Be Power full Communication
bicara BAIK atau DIAM
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنََّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia
berkata baik atau diam”. (HR. Mutafaq’Alaihi)
Sobat Grimis yang budiman, setelah menjadi pribadi yang komitmen untuk sukses. Yaitu menjadi pri-badi yang no but, no if. Dengan modal awwalnya yaitu menjadi pribadi yang beriman.
Juga, penting untuk dimiliki bagi kamu-kamu yang mempunyai bakat cuap-cuap, penceramah, khatib, salles marketing and pokoknya yang senang berinteraksi dengan buanyak manusia dweh…, apa itu? Yaitu kemampuan ber-komunikasi yang power full.
Berkomunikasi tanpa ragu ketika menyuarakan kebenaran, al haq, harus dengan lantang. Tidak samar-samar.
Kebenaran dalam Islam itu ketika diiba-ratkan sebuah malam, maka malamnya pun seakan siang hari. Lalu bagaima-na siang harinya?
Ini menandakan sangat gamblang-nya kebenaran di dalam Islam.
Sebelum how to nya (baca -agar memilikinya-) yups kita intip bagaimana orang-orang yang telah sukses dengan kekuatan yang dimilikinya berupa kemahiran power full communication.
Dan eit.. ingat pakem kita..!! jangan lupa dan jangan dilupain. Bahwa sebaik-baik contoh dan idola adalah Nabi Muhammad .
Sungguh luar biasa ketika Rasulullah menyampaikan dakwah berupa wahyu Allah kepada manusia. Manusia dibuatnya tersanju-ng dan terkesima.
Masalah reaksi -seperti Rasulullah dihina, diejek de el el-, itu perkara lain. Justru karena dengan power full communikation lah, kemudian ada reaksi. Itu khan wahyu. Betul sekali… emang wahyu…
Ketika Nabi menyampaikan dakwah di hadapan para sahabatnya dalam acara pemakaman seorang saha-bat yang meninggal, beliau memberi-kan wasiyat tentang kematian.
Trus, bagaimanakah keberadaan sahabat-sahabatnya ketika mendengar-kan nasihat beliau ? Di ceritakan, para sahabat diam terkesima, tidak bergeming sekan-akan di atas kepala mereka ada burung yang sedang hinggap alias bertengger.
Nah.. sungguh luar biasa khan, Pribadi Nabi ?
Asal tau saja ya, ketika sang junjung-an nabi memberikan khutbah, tidak seperti kamu sahabat.. hehe.. Nabi berapi-api, semangat ketika berkhutbah, bahkan dalam sebuah riwayat, sampai memerah matanya.
Maka jangan heran kalau kita banyak jumpai di masjid-masjid ketika hari jum’at. Pemandangan apa yang dapat kamu rekam sobat?
Kalau nggak ngobrol, maka mayori-tas peserta jum’atan terkantuk-kantuk sampai tertidur pulas. Tidak sedikit, ada juga yang ngorok. Ketika bangun, eh…khutbahnya dah slese. Ayo.. bangun-bangun..!! bagaimana mau menjadi bertakwa dwonk? padahal salah satu fungsi khutbah jum’at adalah untuk berwasiat takwa.
Nah sobat, tidak bisa 100% kita menyalahkan peserta sholat jum’at. Bisa jadi Salah satu penyebabnya adalah sang khatib itu sendiri.
Sudah yang disampaikan masalah-masalah bid’ah, kisah-kisah dari hadits-hadits palsu. Semacam jika kamu membaca “ya lathif” 16 ribu kali maka akan mendapat rizqi, terbebas dari huta-ng dan membujang serta de el el dech. Trus gaya penyampaiannyapun seakan ibu atau ayah yang sedang me “nina bobo, oh nina bobo..”. wal hasil ya pada teller semua..
Tetapi akan berbeda sobat, ketika seorang khatib yang memiliki power full komunication. Dia berdiri tegap, pandangan matanya mengarah semua jama’ah, berbicara lantang seakan se-orang komando memerintahkan sebu-ah regu pasukan tempur untuk meluluh-lantakkan musuhnya.
Walhasil, kalau seperti itu, dijamin para pendengarpun gak bakalan ngantuk. Tul nggak?
So, sobat, ternyata untuk bisa men-jadi pribadi yang memiliki kemampuan power full communication itu bisa diusahakan dan dilatih.. Baca Selengkapnya..
Komentar Terbaru