ABOUT LOVE

Oleh : Lutfi

Kenapa selalu kata ‘jatuh’ yang mendahului cinta dan kata ‘mati’ yang mengakhirinya…

Image

sumber: inijalanku.com

Aku mengutip kalimat itu dari buku Asma Nadia “La Tahzan for Broken Hearted Muslimah”. Kalimat itu sangat menarik karena menurutku kalimat itu ada benarnya juga, kenapa dua kata yang berkonotasi negatif itu hampir selalu mengikuti kata yang seindah ‘cinta’. Bahkan kalau didaftar mungkin lebih banyak lagi kata-kata negatif yang mengiringi cinta seperti ‘buta’, ‘gila’, bahkan ‘monyet’ Ada yang punya jawaban???

Menurutku cinta memang tidak seharusnya diiringi kata-kata negatif tersebut. Semua motivator selalu berkata bahwa pikiran dan sikap negatif (su’udzon, malas, blaming, dll) sering kali terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan buruk, termasuk menggunakan kata-kata yang mengandung makna negatif. Secara sadar maupun tidak, kata-kata kita akan mempengaruhi mood, motivasi, dan kepribadian kita secara menyeluruh. Jadi untuk memperoleh hal-hal positif dari sebuah cinta marilah kita ubah sedikit kata-kata yang mengiringinya. Maka inilah kata-kataku untuk cinta:

Aku tak ingin jatuh ke dalam cinta, yang membuatku sulit bernafas dan membuatku terperosok ke dalam kegelapan dosa.

Image

sumber: bocahiseng.blogspot.com

Aku tak ingin jatuh kedalam cinta yang membuatku tenggelam dalam kubangan air mata. Aku tak ingin jatuh ke dalam cinta yang membuatku buta dan tuli.

Aku tak ingin mati setelah mendapatkan cinta. Jika aku harus menjadi orang lain yang bukan seharusnya diriku setelah merasakan cinta, itu sama saja aku telah membunuh diriku sendiri demi sesuatu yang semu. Aku tak ingin mati karena cinta yang membutakan, karena tanpa kusadari dia menyeretku kedalam jurang penyesalan dunia akhirat. Aku tak ingin jadi gila setelah mencintai, karena aku adalah manusia, mahluk yang paling mulia.

Aku ingin membangun cinta. Aku ingin bangunan cinta yang kuat dan semakin indah seiring waktu. Aku ingin bangunan cintaku semakin luas dan lapang, sehingga setiap insan di dunia dapat merasakan betapa teduhnya cinta yang sedang kubangun. Aku ingin cintaku tetap kokoh dan terus membangun walau diriku sudah tiada lagi di dunia ini, karena aku hanya mengharapkan agar mendapatkan bangunan yang lebih megah dan lebih indah dari Sang Maha Rahman dan Rahim.

Image

sumber: sellawahyu.blogspot.com

 

Aku ingin cinta yang hidup. Aku ingin cinta yang selalu segar, dan tak lelah karena aral yang menghadang. Aku ingin cintaku menghidupkan. Menghidupkan diriku, dan orang-orang yang kucintai. Aku ingin cintaku selalu memberi warna baru pada kehidupan insan yang suram. Aku yakin cintaku bisa terus hidup dan menghidupkan, karena aku hanya menyandarkan cintaku pada Yang Maha Hidup. Insyaa Alloh…

Categories: Artikel, Opiniku | Tag: , , | Tinggalkan komentar

GOOD NEWS: EXISTMAGZ edisi Januari-Februari 2012 SEGERA TERBIT!!!

ImageKabar gembira buat kawan-kawan pembaca ExistMagz yang setia…

Setelah bulan Agustus 2011 lalu ExistMagz muncul untuk pertama kalinya dengan halaman yang “seuprit”, kali ini.. di tahun yang baru ini.. ExistMagz bakal muncul lagi dengan halaman lebih banyak…

Dengan isi yang lebih seru dan penuh inspirasi,  ExistMagz vol 1 hadir ke hadapan kawan-kawan semua…

So.. tunggu apa lagi? buruan dapatkan majalahnya… dapatkan pula inspirasinya…

Categories: Kabar Terkini | Tag: , | Tinggalkan komentar

YANG …

yang singkat itu “waktu”.

yang menipu itu “dunia”.

yang dekat itu “kematian”.

yang besar itu “hawa nafsu”.

yang berat itu “amanah”.

yang sulit itu “ikhlas”.

yang mudah itu “berbuat dosa”.

yang susah itu “sabar”.

yang sering lupa itu “bersyukur”.

yang membakar amal itu “mengumpat”.

yang mendorong ke neraka itu “lidah”

yang berharga itu “iman”.

yang mententeramkan hati itu “teman sejati”.

yang ditunggu ALLAH SWT itu “Taubat”

 

(Imam Al- Ghazali)

Categories: Mutiara Kata | Tinggalkan komentar

Refleksi Akhir Tahun (Kaleidoskop) Resolusi Tahun Baru

Oleh: Dinar

Kawan, apa sih fungsinya membuat refleksi Tahun Baru?? Kawan perlu tau kalau ternyata tujuannya adalah sebagai tolak ukur kita, bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya. Dengan merefleksi diri kita, kita bisa mengevaluasi diri lho. Kita bisa tau apa saja yang bisa kita terus lakukan di tahun depan dan apa yang harus segera kita stop sampai tahun ini saja.

Selain itu apa sih yang perlu dipersiapkan untuk tahun depan? Selain dengan meningkatkan prestasi, perlu adanya pergerakan dalam bidang ruhiyah sehingga antara dunia dan akhirat menjadi seimbang. Bukankah Allah menyukai hambaNya yang selalu menyeimbangkan urusan dunia maupun akhirat?

Untuk tips-nya, Kawan semua bisa membuat resolusi awal tahun yang berisi targetan dan mimpi-mimpi. Dengan begitu, kawan semuaakan semakin fokus menggapai mimpi dengan tindakan yang lebih nyata dan terarah.

Nah, Kawan, semoga di tahun baru Masehi ini kita bisa benar-benar memanfaatkannya sebagai momentum perbaikan diri. Sampai bertemu di tahun baru sebagai pribadi baru yang lebih baik… Semangat mencoba ^_^

Categories: Opiniku | Tag: | Tinggalkan komentar

Renungan di Hari Ibu

Oleh: Tiwi

Apa yang Anda ketahui dari seorang makhluk yang dinamakan Ibu..? Sebutkan dan Jelaskan! Hehehe berasa mau ujian aja pertanyaannya seperti itu. 😀

Makhluk yang dinamakan Ibu sejatinya adalah malaikat yang diciptakan untuk menjaga kita mulai dari lahir sampai kita bisa menjalani hidup dengan mandiri. Walaupun seperti itu ibu selalu saja ingin memperlakukan kita seperti anaknya yang butuh perlindungan dan kasih sayangnya saat kita masih kecil.

Mungkin kita tahu di bulan Desember ini setiap tahunnya ada yang namanya Hari Ibu. Tanpa hari Ibupun kita harusnya selalu memperlakukan ibu dengan sebaik-baiknya.  Mungkin sudah banyak yang tahu tentang cerita yang ada dibawah ini. Sampai kapanpun cerita ini masih up to date diceritakan pada siapa saja yang mengerti dan memahami sesosok makhluk yang diciptakan paling mulia dipandangan kita. Ini salah satu critanya.

Seorang ibu berjalan-jalan dengan anaknya suatu sore dengan melihat pemandangan di sekitarnya, ditemani oleh anaknya yang sudah mapan dan sudah berkeluarga.

Sang Ibu bertanya, “Itu burung apa yang ada ditepi sungai?”

“Angsa, Bu” anaknya menjawab dengan sopan

Tidak lama kemudian sang ibu mencoba bertanya lagi, “Yang warna putih itu burung apa?”

Sedikit agak kesal anaknya menjawab “ Ya sama. Angsa, Bu.”

Kemudian sang Ibu bertanya kembali, “Kalau yang mencoba terbang itu burung apa?” sambil menunjuk burung yang sama ditepi sungai itu.

Dengan nada agak kesal anaknya menjawab, “Ya sama. Angsa, Bu. Ibu nggak lihat yang dari tadi ibu tanyakan kan hewan yang sama…”

Air menetes dari sudut mata si Ibu sambil berkata pelan, “Dulu 35 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentakku 2 kali.”

Si anak terdiam. Dia tercengang mendengar perkataan ibunya.  Kemudian dengan penyesalan atas apa yang sudah dilakukannya dia memeluk ibunya.

Dari cerita singkat ini, kita bisa flash back, melihat ke dalam diri kita sendiri.  Pernah nggak  kita melakukan hal yang menyakiti hati Ibu kita? Tahu nggak apa saja yang telah diajarkan Ibu untuk kita, pernah memikirkannya? Ini hanya salah satu contoh cerita yang pasti semua anak pernah mengalaminya. Ibu tidak pernah meminta lebih saat kita sudah mapan atau sudah berhasil. Seorang Ibu hanya ingin selalu melihat senyum bahagia kita. Kalau kita, apa yang ingin lihat dari ibu kita? Ayo berlomba-lomba untuk menyenangkan hati Ibu kita dengan langkah awalnya selalu memberikan Ibu senyum kita dan selalu menyayangi mereka sampai akhir hayatnya. Dan mungkin langkah itu bisa kita ambil hari ini, menit ini, dan detik ini ^_^

Categories: Opiniku | Tag: | Tinggalkan komentar

Semangat hari Ibu: Be Wonder Woman, Be Wonder Mom

Oleh: Lutfi

Selamat Hari Ibu untuk semua wanita Indonesia!!!

“Koq untuk semua wanitaIndonesia, bukan para Ibu diIndonesia???” Mungkin di antara kawan semua ada yang bertanya seperti itu. OK, biar tidak terlalu lama bingungnya, yuk kita bahas kenapa Hari Ibu setiap 22 Desember itu adalah harinya para perempuan Indonesia.

Peringatan Hari Ibu sebenarnya dilakukan untuk mengenang peristiwa yang terjadi pada 22 Desember 1928. Yap, tepat sama dengan tahunnya Sumpah Pemuda. Jadi pada waktu itu, para wanita Indonesia gak mau kalah sama para pemuda yang berkongres dan menghasilkan Ikrar Sumpah Pemuda. Para wanita Indonesia yang tergabung dalam beberapa organisasi kewanitaan di Jawa dan Sumatera, berkumpul di Kota Yogyakarta untuk melakukan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) pada 22-25 Desember 1928.  Dalam kongres itu, para wanita tersebut bersepakat untuk turut berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Waw, dari situ bisa dilihat, how wonderfully Indonesia’s women.  Mereka sadar betul, bahwa para wanita harus berperan aktif bersama para pria dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia dengan semua kemampuan yang mereka miliki. Jadi gak cuma nriman, menunggu baik-baik di rumah sedangkan para pria maju berperang melawan penjajah.

Semangat para wanitaIndonesiadalam perjuangan kemerdekaan bangsa, ternyata sudah ada sejak sebelum tahun 1928. Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Nyai Ahmad Dahlan, Ibu Kartini, Nyi Ageng Serang, dan banyak lagi sudah berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Waw, ternyata Wanita Indonesia sangat hebat ya. Mereka sudah sadar akan peran mereka tidaklah hanya sebagai orang yang berkutat di urusan rumah tangga saja. Mereka bukanlah orang yang pasrah menerima keadaan bangsanya. Jadi, tanpa diajari orang Barat tentang emansipasi wanita, wanita Indonesia sudah tahu bahwa mereka juga bisa berperan sejajar dengan laki-laki dalam usaha kemerdekaan bangsa.

“Ehm, jadi kalau memperingati hari Ibu dengan mengingat jasa ibu kita dan mengungkapkan perasaan sayang sama ibu kita gak tepat dong?” Eits, gak begitu juga kawan. Ya walaupun awal peringatan hari Ibu di Indonesia bukan untuk memperingati jasa Ibu kita, tapi juga gak salah kalau kita memberi perhatian lebih kepada ibu kita pada hari itu. Pada dasarnya, tugas utama wanita adalah menjadi istri dan ibu yang baik. Kalau tugas utama ini sukses, hadiahnya surga lho.

“Jadi, wanita gak boleh dong bekerja di luaran?!” bukannya begitu, Kawan. Wanita tetap boleh punya segudang aktivitas di luar rumah asalkan dua tugas utama tadi beres. Jadi jangan sampai karena ingin selalu menyaingi para laki-laki dalam prestasi akademik, kerja, atau olah raga, tugas utama di rumah jadi terbengkalai. Atau malah jadi ibu rumah tangga biasa tapi membuat rumah menjadi ajang persaingan antara bapak dengan ibu karena sang ibu gak mau kalah sama bapak dalam kepemimpinan rumah tangga. Duh bisa kacau dunia.

Ada pepatah bahwa wanita adalah tiang negara, bila wanitanya baik, maka negara itu jadi hebat, jika wanitanya buruk akhlaknya, maka Negara itu akan hancur.Ada juga pepatah bahwa di balik lelaki hebat, pasti ada wanita yang hebat. Dari dua pepatah itu bisa kita lihat bahwa peran wanita sangat penting dalam kehidupan seorang lelaki, baik sebagai istri maupun ibu. Wanita juga punya peran penting dalam kemajuan bangsa, karena wanita yang berakhlak mulia akan menciptakan para pemimpin yang hebat, yang akan memajukan bangsanya. Keren banget kanjadi perempuan, makanya kawan semua yang cantik-cantik nih, gak boleh cengeng dan mudah putus asa. Dan yang ganteng-ganteng juga jangan remehkan para wanita ya!

Mungkin ada baiknya kita melihat perjuangan Ibu Kartini yang sesungguhnya. Apa alasan beliau begitu gigih memperjuangkan pendidikan bagi kaum wanita. Inilah sepenggal harapan dalam salah satu surat beliau: “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-sekali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”  (Surat Kartini kepada Prof Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902).

(dari berbagai sumber)

Categories: Opiniku | Tag: | Tinggalkan komentar

BARU LAHIR

Alhamdulillah… setelah berjibaku serta melalui proses yang puanjaaaaang…EXISTMAGZ edisi pembuka spesial Ramadhan lahir juga.

Karena masih pembuka, jadi EXISTMAGZ kali ini merupakan free edition alias gratis lho. Di edisi kali ni EXISTMAGZ hanya berisikan 18 halaman (sedikit ya… he..he..he…)agar membuat kawan sekalian penasaran akan edisi lengkapnya. So , kalo kawan – kawan punya saran & kritik bisa langsung dikirim ke email EXIST: exist.magz@yahoo.com (kami tunggu lho…)

Categories: Kabar Terkini | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai