-
Continue reading →: Frustrasi (Bertumbuh dalam Relasi #4)Pernah lihat rumah yang belum selesai dibangun? Fondasinya sudah ada namun di tengah jalan, mungkin karena masalah finansial atau apa, pembangunan dihentikan. Relasi juga kadang bisa seperti itu. Pernikahan yang berhenti di tengah jalan. Persahabatan bubar. Hubungan keluarga retak. Dan macam-macam. Karena pada dasarnya kita semua broken, punya ‘bagasi’ dari…
-
Continue reading →: What Makes a Good LeaderWriting prompt dari wordpress ini menarik, sehingga saya memutuskan ikut menanggapi. Saya jawab dalam bahasa Indonesia. Kebetulan saya lagi baca buku Life Stories yang disusun oleh bapak Dino Patti Djalal. Dan kebetulan pula, saya sedang baca chapter yang ditulis oleh bapak Gita Wirjawan. Beliau bilang: “Kesuksesan seseorang bisa dilihat dari…
-
Continue reading →: Fondasi (Bertumbuh dalam Relasi #3)Sekarang aku makin menyadari bahwa semakin banyak orang yang terlibat dalam kehidupan kita, maka makin besar pula risiko kita melakukan kesalahan & makin besar pula risiko sering masuk dalam masalah or ujian. Dan semakin besar risiko masuk dalam ujian, maka semakin besar pula kesempatan untuk menghaluskan sisi kasar kita. Namun…
-
Continue reading →: Merendahkan Hati (Bertumbuh dalam Relasi #2)Baru-baru ini aku menghadiri acara wisuda temanku si Aurora. Di situ aku berkenalan dengan seorang ibu yang anaknya bernama Jelita yang juga diwisuda pada hari yang sama. Ibu itu bilang dia terharu melihat Jelita yang dulunya ‘keras’, sekarang telah berubah menjadi lebih lembut. Sangat berbeda kelakuannya dibandingkan sebelum masuk kuliah…
-
Continue reading →: Berbagi (Bertumbuh dalam Relasi #1)Sewaktu baru menjadi anak rantau di pulau Jawa ini hampir dua dekade yang lalu, saya berkunjung ke rumah kost seorang teman. Ibu kostnya memberi segelas jus mangga buat saya. Mangganya dipetik dari pohon sendiri yang ditanam di halaman rumah. Di sana saya berkenalan dengan seorang anak kost lain yang akhirnya…
-
Continue reading →: Pendeta-pendetaSebelum era pertobatan aku sering mengecek dulu siapa pendeta yang akan berkhotbah pada hari Minggu di jam-jam ibadah yang telah ditentukan. Biasanya aku memilih yang cocok buatku. Kriterianya kira-kira begini: ** Namun sejak era pertobatan, aku belajar untuk tidak lagi bergantung pada figur. Pendeta hanyalah manusia biasa seperti halnya jemaat. …






