Beasiswa MEXT di NAIST
Saya akan memaparkan bagaimana saya mendapatkan beasiswa Monbukagakusho atau lebih dikenal di Indonesia dengan beasiswa MEXT.
Beasiswa ini dikeluarkan oleh Kementrian yang mengurusi pendidikan, seni, olah raga, sains dan teknologi di Jepang. Di Indonesia urusan yang sama dipegang oleh 3 institusi yaitu: Kementrian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; Kementrian Pemuda dan Olah raga; dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Anda bisa googling tentang beasiswa dari Jepang ini jika ingin mengetahui lebih detail. Di sini yang ingin saya sampaikan adalah beasiswa MEXT dengan skema University recommendation (U to U).
Skema U to U hanya bisa dilakukan jika universitas almamater kita memiliki kerja sama dengan universitas tujuan kita di Jepang. Untuk almamater UGM bisa dicek di laman berikut: https://oia.ugm.ac.id/international-collaboration/
Anda bisa cek di laman universitas anda untuk melihat kampus Jepang mana saja yang memiliki kerja sama tersebut.
Mari kita mulai:
Pre-screening and Internship for Master/Doctoral Course
Nara Institute of Science and Technologi (NAIST) menyediakan dana untuk bisa mendatangkan calon mahasiswa dari berbagai negara untuk magang/internship dan seleksi/screening di berbagai lab yang mereka miliki. Calon mahasiswa bisa memilih lab yang sesuai dengan bidang mereka. Kegiatan ini berlangsung sekitar 2 minggu hingga 2 bulan tergantung dari fakultas atau lab yang dipilih.
Awal
Pendaftaran program ini dilakukan hanya pada beberapa alumni NAIST yang telah diberi kepercayaan untuk menseleksi calon mahasiswa. Saya internship selama kurang lebih 2 minggu
Proses
Di lab, saya diberikan pengetahuan tentang riset yang mereka lakukan dan diikutkan dalam riset salah satu mahasiswa yang ada di lab tersebut. Saya juga bisa meminta untuk diajari memakai berbagai alat di lab tersebut (namun tidak selalu diijinkan ya). Saya hanya diajari untuk menggunakan beberapa alat saja. Sementara untuk alat-alat yang pemakaiannya lebih rumit saya hanya diberi tau fungsi dan cara kerja alatnya saja.
di hari terakhir Saya mengikuti oral test, berupa pemaparan riset yang telah Saya lakukan di univ almamater (15 menit) dan riset yang rencananya akan Saya lakukan jika diterima di lab tersebut (5 menit). Setelah itu kemudian ada sesi tanya jawab. Ada 3 Penguji, yaitu 2 Prof dan 1 Associate Prof.
Hal penting dalam oral test ini menurut saya adalah:
- Bagaimana kemampu berkomunikasi dalam bahasa inggris
- Bagaimana konten riset yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan
- Bagaimana kedua riset itu terhubung
- Pengalaman atau kemampuan apa yang telah didapatkan di riset terdahulu untuk menunjang rencana riset yang akan dilakukan
- Manner
Akhir
Setelah pre-screening dan internship selesai, saya diberi waktu sekitar satu minggu untuk membuat internship report.
Hasil
Melalui penilaian sewaktu internship di lab dan oral test serta report yang dikirim. Saya dinyatakan lulus dan menjadi calon mahasiswa NAIST. Lalu selang beberapa bulan saya dinyatakan lulus menjadi calon penerima beasiswa MEXT dengan skema U to U.
Sementara beberapa sahabat lain yang telah menjalani program serupa, mendapatkan beasiswa NAIST.


















































