KSATRIA MUDA
Malam yang berselimut atsmorfir yang tak kunjung naik,Aku terjebak dalam suasana penat tubuh yang menggantung membebani tubuh lencirku akibat asam laktat yang kutimbun sepanjang waktu.Aku bersimpuh layu membolak-balik lembaran-lembaran yang tak kunjung usai bila kuteruskan.Mataku menyempit sampai-sampai mengalahkan mata orang Korea.
Aku telusuri malam itu dalam keadaaan yang tak menentu,duduk diatas sebuah kursi reot yang kriet-kriet bunyinya, aku terus mengisi miliaran sel otakku.Sayup-sayup suara angin menambah tegak kokoh bulu romaku. Sesekali ku menoleh ke ruang kelasku aku melihat ksatria-ksesatria muda yang asik mengasah tombak andalan.
Fiki teman sekelasku terlihat hampir tak terlihat beranjak dari tempat duduknya,sedangkan aku tekkan pernah bisa tenang,memukul-mukul meja mungkin itu aktivitas rutin apabila aku sedang belajar,mungkin itulah gaya belajar seorang ksastria muda orang tuaku.Aku terus melawan dingin malam yang bersarang di sumsum tulang tubuh lencir tinngiku.Setelah merasa bosan aku kembali ke kelas untuk menaroh buku-buku di perpustakaan pribadi yang hampir semua temanku punya.”Fik,ngantuk”teriakku,tapi apa fiki hanya menggeleng kepala seolah tak mennghiraukan ajakan tersirat yang kutawarkan.Aku lalu meneruskan belajarku di kelas sampai larut malam meski asam laktat tubuhku menumpuk.Setelah ku merasa sangat ngantuk aku langsung mencari gayung dan ke kamar mandi,sebenarnya hatiku agak takut tapi kupaksakan.Aku buang semua beban di kamar mandi setelah itu aku langsung mengambil air wudhu dan langsung bergegas ke asrama.
Pagi yang dnigin aku tersentak kaget, lalau kudengar suara qiroah merdu dari masjid dekat sekolahku.Aku langsung bergegas ganti baju dan cepat-cepat kemushola untuk sholat tahajjud.Seusai sholat kutungu adzan shhubuh sambil ngantuk-ngantik bukan main.Setelah shubuh aku MNengkaji kitab suci Al Quran yang kemudian kuteruskan dengan belajar mandiri.
Jam pun menunjukkan pukul 07.45 Aku sudah siap untuk try out ujian nasional.Kudengar suara dari pengeras suara besar di sudut sekolah,”Bagi siswa kelas tiga harap segera menuju ke ruang H.”Aku langsung bergegas menuju ruanga H disana penghuni ruang H sibuk membongkar gudang yang sudah berpuluh-puluh atahun tudak terjamah sapu.
###
Try out pun dimulai,kulihat Agus sedang menundukkan kepala,”mungkin dia sedang berdoa”gumamku.Dari kejauhan kulihat Pak Abi sedang berjalan yang di belakang beliau kulihat tiga orang guru dengan membawa berkas soa.Setelah soal di bagikan,kami pun mulai mengerjakaan. Suasana sangat tenanga sampai-sampai helai rambut yang jatuh pun terdengar suaranya.
Seusai try out kami semua seakan bebas dari kururngan penjara.Fiki pun dengan waajah girang berkata,”Yooo! volly , yang berlalu biarlah berlalu”.Aku pun gengat malas menjawa”kesel Fik!”.Dia tak menghiraukan jawabanku dan langsung melompat-lompat memukul bola.Sementara itu aku berjalan ke asrama untuk ganti baju.”yoo! nomor 45 isisnya apa?”Aku punmenjawab”aku d”.Aku dan temanku asyik terjerat dalaam perdebatan yang tak ada gunanya yang hanya menyisakan kekecewaan akibat tidak sesuai dengan jawaban masing-masing.”Sudah too,Nnggak usah dibahas “sahut Rahman temanku satu asrama.Aku keluar dan duduk bersimpuh lesu bersandar di tannga dekat asramaku.
(To be continue)
Comment