Oleh: Rusdi
Pada saat sekarang ini kesabaran sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang berkembang terutama masalah ekonomi.
Seperti yang kita rasakan akhir-akhir ini akibat dari pengaruh ekonomi global yang terjadi dengan melonjaknya harga minyak di pasaran dunia imbasnya berpengaruh pula pada perekonomian bangsa kita. Di pasar harga-harga kebutuhan naik sedangkan pendapatan tetap. Kesulitan memenuhi kebutuhan hidup keluarga dibutuhkan kesabaran menghadapinya.
Islam memberikan solusi bagaimana caranya mengatasi berbagai kesulitan hidup yang dapat membebaskan manusia dari berbuat dosa. Firman Allah SWT yang artinya. “Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 153).
Kesabaran yang disebutkan dalam ayat di atas tadi mencakup beberapa hal. Pertama sabar dalam melaksanakan ibadah yang diperintahkan Allah dengan melaksanakan syarat dan rukun-rukunnya. Dalam keadaan susah atau senang dan dalam situasi serta kondisi apapun tetap melaksanakan ibadah yang diperintahkan Allah SWT.
Kedua sabar ketika ditimpa musibah baik itu bencana alam, wabah penyakit, kemiskinan, kehilangan orang-orang tercinta dan sebagainya. Ketiga sabar dalam menjalani kehidupan di dunia tidak terpedaya dan terpesona dengan gemerlap kehidupan dunia yang sesungguhnya penuh dengan tipuan. Dunia merupakan tempat singgah sebentar sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung akhirat. Keempat sabar terhadap maksiat yakni mampu mengendalikan diri dari hawa nafsu mulut, perut dan syahwat.
Sabar saja tidak cukup mengatasi berbagai kesulitan hidup maka diperlukan satu lagi penopangnya yaitu dengan mengerjakan shalat. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar melaksanakan shalat sunnat sebagai solusi mengatasi berbagai masalah yang melilit kehidupan. Di antara shalat sunnat itu Shalat Hajat yakni shalat yang dikerjakan ketika seorang muslim mempunyai keperluan hidup yang sangat mendesak. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mempunyai hajat kepada Allah segeralah berwuduk kemudian shalatlah dua rakaat lalu berdo’alah pada Allah SWT.” (Hadits Riwayat Turmudzi).
Demikian pula ketika seorang muslim tidak dapat memutuskan salah satu di antara dua pilihan atau lebih. Bermohonlah kepada Allah dengan mengerjakan Shalat Istikharah. Misalnya ada dua orang pemuda datang melamar seorang gadis.
Kedua pemuda itu sama baik akhlaknya. Sang gadis tidak dapat memutuskan memilih yang mana. Shalat Istikharah merupakan sarana untuk bermohon kepada Allah SWT agar diberikan ketetapan hati dalam memilih suami yang kelak menjadi pendamping hidup, yakni suami yang menjadi imam bagi istrinya.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan menyesal orang yang suka mengerjakan Shalat Istikharah dan tidak akan kecewa orang yang suka bermusyawarah dan tidak akan kekurangan orang yang suka berhemat” (Hadits Riwayat Muslim).
Ketika seorang muslim mengalami kesulitan hidup karena himpitan ekonomi. Seorang muslim tidak boleh berputus asa dan berkeluh kesah. Ingatlah kisah Nabi Ya’kub alaissallam bersama putranya Nabi Yusuf alaissallam sebagaimana diceritakan dalam Al Quran. Firman Allah yang artinya: Ya’kub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihan hatiku dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya. Hai anak-anakku pergilah kamu, carilah berita tentang Yusuf dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang-orang yang kafir” (QS. Yusuf: 86-87).
Menghadapi kesulitan hidup Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar mengerjakan Shalat Dluha kemudian berdo’a sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang artinya: “Wahai Allah sesungguhnya Dluha itu DluhaMu. Keagungan itu adalah keagunganMu.
Keindahan itu adalah keindahanMu. Kekuatan itu adalah kekuatanMu. Kekuasaan itu adalah kekuasaanMu dan pemeliharaan itu adalah pemeliharaanMu. Wahai Allah jika rezekiku berada di langit maka turunkanlah, jika di dalam bumi maka keluarkanlah, jika sulit maka mudahkanlah, jika haram maka sucikanlah, dan jika jauh maka dekatkanlah dengan kebenaran DluhaMu. keagunganMu, KeindahanMu, kekuatanMu dan kekuasaanMu. Berilah aku seperti yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba yang shaleh”.
Bagi kaum muslimin shalat merupakan sarana untuk bermunajat kepada Allah SWT. Shalat mengandung hikmah bagi kebaikan manusia di dunia dan di akhirat. Shalat membentuk kepribadian luhur disiplin dan tanggungjawab. Selain itu mempererat tali silaturrahmi sesama muslim yang bersaudara itu dengan mengerjakan shalat berjama’ah di masjid, Keutamaan shalat berjama’ah disebutkan dalam sebuah hadits: Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW beliau bersabda: Shalat berjama’ah nilai pahalanya dua puluh lima kali daripada shalat di rumah.
Sesungguhnya apabila kamu berwuduk dengan sempurna kemudian datang ke masjid dengan niat semata-mata hendak shalat, maka setiap langkah walau selangkah Allah menaikkannya satu derajat dan menghapus kesalahanmu hingga kamu masuk ke dalam masjid. Apabila engkau telah masuk ke dalam masjid maka selama engkau mengerjakan shalat bahkan selama engkau masih berada di tempat dudukmu di masjid itu malaikat senantiasa mendo’akanmu selama engkau belum berhadas: Wahai Allah ampunilah dia dan kasihanilah dia.” (Hadits riwayat Bukhari.).
Shalat membuat seorang muslim senantiasa berada dalam kesucian lahir dan bathin. Tubuhnya bersih karena sebelum ia mengerjakan shalat diwajibkan bersuci dari hadas besar dan hadas kecil. Suci badan dan pakaian. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Rasulullah SAW telah bersabda.
“Bagaimana pendapat kalian jika sebuah sungai mengalir di depan rumah kalian. Kemudian kalian mandi di sungai itu lima kali sehari semalam. Masihkah ada daki yang tertinggal di tubuh kalian? Jawab salah seorang sahabat “Tidak tinggal sedikitpun daki di tubuh kami wahai Rasulullah!” Kemudian Rasulullah SAW bersabda. “Demikianlah perumpamaan shalat yang dikerjakan lima waktu Allah menghapus segala dosa-dosamu dengan shalat itu.” (Hadits Riwayat Bukhari).
Secara logika seseorang yang mandi lima kali sehari semalam di sebuah sungai yang berada di depan rumahnya tentulah badannya bersih dari daki. Jika sudah mandi sebanyak lima kali sehari semalam tapi tubuhnya dan bathinnya masih kotor maka janganlah menyalahkan airnya tetapi cara mandi yang salah.
Berangkali asal mandi saja tidak membersihkan tubuh dengan sabun atau dengan benda lain yang dapat menghilangkan daki di tubuh. Demikian pula dengan shalat yang dikerjakan lima waktu. Jika dikerjakan dengan benar semata-mata mencari keridhaan dari Allah tentulah tubuhnya dan jiwanya bersih. Ia tidak sombong. iri hati, dengki dan membanggakan diri.
Menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong tidak mudah kecuali bagi orang-orang yang khusu’ dalam mengerjakan shalat Mereka itu benar-benar beriman kepada Allah dan rasul utusanNya, senantiasa menjauhi perbuatan maksiat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan senantiasa menjaga syahwatnya dari perbuatan zina kecuali terhadap istri-istri mereka.
Syarat untuk memperoleh pertolongan dari Allah sebagaimana firmanNya yang artinya: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. Yaitu orang-orang yang menyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya.” (QS. Al Baqarah : 45-46).
Sumber: Harian Analisa