Valuing our nature and valuing ourselves

Trekking .. Jayagiri – Tangkuban Parahu

 

Rihlah Daarul Fikri

Kalau kamu pingin tahu kepribadian orang, berpergianlah/ berwisatalah dengan orang itu.

Perburuan Emas Hitam

ImageDengan berbekal peta ini, kamu akan tahu daerah yang akan kamu jelajahi. Disitu tergambar bangunan, jalan, kolam dan sebagainya yang merupakan lokasi dimana emas hitam berada. Nah dimana emasnya?  … Kamu harus memecahkan teka – teki yang merupakan petunjuk keberadaan emas hitam.

Image

ayooo... temukan bintangnya

Selain itu kamu harus menyelesaikan tantangan-demi tantangan untuk menambah emas. Diperlukan kerjasama, komunikasi dan semangat pantang menyerah untuk menyelesaikan semua permainan.Kalau tidak bisa,   yaa ga dapat apa-apa. Selain itu kamu harus memperhatikan waktu. “Siapa yang cepat maka dia yang akan dapat” … karena setelah sirine berbunyi maka semua pasukan harus kembali ke markasnya masing-masing. Jangan khawatir! yang menang akan mendapatkan hadiah …. Selamat berburu

Image

ati - ati, jangan sampai jatuh...

Kegiatan ini dirancang untuk membantu menjaga  hubungan yang harmonis antara orang tua dan murid. Kegiatan yang menyenangkan, hands on, menantang tetapi cukup aman. Dan Alhamdulillah feedback dari semua peserta, bahwa kegiatan kali ini merupakan kegiatan yang terbaik selama enam tahun.

Image

Tiaraaaap, awas kena tali ...

Kami ucapkan terima kasih kepada : Sekolah Daarul Fikri yang telah mempercayakan kegiatan ini kepada Jamuju. Semua staff Jamuju dan para fasilitator yang telah mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran untuk mensukseskan kegiatan ini.

Image

lari-lari.... cepat dapatkan emasnya...

Image

“Sampai Jumpa di Alam Terbuka”

Biarkan kupu-kupu menari (umpankan tanaman anda :D)

Image

Apakah anda senang melihat kupu-kupu yang berwarna warni? Bagaimana bila dalam sebuah perjalan ke daerah pinggiran, misalnya sebuah hutan, anda disambut dengan berbagai jenis kupu-kupu yang beterbangan kesana kemari. Apakah anda pernah ke Bantimurung? (saya juga belum, pengen kesana – apa ada yang mau bayarin … hehehehe). Disana ada ‘taman’ kupu-kupu. Coba deh cari di pak google. Bukankah akan sangat indah bila kita melihat sebuah taman asri, misalnya di rumah kita, yang dihiasi dengan kupu-kupu yang terbang kesana kemari. Wah pasti sangat menyenangkan.

Kupu-kupu, setidaknya untuk mereka yang punya kepentingan dalam bercocok tanam, memiliki keuntungan dan kerugian. Yang pertama, kupu-kupu membantu berbagai bunga untuk kawin dan menghasilkan biji. Tanaman kan tidak bisa jalan-jalan, atau bergerak aktif, jadi agar bisa kawin mereka harus dibantu. Ada yang dibantu oleh angin, oleh burung, kelelawar, dan tentu saja paling banyak oleh serangga – antara lain kupu-kupu. Bahkan ada yang dibantu oleh manusia lho. Dengan warna dan polanya yang beragam, kupu-kupu yang terbang kesana-kemari biasanya akan menjadi incaran bagi anak-anak.

Kerugiannya apa? Apakah anda tahu bahwa kupu-kupu itu bila sudah kawin akan menghasilkan telur yang bila menetas menjadi ulat. Ya, ulat! Dan ulat yang sudah dewasa akan menjadi kupu-kupu setelah sebelumnya membentuk kepompong. Nah, biasanya ketika dia jadi ulat lah, dia menjadi ‘musuh’ bagi mereka yang suka bercocok tanam. Daun-daun pada tanaman hias akan menjadi bolong-bolong dan tidak indah lagi (setidaknya menurut kita). Atau pohon jeruk kita akan menjadi gundul karena ulat-ulat menghabiskan dedaunannya Atau pohon alpukat bukan hanya gundul, tetapi menjadi berbulu karena batangnya pun ditutupi oleh ulat-ulat yang berwarna warni (pengalaman waktu kecil harus berlari di bawah pohon alpukat, dengan ulat-ulatnya berjatuhan… seperti game aja!) .

Nah, menghilangkan ulat seluruhnya juga akan mengeradikasi kupu-kupu di kemudian hari. Maka tidak ada lagi benda-benda indah yang beterbangan, atau tidak ada lagi yang ‘mengawinkan’ bunga-bunga kita secara gratis. Ya, gratis.

Jadi inget kemairin nonton tentang bagaimana lebah mulai ‘punah’. Ya punah! Entah gimana lebah ini terkena virus dan mulai punah di berbagai belahan dunia. Orang-orang pun panik. Bahkan negaranya pun panik, karena lebah telah memungkinkan dikawinkannya berbagai bunga untuk kemudian menjadi buah. Jangan lupa, serangga ini pula lah yang menghasilkan madu. Bila tidak ada serangga ini, maka tidak akan ada buah apel, pear, aprikot, dll – dan tidak ada madu. Bahkan di Cina, buah pirnya sudah dikawinkan oleh manusia! untuk disana tenaga kerjanya banyak dan murah. Bayangkan kalau di negara lain. Pernahkan dengar ada kampung di kalimantan yang mem’bantai kelelawar, dan taunya di taun berikutnya pada musim duren tidak ada duren yang berbuah! Ya, karena ternyata kelelawar itu ‘bertugas’ mengawinkan bunga duren. Dan kenyataannya, kelelawar itu lebih menyukai buah-buahan yang matang-menjelang terlalu matang.

Tetapi bukan berarti kita tidak bisa menggabungkan dua kepentingan, yang satu ingin agar tanaman tidak ‘habis’ oleh ulat, dan yang satu agar kupu-kupu tetap menemani kita (dan anak cucu kita). Bisa, dan pasti bisa. Tahu ga, kenapa kalau kita jalan-jalan di kebun teh, kita melihat kebun teh yang di pinggiran dibiarkan seperti tak terurus, apalagi bila berbatasan dengan huta. Sebenernya ada beberapa perusahaan yang mengumpankan sebagian dari kebunnya terhadap serangga/hama demi menyelamatkan porsi kebunnya yang lebih besar. Karena terkadang kita tidak bisa mengontrol para pendatang ini, apalagi kalau berbatasan dengan dunia ‘luar’.

Ya, usulnya sih sederhana, biarkan sebagian tanaman kita (atau kalau bisa sih tanaman orang lain, hehehehe) untuk dimakan dan menjadi rumah para ulat. Biarkan tanaman itu tumbuh, dan biarkan pula para ulat itu bermain di sana, dan kemudian menjadi kepompong. Nanti anda pun bisa melihat kupu-kupu. Cara mengontrolnya mudah, sebenarnya. Bila ulatnya terlalu banyak, ya tinggal dibuang saja (dibuang sayang, kasih sama ikan… ikan kan suka, apalagi lele :D).

Oke gitu aja. Mungkin lain kali kita bisa beternak kupu-kupu. Dan membuat rumah kupu-kupu (di luar negeri mahal lho!).

Jamuju juga punya program pendidikan lingkungan

Ketika baca halaman depan website ITB, ternyata ada artikel tentang pendidikan lingkungan [disini]. Buat yang mungkin koneknya agak susah, saya kutip disini:

BANDUNG, itb.ac.id –
Ecoschool merupakan acara tahunan yang digelar oleh Departemen
Pendidikan Lingkungan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (Pendil
HMTL). Ecoschool pertama kali dilaksanakan pada tahun 2004,  bertujuan
membagi ilmu dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pengetahuan
lingkungan pada umumnya. Setiap tahunnya ecoschool mempunyai konsep
berbeda, untuk ecoschool tahun ini konsep umumnya semacam TFT(Training
For Trainers) yang diadakan di SMP Negeri 15 Setiabudi Bandung.
Training ini diadakan selama tiga minggu mulai tanggal 1 hingga 15
November 2008 dan diadakan selama dua kali setiap minggunya yaitu
setiap hari Sabtu dan Minggu. Pada hari Sabtu(22/11), tepat pada minggu
ke-empat, diadakan acara puncak di lapangan Campus Center.

Jamuju juga sebenarnya memiliki program pendidikan lingkungan. Mungkin ada yang bertanya, koq tidak nyambung sama usaha Jamuju? Sebenarnya nyambung koq. Jamuju didirikan bukan hanya untuk ‘bermain’, tapi juga memperkenalkan nilai ramah lingkungan. Nah, ini salah satu nilai tambah yang kami tawarkan pada para klien. Kami mengupayakan agar kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersifat ramah lingkungan. Terlebih lagi, kami pun ingin agar perilaku ramah lingkungan ini kemudian di’amini’ oleh para peserta.

Kembali ke Pendidikan Lingkungan, sebelumnya kami sempat bekerja sama dengan sebuah lembaga yang melakukan kegiatan ini. Sebenarnya, kami ingin lebih berhemat tenaga sehingga fokus kami pada kegiatan lain tidak ‘terkurangi’. Kami sudah mendukung (penuh) dua kali kegiatan lingkungan dengan sebuah SMP swasta di Bandung. Kegiatannya dilakukan di Jayagiri dan Ranca Upas. Namun sayang, lembaganya tidak terus. Akhirnya kami pun memutuskan untuk kembali ke rencana awal, yaitu melakukannya sendiri atau bekerja sama dengan lembaga lain yang sudah ‘lebih mapan’ jalan programmnya. Sekarang kami masih menjajagi untuk melakukan kerja sama dengan sebuah LSM yang telah konsisten melakukan pendidikan lingkungan dari tahun 1995.

Jadi kalau ada dari para pembaca yang mencari program pendidikan lingkungan, khususnya untuk setingkat SMP dan SMA. Jamuju ada program yang sangat menarik. Program yang dirancang oleh Jamuju memiliki muatan interaksi dengan alam yang cukup tinggi. Seperti para pembaca sudah mahfum, kami lebih senang berada langsung di alam, melihat dan menyentuh keindahan alam secara langsung.

Ini salah satu fotonya:
Image
Beberapa foto yang lain ada di flickr

SGHC IV

Bagi mereka yang tertarik dengan berkegiatan di luar ruangan, khususnya di gunung hutan, akan diselenggarakan Sekolah Gunung HighCamp (SGHC) 4 di Gunung Manglayang.

Informasi lebih lanjut bisa dilihat di forum Jpers atau highcamp.

Sebenarnya Jamuju juga ingin sekali melakukan training yang serupa, dalam artian mengenal teknik berkegiatan di alam terbuka, dan tentunya Jamuju style. Bahkan sempat pula Jamuju membuat sebuah kegiatan pelatihan berkegiatan di alam terbuka yang digabungkan dengan pelatihan kepemimpinan. Foto-fotonya bisa dilihat di sini untuk kegiatan yang indoor, dan di sini untuk yang outdoor. Kegiatan ini memperkenalkan bentuk kepemimpinan yang sesuai dengan masing-masing peserta yang kemudian dicoba/dilatih melalui kegiatan di alam terbuka.

Jamuju juga merencanakan untuk melakukannya sekali lagi di akhir tahun ini. Semoga saja bisa terlaksana dengan baik.

Bila anda tertarik untuk kegiatan yang serupa, baik yang berupa training berkegiatan di alam terbuka, ataupun pelatihan kepemimpinan dengan memanfaatkan alam terbuka (dengan melakukan semacam ekspedisi), silahkan menghubungi kami.

Design a site like this with WordPress.com
Get started