Posted by: josanta | April 2, 2009

Moto Plastik

Motorola

Melihat perkembangan mobile phone sekarang ini boleh di bilang sudah stagnan alias sudah berada pada titik jenuh, tapi karena jenis widget ini sekarang sudah merupakan kebutuhan pokok maka produsen-produsen hand phone masih optimis melihat pasar yang masih terbuka, dan berusaha menarik konsumen dengan keunggulan yang di claim masing-masing produsen.
Baru-baru ini, CES (Consumer Electronics Show) baru akan dibuka secara resmi. Namun sudah banyak gosip beredar tentang produk-produk menarik yang dimunculkan di sana. Salah satunya datang dari Motorola.

Motorola dikabarkan akan memamerkan – antara lain – sebuah ponsel yang terbuat dari botol-botol air yang telah didaur ulang. Badan MOTO W233 Renew memang terbuat dari plastik. Karenanya, ponsel ini, begitu klaim Motorola, “100% bisa didaur ulang.” Untuk MOTO W233 Renew, Motorola bermitra dengan Carbonfund.org demi mengurangi karbondioksida yang dibutuhkan untuk membuat, mendistribusikan, dan mengoperasikan telepon melalui investasi dalam sumber-sumber energi yang terbarukan dan penanaman hutan kembali.

Kemasan ponsel pun dibuat 22% lebih kecil dibandingkan kemasan biasanya. Sementara itu ‘kertas-kertas’ yang menyertainya pun “100% kertas daur ulang”. Anda bahkan akan menemukan sebuah amplop berperangko untuk mengirimkan ponsel lama Anda untuk didaur ulang.

Spesifikasi MOTO W233 Renew sendiri sebagai berikut:
– Waktu bicara 550 menit, waktu siaga 450 jam (18 hari)
– WAP browser
– Mini USB
– Bobot 83 gram
– Dimensi 45×110,97×14,7 mm
– Memori removable 2GB (opsional)
– SMS MMS

Selain MOTO W233, Motorola diberitakan akan memamerkan sebuah ponsel pintar: MOTOSURF A3100, sebuah touch-tablet berkecepatan tinggi. Anda dapat menggunakan jari, stylus atau trackball untuk mengakses banyak dari aplikasinya. Anda juga dapat mengatur sendiri layar utamanya, termasuk live feed cuaca, berita, e-mail, SMS dan buku janji Anda. Semua aspek kehidupan penggunanya – personal dan profesional – hanya sejauh ketukan jari, entah itu berpindah-pindah di antara dokumen, mendengarkan musik MP3, berkonferensi video di jalanan, memperbarui status Facebook atau menggunakan GPS untuk melihat jarak jalan.

Spesifikasi MOTOSURF A3100 yang akan beredar kuartal pertama tahun ini, begitu di rilis persnya, sebagai berikut:
– Waktu bicara mencapai 6,8 jam, waktu siaga sampai 12,4 jam
– Bobot 119 gram
– Dimensi 110×59,7×13,7 mm
– Sistem operasi: Windows Mobile 6.1 Professional
– USB 2.0 HS, Stereo Bluetooth wireless dengan A2DP
– Layar 2,8″
– MMS, SMS, multi-head IM, e-mail (exchange)
– Audio: AMR, MP3, AAC, AAC+, eAAC+, WMA, MIDI
– Video: MPEG-4, H.263, H.264 dan WMV playback support, .3GP dan .MP4 file playback support, H.263 capture support
– 3 megapixel auto-focus camera; VGA secondary camera
– Memori: 256MB Flash, RAM 128MB, Micro-SD sampai 32GB

Posted by: josanta | December 1, 2008

Teknologi UMTS

Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) saat ini dipandang sebagai sebuah sistem impian yang menggantikan Global System for Mobile Communication (GSM). UMTS merupakan salah satau evolusi generasi ketiga (3G) dari jaringan mobile. UMTS juga memperlihatkan permintaan yang makin berkembang dari aplikasi mobile dan aplikasi internet untuk kapasitas baru sehinga dunia komunikasi mobile makin ramai. Transmisi peningkatan jaringannya mencapai kecepatan sampai 2 Mbps per pemakai mobile dan menetapkan suatu standard penjelajahan yang global.

UMTS disebut juga sebagai Wideband – Code Division Multiple Access (W-CDMA). Sistem ini mengijinkan banyak aplikasi yang lain untuk diperkenalkan ke pelosok di seluruh dunia kepada para pemakai mobile dan menyediakan suatu link yang penting di masa kini antara sistem GSM dan standar terakhir dari worldwide tunggal untuk seluruh telekomunikasi mobile, International Mobile Telecommunications-2000 (IMT-2000).

2. IMT-2000

Karakteristik utama dari sistem 3G yang kita kenal sebagai IMT-2000, adalah satu keluarga yang mempunya standar campatible dan memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Digunakan diseluruh dunia
  • Digunakan untuk seluruh aplikasi mobile
  • Support terhadap transmisi data dari packed-switched dan circuit switched
  • Menawarkan rate data tinggi sampai 2 Mbps
  • Menawarkan efesiansi spectrum yang tinggi

IMT-2000 adalah satu set persyaratan yang dikeluarkan oleh International Telecommunications Union (ITU). IMT mewakili Intenational Mobile Telecommunications, dan 2000 menggambarkan dari tahun yang dijadwalkan untuk sistem percobaan awal dan cakupan frekwensi dari 2000 MHZ (WARC’92; 1885-2025 MHZ dan 2110-2200 MHZ). Semua standar 3G telah dikembangkan oleh regional standards developing organizations (SDOs). Secara keseluruhan proposal yang telah disampaikan oleh regional SDOs di ITU pada tahun 1998 sebanyak 17 proposal yang berbeda untuk standar IMT-2000, 11 proposal untuk sistem teresterial dan 6 proposal untuk mobile satellite systems (MSSs). Pada akhir tahun 1998 proposal itu telah dievaluasi secara lengkap, dan pertengahan 1999 telah di negosiasikan pada consensus yang berbeda pandangan sehingga 17 proposal tersebut telah disetujui sebagai standar IMT-2000 oleh ITU.

Paling utama dari proposal IMT-2000 adalah UMTS (W-CDMA) sebagai pengganti dari GSM, CDMA2000 sebagai pengganti dari standar sementara ’95 (IS 95), dan time division – synchronous CDMA (TD-SCDMA) (universal wireless communications-136 [UMC-136]/EDGE) sebagai dasar peningkatan TDMA untuk D-AMPS/GSM.

Paling utama dari proposal IMT-2000 adalah UMTS (W-CDMA) sebagai pengganti dari GSM, CDMA2000 sebagai pengganti dari standar sementara ’95 (IS 95), dan time division – synchronous CDMA (TD-SCDMA) (universal wireless communications-136 [UMC-136]/EDGE) sebagai dasar peningkatan TDMA untuk D-AMPS/GSM.

UMTS mengijinkan banyak aplikasi untuk diperkenalkan kepada pemakai diseluruh dunia dan menyediakan berbagai link terpenting dari system GSM di masa kini dan IMT-2000. Jaringan baru juga harus menunjukkan pertumbuhan permintaan dari mobile dan aplikasi internet untuk kapasitas baru di dunia komunikasi mobile yang sudah padat. Peningkatan kecepatan transmisi UMTS sampai 2 Mbps per pemakai mobile dan menetapkan suatu standar penjelajahan yang global.

UMTS dikembangkan oleh Third-Generation Partnership Project (3GPP), suatu usaha patungan dari beberapa SDOs – ETSI (Eropa), Association of Radio Industries and Business / Telecommunication Technology Committee (ARIB/TTC) (Jepang), American National Standards Institute (ANSTI) T-1 (USA), Telecommunication Technology Association (TTA) (South Korea), and Chinese Wireless Telecommunication Standard (CWTS) (China). Untuk menjangkau penerimaan global, 3GPP memperkenalkan UMTS dalam beberapa tahap dan rilis tahunan. Rilis pertama (UMTS Rel. ’99), diperkenalkan pada bulan Desember 1999, ini menunjukkan peningkatan dan pergantian untuk jaringan GSM yang ada. Untuk rilis kedua (UMTS Rel. ’00), pergantian yang sama diusulkan sebagai peningkatan untuk IS-95 (dengan CDMA2000) dan TDMA (dengan TD-CDMA dan EDGE).

Perubahan yang paling penting dalam Rel. ’99 adalah UMTS Terrestrial Radio Access (UTRA), suatu antarmuka radio W-CDMA untuk komunikasi land-based. UTRA mendukung Time Division Duplex (TDD) dan Frequency Division Duplex (FDD). Model TDD dioptimalkan untuk public micro dan pico cells dan aplikasi cordless tanpa lisensi. Model FDD dioptimalkan untuk cakupan area yang luas, yaitu; public macro dan micro cells. Kedua model tersubut menawarkan rate data yang dinamis dan fleksibel sampai 2 Mbps. Model UTRA yang digambarkan lain, multicarrier (MC), diharapkan untuk dapat kompatibel antara UMTS dan CDMA2000.

3. Arsistektur Jaringan UMTS

UMTS (Rel. ’99) mempersatukan peningkatan dari GSM tahap 2+ Core Network dengan GPRS dan CAMEL. Memungkinkan operator jaringan untuk menikmati peningkatan efesiensi biaya karena UMTS dapat melindungi investasi 2G dan mengurangi resiko dari implementasi tersebut.

Dalam UMTS rilis 1 (Rel. ’99), telah diperkenalkan suatu jaringan kases radio baru UMTS Terrestrial Radio Access Network (UTRAN). UTRAN, UMTS Radio Access Network (RAN), dapat dihubungkan dengan GSM tahap 2+ Core Network (CN) melalui Iu. Iu merupakan antarmuka UTRAN antara Radio Network Controller (RNC) dan CN; antarmuka UTRAN antara RNC dan packet-switched domain dari CN (Iu-PS) adalah digunakan untuk data PS dan antarmuka UTRAN antara RNC dan circuit-switched domain dari CN (Iu-CS) adalah digunakan untuk data CS.

Mobile Stations (MSs) “GSM-only” akan dapat dihubungkan ke jaringan melalui GSM air (radio) interface (Um). UMTS/GSM dual-mode user equipment (UE) akan dapat dihubungkan ke jaringan melalui UMTS air (radio) interface (Uu) pada rate data yang sangat tinggi (hampir sampai 2 Mbps). Diluar layanan area UMTS, UMTS/GSM UE akan dapat dihubungkan ke jaringan dengan mengurangi rate data melalui Um.

Maksimum data rate adalah 115 kbps untuk data CS oleh HSCSD, 171 kbps untuk data PS oleh GPRS, dan 553 kbps oleh EDGE. Mendukung handover antara UMTS dan GSM, dan handover antara UMTS dan system 3G yang lain (e.g., multicarrier CDMA [MC-CDMA]) akan dapat mendukung semua akses diseluruh dunia dengan benar.

Public Land Mobile Network (PLMN) diuraikan dalam UMTS Rel. ’99 mempersatukan 3 kategari utama dari elemen jaringan :

  • GSM Phase ½ core network elements; mobile service switching center (MSC), visitor location register (VLR), home location register (HLR), authentication center (AC), and equipment identity register (EIR).
  • GSM Phase 2+ enhancements; GPRS (serving GPRS support node [SGSN] dan gateway GPRS support node [GGSN]) dan CAMEL (CAMEL service environment [CSE])
  • Peningkatan dan modifikasi UMTS yang spesifik, terutama UTRAN.

3.1. Elemen jaringan dari GSM Phase ½

GSM phase ½ PLMN berisi dari 3 subsistem; base station subsystem (BSS), network dan switching subsystem (NSS), dan operations support system (OSS). BSS berisi dengan beberapa unit fungsional; base station controller (BSC), base transcievier station (BTS) dan transcoder and rate adapter unit (TRAU). NSS berisi beberapa unit fungsional; MSC, VLR, HLR, EIR, dan AC. MSC berfungsi menyediakan seoerti switching, signaling, paging, dan inter-MSC handover. OSS berisi operation dan maintenance centers (OMSs), yang digunakan untuk remote dan tugas centralized operation, administration, dan maintenance (OAM).

3.2. Elemen jaringan dari GSM Phase 2+

3.2.1. GPRS

Yang terpenting dari bagian evolusioner GSM menuju UMTS adalah GPRS. GPRS memperkenalkan PS kedalam GSM CN dan mengijinkan akses langsung ke packet data networks (PDNs). Transmisi PS ini memungkinkan untuk rate data tinggi dengan baik diluar batas 64 kbps dari ISDN melalui GSM CN, transmisi data rate untuk UMTS diperlukan sampai 2 Mbps. GPRS akan siapkan dan menoptimalisasi CN untuk data rate yang tinggi pada transmisi PS, seperti halnya UMTS dengan UTRAN pada RAN. Seperti itu juga, GPRS adalah suatu persyaratan untuk pengenalan UMTS.

Dua unit fungsional ini meluas dari arsitektur GSM NSS untuk layanan GPRS PS; GGSN dan SGSN, GGSN mempunyai fungsi membandingkan pada gateway MSC (GMSC). SGSN berada pada level hirarki yang sama sebagai visited MSC (VMSC)/VLR dan melaksanakan fungsi yang dapat diperbandingkan seperti routing dan mobility management.

3.2.2. CAMEL

CAMEL memungkinkan akses di seluruh dunia pada operator yang memakai aplikasi IN seperti prepaid, call screening, dan supervision. CAMEL adalah peningkatan utama GSM tahap 2+ untuk pengenalan konsep UMTS virtual home environment (VHE). VHE adalah suatu platform dari definisi layanan fleksibel (koleksi dari jasa kreasi tool) itu memungkinkan operator untuk memodifikasi atau penigkatan layanan yang sudah ada ada atau membuat layanan baru. Lagipula, VHE memungkinkan akses diseluruh dunia ke layanan spesifik operator ini dalam setiap GSM dan UMTS PLMN dan memperkenalkan layanan location-based (oleh interaksi dengan GSM/UMTS mobility management). A CSE dan suatu protokol baru dari common control signaling system 7 (SS7) (CCS7), CAMEL application part (CAP), dipergunakan pada CN untuk memperkenalkan CAMEL.

3.3. Elemen jaringan dari UMTS Phase 1

Telah disebutkan di atas, bahwa UMTS berbeda dengan GSM tahap 2+ kebanyakan dalam prinsip yang baru untuk transmisi interface udara (W-CDMA sebagai ganti dari TDMA / FDMA). Oleh karena itu, suatu RAN yang baru disebut dengan UTRAN harus dikenalkan dengan UMTS. Hanya proyeksi modifikasi, seperti alokasi dari trnascoder (TC) berfungsi untuk penekanan suara pada CN, dibutuhkan dalam CN untuk mengakomodasi perubahan itu. Fungsi TC adalah digunakan bersama dengan interworking function (IWF) untuk konversi protokol antara interface A dan Iu-CS.

3.3.1. UTRAN

Standar UMTS dapat dilihat debagai suatu perluasan dari jaringan yang ada. Dua elemen jaringan baru telah diperkenalkan dalam UTRAN, RNC, dan Node B. UTRAN dibagi lagi dalam radio network system (RNSs) yang individual, dimana masing-masing RNS adalan dikontrol oleh RNC. RNC dihubungkan ke suatu set dari elemen Node B, yang mana masing-masing Node B dapat melayani satu atau beberapa sel.

Elemen jaringan yang ada, seperti MSC, SGSN, dan HLR, dapan diperluas untuk mengadopsi persyaratan UMTS, tapi RNC, Node B, dan handset harus didesain baru semua. RNC akan menjadi pengganti untuk BSC, dan Node B akan berfungsi hampir sama seperti BTS. Jaringan GSM dan GPRS akan dikembangkan, dan layanan baru akan terintegrasi ke dalam keseluruhan jaringan yang keduanya berisi interface yang sudah ada seperti A, Gb, dan Abis, dan termasuk Iu yang merupakan interface baru, interface UTRAN antara Node B dan RNC (Iub), dan interface UTRAN antara dua RNCs (Iur). interface terbuka baru dalam UMTS :

  • Uu: interface UE ke Node B (UTRA, the UMTS W-CDMA air interface)
  • Iu: interface RNC ke GSM tahap 2+ CN (MSC/VLR atau SGSN), yang terdiri dari Iu-CS yang digunakan untuk komunikasi data circuit-switched dan Iu-PS yang digunakan untuk komunikasi data packet-switched .
  • Iub: interface RNC ke Node B
  • Iur: interface RNC ke RNC, bukan perbandingan ke interface yang lain dalam GSM

RNC memungkinkan otonomi dari radio resource management (RRM) oleh UTRAN. RRM melaksanakan fungsi yang sama seperti GSM BSC, menyediakan central control untk elemen RNS (RNC dan beberapa Node B). RNC menangani pertukaran protokol antara interface Iu, Iur, dan Iub dan bertanggung jawab untuk centralized operation dan maintenance (O&M) dari keseluruhan RNS dengan akses bagi OSS. Karena interfacenya berbasis ATM, RNS memindahkan sel ATM antara interface Iu, Iur, dan Iub. Para pemakai data pada circuit-switched dan packet-switched besaral dari interface Iu-CS dan Iu-PS merupakan multiplex bersama untuk transmisi multimedia melalui interface Iur, Iub, dan Uu untuk dan dari UE.

RNC menggunakan interface Iur, yang tidak sama dalam GSM BSS, untuk secara otonomi menangani 100 persen dari RRM, menghilangkan beban dari CN. Melayani fungsi kontrol seperti admission, koneksi RRC ke UE, keberagaman makro atau handover dan congestion sepenuhnya diatur oleh serving RNC (SRNC) tunggal. Jika RNC yang lain dilibatkan dalam koneksi yang aktip melalui suatu soft handover inter-RNC, dideklarasikan sebagai suatu drift RNC (DRNC). DRNC hanya bertanggung jawab untuk alokasi dari sumber kode. A dimungkinkan untuk mengalokasikan ulang dari fungsi SRNC bagi DRNC yang terdahulu (alokasi ulang serving radio network subsystem [SRNS]). Bagian dari controlling RNC (CRNC) digunakan untuk menggambarkan RNC yang mengontrol sumber logika dari akses poin UTRAN.

3.3.2. Node B

Node B merupakan unit fisik dari transmisi /resepsi radio dengan menggunakan sel. Tergantung pada sektorisasinya (omni/sektor sel), satu sel atau lebih dapat dilayani oleh node B. Suatu Node B tunggal dapat mendukung kedua model dari FDD dan TDD, dan model tersebut dapat menjadi co-located dengan BTS GSM untuk mengurangi cost dari implementasinya. Node B dihubungkan dengan UE melalui interface radio Uu W-CDMA dan dihubungkan dengan RNC melaui interface Iub yang berbasis ATM. Node B merupakan titik dari terminal ATM. Tugas utama dari Node B adalah mengkonversi data dari dan untuk interface radio Uu, termasuk forward error correction (FEC), adaptasi nilai, spreading/despreading W-CDMA, dan modulasi quadrature phase shift keying (QPSK) pada interface udara. Node B mengukur kekuatan dan kualitas koneksi dan menentukan dari frame error rate (FER), transmisi data ini ditujukan kepada RNC sebagai laporan pengukuran dari handover dan kombinasi keaneka ragaman yang makro. Node B juga bertanggung jawab untuk softer handover FDD. Kombinasi keaneka ragaman mikro bebas dilakukan, menghapus kebutuhan untuk transmisi penambahan kapasitas dalam Iub.

Node B juga beparsitipasi dalam kontrol daya, sebagai sesuatu yang memungkinkan untuk penyesuaian daya memakai perintah downlink (DL) transmission power control (TCP) melalui inner-loop power control berdasarkan pada informasi uplink (UL) TCP. Nilai-nilai yang sudah dikenal dari inner-loop power control berasal dari RNC melalui outer-loop power control.

4. Refferensi

* http://www.iec.com [the international engineering consortium]

* http://www.umtsworld.com [news and information about 3G mobile networks]

* http://mobileindonesia.net/2006/02/01/arsitektur-jaringan-umts

Posted by: josanta | November 25, 2008

Mengenal HSDPA

HSDPA merupakan pengembangan dari jaringan W-CDMA yang sudah ada. Sebagai informasi, W-CDMA adalah nama teknologi GSM yang memungkinkan adanya teknologi 3G. Tujuan HSDPA, tak lain, adalah untuk meningkatkan kecepatan maksimal transfer data, kualitas pelayanan, dan efisiensi.HSDPA memungkinkan adanya layanan video streaming, Internet akses yang cepat, dan konferensi video. Lho, bukannya 3G saja sudah bisa? Memang bisa, tapi 3G biasa cuma berkecepatan 384 Kb/detiks. Nah, HSDPA memungkinkan kecepatan data maksimal 14 Mb/detik. Wow, kan? Dalam kondisi prima, kecepatan HSDPA lebih baik ketimbang koneksi internet kabel alias DSL (Digital Subscriber Line).
Kecepatan yang seperti itu membuat HSDPA menjadi teknologi tercepat di antara seluruh teknologi jaringan bergerak (mobile).Dengan kecepatan yang demikian, mudah-mudahan, nonton televisi di ponsel, telepon video, akses Internet, dan layanan data lainnya bisa berjalan dengan mulus. Layanan lain pun bisa dirasakan lebih nikmat. Pelanggan bisa memperoleh waktu respons lebih singkat, menunggu lebih sebentar, dan menikmati kecepatan koneksi yang tinggi. Mereka menggunakan ponsel mereka untuk menelepon dan pada saat yang sama, mereka bisa mengunduh data.
Kecepatan HSDPA bisa meningkat karena pemindahan fungsi pemrosesan lebih dekat ke “udara”. Proses yang dipindahkan adalah proses penjadwalan jaringan dan retransmisi. Semula, kedua proses itu berjalan di pengendali jaringan radio. HSDPA juga menambah sebuah mekanisme pembagian kanal. Dengan perubahan-perubahan itu, HSDPA mengingkatkan kapasitas jaringan.Operator juga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi yang besar untuk menghadirkan HSDPA untuk pelanggannya. Dengan sedikit memodifikasi perangkat keras W-CDMA, HSDPA sudah bisa diaplikasikan. Selain itu, HSDPA menggunakan lebar kanal 5 MHz yang merupakan kanal yang juga digunakan jaringan W-CDMA. Dengan demikian, para operator sudah bisa menggunakan infrastruktur yang sudah ada—tak perlu lagi kanal khusus.
Sistem bisa dimodifikasi lebih lanjut untuk meningkatkan layanan bagi para pelanggan yang mengakses layanan 3,5G dengan ponsel 3G terkini. Namun, pengembangan itu harus diperhatikan agar tidak mengganggu pelanggan yang masih mengandalkan ponsel lawas yang sekadar telepon dan berkirim pesan singkat.HSDPA diprediksi bakal menjadi teknologi yang menopang dunia telekomunikasi pada tahun 2007. Artinya, operator bisa menawarkan roaming ke seluruh dunia dengan lancar dengan menggunakan infrastruktur yang sudah ada.

Posted by: josanta | November 25, 2008

Cara Kerja Teknologi ADSL

Proses “dial – up connection“ mendasari kinerja ADSL. Ketika ada permintaan dari user atau pelanggan, maka modem ADSL di sisi sentral akan langsung memprosesnya dengan cara memisahkan antara informasi data, suara atau multimedia yang dilakukan oleh splitter. Berbeda halnya dengan jaringan fixed telephone yang menggunakan proses “call set-up“ yang harus melalui proses dial tone terlebih dahulu.

Selanjutnya informasi tersebut akan dilewatkan melalui MDF-RK-DP hingga KTB, kemudian di sisi pelanggan informasi data tersebut masuk ke splitter lagi, jika informasinya berupa akses internet (data) maka akan dimasukkan ke modem ADSL sisi pelanggan diteruskan ke PC user, jika berupa suara dari splitter langsung ke telepon, jika yang diminta video dari splitter masuk ke modem ADSL lalu masuk ke Set Top Box (STB) baru ke layar TV.

Kelebihan Penggunaan Teknologi ADSL

Adapun kelebihan yang dimiliki jaringan broadband ADSL ini diantaranya adalah:

>Mudah dalam instalasi.
>Hemat investasi karena menggunakan jaringan kabel existing untuk pengembangan jaringan baru.

>Menawarkan kecepatan hingga 125x lebih cepat dibandingkan dengan 56k modem.
>Koneksi yang mudah sehingga tidak perlu melakukan dial-up lagi.
>Kestabilan koneksi dan keamanan lebih terjamin karen koneksi dilakukan dengan kabel sendiri yang bersifat point-to-point.
>ADSL memberikan kemampuan Internet dan Voice/Fax secara simultan. Ini berarti kita dapat Surfing internet dan menggunakan Telepon atau Fax pada saat bersamaan. Ini akan memberikan kepuasan untuk menikmati High-Speed Internet Access tanpa kehilangan kontak telepon dengan relasi.
>Trafik menerima data lebih besar daripada pengiriman, sehingga cocok digunakan pada level pengguna akhir, seperti untuk kebutuhan multimedia.
Kekurangan Aplikasi ADSL
>Cakupan area yang sempit, maksimal 5.5 km dalam keadaan normal.

Ibaratnya manusia, tidak ada manusia yang sempurna. Begitu pula dengan ADSL sendiri, memiliki kekurangan dalam penggunaannya. Diantaranya adalah sebagai berikut:

>Menurunnya kualitas sambungan dan kecepatan transfer data akibat jauhnya jarak user dengan STO
>Kabel tembaga tua dapat menurunkan kualitas sambungan dan menurunkan kecepatan.
>Koneksi asimetris berarti waktu upload akan lebih lama daripada download.

Kesimpulan

Dengan melihat kemampuan dan kekurangan dari system ADSL ini, setidaknya kita memiliki alternatif penggunaan layanan sesuai kebutuhan dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

Kita boleh gigit jari dengan perkembangan jaringan internet broadband di luar negeri jauh lebih dulu menggunakan broadband berkecepatan super untuk perumahan sekalipun. Itu adalah realita yang patut kita contoh, setidaknya kita tidak ‘gaptek’ alias ‘gagap teknologi’. Apalagi, seperti yang dilansir salah satu majalah komputer negeri ini bahwa menurut survei yang dilakukan Pemerintah Thailand pada tahun 2003, menuliskan bahwa tenaga ahli informasi Indonesia berada pada jajaran unggul, setara dengan tenaga ahli USA, bahkan jauh mengungguli tenaga ahli dari Malaysia, Thailand dan Singapura sekalipun. Patut berbangga hatilah kita, mendapat penilaian positif terhadap sumber daya manusia Indonesia.

Categories

Design a site like this with WordPress.com
Get started