknya, motor baru Stoner dan Hayden ini dipenuhi dengan sasis karbon fiber yang radikal. Desmosedici GP9, mengganti frame fiber tradisional dengan design karbon, yang telah dites tim Ducati musim lalu.

“Ada beberapa perubahan yang kami buat dalam bagian motor ini, yang lebih revolusioner dibandingkan yang lain tapi pada kenyataannya, kami akan terus membangun konsep yang kami desain dengan GP3,” ujar Direktur Tehnik Ducati Filippo Preziosi sesaat setelah tes, bulan Juni tahu silam.

Menurut Preziosi, tidak ada perubahan dalam pembangunan motor baru ini, namun ada langkah masuk yang memiliki kesamaan visi.

“Kenyataannya kami pernah menggunakan fiber karbon dalam produksi sasis tapi tidak ada poin relevan yang banyak, ini lebih tajam, berbeda dibandingkan yang sebelumnya,” imbuhnya.

Desmosedici GP9 lebih detilnya akan dirilis dalam jumpa pers, dalam acara ‘Wroom’ di Madonna Di Campiglio Sky Resort.

Ducari berharap musim 2009 ini, Stoner bisa meraih kembali gelar juara dunia yang direbut Valentino Rossi bersama tim Yamaha tahun lalu.

Valentino Rossi “ The Doctor of Motor GP “

Valentino Rossi “ The Doctor of Motor GP “

Image
Rossi telah menjadi legenda di di balap GP motor dunia, meski usianya masih muda: 29 tahun. Vale dilahirkan di Urbino, Italia 16 Februari 1979 adalah seorang pembalap tersukses setelah era Michael Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarir.
Putra dari mantan pembalap GP 250 cc Graziano Rossi dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang melampaui banyak seniornya. Pembalap eksentrik ini membukukan 7 gelar juara dunia: sekali di kelas 125cc, sekali di kelas 250cc, dan lima kali di kelas puncak, 500cc dan MotoGP.

Rossi Kecil seperti dilahirkan untuk menjadi pembalap. Ia tumbuh di lingkungan yang sangat mendukung karirnya. Ayahnya, Graziano Rossi adalah seorang pembalap besar dimasa ’70-an. Saat anak-anak seusianya asyik dengan mainannya, Rossi bermain dengan motor balap sungguhan di tengah paddock pembalap ternama Luca Cadalora ataupun Loris Reggiani. Mental juaranya sudah terasah sejak usia dini terbukti d usia 10 tahun Rossi sudah menjuarai kejuaraan gokart regional dengan mengalahkan lawan-lawannya yang berusia jauh di atasnya. Pada usia menginjak 14 tahun, pada Tahun 1993 memulai debut dengan Cagiva di Italian 125cc Sport Production championship, mengumpulkan kemenangan-kemenangan pada musim rookie dan mendapat gelar juara pada tahun 1994. Tahun 1996, saat masih 17 tahun, Rossi melakukan debutnya di balap motor grand prix (motor GP). Saat itu Rossi bergabung dengan tim Aprilia. Di musim pertamanya Rossi sempat juara di sirkuit Brno, Ceko. Secara keseluruhuan, Rossi menduduki peringkat kesembilan di tahun pertama ia terjun di motor GP. Tahun 1997 prestasinya berkembang pesat. Ia tak cuma memenangi satu GP, tapi 11 GP. Itu membawanya menjadi juara dunia kelas 125 cc untuk kali pertama.

Tahun berikutnya, 1998, Rossi naik kelas dan berlaga di kategori 250cc. Capaiannya di kelas menengah ini lebih menakjubkan lagi. Di tahun pertamanya itu ia langsung menjadi runner-up ia memenangi 5 GP. Kendati demikian, tetap belum membuatnya puas. Pada tahun 1999 gelar juara dunia 250 cc yang menjadi incarannya itu langsung diraih. Lagi-lagi, hanya butuh semusim baginya untuk belajar di kelas 250cc sebelum mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di dunia di musim berikutnya
Capaian serupa terjadi pula saat ia naik ke kelas utama di tahun 2000 –saat itu masih berlabel 500cc. Rossi bergabung dengan tim Honda. Di musim pertamanya itu. Dua GP berhasil Rossi menangkan, salah satunya GP Donnington, Inggris. Setelah meraih posisi kedua di tahun pertama, Rossi meraih posisi runner up, di bawah Kenny Roberts.
Tahun 2001, Rossi mencapai puncak karir dengan menjadi juara dunia kelas 500cc. Ia mencatat 11 kemenangan dalam satu musim. Gelar itu ia pertahankan satu tahun kemudian, tetap dengan tim Honda. Tahun 2003, Rossi mencatat hattrick, dengan menjadi juara dunia tiga kali berturut-turut. Prestasi ini pun mengejutkan publik dunia. Pada musim itu, ia juga menorehkan rekor sebagai pembalap dengan poin kemenangan tertinggi sepanjang masa: 357 poin. Perpaduan bakat Rossi dan mesin Honda terlalu dominan bagi lawan-lawannya. Satu-satunya pesaing besar bagi Rossi datang dari sesama pembalap Honda. Selain itu, tak ada mesin lain yang mampu meladeninya.
Tahun 2004, sebuah keputusan mencengangkan diambil Rossi. Ia pindah ke Yamaha, tim yang dianggap masih satu kelas dibawah Honda. Keputusan itu oleh banyak pengamat Moto GP akan membuat Rossi kesulitan untuk kembali menjadi juara dunia. Maklum, Yamaha terakhir kali menjadi juara dunia pada 1992, saat masih ditunggangi oleh Wayne Rainey
Salah satu pernyataan pesimis datang dari Max Biaggi, musuh bebuyutannya. Tapi ia mementahkan semua pandangan pesimis tersebut. Bahkan pada seri pertama musim 2004 di GP Welkom, Afrika Selatan ia mengalahkan Max Biaggi yang mengendari motor Honda, meskipun dengan perlawanan yang sangat ketat.
Dengan bergabung bersama Yamaha, yang disangsikan mampu menyaingi kehebatan Honda, Rossi terancam tak lagi bisa mempertahankan gelar juara. Ia tak lagi favorit tanpa didukung oleh keunggulan mesin Honda. Mesin Yamaha yang digunakannya bukanlah tandingan Honda.
Namun Rossi tak bergeming. Keputusannya telah bulat untuk meninggalkan jok empuk motor Honda. Ia bahkan mengikat kontrak untuk masa dua tahun di Yamaha. Tahun lalu, Rossi berhasil membuktikan pilihannya. Ia kembali membuat publik terkejut dengan membawa Yamaha menjadi juara dunia setelah menunggu selama 12 tahun. Ia sekaligus mencatatkan diri sebagai pembalap kedua sepanjang sejarah yang berhasil menjadi juara dunia dua musim berturut-turut dengan mesin yang bebeda, setelah pembalap AS Eddie Lawson pada 1988 dan 1989.
Tim Yamaha mampu diangkatnya ke pentas juara sehingga ia dijuluki The Doctor. Bersama tim Yamaha, Rossi berhasil membuktikan dirinya tetap menjadi yang terdepan dengan menjadi juara dunia tahun 2004 dan 2005. Rossi pembalap Yamaha pertama yang paling banyak juara dalam satu musim (Rossi juara 9 kali pada musim 2005).
Rossi merupakan sosok yang menyukai tantangan. Kepindahannya ke Yamaha memberikan tantangan tersendiri baginya. Motivasi untuk mengatasi tantangan membuat Rossi selalu berjaya di setiap kelas dan tim yang digelutinya. Ia merupakan sosok yang dinamis yang tak pernah berhenti dan merasa puas dengan pencapaiannya. Tantangan apapun yang ada di depannya pasti akan dikejarnya. Tapi, bukan Rossi namanya jika tak mampu menaklukkan tantangan. Ia membuktikan bahwa mesin hanyalah alat, dan oranglah-yakni dirinya sebagai pembalap-yang menentukan menang dan kalah.
Tahun 2006, gelar juara dunia lepas dari tangannya. Ia harus merelakan gelar itu diraih Nicky Hayden, dari AS. Banyak orang mengatakan, kemenangan Hayden tak lepas dari kesialan yang dialmi Rossi selama musim itu. Puncak kesialannya adalah saat ia terjatuh di salah satu GP, yang mebuatnya tertinggal jauh dari Hayden.
Tahun 2007, The Doctor kembali tak mampu meraih gelar juara dunia. Kali ini, ia kalah dari pembalap muda Australia, Casey Stoner. Performa Yamaha pada musim itu memang buruk sekali. Setiap kali Rossi head to head dengan Stoner di trek lurus, Rossi selalu kalah. The Doctor juga beralasan bahwa ban Michelin yang digunakannya, bermasalah.
Tahun 2008, ia memutuskan menggunakan ban Bridgestone. Performa Yamahanya pun ditingkatkan. Hasilnya, Rossi berhasil meraih kembali gelar juara dunianya yang selama dua tahun hilang.

CASEY STONER

Casey Stoner

Image
Tanggal Lahir : 16 Oktober 1985
Tempat Lahir : Kuri-kuri, New South Wales, Australia
Tinggi : 1,74m
Berat : 70 Kg
Status Pernikahan : Menikah dengan Andriana

2001 : 125 cc world championship (Honda) -Posisi Ke29
2002 : 250 cc world championship (Aprilia) – Posisi Ke 12
2003 : 8th 125 cc world championship (Aprilia) – Posisi Ke 8
2004 : 125 cc world championship (KTM) – Posisi Ke 5
2005 : 250 cc world championship (Aprilia) – Posisi Ke 2
2006 : MotoGP world championship (Honda) – Posisi Ke 7
2007 : MotoGP world champion (Ducati) – Posisi Ke 1
2008 : MotoGP world championship (Ducati) => Posisi Ke 2
Dengan Dukungan Keluarga, Casey Stoner Memulai Karier Balap Pada Umur 6 Tahun dikejuaraan Dirt-bike di Australia, Ketika Umur 14 tahun Casey Stoner Pindah Ke Inggris Memulai Debut Balap, Pada Umur 16 Tahun Mengikuti Musim Pertama Balap Motor 125 cc Di Inggris ( 2000)
Stoner merepresentasikan kekuatan baru dalam balap roda dua tercepat sejagat. Ia bersama Pedrosa, Melandri, dan sejumlah pembalap muda lainnya membuktikan kekuatan para Young Guns di MotoGp.
Enam tahun sebelumnya balap kasta tertinggi ini dikuasai oleh angkatan 2000-an dengan Valentino Rossi sebagai pemimpinnya. Praktis ia menguasai 5 gelar berturut-turut dari 2001-2005. Pada tahun 2006, rekan seangkatannya Nicky Hayden menggantikan. Dua generasi sebelumnya, ada era Michael Doohan dan pasca Doohan. Era Doohan benar-benar didominasi oleh sang maestro sendiri sebanyak 5 kali berturut-turut sejak 1994-1998. Doohan akhirnya harus menyerah pada para kekuatan muda setelah mengalami kecelakaan. Ia harus menyerahkan kekuasaannya pada generasi baru yang secara bergantian ditempati oleh Alex Creville (1999)dan Kenny Robert Jr (2000)
Namun berbeda dengan prediksi banyak pihak yang menggadang-gadang Pedrosa sebagai awal era baru ini, terbukti bahwa Stoner lah yang menjadi jawara. Betapa tidak, Pedrosa berada di tim elit Repsol Honda dan memiliki motor yang didesain khusus untuknya. Belum lagi pengalaman dan sumberdaya Honda sebagai tim pabrikan yang tidak terbatas. Honda mewakili kesempurnaan sebuah motor balap dan Pedrosa bagai putra mahkota.
Di lain pihak, Stoner bagaikan anak bawang. Meskipun akhirnya berhasil masuk Ducati, namun sebelum menunjukkan konsistensi ia bukanlah pilihan pertama. Di sana masih ada Capirossi yang kaya pengalaman, local hero sebagai Italiano, sekaligus pembalap Ducati yang penuh prestasi.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Ducati juga belum menunjukkan performa yang benar-benar mengesankan. Kuat dalam tenaga bukan jaminan prestasi. Setelah dua tiga kali mencuri gelar juara sepanjang keikutsertaan sejak 2003, Ducati senantiasa keteteran di sirkuit-sirkuit teknis yang syarat tikungan. Apalagi jika balapan berlangsung dalam cuaca tidak menentu, bisa dipastikan Tim pabrikan asal Italia ini pasti kedodoran. Membalap dengan konsisiten dan menang di hampir setiap sirkuit adalah tantangan Capirossi dan Stoner jika ingin benar-benar unjuk gigi. Bukan sekedar pelengkap balapan yang keras. Dan, Stonerlah yang berhasil membuat para tifosi Ducati tersenyum. Ia bisa menuai poin secara konsisten, menang di berbagai jenis sirkuit dan cuaca, merebut pole dan memecahkan rekor kecepatan.
Stoner sebelum ini belum dikenal banyak. Kalaupun anda mengenalnya, itu karena dulu ia terlalu seringnya menghancurkan motor atau menyobek baju balapnya di atas aspal. Prestasinya kalah mengkilap dari Pedrosa yang semasa balapan 250 dan 125cc mengklaim juara dunia. Bukan pula Melandri yang agresif dan juara dunia sebelum Pedrosa. Tak banyak catatan spektakulernya di balapan GP Motor Dunia. Namun siapa yang meragukannya tahun ini?
Dari 15 seri balapan 2007 yang telah berlangsung, 9 di antaranya ia menangkan. Ia juga konsisiten menuai podium dan hanya tercecer 1-2 kali akibat problem teknis ban. Berbeda pula dengan kebiasaanya terjatuh, tahun ini ia selalu bisa menyajikan pertarungan alot dengan siapapun tanpa terjatuh. Malah berkali-kali ia menyuguhkan pertarungan mengesankan dengan sang Doctor kecepatan, Valentino Rossi. Sama sekali tanpa rasa minder sedikit pun. Kematangannya membalap disertai kekuatan mesin-sasis Ducati, kerjasama tim, serta dukungan keluarga membawanya menjadi juara dunia balap bergensi MotorGP/500cc kedua termuda dalam sejarah.

Valentino Rossi

Valentino Rossi, Juara Dunia MotoGP

Valentino Rossi pembalap kelahiran Urbino, Italia 16 Februari 1979 adalah seorang pembalap tersukses di balap grandprix motor dunia setelah era Michael Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarir.
BIODATA

Nama : Valentino Rossi

Lahir : Urbino, 16 Februari 1979

Warganegara : Italia

Tinggi, Berat : 180cm, 69kg

Karir :
1. Tahun 1985 Go-kart pertama.
2. Tahun 1989 Debut balap karting 60cc.
3. Tahun 1990 Juara kejuaraan karting regional 60cc, menang sembilan kali.
4. Tahun 1991 Peringkat 5 di Kejuaraan Junior go-kart Italia ; pertama terjun dalam balapan minimoto.
5. Tahun 1992 Juara Italian minibike Endurance.
6. Tahun 1993 Peringkat 12 Italian 125cc Sport Production championship, dengan motor Cagiva.
7. Tahun 1994 Juara Italian 125cc Sport Production, dengan motor Cagiva.
8. Tahun1995 Juara nasional Italia 125cc; peringkat 3 125cc Kejuaraan Eropa; peringkat 11 di Kejuaraan, Spanish Open 125cc semuanya dengan motor Aprilia.
9. Tahun 1996 : Debut kejuaraan dunia di GP Malaysia 125cc menggunakan Aprilia tim Scuderia AGV. Posisi akhir di kejuaraan : posisi 9 dengan total 111 poin. Satu kemenangan di Replublik Ceko.
10. Tahun 1997 : Juara dunia 125cc termuda ke-2 mengendarai Aprilia di tim Nastro Azzuro Team. Posisi akhir di kejuaraan: pertama dengan 321 poin. 11 Kemenangan : Malaysia, Spanyol, Italia, Perancis, Belanda, Imola, Jerman, Brazil, Inggris, Catalunya, dan Indonesia.
11. Tahun 1998 : Pindah kelas ke 250cc mengendarai Aprilia tim Nastro Azzuro. Posisi akhir di kejuaraan : kedua dengan 201 poin, 5 kemenangan di: Belanda, Imola, Catalunya, Australia dan Argentina.
12. Tahun 1999 : Menjadi juara dunia 250cc termuda dengan mengendarai Aprilia untuk tim Aprilia Grand Prix Racing. Posisi akhir di kejuaraan : pertama dengan 309 poin, 9 kemenangan di: Spanyol, Italia, Catalunya, Inggris, Jerman, Ceko, Australia, Afrika Selatan, dan Brazil.
13. Tahun 2000 : Naik kelas lagi ke 500cc mengendarai Honda untuk tim Nastro Azzuro Team. Posisi akhir di kejuaraan : kedua dengan 209 poin, 2 kali menang di Inggris dan Brazil.
14. Tahun 2001 : Merebut gelar juara dunia 500cc dengan mengendarai Honda untuk tim Nastro Azzuro Team. Posisi akhir di kejuaraan: pertama dengan 325 poin, 11 kemenangan d i: Jepang, Afrika Selatan, Spanyol, Catalunya, Inggris, Ceko, Putugal, Pasifik, Australia, Malaysia, dan Brazil.
15. Tahun 2002 : Memenangi MotoGP World Championship yang direvisi dengan mengendarai Honda RC211V yang gres untuk tim Repsol Honda Team. Posisi akhir di kejuaraan : pertama dengan 355 poin, koleksi 11 kemenangan di: Jepang, Spanyol, Perancis, Catalunya, Italia, Belanda, Inggris, Jerman, Portugal, Brazil, dan Australia.
16. Tahun 2003 : Memenangi gelar juaranya yang ke-dua di MotoGP World Championship masih bersama Repsol Honda Team. Posisi akhir di kejuaraan : pertama dengan 357 poin, koleksi 9 kemenangan di: Jepang, Spanyol, Italia, Ceko, Portugal, Rio, Malaysia, Australia, dan Valencia.
17. Tahun 2004 : Pindah ke Gauloises Fortuna Yamaha mengendarai YZR-M1 dan kembali memenangi MotoGP World Championship. Posisi akhir di kejuaraan : pertama dengan 304 poin, 9 kemenangan di: Afrika Selatan, Italia, Catalunya, Belanda, Inggris, Portugal, Malaysia, Australia, dan Valencia.
18. Tahun 2005 : Memenangi gelar juara dunia yang ke-dua untuk Gauloises Fortuna Yamaha Team. Posisi akhir di kejuaraan sampai di Malaysia : pertama dengan 281 poin, 9 kemenangan di: Spanyol, Cina, Perancis, Italia, Catalunya, Belanda, Inggris, Jerman, dan Ceko.

Penghargaan :
1. Gelar Juara Dunia tahun 1997 125cc
2. Gelar Juara Dunia tahun 1999 250cc
3. Gelar Juara Dunia tahun 2001 500cc
4. Gelar Juara Dunia tahun 2002 MotoGP
5. Gelar Juara Dunia tahun 2003 MotoGP
6. Gelar Juara Dunia tahun 2004 MotoGP
7. Gelar Juara Dunia tahun 2005 MotoGP

BIOGRAFI
Valentino Rossi pembalap kelahiran Urbino, Italia 16 Februari 1979 adalah seorang pembalap tersukses di balap grandprix motor dunia setelah era Michael Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarir.

Putra dari mantan pembalap GP 250 cc Graziano Rossi dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang diraihnya melampaui banyak seniornya. Total pembalap eksentrik ini membukukan 7 gelar juara dunia, sekali di kelas 125cc, sekali di kelas 250cc, dan lima kali di kelas puncak, 500cc dan Motogp

Rossi memang dilahirkan untuk menjadi pembalap, Ia tumbuh dilingkungan yang sangat mendukung karirnya. Ayahnya, Graziano Rossi adalah seorang pembalap besar dimasa tahun 1970-an. Otomatis ia besar dilingkungan yang kental atmosfer balap. Ketika anak-anak seusianya asyik dengan mainannya, Rossi bermain dengan motor balap sungguhan di tengah paddock pembalap ternama Luca Cadalora ataupun Loris Reggiani.

Dalam karirnya sepanjang GP Rossi selalu memakai nomor 46, ia memakai nomor itu setelah menonton aksi seorang pembalap wildcard Jepang bernomor 46 di TV yang membuatnya terkesan. Apalagi nomor itu juga dipakai oleh Graziano Rossi, papanya ketika memenangkan lomba pertama dengan Morbidelli tahun 1979. Saat ini ia tetap memakai nomor 46 kebanggaanya itu dan tidak mengikuti juara dunia-juara dunia sebelumnya yang memilih berganti nomor 1 setelah mendapatkan titel juara dunia.

Saat pertama bergabung di Gp 500cc bersama tim eks Doohan, yang dikepalai oleh seorang mekanik handal Australia bernama Jerremy Burgess, suasana paddock sangat terpengaruh perangai Doohan yang temperamental. Semua mekanik dan staff tim tampak serius dan cenderung penuh tekanan. Suasana ini buat Rossi sungguh tak masuk akal, menurutnya ia tak bisa membayangkan membalap tanpa merasa fun, kemudian waktu ia mulai menang, ia bertekad untuk merayakan besar-besaran, menurutnya ia cuma ingin melakukan sesuatu yang baru, menunjukkan emosi memenangkan pertandingan.

Sejak saat itulah, pesta kemenangan jadi ciri khasnya. Tak hanya bersama teman, juga ribuan pendukungnya yang memadati sirkuit. Dengan aksi-aksinya, Rossi bagaikan magnet yang menarik orang untuk menonton GP. Para pecinta GP tentu masih ingat akan aksinya memboncengkan fansnya yang berkostum ayam berkeliling sirkuit, aksinya memboncengkan fans yang berpakaian dokter, ia juga pernah membonceng angka satu raksasa sebagai simbol juara dunia, juga aksi wheelie dan burnout nya yang sudah tak terhitung setiap memperoleh kemenangan. Ia juga kerap memberikan kneepad atau topi nya kepada fansnya dengan melemparnya saat berada di podium.

Dalam perjalanan balapnya rossi kerap berganti julukan dan melakukan hal-hal yang menarik perhatian dan menghibur. Ia beralasan bahwa semuanya itu dilakukan dimulai dengan niat bersenang-senang dan melakukan sesuatu yang lucu.

Rossifumi Julukan Rossi yang diciptakan oleh temannya saat Rossi membalap di kelas 125cc julukan ini tercipta karena Rossi kagum dengan pembalap Jepang yang khas dengan rambut panjangnya, Norick Abe yang saat itu berumur 17 tahun dan dengan gigih bertarung dengan Michael Doohan dan Kevin Scwantz dikelas 500cc, karena nama asli pembalap Jepang itu Norifumi Abe maka Rossi dijuluki Rossifumi.Tahun 2004 Rossi dan Abe sama-sama membela Yamaha berada dalam beda tim namun satu grafis,yaitu dominasi warna biru.Rossi berada di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe bernaung di Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha Team.

Valentinik Julukan ini berasal dari tokoh kartun Daffy Duck yang menjadi superhero yang di Italia bernama Paperinik. Julukan ini dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc.

The Doctor Setelah naik ke kelas 500cc pada musim 2000 Rossi menjuluki dirinya dengan The Doctor karena membalap di kelas 500cc butuh keseriusan dan ia merasa dirinya bukan anak kecil lagi, selain itu ia juga menyukai ide sebagi illmuwan gila dan melakukan eksperimen, ia menganggap pantas memakai julukan itu setelah mendapatkan prestasi sebagai juara dunia. Ia juga mulai mengurangi perayaan kemenangan yang dianggapnya sudah tak pantas ia lakukan.

Pada akhir musim 2003 menjelang musim 2004 Valentino Rossi membuat keputusan yang mengejutkan. Ia memutuskan hijrah dari tim yang dibelanya waktu itu yaitu tim pabrikan Honda, Repsol Honda HRC yang telah mengantarkan dirinya meraih juara dunia 2002 dan 2003 serta membawa Doohan merebut juara dunia 1994, 1995, 1996, 1997, 1998 juga Alex Criville menjadi juara dunia 1999.

Rossi memutuskan meninggalkan tim super tersebut dan memilih bergabung bersama tim Yamaha, yang terakhir meraih juara dunia pada tahun 1992 melalui pembalap Wayne Rainey. Rossi tidak pindah ke tim Yamaha sendirian, ia juga membawa Jerremy Burgess, kepala mekaniknya yang dahulu juga menangani Doohan dan Criville. Mereka melakukan serangkaian tes membenahi teknologi motor Yamaha YZR M1 milik Rossi agar mampu menandingi motor terkuat di MotoGP saat itu, RC211V milik Honda.

Mengenai kepindahannya ini, banyak yang tak mengira dan pesimis ia akan mampu mempertahankan gelar juaranya. Tapi ia mementahkan semua pandangan pesimis tersebut. Bahkan pada seri pertama musim 2004 di GP Welkom, Afrika Selatan ia mengalahkan Max Biaggi yang mengendari motor Honda, meskipun dengan perlawanan yang sangat ketat, dengan motor yamaha, yang terakhir naik podium tahun 1992 bahkan pada tahun 2004 dan 2005 Rossi mejadi juara dunia bersama Yamaha dan menjadi pembalap yamaha pertama yang paling banyak juara dalam satu musim (rossi juara 9 kali pada musim 2005).

PROFIL VALENTINO ROSSI

Valentino Rossi pembalap kelahiran Urbino, Italia 16 Februari 1979 adalah seorang pembalap tersukses di balap grandprix motor dunia setelah era Michael Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarir.Putra dari mantan pembalap GP 250 cc Graziano Rossi dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang diraihnya melampaui banyak seniornya. Total pembalap eksentrik ini membukukan 7 gelar juara dunia, sekali di kelas 125cc, sekali di kelas 250cc, dan lima kali di kelas puncak, 500cc dan Motogp

Julukan Rossi

Dalam perjalanan balapnya rossi kerap berganti julukan dan melakukan hal-hal yang menarik perhatian dan menghibur. Ia beralasan bahwa semuanya itu dilakukan dimulai dengan niat bersenang-senang dan melakukan sesuatu yang lucu.
Rossifumi Julukan Rossi yang diciptakan oleh temannya saat Rossi membalap di kelas 125cc julukan ini tercipta karena Rossi kagum dengan pembalap Jepang yang khas dengan rambut panjangnya, Norick Abe yang saat itu berumur 17 tahun dan dengan gigih bertarung dengan Michael Doohan dan Kevin Scwantz dikelas 500cc, karena nama asli pembalap Jepang itu Norifumi Abe maka Rossi dijuluki Rossifumi.Tahun 2004 Rossi dan Abe sama-sama membela Yamaha berada dalam beda tim namun satu grafis,yaitu dominasi warna biru.Rossi berada di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe bernaung di Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha Team.
Valentinik Julukan ini berasal dari tokoh kartun Daffy Duck yang menjadi superhero yang di Italia bernama Paperinik. Julukan ini dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc.
The Doctor Setelah naik ke kelas 500cc pada musim 2000 Rossi menjuluki dirinya dengan The Doctor karena membalap di kelas 500cc butuh keseriusan dan ia merasa dirinya bukan anak kecil lagi, selain itu ia juga menyukai ide sebagi illmuwan gila dan melakukan eksperimen edan, ia menganggap pantas memakai julukan itu setelah mendapatkan prestasi sebagai juara dunia.”Di balap 500cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,”ucapnya. Disamping itu, nama Valentino di Italia kebanyakan digunakan oleh para dokter. Ia juga mulai mengurangi perayaan kemenangan yang dianggapnya sudah tak pantas ia lakukan. “Cukup dengan melambai seperti pembalap lain, lalu malamnya pesta habis-habisan bareng sahabat-sahabat saya.”

Hari Makin Buruk Bagi Gibernau

SEPANG – Sete Gibernau baru saja menjalani tiga hari ujicoba di Sirkuit Sepang, Malaysia. Gibernau mengakui kalau perkemabangannya bukan ke arah baik, namun semakin buruk saja. Mengapa?

Memang tidak mudah bagi Gibernau mengendarai motor Ducati Desmosedici GP9. Apalagi, mantan pembalap Yamaha dan Honda itu baru saja kembali setelah sempat pensiun dari ajang balapan MotoGP pada 2006 silam.

Hasilnya, pada balapan ini Gibernau hanya mampu menempati peringkat ke-12 dari 17 balapan yang turun dalam perlombaan ini. Praktis, rasa kecewa terpancar dalam wajah Gibernau.

“Saya rasa ini bukan tes terbaik kami. Meski begitu, kami sudah berhasil mengembangkan kinerja elektronik pada motor, sesuatu hal yang tidak bisa kami lakukan sebelumnya,” jelas Gibernau.

“Pasalnya, kami memiliki beberapa masalah pada sore hari. Praktis, hal itu yang memaksa kami untuk tidak dapat menguji motor lebih banyak. Meski bagus secara umum, namun ujicoba berlangsung makin buruk saja,” cetus pembalap Spanyol itu.

Meski begitu, namun Gibernau mengaku masa depan timnya cukup cerah. “Kami memang hanya mampu melakukan tugas dengan baik pada hari pertama. Kemudian pekerjaan itu semakin sulit saja di hari berikutnya,” jelas pembalap 35 tahun itu.

“Namun, ini merupakan proses untuk sebuah tim baru, namun potensi untuk tim ini masih ada dan kami harus bekerja dengan keras. Saya yakin kami mampu melakukannya,” pungkasnya dikutip Crash, Minggu (8/2/2009).

Stoner Tetap Rival Utama Rossi

Tak terasa, kalender MotoGP 2009 akan kembali bergulir. Upaya Valentino Rossi mempertahankan gelar juara dunianya akan semakin sulit, menyusul masuknya sejumlah pembalap baru. Namun, bagi Rossi, pembalap Ducati Casey Stoner tetaplah saingan utama yang ingin dikalahkannya.

Hal itu diungkapkan The Doctor ketika berada di Jakarta dalam rangka memenuhi undangan Yamaha Indonesia di acara “Sehari Bersama Valentino Rossi”. Rossi tiba di Jakarta kemarin malam usai menjalani sesi ujicoba di sirkuit Sepang, Malaysia.

Pembalap 29 tahun itu terlihat masih pincang akibat mengalami cedera ketika terjatuh menimpa meja kaca di rumahnya. Kendati demikian, Rossi tetap menjadi pembalap tercepat kedua saat sesi ujicoba tersebut berakhir.

“Saya senang dengan hasil ujicoba di Sepang. Saya mengendarai motor dengan keadaan cedera tapi masih bisa berada di posisi dua setelah (Casey) Stoner,” ungkap Rossi, Senin (9/2/2009).

“Versi terbaru dari (Yamaha) M1 sudah kompetitif. Meski begitu, kami masih harus meningkatkan kinerjanya sebelum seri pertama di Qatar (12/4/2009) dimulai,” imbuh juara dunia MotoGP enam kali itu.

Musim ini, kelas MotoGP kedatangan sejumlah pembalap baru yang akan meramaikan persaingan di kelas para raja. Sebut saja Mika Kallio (Pramac Racing), Yuki Takahashi (Scot Racing Team), dan Niccolo Canepa (Pramac Racing). Jangan lupakan juga kembalinya pembalap asal Spanyol Sete Gibernau (Onde Ducati Team).

Namun, Rossi berpendapat, rival utamanya di musim ini belum berubah dari perhelatan musim lalu. Siapa lagi kalau bukan Casey Stoner yang sempat mempecundangi Rossi pada MotoGP musim 2007 silam.

“Pembalap yang harus saya kalahkan musim ini masih sama seperti musim lalu, yaitu Casey Stoner,” tegas Rossi.

Valentino Rossi Kecam Ban MotoGP

Dalam dua musim terakhir ini, kejuaraan dunia MotoGP tidak seketat biasanya. Juara dunia Valentino Rossi merasa penyebabnya adalah evolusi ban dan perangkat elektronik.

Atraksi salip menyalip tunggangan menjadi jarang sejak pergantian mesin berkapasitas 990 menjadi 800cc di tahun 2007. Sebagai rider yang turun langsung di lintasan, Rossi tahu betul akan hal itu.

Tapi bukan masalah kapasitas yang mengganggu Vale. Masalah intinya menurut The Doctor ada pada teknologi ban yang membuat kecepatan pada tikungan meningkat dan mengurangi jarak pengereman.

“Beberapa tahun belakangan, terutama sejak diperkenalkannya motor 800cc, makin sedikit terjadi balap ketat dan saya kira ini sebagian besar disebabkan evolusi ban,” jelas Vale dilansir Crash, Kamis (5/2/2009).

Pemenang Moto GP Jerez Spanyol

Pemenang Moto GP Spanyol yang di adakan baru saja sudah keluar hasilnya. Lalu, apakah pembalap jagoan anda menang? Sambil nyundul-nyundul Wisata SEO Sadau yang makin seru, neh saya kasih hasil balapan di Jerez Spanyol.

Tapi sebelumnya, saya mau ngecek posisi sementara Wisata SEO Sadau dulu ya hehe… Hemmmmm………, lumayanlah untuk sementara ini. Nah, berikut adalah >pemenang Moto GP Jerez Spanyol hari ini, Minggu 03 Mei 2009.

Valentino Rossi
Dani Pedrosa
Casey Stoner
Nah, itulah hasil balapan Moto GP hari ini. Jorge Lorenzo mana? Wah, dia jatuh di tikungan pas tinggal 3 lap lagi. Sabar ya mas hehe… Nah, mudah-mudahan rider anda menang ya

Juara Moto Gp Montegi Jepang

Juara Moto Gp seri ke 2 musim 2009 di sirkuit Montegi Jepang, nih saya tuliskan hasilnya. Saya sambil gak konsen nontonnya, soalnya sambil ngetik-ngetik posting buat Wisata SEO Sadau yang juga lagi berlangsung hehe…

Oke, lupakan dulu sejenak tentang blog Wisata SEO Sadau ini. Nih, Juara Moto Gp seri ke 2 musim 2009 di sirkuit Montegi Jepang.

1. Jorge Lorenzo
2. Valentino Rossi
3. Dani Pedrosa

Mas Casey Stoner mana? Dia di posisi empat tuh. Gak tau kenapa bisa begitu. Kayaknya sih ban motornya bermasalah gitu deh.

Yang jelas, tim Yamaha lagi senang-senangnya karena dua pembalapnya menduduki 2 podium teratas. Oh ya, untuk hasil lengkapnya saya gak bisa ngasih. Gak sempat nyatet, soalnya cuma nonton di Trans7 aja hehe…

Anu, untuk sementara deskripsi blog ini berubah dari blog sederhana menjadi blog Wisata SEO Sadau. Biasalah, sundul-sundul gitu deh hehe… Tau sendiri kan, saya lagi ngetes ilmu SEO di Kontes Wisata SEO Sadau. Walaupun begitu, yang terpampang di header tetap blog sederhana.

Kembali soal Moto Gp. Apakah pembalap favorit menang, atau kalah? Kalau saya mah, gak punya pembalap favorit. Pembalap favorit saya, ya saya sendiri

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai