Pada tanggal 29 Juni, telah dilakukan kegiatan Pelatihan Data Dasar Kependudukan untuk mahasiswa Konsentrasi Ekonomi Sumberdaya Manusia dan Kependudukan (SMK). Pelatihan dilaksanakan di Ruang Lab. Matriks dan di Pusdatin IESP Fakultas Ekonomi Universitas Jambi. Disini ditampilkan foto-foto ketika pelatihan berlangsung.
Pinjaman Tanpa Bunga
Pada bulan April 2009 yang lalu saya mengikuti kegiatan “Training of Trainer” mengenai Bank Syariah yang diselenggarakan oleh konsentrasi Ekonomi Islam di jurusan IESP Fak. Ekonomi UNJA.
Ada satu topik yang dikemukakannya oleh salah satu pembicara yang bernama Pak Cecep. Beliau membantah salah satu alasan bagi yang nembolehkan bunga bank yaitu “bunga sebagai upah menunggu”. Menurut beliau jika kita meminjamkan uang berarti kita punya kelebihan uang, oleh karenanya kita tidak boleh meminta lebih dari uang yang kita pinjamkan. Saya yang mendengar penjelasan tersebut rasanya masuk akal juga. Kemudian saya ingat satu alasan lagi yang membolehkan bunga bank dan juga dibantah oleh Pak Cecep yaitu mengenai “nilai uang sekarang lebih besar dari pada nilai uang pada masa depan (time value of money)”. Beliau mengemukakan suatu rumus F = A(1+r)n yang menyatakan bahwa jika r = 0 maka berapa pun n nya maka jumlah nilainya akan sama.
Dalam hal ini saya masih meragukan. Karena kalau kita meminjamkan barang (emas) atau yang lainnya dan lima tahun kemudian si peminjam mengembalikan berupa emas/ barang yang sama, rumus itu memang benar. Tapi bila yang kita pinjamkan berupa uang, maka lima tahun kemudian nilai uang akan turun. Sedang saya berfikir tentang hal di atas, tiba-tiba saya teringat pada kejadian yang saya alami sekitar dua minggu yang lalu. Kejadiannya begini.
Hari itu adalah hari sabtu siang, dimana saya sedang kedatangan keponakan yang sekaligus juga merupakan mahasiswa bimbingan skripsi. Saat kami sedang membicarakan tentang perbaikan skripsinya, tiba-tiba datang sepasang suami istri dengan tergesa-gesa dengan tujuan ingin meminjam uang untuk berobat adiknya sebesar Rp. 900.000,-. Mereka berjanji akan mengembalikan pada hari Senin (2 hari setelah dipinjam). Karena rasa kasihan maka saya pinjamkan uang yang diperlukannya. Namun pada hari Senin seperti yang telah dijanjikannya mereka tidak datang untuk mengembalikan uang tersebut. Saya fikir mungkin mereka masih sibuk mengurus adiknya yang sedang sakit dan kalaupun terlambat tidak apa-apa. Namun pada hari Rabu mereka datang ke rumah mengembalikan uang yang dipinjamnya serta membawa oleh-oleh berupa sekotak martabak manis. Disinilah rasanya saya teringat kembali penjelasan pak Cecep itu ada benarnya juga. Yang pertama, bahwa kalau kita meminjamkan uang tidak perlu meminta uang lebih, karena Allah yang akan melebihkannya. Logikanya, dari kejadian yang saya alami ini. Saya meminjamkan uang Rp.900.000,- dan 4 hari sesudahnya uang saya kembali ditambah 1 kotak martabak. Harga martabak diperkirakan Rp.9000, berarti dalam 4 hari saya mendapat untung sebesar 1% dan kalau 1 tahun berarti keuntungan yang diperoleh sebesar 90%. Emangnya bank mana yang mau membayarkan bunga sebesar itu ? Yaaa… hanya Bank Allah-lah.
Jadi, dari kejadian ini ternyata bahwa bila kita meminjamkan uang tanpa bunga, maka nilai uang kita tidak akan berkurang dan tidak tetap, tetapi nilainya akan bertambah dimasa yang akan datang. Itulah hebatnya ajaran Islam. Betul khaaan ?
Teguran Allah
Banyak yang mengatakan bahwa kalau kita ke Mekah akan mengalami berbagai peristiwa yang sulit untuk dilupakan, baik itu yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Ini merupakan salah satu peristiwa yang tidak dapat saya lupakan. Ceritanya sebagai berikut: Peristiwa ini terjadi ketika saya sedang shalat di Masjidilharam. Saat Setelah tawaf, saya melaksanakan shalat sunat di depan Ka’bah. Setelah shalat sunat, saya langsung sujud untuk berdoa. Salah satu doa saya pada waktu itu adalah agar Allah mengampuni dosa kedua orang tua saya. Kemudian memintakan kesehatan kepada mereka karena mereka telah menjaga anak-anak dan harta yang saya tinggalkan di tanah air. Rupanya, saat saya berdoa, tiba-tiba kepala saya yang sedang sujud, tersenggol kaki orang yang sedang lewat. Ketika itu juga saya sadar dan istiqfar untuk meminta ampun kepada Allah atas kesalahan kata-kata saya yang tak pantas saya ucapkan tersebut. Saya yakin, kalau kaki orang yang menyenggol kepala saya itu semacam teguran bagi saya dari Allah karena yang sebenarnya menjaga anak-anak dan harta saya itu hanyalah Allah, karena orang tua saya juga sebenarnya dijaga oleh Allah semata.
I. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Meningkatnya kesempatan pendidikan dan status perempuan telah ber-dampak pada peningkatan partisipasi perem¬puan dalam dunia kerja. Namun, hal ini ternyata diwarnai adanya ketimpangan gender, dalam bentuk segmentasi pasar tenaga kerja yang menempatkan laki-laki pada pekerjaan-pekerjaan utama, dan perempuan pada pekerjaan-pekerjaan sekunder.
Teori neo-klasik menjelaskan, segmentasi pasar tenaga kerja terjadi sebagai akibat perbedaan karak¬teristik individu (human capital) yang mempengaruhi produkti¬vitas, dimana human capital pekerja perempuan lebih rendah dari pekerja laki-laki. Rendahnya human capital (pendidikan, umur dan pengala¬man kerja) pekerja perempuan ini, secara umum telah dibuktikan dari hasil penelitian Hardiani (1997) pada salah satu perusahaan industri kayu di Jambi. Namun, setelah dilakukan pengontrolan dengan berbagai karak¬teristik yang mempengaruhi produktivitas, ketimpangan gender antara pekerja laki-laki dan perempuan tetap terlihat nyata. Hal ini berarti bahwa terjadinya segmentasi pasar tenaga kerja tidak dapat dijelaskan melalui teori neo-klasik. Lanjutkan membaca ‘Persepsi Pekerja Thdp Ketimpangan Gender’
Telekungku
Sekali waktu, saya pergi jalan-jalan dengan teman-teman dan pulangnya saya beli telekung. Telekung itu saya pakai sendiri sampai hampir setengah tahun. Suatu hari ada yang minta telekung itu dan saya berikan karena saya tahu akan dipakai sendiri. Namun dua hari setelah telekung itu saya berikan, datang anak didik saya yang sudah tamat memberikan kenang-kenangan pada saya sebagai rasa tanda terima kasihnya. Setelah saya buka ternyata isinya telekung yang baru. Subhanallah, saya menjadi sangat yakin bahwa apa saja yang kita lakukan tidak akan pernah sia-sia dan akan mendapat balasan dari Allah.
Semut Mekah
Beberapa tahun yang lalu, saya bersama suami menunaikan ibadah haji ke Mekah. Hampir sebulan disana, saya tidak pernah menemukan semut. Padahal di dalam maktab makanan yang manis-manis banyak, kadang-kadang gula untuk buat teh dan kopi sering terbuka. Sehingga timbul pertanyaan dalam fikiran saya, apakah disini (Mekkah) tidak ada semut ? Padahal yang saya ketahui, di dalam Alqur’an ada diceritakan tentang semut. Namun tidak lama setelah pertanyaan dalam fikiran muncul, pertanyaan saya di jawab oleh Allah. Yakni ketika saya ke kamar mandi untuk buang air kecil. Tiba-tiba disana terdapat banyak semut berkelompok. Jadi saya semakin yakin, bahwa apapun yang kita rasakan dan fikirkan, Allah pasti tahu. Oleh karenanya janganlah ada fikiran jahat dalam hati kita, apalagi perbuatan jahat, karena Allah akan tau.
powerPoint Ekonomi Kependudukan
kepada mahasiswa atau saudara yang ingin mengetahui tentang pentingnya teori dan masalah-masalah kependudukan terkini seperti pertumbuhan penduduk, fertilitas, mortalitas, morbiditas, mobilitas, kualitas penduduk, kualitas penduduk, pembangunan berwawasan kependudukan, ideologi gender dan penduduk lansia, silakan untuk mengklik disini
Kenyataan yang ada menunjukkan bahwa terdapat perbedaan upah yang besar antara pekerja laki-laki dan perempuan, baik di negara maju maupun negara sedang berkembang. Perbedaan tersebut juga terlihat bila ditinjau pada masing-masing jenis/lapangan pekerjaan. Di Amerika Serikat pada tahun 1984, rata-rata upah Lanjutkan membaca ‘Diferensiasi Upah Berdasarkan Gender’
Menurut Nakamura, dkk (1979), ada dua kelompok faktor yang mempengaruhi upah yang diterima pekerja, yaitu: 1) Karakteristik individu. 2) Karakteristik dari pasar tenaga kerja. Penelitian pada tingkat mikro, umumnya berfokus pada faktor karakteristik individu, sedangkan pada tingkat makro lebih memperhatikan hubungan karakteristik pasar kerja terhadap tingkat upah. Lanjutkan membaca ‘Faktor-faktor yang mempengaruhi upah’



