“Lakukan yang terbaik, sisanya kembalikan kepada Allah”, mungkin terdengar sangat klise, tapi itu adalah sebaik-baik cara agar hidup kita tenang. Allah Maha Melihat, Allah Maha Mendengar, Allah Maha Menilai, Allah Maha Adil.
Kamu disalahpahami oranglain? tenang ada Allah. Kamu ngga dihargai oranglain? tenang ada Allah. Kamu merasa orang lain tidak adil? tenang ada Allah. Kamu takut masa depan? tenang ada Allah, ia kan Maha Kaya Maha Rahman Maha Rahim. Kamu berbuat tidak bijak? tenang ada Allah, Ia kan Maha Pengampun maka semoga Ia memaafkan dan meluruskan kesalahan-kesalahanmu.
Kamu harus belajar “diam”, “tenang”, dan “khusuk”.
Kamu sepertinya selama ini terlalu banyak bicara pada manusia, sehingga banyak mengeluh dan mukamu jadi kusut dan muram. Kamu sepertinya selama ini terlalu banyak takut pada manusia, sehingga hilang kendali atas idealisme yang selama ini kamu hargai. Kamu sepertinya selama ini terlalu banyak melihat dan takut dinilai orang lain, sehingga kamu kehabisan waktu untuk bisa melakukan sesuatu yang lebih penting dan bermakna untuk dirimu.
Maka, tariklah nafas panjang, dan setelah ini kita akan bersama menempuh jalan kembali.


