Feeds:
Posts
Comments

Alhamdulillah, pada Jumat 10 September 2010, telah dilaksanakan sholat Idul Fitri bersama di panggung teater kampus Gyeongsang National University, Jinju. Acara ini dihadiri oleh pelajar dan pekerja yang tinggal di Jinju serta Sachon. Diawali dengan gema takbir yang dilanjutkan dengan sholat Idul Fitri berjamaah dan khutbah, acara ini kemudian ditutup dengan bersalam saling memaafkan dan bincang-bincang dengan penuh keakraban.

Berikut foto-fotonya:

Taqabbalallahu minna waminkum taqabbal ya karim, minal aidin wal faidzin,

Mohon maaf lahir dan batin.

Hijrah dan Ketua Baru FOSMIJ

Assalamu’alaikum wr.wb.

Ada pepatah yang mengatakan patah tumbuh hilang berganti, mati satu tumbuh seribu. Jika hijrah menjadi suatu keniscayaan untuk perjuangan baru, maka tinggalkanlah tanah kelahiran dengan kibaran bendera dakwah dan tancapkanlah bendera baru di tanah barumu. Regenerasi dimana pun mesti terjadi.

Berkaitan dengan pindahnya Sekretaris FOSMIJ (yang selama ini menjadi koordinator kegiatan muslim di Jinju) ke kota Suwon pada awal Maret 2010, dengan berdasarkan kesepakatan mufakat, maka segala kegiatan muslim di Jinju dilimpahkan kepada saudara Rikno Harmoko sebagai Ketua FOSMIJ yang baru.

Dengan ini, Rikno Harmoko menjadi koordinator segala kegiatan muslim di Jinju dibantu oleh semua muslim yang berdomisili di Jinju, Sachon, dan Tongyong. Diharapkan dengan formula kepengurusan yang baru, kegiatan di masa mendatang akan jauh lebih baik dari kegiatan sebelumnya.

Wassalamu’alikum wr.wb.

Undangan Terbuka Halal Bihalal

Assalamu’alaikum wr wb.

Kami mengundang semua muslim, khususnya daerah Jinju, Sacheon, dan Tongyong untuk datang ke acara Halal Bihalal pada: Hari Minggu, 27 September 2009, bertempat di Munsan-Jinju (rumahnya Bpk. Su’udi). Acara di mulai jam 5 sore sampai selesai.  Untuk memudahkan koordinasi, diharapkan semua yang akan ikut acara ini berkumpul di perlimaan Geyang station pada pukul 4 sore. Selanjutnya bersama-sama menuju tempat yang dimaksud (Munsan). Lebih jelasnya tentang acara ini, bisa kontak via telpon (lihat HUBUNGI KAMI, samping kanan).

Undangan ini bersifat terbuka bagi seluruh muslim Indonesia di Korea. Diharapkan yang ingin mengikuti acara ini agar konfirmasi secepatnya sampai batas waktu Jumat 25 September jam 11:00 pagi.

Dengan kegiatan ini, diharapkan terjalin silaturrahim yang lebih erat di antara sesama muslim di Korea, khususnya daerah Jinju sekitarnya. Ayo beramai-ramai datang dan nikmati sajian khas dari FOSMIJ.

Wassalamu’alaikum wr wb.

FOSMIJ – Jinju

Sholat Idul Fitri di Jinju

Alhamdulillah, pada Ahad 20 September 2009, telah dilaksanakan sholat Idul Fitri bersama di Kampus Gyeongsang National University. Acara ini dihadiri oleh pelajar dan pekerja yang tinggal di Jinju serta Sachon. Diawali dengan gema takbir yang dilanjutkan dengan sholat Idul Fitri berjamaah dan khutbah, acara ini kemudian ditutup dengan bersalam saling memaafkan dan bincang-bincang dengan penuh keakraban. Tak lupa, segelas jus dan roti setia menemani sampai menjelang waktu dhuhur.

Berikut foto-fotonya:

persiapan

 

 

 

 

 

 

takbir1

 

 

 

 

 

 

takbir2

khtubah

 

 

 

 

 

 

bincang2

Semoga amal ibadah kita selama Ramadhan diterima Allah SWT, dan semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan yang akan datang.

Assalamu’alaikum wr wb.
 
Pada postingan yang lalu telah diuraikan tentang combat kit melawan missionaris, yaitu tentang isi Bible yang menceritakan tentang hubungan badan antara ayah dan dua anak kandungnya. Dalam bahasa Inggris istilah tersebut dikenal dengan INCEST (hubungan badan antara orang2 yang masih dalam keluarga atau saudara). Dan terdapat sekitar 7 kasus dalam Bible. Juga terdapat kasus RAPE (perkosaan) sekitar 4 kasus.

Isi dari Bible yang absurd di bawah ini bisa juga digunakan sebagai combat kit, yaitu:
1. TentangTuhan mereka yang gondrong, memiliki banyak bulu kaki, yang kemudian cukur dengan menggunakan shaver (alat cukur) pinjeman. Seperti yang tertulis dalam Isaiah 7:20.
“In the same day shall the Lord shave with a razor that is hired, namely, by them beyond the river, by the king of Assyria, the head, and the hair of the feet; and it shall also consume the beard.”
 
2. Tentang Tuhan mereka yang merokok, dan mengeluarkan asap dari kedua hidungnya dan mengeluarkan api dari mulutnya, he…he… mirip legenda Naga China. Seperti yang tertulis dalam 2 Samuel 22:9.
“There went up a smoke out of His nostrils, and fire out of his mouth devoured; coals were kindled by it”
 
Melawan missionaris dengan menggunakan kitab yang mereka pegang, akan membantu mereka menyadari betapa nggak karuannya Bible mereka, sehingga bukan tidak mungkin akan menimbulkan rasa ingin tahu tentang kitab suci Al Qur’an, pegangan kita.
Dan berdasarkan pengalaman, mereka (missionaris) mengatakan bahwa ayat-ayat Al Qur’an mudah dipahami.
Wassalamu’alikum, wr wb.

Di negara yang mayoritas non-muslim seperti di Korea ini, seringkali kita menjumpai para missionaris dari berbagai sekte, seperti Kristen, Katolik, Jehovah Witnesses (JW), dan lain-lain. Dan seringkali pula kita diajak berdiskusi oleh mereka dengan berbagai topik yang mereka tawarkan. Kita bisa menolak, menerima (berdiskusi), dan bisa juga menghindari mereka dengan berbagai alasan. Namun kadangkala tiba-tiba terdengar ketokan di pintu rumah, atau room di asrama. Dan muncullah sosok dengan “experted salesman/woman style”. Mereka adalah orang-orang JW, yang expert dalam berdagang agama-nya dan dilengkapi: The New Translation of The Holy Scriptures, The Awake, dan kadang-kadang The Wacth Tower Magazine-nya. Kalau kita berniat diskusi dengan mereka, mestinya kita juga harus menyiapkan bekal dan bahan diskusi. Salah satu yang bisa kita gunakan adalah tentang title bible yang mereka bawa, yaitu Holy Scriptures. Kita bisa membawa mereka berdiskusi terlebih dulu tentang kesucian, seperti pernikahan yang sah. Bawa mereka ke topik tersebut, dan katakan bahwa kata holy bible tidak pantas untuk kitab mereka. Mereka pasti bertanya “why?”. Dan kita bisa menjawab karena ada hubungan seksual antara ayah dan dua anak kandungnya. Dan mereka pasti bertanya lagi “where?”. Maka, ambillah bible mereka dan tunjukkan:

Genesis, Chapter 19, Verse 30-38.

30 Later Lot went up from Zo´ar and began dwelling in the mountainous region, and his two daughters along with him, because he got afraid of dwelling in Zo´ar. So he began dwelling in a cave, he and his two daughters. 31 And the firstborn proceeded to say to the younger woman: “Our father is old and there is not a man in the land to have relations with us according to the way of the whole earth. 32 Come, let us give our father wine to drink and let us lie down with him and preserve offspring from our father.”

33 So they kept giving their father wine to drink during that night; then the firstborn went in and lay down with her father, but he did not know when she lay down and when she got up. 34 And it came about on the next day that the firstborn then said to the younger: “Here I lay down with my father last night. Let us give him wine to drink tonight also. Then you go in, lie down with him, and let us preserve offspring from our father.” 35 So they repeatedly gave their father wine to drink during that night also; then the younger got up and lay down with him, but he did not know when she lay down and when she got up. 36 And both the daughters of Lot became pregnant from their father. 37 In time the firstborn became mother to a son and called his name Mo´ab. He is the father of Mo´ab, to this day. 38 As for the younger, she too gave birth to a son and then called his name Ben-am´mi. He is the father of the sons of Am´mon, to this day.

Jadi, pantaskah disebut Holy Scriptures jika di dalamnya mengandung novel porno? Bukankah lebih pantas jika disebut The Dirty Bible

Tulisan di atas bisa jadi salah satu “combat kit” untuk menghadapi mereka.

Semoga dengan bekal ini kita bisa lebih berani menghadapi dan membuat mereka sadar dengan salahnya agama mereka, dan nggak aslinya bible.

Rejeki Ada Hingga Mati

“Sekarang ini mencari kerja sulit ya!” Cari yang haram saja sulit apa lagi yang halal? Berulang kali saya dengar  orang-orang mengeluh demikian. Kenyataannya memang mencari kerja itu sulit dan terbatas, namun apakah harus mengorbankan sebuah idealisme apalagi iman?

Saya bersyukur selepas lulus langsung bekerja, walau dengan gaji awal-awal yang  kata orang tak manusiawi. Gaji yang jauh dibawah standar lulusan S1. Dengan gaji segitu, saya tak mengeluh. Tahu kenapa? Saya suka pekerjaan ini. Menulis reportase. Intelektualitas saya tak pernah padam bahkan kian hari kian kehausan. Ditambah, teman-teman yang baik hati serta menghargai prinsip hidup saya. Sebuah harta tak ternilai bukan?  Kini seiring dengan waktu, gaji saya merangkak naik. Berlipat- lipat berkali-kali dari gaji awal.

Pernah suatu ketika, mendekati di akhir-akhir bulan, tak ada uang sepeser pun di kantong, persedian mie telur juga habis. Hari itu, saya tak tahu mau makan apa. Teman-teman di rumah tak ada yang mengetahui hal ini, termasuk juga teman-teman kantor. Saya tak ingin mengeluh pada mereka, disamping saya malu sudah bekerja ko tidak bisa ngatur uang dan masih kelaparan. Sayangnya juga, karena saya lagi mengikuti suatu kegiatan, jatah makan siang saya raib pula. Cara yang ampuh tiada lain, Saya memohon sekali pada Tuhanku untuk dibantu.
 
Dan tiba-tiba tak biasanya teman di lantai atas menelpon.” Mbak Aris, saya punya makanan nih. Naik ke lantai atas ya, kita makan bareng yuk,” kata Ibu Irma. Dengan senyum cerah dan syukur saya menuju lantai dua, di sana telah tersedia nasi bersama sepotong ikan t untuk saya. Alhamdulillah, rasanya nikmat sekali.  Kenikmatan akan terasa sangat sekali saat kita membutuhkan. Nasi dengan sepotong ikan mas itu penyambung hidup. Untuk makan besok, saya tak terlalu memikirkannya, karena saya yakin ada rezeki yang lain.

Ketika saya mau pulang, kembali saya dikejutkan. Pak Waluyo memberi uang Rp 20 ribu. “ Ini uang ganti tranportasi kemarin,” katanya. Setelah mengucapkan terima kasih, saya bertambah beryukur sekali lagi.
 
Esoknya, saya dipanggil Bu Iis, bagian keuangan kantor. Kata beliau,” Mbak, untuk bulan ini pembayaran gaji kita dimajukan. Ini uangnya, tanda tangan menyusul ya.”
 
Percaya atau tidak. Sesungguh peristiwa demikian, saya sering mengalaminya. Rezeki yang datang tiba-tiba. Tanpa saya harus bekerja keras, tanpa tahu apa maksudnya  dan tepat sekali saat dibutuhkan, bahkan kadang berlebihan serta membikin tak enak hati. Maksudku tak enak hati sama Tuhanku, baik banget, padahal saya kadang khilaf melanggar perintah-Nya. ^_^

Saya memikirkan betapa kontradiksinya, keluhan mencari pekerjaan VS rezeki. Menurut saya, pekerjaan dan jenis pekerjaan bukanlah penentu utama jumlah atau besarnya rezeki. Tinggi rendahnya tingkat pendidikan atau pun cacat atau lengkapnya tubuh kita, tak pasti berkorelasi positif dengan besarnya rezeki.
 
Bukankah Allah telah menetapkan besar rezeki masing-masing makhluk hidup sebelum mereka hadir ke bumi. REZEKI BUKANLAH PEKERJAAN. Rezeki bisa diterima manusia melalui usaha, bekerja, pemberian orang tua, pemberian saudara, pemberian orang lain dan rezeki nomblok (mirip kasus reality show dan undian berhadiah).

Seorang koruptor mengkorupsi uang Rp 1.3 trilyun. Sebenarnya sebesar itulah rezekinya  yang telah ditetapkan Allah untuknya saat itu. Kalau dia mau menyongsong rezekinya dengan cara halal, maka dia akan mendapatkan  rezeki juga sebesar Rp 1.3 trilyun. Jadi jumlah rezeki itu sudah ditetapkan, namun cara menyongsong atau mengusahakannya pada  kondisi dimana kita bisa mengusahakannya (soalnya ada rezeki yang datang tanpa usaha), tergantung pilihan kita.
 
Mau pilih cara halal atau haram? Pilihan  cara inilah yang akan dimintai pertanggungjawabnya di hadapan Allah kelak. Bukan besarnya rezeki yang didapat.

Saya pernah mendengar hadis yang berbunyi “Belum mati manusia sebelum sempurna rezeki yang ditetapkan baginya.” Kala manusia tertimpa musibah dan bencana sehingga ludes habis hartanya, dan dia masih hidup, yakinlah rezekinya masih dijamin Allah. Dia tak perlu bersedih hati berkepanjangan, putus asa hingga mau bunuh diri segala. Karena yang Maha Pemberi Rezki masih ada dan senantiasa siap sedia membantu. Kalau tahu rezeki itu sudah ditetapkan, lalu masihkah kita tega memilih cara yang haram dan memilih cara menyongsongnya dengan merugikan orang lain?

Saya teringat perkataan teman saya, kalau lagi butuh sesuatu, sering-seringlah berbagi rezeki pada yang lain. Misalnya, shaqadah, infak, memberi utangan, hadiah, berbagi ilmu, dll. Bukankah Allah melipat gandakan enam kali, sepuluh kali bahkan sampai 700 kali balasan pemberian kita. Apa yang diceramahkan Ustadz Yusuf Mansur itu benar adanya, Power of  Infak.
 
Kisah Ali bin Abi Thalib yang memberi orang kelaparan sebesar 1 dirham dan mendapat balasan dari Allah, dengan 6 dirham dari keuntungan Ali menjadi makelar menjual unta.

Terkait dengan rezeki, tips saya adalah yakinilah 100 persen Allah telah menetapkan rezeki kita tanpa tertukar, rezeki baru terputus kalau kita mati, maka berusahalah dengan memilih cara yang halal dan senantiasa membantu orang lain  agar berkah, berkecukupan dan melimpah.

Penulis adalah Staf Prohumasi IPB, Alumni Departemen Ilmu
dan Teknologi Pangan FAteta IPB

Hewan memang merupakan sumber protein yang baik untuk kesehatan. Namun demikian, sebagai seorang muslim, kita sangat perlu memiliki pengetahuan yang cukup untuk dapat memilih dan memilah-milah hewan yang diperbolehkan untuk dimakan. Di antara hewan yang diharamkan untuk dimakan adalah babi, termasuk makanan yang menggunakan bahan olahan dari hewan ini. Larangan tersebut jelas tertulis dalam Al Qur’an sebagai berikut:

  1. Dalam QS. Al Baqarah: 173, yang artinya “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.”
  2. Dalam QS. Al Maa’idah: 3, yang artinya “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.”
  3. Dalam QS. An Nahl: 115, yang artinya “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah.”

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr dan hasil penjualannya dan mengharamkan bangkai dan hasil penjualannya serta mengharamkan babi dan hasil penjualannya.” (HR. Abu Daud).

Di Korea sendiri, kita senantiasa harus hati-hati, karena lebih dari 50% produk makanannya mengandung bahan dari babi. Produk makanan tersebut tersebar dalam berbagai macam kemasan, mulai dari bumbu masak, roti, kue, mie, snack, yogurt, ice cream, dan lain sebagainya. Sebagai pedoman, berikut beberapa bahan dari babi yang dicampur untuk produk-produk makanan di Korea:

베이컨(bacon), 라드 (lard), 레시틴 (lecithin), 레닛 (rennet), 수지 (tallow), 돼지고기 (pork), 햄 (ham), 마시멜로 (marshmallow), 레닌 (rennin), 글리세리드 (glyceride),

글리세롤 (glycerol), 소시지,순대 (sausage), 돈피 (hogleather, pig skin), 주정 (alcohol, ethanol), 스프 (라면) (Korean noodles/ soup), 젤라틴 (동물성), animal gelatin*, 쇼트닝 (동물성), animal shortening*

* kalo ada keterangan 대두/ 식물성, halal

 

Daftar tersebut di dapat dari Korean Muslim Federation, di Masjid Iteowon, Seoul.

Semoga kita selalu mengingat, membawa daftar tersebut agar tidak salah beli atau salah makan.

Oleh: Rusdi

Pada saat sekarang ini kesabaran sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang berkembang terutama masalah ekonomi.

Seperti yang kita rasakan akhir-akhir ini akibat dari pengaruh ekonomi global yang terjadi dengan melonjaknya harga minyak di pasaran dunia imbasnya berpengaruh pula pada perekonomian bangsa kita. Di pasar harga-harga kebutuhan naik sedangkan pendapatan tetap. Kesulitan memenuhi kebutuhan hidup keluarga dibutuhkan kesabaran menghadapinya.

Islam memberikan solusi bagaimana caranya mengatasi berbagai kesulitan hidup yang dapat membebaskan manusia dari berbuat dosa. Firman Allah SWT yang artinya. “Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 153).

Kesabaran yang disebutkan dalam ayat di atas tadi mencakup beberapa hal. Pertama sabar dalam melaksanakan ibadah yang diperintahkan Allah dengan melaksanakan syarat dan rukun-rukunnya. Dalam keadaan susah atau senang dan dalam situasi serta kondisi apapun tetap melaksanakan ibadah yang diperintahkan Allah SWT.

Kedua sabar ketika ditimpa musibah baik itu bencana alam, wabah penyakit, kemiskinan, kehilangan orang-orang tercinta dan sebagainya. Ketiga sabar dalam menjalani kehidupan di dunia tidak terpedaya dan terpesona dengan gemerlap kehidupan dunia yang sesungguhnya penuh dengan tipuan. Dunia merupakan tempat singgah sebentar sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung akhirat. Keempat sabar terhadap maksiat yakni mampu mengendalikan diri dari hawa nafsu mulut, perut dan syahwat.

Sabar saja tidak cukup mengatasi berbagai kesulitan hidup maka diperlukan satu lagi penopangnya yaitu dengan mengerjakan shalat. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar melaksanakan shalat sunnat sebagai solusi mengatasi berbagai masalah yang melilit kehidupan. Di antara shalat sunnat itu Shalat Hajat yakni shalat yang dikerjakan ketika seorang muslim mempunyai keperluan hidup yang sangat mendesak. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mempunyai hajat kepada Allah segeralah berwuduk kemudian shalatlah dua rakaat lalu berdo’alah pada Allah SWT.” (Hadits Riwayat Turmudzi).

Demikian pula ketika seorang muslim tidak dapat memutuskan salah satu di antara dua pilihan atau lebih. Bermohonlah kepada Allah dengan mengerjakan Shalat Istikharah. Misalnya ada dua orang pemuda datang melamar seorang gadis.

Kedua pemuda itu sama baik akhlaknya.  Sang gadis tidak dapat memutuskan memilih yang mana. Shalat Istikharah merupakan sarana untuk bermohon kepada Allah SWT agar diberikan ketetapan hati dalam memilih suami yang kelak menjadi pendamping hidup, yakni suami yang menjadi imam bagi istrinya.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan menyesal orang yang suka mengerjakan Shalat Istikharah dan tidak akan kecewa orang yang suka bermusyawarah dan tidak akan kekurangan orang yang suka berhemat” (Hadits Riwayat Muslim).

Ketika seorang muslim mengalami kesulitan hidup karena himpitan ekonomi. Seorang muslim tidak boleh berputus asa dan berkeluh kesah. Ingatlah kisah Nabi Ya’kub alaissallam bersama putranya Nabi Yusuf alaissallam sebagaimana diceritakan dalam Al Quran. Firman Allah yang artinya: Ya’kub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihan hatiku dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya. Hai anak-anakku pergilah kamu, carilah berita tentang Yusuf dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang-orang yang kafir” (QS. Yusuf: 86-87).

Menghadapi kesulitan hidup Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar mengerjakan Shalat Dluha kemudian berdo’a sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang artinya: “Wahai Allah sesungguhnya Dluha itu DluhaMu. Keagungan itu adalah keagunganMu.

Keindahan itu adalah keindahanMu. Kekuatan itu adalah kekuatanMu. Kekuasaan itu adalah kekuasaanMu dan pemeliharaan itu adalah pemeliharaanMu. Wahai Allah jika rezekiku berada di langit maka turunkanlah, jika di dalam bumi maka keluarkanlah, jika sulit maka mudahkanlah, jika haram maka sucikanlah, dan jika jauh maka dekatkanlah dengan kebenaran DluhaMu. keagunganMu, KeindahanMu,  kekuatanMu  dan  kekuasaanMu.  Berilah aku seperti yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba yang shaleh”.

Bagi kaum muslimin shalat merupakan sarana untuk bermunajat kepada Allah SWT. Shalat mengandung hikmah bagi kebaikan manusia di dunia dan di akhirat. Shalat membentuk kepribadian luhur disiplin dan tanggungjawab. Selain itu mempererat tali silaturrahmi sesama muslim yang bersaudara itu dengan mengerjakan shalat berjama’ah di masjid, Keutamaan shalat berjama’ah disebutkan dalam sebuah hadits: Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW beliau bersabda: Shalat berjama’ah nilai pahalanya dua puluh lima kali daripada shalat di rumah.

Sesungguhnya apabila kamu berwuduk dengan sempurna kemudian datang ke masjid dengan niat semata-mata hendak shalat, maka setiap langkah walau selangkah Allah menaikkannya satu derajat dan menghapus kesalahanmu hingga kamu masuk ke dalam masjid.  Apabila engkau telah masuk ke dalam masjid maka selama engkau mengerjakan shalat bahkan selama engkau masih berada di tempat dudukmu di masjid itu malaikat senantiasa mendo’akanmu selama engkau belum berhadas: Wahai Allah ampunilah dia dan kasihanilah dia.” (Hadits riwayat Bukhari.).

Shalat membuat seorang muslim senantiasa berada dalam kesucian lahir dan bathin. Tubuhnya bersih karena sebelum ia mengerjakan shalat diwajibkan bersuci dari hadas besar dan hadas kecil. Suci badan dan pakaian. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Rasulullah SAW telah bersabda.

“Bagaimana pendapat kalian jika sebuah sungai mengalir di depan rumah kalian. Kemudian kalian mandi di sungai itu lima kali sehari semalam. Masihkah ada daki yang tertinggal di tubuh kalian? Jawab salah seorang sahabat “Tidak tinggal sedikitpun daki di tubuh kami wahai Rasulullah!” Kemudian Rasulullah SAW bersabda. “Demikianlah perumpamaan shalat yang dikerjakan lima waktu Allah menghapus segala dosa-dosamu dengan shalat itu.” (Hadits Riwayat Bukhari).

Secara logika seseorang yang mandi lima kali sehari semalam di sebuah sungai yang berada di depan rumahnya tentulah badannya bersih dari daki. Jika sudah mandi sebanyak lima kali sehari semalam tapi tubuhnya dan bathinnya masih kotor maka janganlah menyalahkan airnya tetapi cara mandi yang salah.

Berangkali asal mandi saja tidak membersihkan tubuh dengan sabun atau dengan benda lain yang dapat menghilangkan daki di tubuh. Demikian pula dengan shalat yang dikerjakan lima waktu. Jika dikerjakan dengan benar semata-mata mencari keridhaan dari Allah tentulah tubuhnya dan jiwanya bersih. Ia tidak sombong. iri hati, dengki dan membanggakan diri.

Menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong tidak mudah kecuali bagi orang-orang yang khusu’ dalam mengerjakan shalat Mereka itu benar-benar beriman kepada Allah dan rasul utusanNya, senantiasa menjauhi perbuatan maksiat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan senantiasa menjaga syahwatnya dari perbuatan zina kecuali terhadap istri-istri mereka.

Syarat untuk memperoleh pertolongan dari Allah sebagaimana firmanNya yang artinya: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. Yaitu orang-orang yang menyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya.” (QS. Al Baqarah : 45-46).

Sumber: Harian Analisa

Design a site like this with WordPress.com
Get started