Ngelenger dengan senyum manis 01

Rabu, 23 Desember 2012
Matahari bersinar dengan lembutnya ditemani kabut pagi yang malu-malu pergi. Sayup-sayup terdengar ocehan muda mudi anak-anak berangkat sekolah sambil bercanda. Aku pun kini sudah siap dengan baju kemeja putih dengan blazer cantik di luarnya. Aku berjalan santai menuju kantor dengan naik motor, sederhana tetapi sehat dan lancar mengatar aku ke sana ke mari. Kini aku sampai di sebuah gedung berlantai 2 dengan desain unik ini sekitar pukul 7.10 di pagi hari. Sebuah gedung tempat aku bekerja di mana ada taman hijau di halaman depan dengan bunga warna-warni bermekaran. Suatu kantor dengan desain yang fresh dan menyegarkan. Di samping kanan ada kolam ikan koi dengan air mancur yang terus germericik. Sebelahnya lagi ada tempat parkir mobil dan motor untuk pegawai kantor. Dengan berangkat pagi ini, aku dapat menikmati indahnya taman bunga kantor beserta ikan koi warna-warni. Kadang aku kasih makan ikan koi itu dan dengan serta merta ikan itupun dengan senang hati menyapaku seolah inging berkata, “selamat pagi, selamat bergembira ya, hari ini adalah hari mu….”
Aku melangkahkan kaki ke dalam kantor. Pintu kantor ini begitu bagus yang dapat membuka sendiri ketika ada orang lewat. Selain itu dilapisi juga dengan plastik riben di bagian luar, sehingga orang luar tidak bisa melihat bagian dalam tetapi orang dalam kantor dapat bebas melihat luar.
Dengan santainya aku melangkah tapak demi tapak tangga luar kantor sambil membawa buku-buku proyek. Namun dengan tiba-tiba, buku-buku itu kini berceceran di lantai. “Astaga” ternyata aku menabrak orang lain waktu mau masuk kantor. Betapa kagetnya aku gara-gara jalan sambil melenger. Malu rasanya jalan tidak fokus sampai menabrak orang. Sebenarnya dalam hati juga kesel, kenapa pegawai itu tidak menghindar kalau aku sedang jalan melenger. Ternyata aku menabrak seorang pegawai muda dengan perawakan tinggi dan rapi. Ternyata aku menabrak Pak Doni, pegawai pindahan yang baru 3 minggu di kantor ini. Hem, jadi gak enak hati mau ngapa-ngapain, pagi-pagi udah nabrak orang, malu-maluin.
Dibantunya aku oleh Pak Doni mengambil buku yang berserakan di lantai. “Maaf mbk, saya sudah berhenti jalan, tapi mbk nylonong saja”, begitu kata Pak Doni. “Iya pak, haduh, maaf ya pak saya tadi jalannya ngelenger”. Buku pun sudah beres, aku melangkah ke ruanganku dan pak Doni pun juga langsung jalan ke luar, barang kali mau ke kantin bwt beli kopi.

Panah tak bernama yang berbahaya

Sepintas panah itu terlihat tumpul. Namun siapa sangka ternyata memiliki kekuatan dan pengaruh yang begitu hebat. Panah itu juga telihat kecil dari ukuran biasanya, tetapi sebenarnya begitu tajam memanah setiap mata yang melihat. Sekali melesat, tidak tanggung-tanggung akibat yang bisa ditmbulkannya, bukan cuma satu, dua atau tiga yang menjadi korbannya, tetapi jauh lebih banyak lagi, bahkan satu pasukan dengan senjata lengkap pun bisa dikalahkan dengan mudah. Panah itu sebenarnya memiliki karakter buruk, tetapi bisa membuat seolah begitu mempesona. Panah itu juga tidak menyakitkan, tetapi perlahan dapat membutakan dan membuat hilang ingatan. Ada saatnya panah itu terlihat hanya satu saja. Akan tetapi dengan tiba-tiba, dapat berubah menjadi banyak dan ada di mana-mana. Panah yang menyerang lawannya dengan cara yang sangat halus sampai-sampai korbannya tidak sadar bahwa panah itu telah menancap di tubuhnya. Panahnya tidak melukai, tetapi perlahan-lahan akan membuat sesak di dalam dada.

“Ssseeesttt”, panah itu pun menuju setiap mata yang melihat, lalu perlahan membuat jantung berdegup semakin kencang seolah ada suatu angin menerpa dan menembus seluruh tubuh. Perlahan dan mematikan. Panah itu tidak bisa dipegang ataupun dibawa, tetapi bisa dirasakan. Kekuatannya begitu hebat yang dapat menyesuaikan dengan kekuatan korbannya. Setiap rasa yang sudah hilang, dengan tiba-tiba dapat muncul kembali.

Lalu munculah kesatria dengan wajah yang meneduhkan. Kekuatannya tidak tampak, tidak bisa dilihat, dan tidak bisa dirasakan. Kesatria itu sebenarnya ada dalam diri masing-masing. Kesatria yang selalu bijaksana dalam bertindak. “Ting….” suara panah itu tertangkis dengan sendirinya oleh kesatria itu. Beberapa panah jatuh sebelum sampai korbannya, ada juga yang salah sasaran, bahkan ada yang kembali pada tas tempat panahnya sebelum panah itu sempat ditembakkan. Kesatria itu sebenarnya tidak tangguh, tetapi dia mempunyai keteguhan hati dan jiwa. Kesatria itu juga mempunyai strategi dan tak tik jitu sebelum bertindak. Dengan keteguhan jiwanya, panah-panah itu ada yang kembali pada tempatnya, ada juga yang mengikuti tindak tanduk dari kesatria dengan menundukkan diri.
Kini, walaupun masih banyak bertebaran di mana-mana, sang kesatria tetap terus berjuang dengan kekuatan yang kadang meredup dan kadang tinggi, dan setiap orang memiliki, dengan keteguhan dan keteduhan jiwa bersama Raja.

Generasi biru

Kokok ayam bernyanyi di balik bukit ditemani gemericik air yang terdengar merdu membuat mimpi ini enggan pergi. Tiba-tiba di depan jalan, ada lubang yang cukup dalam sehingga aku pun terjatuh hingga akupun kini tersadar bahwa ternyata hari sudah esok. Sambil menahan berat mata terbuka, perlahan aku buka selimut lalu aku duduk sebentar dan kupandangi jam di handphone butut, waktu menunjukkan pukul 03.30 pagi.

Aku pun berjalan dengan tenang menuju padasan kecil yang terletak di belakang rumah. Padasan itu teramat sederhana terbuat dari kendi tanah liat. Di sampingnya ada sebuah kamar mandi dengan balutan daung kelapa yang sudah cukup tua dan juga lama. Kubasuh mukaku, tanganku, rambutku, telingaku dan tak lupa keduakakiku hingga bersih dan segar. Kini rasa kantukku sudah kian menjauh berganti dengan kesegaran dalam dinginnya pagi.

Sejenak kutundukkah wajahku, jiwa dan juga ragaku, sebagi tanda syukur atas semua karunia yang telah aku terima selama ini, seumur hidupku. Aku merasakan ketenangan, kesegaran, dan juga kedamaian. Semakin dalam, semakin dalam, dan semakin dalam lagi hingga akupun pun terasa terbang, semuanya terasa indah, damai merasuk kalbu, kini kusadari bahwsa semua ini tidak ada apa-apanya, semua ini tiada berarti, tanpa hadirnya cinta sejati, cinta sejati dalam diri.

the police movie

BUKA…
BUKA MATAMU
LIHAT DIRIKU
DAN TAKAN ADA YANG LAIN
JANGAN..SEPERTI INI
JANGAN KAU PERGI
SEKALI SUDAH MENGERTI
DARI DULU KUSADARI
KEINGINAN DI HATIMU
TERLIHAT DARI SIKAPMU
PESATNYA RASA CINTA
NAMUN AKU TETAP DIAM
SIMPAN DALAM HATI SAJA
INI KESALAHANKU
HINGGA HATIMU TERLUKA
MAAFKAN AKU….