Lanjut ke konten

Doa, batu dan air mata

Februari 22, 2009

Januari 25, 2010

TANGISAN BILAL BIN RABAH -Radhiallaahu ‘Anhu, MUAZIN RASULULLAH -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam

Juli 1, 2009

Jika nama Abu Bakar disebut, Al-Faruq Umar bin al-Khaththab -Radhiallaahu ‘Anhu berkata, “Abu Bakar adalah tuan kami, dan dia membebaskan tuan kami.” Yakni Bilal. Orang yang disebut Umar sebagai “tuan kami” adalah benar-benar orang yang mulia dan mempunyai kedudukan yang agung.

Ia adalah mu’adzin Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Ia adalah hamba yang disiksa oleh tuannya dengan batu yang telah dipanaskan un-tuk memurtadkannya dari agamanya, tapi ia berkata, “Ahad, Ahad (Allah Yang Esa).”

Ia hidup sebagai hamba sahaya, hari-harinya berlalu tanpa beda dan buruk. Ia tidak punya hak pada hari ini, dan tidak punya harapan pada esok hari. Seringkali ia mendengar tuan-nya, Umayyah, berbicara bersama kawan-kawannya pada suatu waktu dan para anggota kabilah di waktu lain tentang Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, dengan pembicaraan yang meluapkan amarah dan ke-dengkian yang sangat.
Baca selengkapnya…

Demonstrasi itu Tertib dan Damai

Februari 22, 2009
tags:

Membangun dan Membina Militansi Kita

Februari 18, 2009
Kader Dakwah

Kader Dakwah

(Alm) Ust. Rahmat Abdullah

Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.

Ba’da tahmid wa shalawat

Ikhwah rahimakumullah, Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an Surat 19 Ayat 12 : …..
Ya Yahya hudzil kitaaba bi quwwah …” (QS. Maryam (19):12)

Tatkala Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas, Ia tak hanya menyuruh mereka untuk taat melaksanakannya melainkan juga harus mengambilnya dengan quwwah yang bermakna jiddiyah, kesungguhan-sungguhan.

Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.

Namun kebatilan pun dibela dengan sungguh-sungguh oleh para pendukungnya, oleh karena itulah Ali bin Abi Thalib ra menyatakan: “Al-haq yang tidak ditata dengan baik akan dikalahkan oleh Al-bathil yang tertata dengan baik”.

Baca selengkapnya…

Urgensi Khilafah Bagi Umat Islam

Oktober 2, 2008

Istilah khilafah…Imam atau Amirul Mu’minin mempunyai makna yang sama, yang ditujukan kepada kepemimpinan tertinggi di dalam tubuh umat Islam. Sebagaimana dapat disimpulkan dari pendapat Abul Hasan al Mawardi, Ibnu Hazm maupun At Taftazani dll. Kesimpulan mereka dilandasi oleh isyarat atau nash-nash qoth’iy firman-firman Allah maupun sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

“Hai orang-orang yang beriman, tha’atlah kepada Allah dan tha’atlah kepada Rasul-(Nya) dan Ulil Amri diantara kamu…” (S. An-Nisa : 59).

Tugas Khalifah

Sebagai pemimpin umat, tugas seorang Khalifah adalah membimbing umat beribadah, mengamalkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah untuk mencapai ridha Allah. Jadi dimensi kepemimpinan seorang Khalifah adalah dunia dan akhirat. Begitu beratnya tugas seorang Khalifah sehingga Rasulullah mengingatkan kepada Abu Dzar, agar jangan meminta amanah menjadi Umaro, karena berat tanggungannya disisi Allah. Yang membayang di mata seorang Khalifah adalah ancaman api neraka, bukan bayangan status sosial ataupun kekayaan dunia. Disinilah hakekat kepemimpinan dalam Islam. Seorang Khalifah bukan figur mulkan/raja yang umumnya bersikap otoriter, bukan pula seorang presiden yang memerintah berdasarkan undang-undang buatan parlemen/manusia. Khalifah memimpin umat untuk mengamalkan wahyu Allah : Yahduuna bi amrina, membangun kebajikan/kemaslahatan umat, menegakkan shalat, mengelola zakat dan amal-amal shalih lainnya.

Baca selengkapnya…

“Untukmu Bunda”

September 8, 2008

Awal kali kubuka mata dan telinga/ Sejak saat pertama kumasuki dunia fana/ Kulihat dan kudengar sosok seorang wanita/ Dengan kasih suci menyelimuti aura/ Bunda, 9 bulan mengandung penuh derita/ Membawa berjuta harapan dan cita-cita/ Dapatkan anak yang bisa membawa rasa bangga/ Harapan kau iringi dengan penuh doa-doa/ Bunda maaf, ku belum bisa berikan itu semua/ Maafkan juga kusering buat bunda kecewa, menangis, sedih ataupun marah-marah/ Tapi kutau semua atas dasar cinta/ Disaat ku sedih bunda selalu ada/ Disaat masalah menimpaku bunda selalu ada/ Kan selalu tertanam di dalam dada/ Kasih dan cinta tulus yang kau beri untukku bunda!!!

Baca selengkapnya…

Aku Tak Peduli

September 8, 2008

Aku tak peduli…

Dengan apa kata mereka

Aku tak peduli…

Dengan semua bincang menyindir

Tentang sebuah asa

Tentang sebuah cita yang ku pandang begitu mulia

Disaat banyak orang menghindarinya

Aku justru menginginkannya

Disaat banyak orang meremehkannya

Aku justru memuliakannya

Hanyalah tekad dan cinta bekal ku

Tapi teramat indah tujuanku

Baca selengkapnya…

Syahid yang keluarganya memaafkan pembunuhnya…

Agustus 23, 2008

Ibrahim Ahmad Ibrahim Abu Nar, Abu Husen dilahirkan tanggal 12/04/1977 di kamp militer Nazaret, ia baru berumur 30 tahun. Didik dalam keluarga yang taat beragama. Nenek moyangnya berasal dari distrik Aqir. Ia tak pernah ketinggalan shalatya di masjid. Sejak kecil memang ia sudah dibiasakan oleh ayahnya untuk selalu ke masjid, hingga shalat shubuh pun selalu dibawanya. Oleh karena itu ia hidup dalam keluarga kecil namun penuh dengan ketawadhuan.

Pengalaman Organisasi

Ibrahim ikut bergabung bersama gerakan Islam dalam berbagai kegiatan social. Ia juga pernah jadi pengurus kantor Hamas pada pemilu parlemen tahun kemarin. Perlu disebutkan di sini, walaupun ia aktif di Brogade Al-qossam sebagai komandan lapangan, namun ia masih sempat bekerja sebagai tim pengawas pemilu parlemen kemarin.

Aktivitas Jihad

Disebabkan kerinduanya pada Negara dan kecintaanya terhadap syahid, ia bergabung bersama barisan al-Qossam di penghujung intifadhah al-Aqsha, dalam rangka membela dan mempertahankan negaranya. Ia bergabung dengan Al-Qossam pada tahun 2002 an. Ia ditempatkan di bagian teknik pembuatan bom tangan. Kemudian dipindahkan menjadi teknisi pembuat roket jenis ringan serta ranjau darat. Lalu ia dipindahkan lagi menjadi komandan lapangan Al-Qossam.

Baca selengkapnya…

Teruntukmu…

Agustus 22, 2008
Engkau

Engkau

Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam

Beribu maaf terhantur suci sedalam kalbu

Beriring syahdu irama cinta mengharu biru

Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam

Tiada tawa melepas rasa rindu

Melainkan saat ku terhanyut dalam manis senyum mu

Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam

Senyum dan tangiskupun semerbak menyatu

Bersama kata berangkai jawab yang kau sapu

Baca selengkapnya…