-Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinik-

HANYA UNTUK PARA ISTRI (Karakteristik Istri Sholihah) April 11, 2012

Filed under: Muslimah — Endah Lestari @ 4:22 pm
Tags: ,

Sesungguhnya banyak sifat-sifat yang merupakan ciri-ciri seorang istri sholihah. Semakin banyak sifat-sifat tersebut pada diri seorang wanita maka nilai kesholehannya semakin tinggi, akan tetapi demikian juga sebaliknya jika semakin sedikit maka semakin rendah pula nilai kesholehannya. Sebagian Sifat-sifat tersebut dengan tegas dijelaskan oleh Allah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan sebagiannya lagi sesuai dengan penilaian ‘urf (adat). Karena pasangan suami istri diperintahkan untuk saling mempergauli dengan baik sesuai dengan urf.

Sifat-sifat tersebut diantaranya :

Pertama : Segera menyahut dan hadir apabila dipanggil oleh suami jika diajak untuk berhubungan.

Karena sifat ini sangat ditekankan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nabi memerintahkan seorang istri untuk segera memenuhi hasrat seorang suami dalam kondisi bagaimanapun. Bahkan beliau bersabda “Jika seorang lelaki mengajak istrinya ke tempat tidur, lalu istri itu menolak. Kemudian, suami itu bermalam dalam keadaan marah, maka istrinya itu dilaknat oleh para malaikat hingga waktu pagi.”

 

Kedua : Tidak membantah perintah suami selagi tidak bertentangan dengan syariat. Allah berfirman :

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). (QS An-Nisaa : 34)

Qotadah rahimahullah berkata فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ “Yaitu wanita-wanita yang taat kepada Allah dan kepada suami-suami mereka” (Ad-Dur al-Mantsuur 4/386)

Terkadang pendapat suami bertentangan dengan pendapat istri, karena pendapat istri lebih baik. Seorang istri yang sholehah hendaknya ia menyampaikan pendapatnya tersebut kepada sang suami akan tetapi ia harus ingat bahwasanya segala keputusan berada di tangan suami, apapun keputusannya selama tidak bertentangan dengan syari’at.

Ketiga : Selalu tidak bermasam muka terhadap suami.

Keempat : Senantiasa berusaha memilih perkataan yang terbaik tatkala berbicara dengan suami.

Sifat ini sangat dibutuhkan dalam keutuhan rumah tangga, betapa terkadang perkataan yang lemah lembut lebih berharga di sisi suami dari banyak pelayanan. Dan sebaliknya betapa sering satu perkataan kasar yang keluar dari mulut istri membuat suami dongkol dan melupakan kebaikan-kebaikan istri.

Yang jadi masalah terkadang seorang istri tatkala berbicara dengan sahabat-sahabat wanitanya maka ia berusaha memilih kata-kata yang lembut, dan berusaha menjaga perasaan sahabat-sahabatnya tersebut namun tidak demikian jika dengan suaminya.

Kelima : Tidak memerintahkan suami untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan wanita, seperti memasak, mencuci, memandikan dan mencebok anak-anak.

Keenam : Keluar rumah hanya dengan izin suami.

Ketujuh : Berhias hanya untuk suami.

Tidak sebagaimana sebagian wanita yang hanya berhias tatkala mau keluar rumah sebagai hidangan santapan mata-mata nakal para lelaki.

Kedelapan : Tidak membenarkan orang yang tidak diizinkan suami masuk/bertamu ke dalam rumah.

Kesembilan : Menjaga waktu makan dan waktu istirahatnya kerana perut yang lapar akan membuatkan darah cepat naik. Tidur yang tidak cukup akan menimbulkan keletihan.

Kesepuluh : Menghormati mertua serta kerabat keluarga suami.

Terutama ibu mertua, yang sang suami sangat ditekankan oleh Allah untuk berbakti kepadanya. Seorang istri yang baik harus mengalah kepada ibu mertuanya, dan berusaha mengambil hati ibu mertuanya. Bukan malah menjadikan ibu mertuanya sebagai musuh, meskipun ibu mertuanya sering melakukan kesalahan kepadanya atau menyakiti hatinya. Paling tidak ibu mertua adalah orang yang sudah berusia lanjut dan juga ia adalah ibu suaminya.

Kesebelas : Berusaha menenangkan hati suami jika suami galau, bukan malah banyak menuntut kepada suami sehingga menambah beban suami

Kedua belas
 : Segera minta maaf jika melakukan kesalahan kepada suami, dan tidak menunda-nundanya.

Nabi shallallahu ‘alaihi bersabda :

” أَلاَ أُخْبِرُكُمْ ….بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ الْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا الَّتِي إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ : لاَ أَذُوْقُ غُمْضًا حَتَّى تَرْضَى”

“Maukah aku kabarkan kepada kalian….tentang wanita-wanita kalian penduduk surga? Yaitu wanita yang penyayang (kepada suaminya), yang subur, yang selalu memberikan manfaat kepada suaminya,yang jika suaminya marah maka iapun mendatangi suaminya lantas meletakkan tangannya di tangan suaminya seraya berkata, “Aku tidak bisa tenteram tidur hingga engkau ridho kepadaku (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Sahihah no 287)

Karena sebagian wanita memiliki sifat angkuh, bahkan malah sebaliknya menunggu suami yang minta maaf kepadanya.

Ketiga belas : Mencium tangan suami tatkala suami hendak bekerja atau sepulang dari pekerjaan.

Keempat belas : Mau diajak oleh suami untuk sholat malam, bahkan bila perlu mengajak suami untuk sholat malam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رَحِمَ اللهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ الّليْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ, فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ. وَ رَحِمَ اللهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ الّليْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى, فَإِنْ أَبَى نَضَحَت فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ

“Semoga Allah merahmati seorang lelaki (suami) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya hingga istrinya pun shalat. Bila istrinya enggan, ia percikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita (istri) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suaminya hingga suaminya pun shalat. Bila suaminya enggan, ia percikkan air ke wajahnya.” (HR Abu Dawud no 1308)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إِذَا أَيْقَظَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ مِنَ اللّيْلِ فَصَلَّيَا أَوْ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ جَمِيْعًا، كُتِبَا في الذَّاكِرِيْنَ وَالذَّاكِرَاتِ

“Apabila seorang lelaki (suami) membangunkan istrinya di waktu malam hingga keduanya mengerjakan shalat atau shalat dua rakaat semuanya, maka keduanya dicatat termasuk golongan laki-laki dan perempuan yang berzikir.”
 (HR Abu Dawud no 1309)

Dalam riwayat yang dikeluarkan An-Nasa`i disebutkan dengan lafadz:

إِذَا اسْتَيْقَظَ الرَّجُلُ مِنَ اللّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ, كُتِبَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ

“Apabila seorang lelaki (suami) bangun di waktu malam dan ia membangunkan istrinya lalu keduanya mengerjakan shalat dua rakaat, maka keduanya dicatat termasuk golongan laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat/berdzikir kepada Allah.”


Kelima belas
 : Tidak menyebarkan rahasia keluarga terlebih lagi rahasia ranjang !!. Bahkan berusaha menutup aib-aib suami, serta memuji suami agar menambahkan rasa sayang dan cintanya.

Keenam belas : Tidak membentak atau mengeraskan suara di hadapan suami.

Ketujuh belas : Berusaha untuk bersifat qona’ah (nerimo) sehingga tidak banyak menuntut harta kepada suami.

Kedelapan belas : Tidak menunjukkan kesedihan tatkala suami sedang bergembira, dan sebaliknya tidak bergembira tatkala suami sedang bersedih, akan tetapi berusaha pandai mengikut suasana hatinya.

Kesembilan belas : Berusaha untuk memperhatikan kesukaan suami dan jangan sampai suami melihat sesuatu yang buruk dari dirinya atau mencium sesuatu yang tidak enak dari tubuhnya.

Kedua puluh
 : Berusaha mengatur uang suami dengan sebaik-baiknya dan tidak boros, sehingga tidak membeli barang-barang yang tidak diperlukan.

Kedua puluh satu : Tidak menceritakan kecantikan dan sifat-sifat wanita yang lain kepada suaminya yang mengakibatkan suaminya bisa mengkhayalkan wanita tersebut, bahkan membanding-bandingkannya dengan wanita lain tersebut.

Kedua puluh dua : Berusaha menasehati suami dengan baik tatkala suami terjerumus dalam kemaksiatan, bukan malah ikut-ikutan suami bermaksiat kepada Allah, terutama di masa sekarang ini yang terlalu banyak kegemerlapan dunia yang melanggar syari’at Allah

Kedua puluh tiga : Menjaga pandangannya sehingga berusaha tidak melihat kecuali ketampanan suaminya, sehingga jadilah suaminya yang tertampan di hatinya dan kecintaannya tertumpu pada suaminya.

Tidak sebagaimana sebagian wanita yang suka membanding-bandingkan suaminya dengan para lelaki lain.

Kedua puluh empat : Lebih suka menetap di rumah, dan tidak suka sering keluar rumah.

Kedua puluh lima : Jika suami melakukan kesalahan maka tidak melupakan kebaikan-kebaikan suami selama ini. Bahkan sekali-kali tidak mengeluarkan perkataan yang mengisyaratkan akan hal ini. Karena sebab terbesar yang menyebabkan para wanita dipanggang di api neraka adalah tatkala suami berbuat kesalahan mereka melupakan dan mengingkari kebaikan-kebaikan suami mereka.

Setelah membaca dan memperhatikan sifat-sifat di atas, hendaknya seorang wanita benar-benar menimbang-nimbang dan menilai dirinya sendiri. Jika sebagian besar sifat-sifat tersebut tercermin dalam dirinya maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah dan berusaha untuk menjadi yang terbaik dan terbaik.

Akan tetapi jika ternyata kebanyakan sifat-sifat tersebut kosong dari dirinya maka hendaknya ia ber-instrospeksi diri dan berusaha memperbaiki dirinya. Ingatlah bahwa surga berada di bawah telapak kaki suaminya !!!

Tentunya seorang suami yang baik menyadari bahwa istrinya bukanlah bidadari sebagaimana dirinya juga bukanlah malaikat. Sebagaimana dirinya tidak sempurna maka janganlah ia menuntut agar istrinya juga sempurna.

Akan tetapi sebagaimana perkataan penyair :

مَنْ ذَا الَّذِي تُرْضَي سَجَايَاه كُلُّهَا…كَفَى الْمَرْءَ نُبْلًا أَنَّ تُعَدَّ مَعَايِبُهُ

“Siapakah yang seluruh perangainya diridhoi/disukai…??

Cukuplah seseorang itu mulia jika aibnya/kekurangannya masih terhitung…”

Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 04-03-1433 H / 27 Januari 2011 M

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

www.firanda.com

Sumber : http://firanda.com/index.php/artikel/keluarga/252

 

Itung-itung Biaya masuk SD October 14, 2011

Filed under: Family — Endah Lestari @ 7:16 am
Tags: , ,

Baca postingan mak Ira di sini dan bahasannya di MommiesDaily bikin ketar ketir juga. Udah mulai mikir2 cari SD buat  si Azzam nih? Lha? Apa ga kelamaan yak??? Wadeuh…jadi ikutan lebay nih. Masuk SD Cikal aja udh 58 jt, gimana 6 th yg akan datang???  Makin puyeng…  Apa harus punya RD dan LM ya???

Baru juga bernafas lega, habis masukkin si Aisha SD tahun ini. Sengaja aku masukkin SD yg sama dgn kakaknya, selain sekalian antar jemput juga karena dapet potongan diskon yg lumayanlah karena ada sodara sekandung di situ. Buat mamak2 yg pada lagi hunting sekolah, ini ada sedikit contekan biaya masuk SDI Alazka tahun ajaran 2010-2011.

 

SDI RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) Al-Azhar Kelapa Gading

1. Uang masuk : Rp. 23.250.000 (gw bayarnya cuma Rp. 20.025.000 – disc krn ada sodara kandung)

2. Uang Buku : Rp. 1.135.000 (buku paket, LK, buku tulis)

3. Uang Seragam : Rp. 791.000 (dapet 7 set seragam)

4. Uang kegiatan selama setahun: sekitar Rp 800.000-an (udah lupa pastinya)

5. Uang SPP bulan Juni : Rp. 885.000

6. Itu semua udah ALL IN, gak ada pungli apapun lagi kecuali tali kasih utk guru saat Hari Raya Idul Fitri dan naik2an kelas (gak diwajibkan juga).  Sempat ada pungutan buat kegiatan POMG langsung di CUT sama KepSeknya, gak dibolehin karena banyak orang tua murid yg pd protess…

7. Belum termasuk EsKur (Ekstra Kurikuler) : Magic finger, Fun English, Biola, taekondo, Futsal, dan banyaaak lagi. Uang eskur biasa per semester 250rb.

8. Kelas 1 & 2 satu kelas 30 org anak dan ada 2 guru, seminggu sekali ada Native speaker, di kelas Bilingual.

9. Waktu belajar kls 1-2 dari 6.30 – 11.45 wib, jum’at sampai jam 11.00

10. Untuk tiap tahun saat naik2an kelas dikenai biaya Buku dan uang kegiatan kurleb Rp. 2 jt-an./tahun.

11. Ada antar jemput.

12. Seleksi masuk –> ada 2 tahapan tes psikotes dan tes tertulis (tapi tidak diwajibkan anak harus sdh bisa calistung), bila umur masih dibawah 6 th bisa menyertakan tes surat keterangan siap masuk SD dari psikolog. Pendaftaran mulai Desember. Uang formulir 150 rb.

Ini ada satu lagi rincian masuk SDIT. Rencananya waktu itu ada 2 pilihan buat Aisha. Mau di Alazka atau di SDIT.

 

SDIT Al-Amanah Sunter Agung Jak-Ut

1. Uang Formulir pendaftaran : Rp. 170.000

2. SPP kelas 1 : Rp. 330.000

3. Uang perawatan gedung & Fasilitas pendidikan : Rp. 7.000.000

4. Udah termasuk buku paket dan seragam sekolah kecuali seragam pramuka.

5. Belum termasuk Eskur.

6. Waktu belajar mengajar kelas 1 dari jam 06.30 – 12.30 wib, jum’at sampai jam 11.00

Pertimbangan gw waktu itu kenapa lbh milih masuk ke Alazka, disamping karena sekalian anter jemput abangnya juga, dari segi pelajaran di SDIT gw lihat lebih banyak (tambahan pelajaran agama) dan lebih sulit. Gw nyadar dan tahu kemampuan anak gw dan gak mau maksain obsesi emaknya ke anak.

Semoga info2 diatas bisa menambah referensi mamak2 yg lagi hunting sekolah, khususnya SD.

 Mudah2an dapat yang terbaik dan anaknya betaahhh di sekolah :p

 

29-09-10 #Azzam 1 yo September 29, 2011

Filed under: Family — Endah Lestari @ 12:53 am
Tags: ,

Alhamdulillah puji sukur terbesar kami sekeluarga panjatkan bagi Allah SWT atas karunia dan amanah yg Dia percayakan pd kami.

Hari ini, tepatnya setahun yg lalu, Azzam lahir ke bumi. Dialah ‘The Winner’ dari jutaan sperma yg berlari menuju ke sel telur. Semoga kami dapat menjaga amanah ini dgn sebaik2nya dan menjadikannya penghuni Jannah. Amiin.

“Jadikanlah anak2 kami sbg penyejuk hati kami”

 

Quilt gathering September 27, 2011

Filed under: Uncategorized — Endah Lestari @ 2:26 am
Tags: , ,

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga urusan beli tiket utk quilt gathering yg insya Allah akan diadakan tanggal 15 Oktober.
Awalnya gak terpikir bakal bisa ikutan beli tiket, karena kemungkinan gak bisa hadir. Alasannya? Apalagi kalau bukan gak ada yg handle si Azzam. Acara gathering ini memang bukan sekedar pertemuan biasa, tp juga ada acara dgn materi yg berhubungan dgn craft/quilting/patchwork. Hal inilah yg membuat saya hampir urung utk ikut.
Dengan melakukan pendekatan yg simultan dgn bulik, akhirnya dia bersedia utk ikut saya, membantu saya taking care si Azzam saat acara berlangsung. Karena masih menyusui langsung-lah alasan saya yg utama utk tetap membawa Azzam. Kebetulan juga ada teman satu kelas quilt advance yg sama2 baru memiliki bayi dan masih menyusui pula. Jadi ada yg sehati dan senasib…
Berharap si Azzam gak rewel dan menikmati harinya nanti, bersama para quilt master…

Note: gathering ini juga bisa diikuti untuk umum. Silahkan hubungi saya untuk pembelian tiketnya via email di
endah.lestari@gmail.com

 

Happy Ied Mubarak September 9, 2011

Filed under: Uncategorized — Endah Lestari @ 11:55 am

Endah, Buddy, Akbar, Aisha dan Azzam mengucapkan:
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ
Mohon maaf lahir & bathin

1 Syawal 1432H

 

 
Design a site like this with WordPress.com
Get started